Soal SKB Fisikawan Medis 2026

Persiapkan diri Anda dengan 427 soal latihan yang dirancang khusus sesuai kisi-kisi CAT BKN terbaru.

Materi Ujian

Materi mencakup kompetensi teknis, regulasi terbaru bidang Fisikawan Medis, serta simulasi studi kasus HOTS (Higher Order Thinking Skills).

Daftar Latihan Soal

427 Soal Tersedia
Soal #1
Peraturan Pemerintah yang menjadi salah satu landasan utama pengaturan keselamatan radiasi pengion dan keamanan zat radioaktif di Indonesia adalah ....
A. PP Nomor 33 Tahun 2007 sebagai satu-satunya peraturan yang masih berlaku
B. PP Nomor 45 Tahun 2023 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Zat Radioaktif
C. Peraturan yang hanya mengatur keselamatan listrik rumah tangga
D. Undang-undang yang hanya mengatur pengelolaan limbah domestik
E. Peraturan yang hanya mengatur keselamatan transportasi umum
Jawaban: B

Jawaban: B. PP Nomor 45 Tahun 2023 mengatur keselamatan radiasi pengion, keamanan zat radioaktif, manajemen keselamatan, dan inspeksi pemanfaatan tenaga nuklir. Peraturan ini mencabut PP Nomor 33 Tahun 2007. Ketentuan teknis pelaksanaan perlu disesuaikan dengan regulasi sektoral yang berlaku.

Sumber: PP Nomor 45 Tahun 2023.

Soal #2
Tiga prinsip dasar sistem proteksi radiasi yang dikembangkan oleh ICRP adalah ....
A. Kalibrasi, akreditasi, dan sertifikasi
B. Deteksi, diagnosis, dan terapi
C. Justifikasi, optimisasi, dan limitasi dosis
D. Filtrasi, kolimasi, dan rekonstruksi citra
E. Pengukuran, pencatatan, dan pengarsipan
Jawaban: C

Jawaban: C. Tiga prinsip dasar proteksi radiasi adalah justifikasi, optimisasi proteksi, dan limitasi dosis. Justifikasi menilai apakah manfaat kegiatan melebihi risikonya, optimisasi mengupayakan paparan serendah yang secara wajar dapat dicapai, dan limitasi membatasi dosis pekerja serta masyarakat sesuai ketentuan.

Soal #3
Seorang dokter mengusulkan pemeriksaan CT kepada pasien. Sebelum pemeriksaan dilakukan, aspek proteksi radiasi yang harus dinilai terlebih dahulu adalah ....
A. Apakah pemeriksaan memberikan manfaat klinis yang melebihi potensi risikonya
B. Apakah dosis pasien pasti mencapai nilai maksimum
C. Apakah semua pasien harus menerima protokol identik
D. Apakah waktu pemeriksaan dapat diperpanjang
E. Apakah pelindung timbal dapat menggantikan indikasi klinis
Jawaban: A

Jawaban: A. Justifikasi memastikan bahwa pemeriksaan memiliki manfaat klinis yang lebih besar daripada potensi risiko radiasinya. Riwayat klinis, hasil pemeriksaan sebelumnya, dan alternatif tanpa radiasi pengion perlu dipertimbangkan agar pemeriksaan tidak dilakukan tanpa indikasi yang memadai.

Soal #4
Dalam prinsip optimisasi proteksi radiasi, ALARA merupakan singkatan dari ....
A. As Long As Radiation Applies
B. Automatic Limitation and Radiation Assessment
C. Approved Level of Radiation Activity
D. As Low As Reasonably Achievable
E. Absolute Limit of Annual Radiation Allowance
Jawaban: D

Jawaban: D. ALARA berarti As Low As Reasonably Achievable. Paparan radiasi diupayakan serendah yang secara wajar dapat dicapai dengan mempertimbangkan faktor teknis, ekonomi, sosial, serta tujuan kegiatan. Prinsip ini tidak berarti mengurangi dosis tanpa batas hingga menghilangkan manfaat klinis atau merusak mutu diagnostik.

Soal #5
Pernyataan yang paling tepat mengenai Nilai Batas Dosis (NBD) adalah ....
A. NBD merupakan dosis minimum yang harus diterima pekerja
B. NBD hanya berlaku untuk pasien radioterapi
C. NBD dapat diabaikan apabila tersedia apron timbal
D. NBD hanya berlaku ketika terjadi kecelakaan radiasi
E. NBD membatasi paparan pekerja dan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku
Jawaban: E

Jawaban: E. NBD merupakan batas dosis yang berlaku untuk paparan pekerja radiasi dan anggota masyarakat sesuai ketentuan. NBD bukan target operasional yang harus dicapai. Optimisasi tetap harus dilakukan meskipun dosis diperkirakan berada jauh di bawah NBD.

Akses 427 Soal Lengkap

Anda sedang berada dalam mode trial. Dapatkan akses penuh ke seluruh bank soal dan pembahasan mendalam untuk meloloskan Anda di CPNS 2026.

Rp25.000 / sekali bayar
Upgrade Premium Sekarang

Tanya Jawab (FAQ)

Apa itu soal SKB Fisikawan Medis?

Soal SKB Fisikawan Medis adalah kumpulan latihan soal Seleksi Kompetensi Bidang CPNS yang dirancang untuk mengukur kemampuan teknis peserta sesuai formasi jabatan yang dilamar.

Apakah soal SKB Fisikawan Medis sesuai kisi-kisi terbaru?

Ya, materi soal SKB Fisikawan Medis disusun berdasarkan kisi-kisi terbaru, pola CAT BKN, serta analisis tipe soal yang sering muncul pada seleksi CPNS.

Apa saja materi yang diujikan dalam soal SKB Fisikawan Medis?

Materi soal SKB Fisikawan Medis mencakup kompetensi teknis jabatan, studi kasus, pemahaman regulasi, kemampuan analisis, serta soal HOTS yang relevan dengan bidang pekerjaan.

Apakah tersedia pembahasan untuk setiap soal SKB Fisikawan Medis?

Ya, setiap soal SKB Fisikawan Medis dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan agar peserta dapat memahami konsep dan pola pengerjaan soal dengan lebih baik.

Berapa jumlah soal SKB Fisikawan Medis yang tersedia?

Saat ini tersedia 427 soal SKB Fisikawan Medis yang dapat digunakan sebagai bahan latihan menghadapi seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Fisikawan Medis ini cocok untuk latihan CAT CPNS?

Latihan soal SKB Fisikawan Medis dirancang menyerupai pola ujian CAT CPNS sehingga dapat membantu peserta beradaptasi dengan format dan tingkat kesulitan soal sebenarnya.

Mengapa latihan soal SKB Fisikawan Medis penting?

Latihan soal SKB Fisikawan Medis membantu peserta memahami materi teknis, meningkatkan kecepatan mengerjakan soal, serta membiasakan diri dengan tipe soal yang sering keluar pada seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Fisikawan Medis diperbarui secara berkala?

Ya, bank soal SKB Fisikawan Medis diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kisi-kisi, regulasi, dan pola soal terbaru dalam seleksi CPNS.

Statistik Latihan
Total Soal 427
Update Terakhir Mei 2026

Seringlah berlatih untuk membiasakan diri dengan batas waktu CAT.