Soal SKB Jenang Kapal Kelas I 2026

Persiapkan diri Anda dengan 280 soal latihan yang dirancang khusus sesuai kisi-kisi CAT BKN terbaru.

Materi Ujian

Materi mencakup kompetensi teknis, regulasi terbaru bidang Jenang Kapal Kelas I, serta simulasi studi kasus HOTS (Higher Order Thinking Skills).

Daftar Latihan Soal

280 Soal Tersedia
Soal #1
Berdasarkan Konvensi Internasional MARPOL 73/78 Annex V (Regulations for the Prevention of Pollution by Garbage from Ships), perlakuan terhadap sampah plastik (termasuk tali sintetis, kantong plastik, jaring ikan sintetik, dan kantong sampah plastik) di seluruh wilayah perairan laut adalah...
A. Boleh dibuang ke laut jika kapal berada pada jarak lebih dari 12 mil laut dari daratan terdekat
B. Boleh dibuang ke laut asalkan telah dicacah dengan mesin kominutor hingga berukuran kurang dari 25 mm
C. Dilarang keras dibuang ke laut dalam bentuk apa pun dan harus disimpan di atas kapal untuk diserahkan ke fasilitas penampungan pelabuhan (Port Reception Facility)
D. Boleh dibuang ke laut hanya pada waktu malam hari di luar Daerah Khusus (Special Areas)
E. Boleh dibuang ke laut jika dicampur dengan sisa makanan organik yang telah membusuk
Jawaban: C

Berdasarkan Regulasi 3 MARPOL 73/78 Annex V: Pembuangan semua jenis plastik ke laut, termasuk tali sintetis, jaring penangkap ikan sintetis, kantong sampah plastik, dan abu insinerator dari produk plastik, DILARANG KERAS secara mutlak di mana pun di seluruh dunia. Seluruh sampah plastik wajib dipilah, disimpan dengan aman di atas kapal, dan diserahkan ke fasilitas penampungan pelabuhan (Port Reception Facility / PRF).
Soal #2
Dalam pengelolaan sampah dapur dan perbekalan kapal oleh Departemen Jenang (Steward Department), sisa makanan (food waste) yang telah dihancurkan/dihaluskan menggunakan mesin pencacah (comminuter/grinder) sehingga lolos ayakan berdiameter tidak lebih dari 25 mm, boleh dibuang ke laut di luar Daerah Khusus (Special Areas) dengan syarat...
A. Kapal sedang sandar di dermaga pelabuhan
B. Kapal sedang lego jangkar pada jarak minimal 1 mil laut dari pantai
C. Kapal sedang berlayar (en route) dan berada pada jarak minimal 3 mil laut dari daratan terdekat
D. Kapal berlayar pada jarak minimal 12 mil laut dari daratan terdekat
E. Kapal sedang dalam kecepatan nol knot di alur pelayaran sempit
Jawaban: C

Berdasarkan MARPOL 73/78 Annex V Regulasi 4 (Discharge of garbage outside special areas): Sisa makanan (food waste) yang telah dihancurkan atau dicacah (comminuted or ground) sehingga mampu melewati saringan/ayakan dengan ukuran bukaan maksimal 25 mm boleh dibuang ke laut di luar Daerah Khusus jika kapal sedang berlayar (en route) dan berada pada jarak TIDAK KURANG DARI 3 mil laut dari daratan terdekat. Jika sisa makanan belum dihancurkan (utuh), jarak minimal pembuangannya adalah 12 mil laut saat kapal sedang berlayar.
Soal #3
Jika sisa makanan dari dapur kapal (galley) TIDAK dihancurkan atau dicacah (masih berbentuk utuh), berapakah jarak minimal pembuangan ke laut yang diizinkan di luar Daerah Khusus sesuai MARPOL Annex V?
A. Minimal 3 mil laut dari daratan terdekat dan kapal sedang berlayar
B. Minimal 6 mil laut dari daratan terdekat dan kapal sedang berlayar
C. Minimal 12 mil laut dari daratan terdekat dan kapal sedang berlayar (en route)
D. Minimal 25 mil laut dari daratan terdekat tanpa memandang status pelayaran
E. Tidak boleh dibuang ke laut sama sekali dalam kondisi apa pun
Jawaban: C

Sesuai MARPOL Annex V Regulasi 4.1.2: Pembuangan sisa makanan yang tidak dihancurkan (*uncomminuted / unground food waste*) ke laut di luar daerah khusus hanya diperbolehkan apabila kapal sedang berlayar (*en route*) dan berada pada jarak minimal 12 mil laut dari daratan terdekat. Aturan ini bertujuan agar partikel makanan terdispersi dan terdegradasi secara alami di laut lepas tanpa mencemari garis pantai.
Soal #4
Berdasarkan MARPOL Annex V Regulasi 10, kapal dengan kriteria apakah yang diwajibkan membawa dan menerapkan Rancangan Pengelolaan Sampah (Garbage Management Plan / GMP) serta Buku Catatan Sampah (Garbage Record Book / GRB)?
A. Setiap perahu motor tempel dengan panjang lebih dari 5 meter
B. Kapal dengan tonase kotor (Gross Tonnage / GT) 100 ke atas atau kapal yang bersertifikat mengangkut 15 orang atau lebih wajib memiliki GMP; dan kapal GT 400 ke atas wajib memiliki GRB
C. Hanya kapal tanker minyak dengan bobot mati di atas 50.000 DWT
D. Semua kapal niaga tanpa memandang ukuran tonase dan jumlah penumpang
E. Hanya kapal perang dan kapal patroli penjaga pantai
Jawaban: B

Berdasarkan MARPOL 73/78 Annex V Regulasi 10: (1) Setiap kapal berukuran panjang 12 meter atau lebih wajib memasang plakat (placards) tentang pembuangan sampah; (2) Setiap kapal dengan ukuran GT 100 ke atas, atau kapal yang bersertifikat mengangkut 15 orang atau lebih, serta instalasi tetap/terapung wajib memiliki Rancangan Pengelolaan Sampah (Garbage Management Plan / GMP); (3) Setiap kapal dengan ukuran GT 400 ke atas atau kapal yang bersertifikat mengangkut 15 orang atau lebih dalam pelayaran internasional wajib menyediakan Buku Catatan Sampah (Garbage Record Book / GRB) Bagian I.
Soal #5
Dalam operasional dapur kapal (galley), minyak jelantah sisa penggorengan (used cooking oil) dalam jumlah signifikan dihasilkan setiap hari. Bagaimanakah ketentuan penanganan minyak masak bekas tersebut menurut MARPOL Annex V?
A. Boleh dibuang melalui saluran pembuangan wastafel dapur (scupper) jika dilarutkan dengan deterjen cair
B. Boleh dibuang ke laut di luar jarak 12 mil laut bersama sisa makanan basah
C. Dilarang dibuang ke laut dan dilarang dialirkan ke sistem got kamar mesin/bilga; minyak jelantah dikategorikan sebagai sampah Kategori D yang harus ditampung dalam wadah khusus untuk diserahkan ke Port Reception Facility atau diinsinerasi sesuai spesifikasi
D. Wajib dicampur ke dalam tangki bahan bakar mesin induk (MDO/HFO) untuk dibakar
E. Boleh dibuang ke laut kapan saja asalkan kapal melaju dengan kecepatan minimal 10 knot
Jawaban: C

Berdasarkan amandemen MARPOL Annex V (Resolusi MEPC.201(62)): Cooking Oil (minyak masak bekas) didefinisikan secara khusus sebagai kategori sampah terpisah (Kategori D). Minyak jelantah TIDAK BOLEH dibuang ke laut dan TIDAK BOLEH dibuang ke sistem bilga got kamar mesin atau tangki sewage karena merusak instalasi pengolahan limbah dan mencemari lingkungan perairan. Minyak masak bekas harus ditampung dalam jeriken/drum penampung khusus, dicatat dalam Garbage Record Book, dan diserahkan ke fasilitas penerima limbah di pelabuhan (Port Reception Facility) atau dibakar di insinerator kapal yang memenuhi standar IMO.

Akses 280 Soal Lengkap

Anda sedang berada dalam mode trial. Dapatkan akses penuh ke seluruh bank soal dan pembahasan mendalam untuk meloloskan Anda di CPNS 2026.

Rp25.000 / sekali bayar
Upgrade Premium Sekarang

Tanya Jawab (FAQ)

Apa itu soal SKB Jenang Kapal Kelas I?

Soal SKB Jenang Kapal Kelas I adalah kumpulan latihan soal Seleksi Kompetensi Bidang CPNS yang dirancang untuk mengukur kemampuan teknis peserta sesuai formasi jabatan yang dilamar.

Apakah soal SKB Jenang Kapal Kelas I sesuai kisi-kisi terbaru?

Ya, materi soal SKB Jenang Kapal Kelas I disusun berdasarkan kisi-kisi terbaru, pola CAT BKN, serta analisis tipe soal yang sering muncul pada seleksi CPNS.

Apa saja materi yang diujikan dalam soal SKB Jenang Kapal Kelas I?

Materi soal SKB Jenang Kapal Kelas I mencakup kompetensi teknis jabatan, studi kasus, pemahaman regulasi, kemampuan analisis, serta soal HOTS yang relevan dengan bidang pekerjaan.

Apakah tersedia pembahasan untuk setiap soal SKB Jenang Kapal Kelas I?

Ya, setiap soal SKB Jenang Kapal Kelas I dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan agar peserta dapat memahami konsep dan pola pengerjaan soal dengan lebih baik.

Berapa jumlah soal SKB Jenang Kapal Kelas I yang tersedia?

Saat ini tersedia 280 soal SKB Jenang Kapal Kelas I yang dapat digunakan sebagai bahan latihan menghadapi seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Jenang Kapal Kelas I ini cocok untuk latihan CAT CPNS?

Latihan soal SKB Jenang Kapal Kelas I dirancang menyerupai pola ujian CAT CPNS sehingga dapat membantu peserta beradaptasi dengan format dan tingkat kesulitan soal sebenarnya.

Mengapa latihan soal SKB Jenang Kapal Kelas I penting?

Latihan soal SKB Jenang Kapal Kelas I membantu peserta memahami materi teknis, meningkatkan kecepatan mengerjakan soal, serta membiasakan diri dengan tipe soal yang sering keluar pada seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Jenang Kapal Kelas I diperbarui secara berkala?

Ya, bank soal SKB Jenang Kapal Kelas I diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kisi-kisi, regulasi, dan pola soal terbaru dalam seleksi CPNS.

Statistik Latihan
Total Soal 280
Update Terakhir Mei 2026

Seringlah berlatih untuk membiasakan diri dengan batas waktu CAT.