Soal Latihan dan Pembahasan TWK : Bahasa Indonesia (Bagian 2)


Soal Latihan dan Pembahasan TWK : Bahasa Indonesia

 

11. Hati gajah sama dilapah, hati kuman sama dicecah. Peribahasa di bawah ini yang tidak sama artinya dengan peribahasa di atas adalah …

  1. Terapung sama hanyut, terendam sama basah
  2. Merunduk sama bungkuk, melompat sama patah
  3. Yang tua dan yang kecil sama tingkat derajatnya
  4. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul

Pembahasan : Hati gajah sama dilapah, hati kuman sama dicecah. Peribahasa di atas semakna dengan peribahasa yang terdapat pada pilihan A, B, D, dan E, artinya seia sekata, sama-sama mau mengerjakan suatu pekerjaan, apa pun risikonya. Sedangkan pada pilihan C, bukan termasuk peribahasa.

 

12. Peledakan bom itu saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Kalimat di bawah ini yang menggunakan majas yang tidak sama dengan majas dalam kalimat di atas adalah …

  1. Rumput hijau yang membentang menambah indahnya pemandangan.
  2. Para pelaut mengarungi samudra luas sampai berbulan-bulan.
  3. Para siswa beserta pendamping berlomba mendaki ke puncak gunung.
  4. Hamparan sawah yang menguning memberikan harapan para petani.

Pembahasan : Kalimat yang terdapat pada soal mengandung majas pleonasme, yaitu majas yang menggunakan kata secara berlebihan yang sebenarnya tidak perlu. Apabila kata yang berlebihan itu dihilangkan, artinya tetap tidak berubah.

 

13. Kapal selam AS diketahui berlayar melintasi Selat Malaka. Perubahan makna dalam kalimat di atas, sama dengan perubahan makna yang terdapat dalam kalimat berikut …

  1. Beberapa hari ini saudara saya berlibur ke Bali.
  2. Bapak dan ibu guru adalah orang tua kita di sekolah.
  3. Perahu berlayar hijau itu melaju dengan cepat.
  4. Kami tidak suka para penjilat berada di lingkungan kami.

Pembahasan : Kata berlayar pada kalimat soal nomor ini telah mengalami perluasan makna. Perluasan makna yang sama terjadi pada kalimat pilihan B, pada kata Bapak yang tidak berarti ayah tetapi orang yang dituakan.

 

14. Kedua remaja itu bermarah-marahan sejak kemarin. Makna pengulangan kata dalam kalimat di bawah ini yang tidak sama dengan makna ulangan kata bermarah-marahan adalah …

  1. Mereka sedang jalan untuk berbaik-baikan.
  2. Anak SD ada yang sudah bercinta-cintaan.
  3. Penggunaan yang bermabuk-mabukan meresahkan.
  4. Orang tua itu tetap berkasih-kasihan seperti dali.

Pembahasan : Makna kata ulang ‘bermarah-marah’ menyatakan makna saling. Kata ulang lain yang memiliki makna yang sama dengan perulangan pada soal adalah berbaik-baikan, bercinta-cintaan, berkasih-kasihan, dan tolong menolong.

 

15. Ayah merawat tanam-tanamannya dengan rajin. Bentuk kata ulang dalam kalimat di atas sama dengan bentuk kata ulang dalam kalimat …

  1. Di kantin tersedia minum-minuman dingin.
  2. Mula-mula pandang-pandang. Akhirnya berkenalan.
  3. Pegawai hotel itu mengenakan pakaian yang rapi-rapi.
  4. Sayur-mayur segar tersedia dalam kulkas.

Pembahasan : Bentuk kata ulang tanam-tanaman sama dengan bentuk kata ulang minum-minuman, yaitu termasuk kata ulang sebagian komponen pokoknya.

 

16. Jika lulus SPMB, saya akan benar-benar mengikuti kuliah dengan baik. Penggunaan kata penghubung dalam kalimat di atas menyatakan …

  1. sebab
  2. tujuan
  3. akibat
  4. syarat

Pembahasan : Kata penghubung ‘jika’, menyatakan hubungan syarat.

 

17. Anaknya lahir pada saat suaminya sedang dinas ke luar kota. Kata penghubung saya sejenis dalam kalimat di atas sama dengan kata penghubung dalam kalimat …

  1. Dia belajar dengan rajin agar lulus dalam ujian.
  2. Pak Nyoman bekerja keras agar kebutuhan hidup keluarga terpenuhi.
  3. Saya akan datang ke pestamu asalkan kamu mau menerima cintaku.
  4. Ia memeriksa kembali pekerjaannya, setelah menjawab soal-soal itu.

Pembahasan : Kata penghubung ‘saat’ dalam kalimat nomor ini menyatakan hubungan waktu. Kata penghubung ‘setelah’ juga menyatakan hubungan waktu.

 

18. Penulisan kata serapan yang tepat terdapat dalam kalimat …

  1. Setiap rumah sebaiknya memiliki apotek hidup.
  2. Para atlit menerima wejangan dari pelatih.
  3. Kami mendengarkan santapan rokhani setiap pagi.
  4. Agar bentuknya seragam harus distandarisir.
  5. Uang transport yang kami terima tidak memadai.

 

19. Dulu kami tidak pernah kebanjiran, tetapi kini setiap hujan lebat air pasti menggenangi rumah kami. Kata kebanjiran dalam kalimat itu termasuk golongan …

  1. benda
  2. kata kerja
  3. kata sifat
  4. kata keadaan
  5. kata keterangan

 

20. Penggunaan kata bilangan tingkat dalam kalimat-kalimat berikut yang benar adalah …

  1. Ketiga perusahaan itu sudah berdiri sejak lima tahun yang lalu.
  2. Kepala sekolah memberi penghargaan kepada kedua pemenang lomba itu.
  3. Percetakan itu memerlukan tiga orang penyuting.
  4. Dia merupakan karyawan kelima yang di-PHK.
  5. Kedua puluh pedagang itu mendapatkan pinjaman dari bank.

 

Sekian dulu ya Soal Latihan dan Pembahasan TWK : Bahasa Indonesia (Bagian 2), silahkan lihat bagian lainnya ya. Terimakasih 🙂 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *