Soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2026

Persiapkan diri Anda dengan 755 soal latihan yang dirancang khusus sesuai kisi-kisi CAT BKN terbaru.

Materi Ujian

Materi mencakup kompetensi teknis, regulasi terbaru bidang Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta simulasi studi kasus HOTS (Higher Order Thinking Skills).

Daftar Latihan Soal

755 Soal Tersedia
Soal #1
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 80 Tahun 2020, Jabatan Fungsional Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan jabatan karier PNS yang memiliki tugas strategis dalam ekosistem riset dan inovasi. Ruang lingkup tugas pokok jabatan fungsional tersebut yang berkaitan erat dengan tahap perencanaan Iptek adalah...
A. Melaksanakan analisis pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mencakup penyiapan bahan perencanaan Iptek, analisis kebutuhan teknologi, penelaahan kelayakan pemanfaatan, serta perumusan rekomendasi arah pemanfaatan riset dan inovasi.
B. Melakukan pemeriksaan kepatuhan pajak pertambahan nilai bagi industri manufaktur teknologi tinggi.
C. Menyelenggarakan penegakan hukum pidana terhadap pelanggaran hak cipta perangkat lunak komersial.
D. Mengelola pengadaan fisik komponen perangkat keras komputer untuk seluruh kementerian dan lembaga.
E. Menetapkan tarif royalti paten internasional secara sepihak tanpa melibatkan pemilik hak kekayaan intelektual.
Jawaban: A

Sesuai Permenpan RB No. 80 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, tugas pokok jabatan ini adalah melaksanakan analisis di bidang pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam sub-unsur perencanaan Iptek, tugas analis meliputi penyusunan instrumen perencanaan, analisis kebutuhan teknologi (Technology Needs Assessment), analisis kesenjangan teknologi (technology gap), penelaahan prioritas riset dan inovasi nasional, serta penyusunan rekomendasi arah kebijakan pemanfaatan Iptek bagi instansi pemerintah dan industri.
Soal #2
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) Tahun 2017-2045, arah perencanaan riset dan inovasi nasional disusun untuk menyelaraskan agenda riset jangka panjang dengan target pembangunan Indonesia Maju 2045. Visi utama RIRN 2017-2045 dalam mentransformasikan perekonomian Indonesia adalah...
A. Mengembalikan struktur ekonomi nasional menjadi berbasis ekstraksi sumber daya alam mentah tanpa hilirisasi.
B. Mewujudkan Indonesia Berdaya Saing dan Berdaulat Berbasis Riset dan Inovasi, dengan mentransformasikan perekonomian dari berbasis sumber daya alam (resource-driven economy) menuju ekonomi berbasis inovasi dan pengetahuan (innovation-driven economy).
C. Menghentikan seluruh kerja sama riset internasional dan melarang publikasi ilmiah ke luar negeri.
D. Mewajibkan seluruh pendanaan riset nasional bersumber 100% dari utang luar negeri komersial.
E. Menghapuskan keterlibatan sektor swasta dan industri dalam pemanfaatan hasil penelitian dasar.
Jawaban: B

Perpres No. 38 Tahun 2018 menetapkan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045 sebagai pedoman utama perencanaan riset dan inovasi lintas kementerian, lembaga, perguruan tinggi, dan industri. Visi RIRN 2017-2045 adalah Mewujudkan Indonesia Berdaya Saing dan Berdaulat Berbasis Riset dan Inovasi. Sasaran strategisnya adalah menggeser paradigma ekonomi Indonesia dari sekadar bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam mentah (resource-based economy) dan keunggulan biaya tenaga kerja murah (efficiency-driven economy) menuju perekonomian bernilai tambah tinggi yang digerakkan oleh riset, teknologi, dan inovasi (innovation-driven economy).
Soal #3
Dalam menyusun dokumen perencanaan strategis Iptek jangka menengah dan panjang, Analis Pemanfaatan Iptek mengombinasikan metode Pandangan Masa Depan Teknologi (Technology Foresight) dan Peta Jalan Teknologi (Technology Roadmapping). Perbedaan konseptual mendasar antara kedua metodologi perencanaan tersebut adalah...
A. Technology Foresight hanya digunakan untuk riset militer rahasia, sedangkan Technology Roadmapping khusus untuk teknologi pertanian.
B. Technology Foresight menentukan anggaran biaya harian, sedangkan Technology Roadmapping menghitung jumlah peneliti yang pensiun.
C. Technology Foresight berfokus pada eksplorasi dan peramalan tren masa depan, peluang disrupsi, serta kebutuhan sosial-ekonomi jangka panjang secara sistematis dan partisipatif; sedangkan Technology Roadmapping menjabarkan jalur lintasan implementasi terstruktur (tahapan waktu, target TKT, tonggak capaian, dan alokasi sumber daya) untuk mencapai visi teknologi masa depan tersebut.
D. Technology Roadmapping menghasilkan undang-undang formal, sedangkan Technology Foresight hanya menghasilkan opini media sosial.
E. Technology Foresight bersifat retrospektif melihat masa lalu, sedangkan Technology Roadmapping menghentikan riset yang sedang berjalan.
Jawaban: C

Dalam manajemen perencanaan Iptek: (1) Technology Foresight adalah proses sistematis berorientasi masa depan (future-oriented) untuk mengidentifikasi tren sains-teknologi yang sedang berkembang (emerging technologies), sinyal lemah disrupsi, tantangan global masa depan, serta memetakan prioritas strategis melalui pelibatan multipihak (expert Delphi, visioning). (2) Technology Roadmapping adalah instrumen perencanaan taktis-operasional yang menghubungkan visi hasil foresight dengan aksi nyata. Roadmap memetakan koordinasi waktu (timeline), keterkaitan pasar-produk-teknologi, evolusi target TKT, dan sumber daya riset yang dibutuhkan pada setiap tahapan.
Soal #4
Pengukuran Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT / Technology Readiness Level / TRL) merupakan instrumen wajib dalam perencanaan dan monitoring portofolio riset sesuai Permenristekdikti No. 42 Tahun 2016. Jika suatu hasil riset rekayasa biosensor deteksi penyakit tanaman telah berhasil diuji coba dan didemonstrasikan prototipenya pada lingkungan operasional riil di lahan pertanian petani, hasil riset tersebut berada pada tingkatan...
A. TKT 1, yaitu prinsip dasar teknologi baru mulai diteliti dan dicatat.
B. TKT 3, yaitu pembuktian konsep (proof of concept) analitis dan eksperimental di laboratorium.
C. TKT 5, yaitu validasi komponen dan model skala lab dalam lingkungan yang disimulasikan.
D. TKT 7, yaitu demonstrasi prototipe sistem teknologi dalam lingkungan operasional riil (system prototype demonstration in an operational environment).
E. TKT 9, yaitu sistem teknologi telah teruji sempurna secara komersial dan diproduksi massal oleh industri.
Jawaban: D

Hierarki TKT (skala 1-9) standar Permenristekdikti No. 42 Tahun 2016: - TKT 1: Prinsip dasar teknologi diteliti dan dilaporkan. - TKT 2: Formulasi konsep teknologi dan aplikasi. - TKT 3: Pembuktian konsep analitis dan eksperimental fungsi kritis. - TKT 4: Pengujian komponen di lingkungan laboratorium. - TKT 5: Validasi komponen di lingkungan relevan. - TKT 6: Demonstrasi model/prototipe di lingkungan relevan. - TKT 7: Demonstrasi prototipe sistem dalam lingkungan operasional sebenarnya/riil (seperti uji coba lapangan di lahan petani). - TKT 8: Sistem teknologi lengkap dan memenuhi kualifikasi melalui pengujian operasional. - TKT 9: Sistem benar-benar teruji melalui keberhasilan operasi komersial penuh.
Soal #5
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) serta Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021, integrasi lembaga penelitian pemerintah ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membawa transformasi besar pada arsitektur perencanaan riset. Peran kelembagaan riset di daerah yang dibentuk sebagai mitra kerja perencanaan riset dan inovasi daerah adalah...
A. Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
B. Satuan Polisi Pamong Praja Penegak Riset (Satpol PP Riset).
C. Balai Pengawasan Obat dan Makanan Daerah (BBPOM).
D. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
E. Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) atau Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Jawaban: E

Sesuai Pasal 63 UU No. 11 Tahun 2019 dan Pasal 65 Perpres No. 78 Tahun 2021 tentang BRIN, Pemerintah Daerah wajib membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) atau dapat diintegrasikan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menjadi Bapperida. BRIDA/Bapperida bertindak sebagai perangkat daerah yang bertugas merumuskan kebijakan, perencanaan riset dan inovasi daerah, serta memberikan rekomendasi kebijakan pembangunan daerah berbasis bukti ilmiah (evidence-based policy) yang berkoordinasi dengan BRIN.

Akses 755 Soal Lengkap

Anda sedang berada dalam mode trial. Dapatkan akses penuh ke seluruh bank soal dan pembahasan mendalam untuk meloloskan Anda di CPNS 2026.

Rp25.000 / sekali bayar
Upgrade Premium Sekarang

Tanya Jawab (FAQ)

Apa itu soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi?

Soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah kumpulan latihan soal Seleksi Kompetensi Bidang CPNS yang dirancang untuk mengukur kemampuan teknis peserta sesuai formasi jabatan yang dilamar.

Apakah soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sesuai kisi-kisi terbaru?

Ya, materi soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi disusun berdasarkan kisi-kisi terbaru, pola CAT BKN, serta analisis tipe soal yang sering muncul pada seleksi CPNS.

Apa saja materi yang diujikan dalam soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi?

Materi soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mencakup kompetensi teknis jabatan, studi kasus, pemahaman regulasi, kemampuan analisis, serta soal HOTS yang relevan dengan bidang pekerjaan.

Apakah tersedia pembahasan untuk setiap soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi?

Ya, setiap soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan agar peserta dapat memahami konsep dan pola pengerjaan soal dengan lebih baik.

Berapa jumlah soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang tersedia?

Saat ini tersedia 755 soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang dapat digunakan sebagai bahan latihan menghadapi seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ini cocok untuk latihan CAT CPNS?

Latihan soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dirancang menyerupai pola ujian CAT CPNS sehingga dapat membantu peserta beradaptasi dengan format dan tingkat kesulitan soal sebenarnya.

Mengapa latihan soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi penting?

Latihan soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi membantu peserta memahami materi teknis, meningkatkan kecepatan mengerjakan soal, serta membiasakan diri dengan tipe soal yang sering keluar pada seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi diperbarui secara berkala?

Ya, bank soal SKB Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kisi-kisi, regulasi, dan pola soal terbaru dalam seleksi CPNS.

Statistik Latihan
Total Soal 755
Update Terakhir Mei 2026

Seringlah berlatih untuk membiasakan diri dengan batas waktu CAT.