Soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan 2026

Persiapkan diri Anda dengan 160 soal latihan yang dirancang khusus sesuai kisi-kisi CAT BKN terbaru.

Materi Ujian

Materi mencakup kompetensi teknis, regulasi terbaru bidang Pemeriksa Karantina Tumbuhan, serta simulasi studi kasus HOTS (Higher Order Thinking Skills).

Daftar Latihan Soal

160 Soal Tersedia
Soal #1
Dalam sistem budidaya tanaman berkelanjutan, praktik pergiliran tanaman (crop rotation) dengan menanam jenis komoditas dari famili botani yang berbeda secara bergantian pada lahan yang sama bertujuan utama untuk...
A. Memutus siklus hidup hama dan patogen spesifik inang (host-specific) serta menekan akumulasi inokulum tular tanah (soil-borne)
B. Meningkatkan salinitas tanah secara cepat agar gulma mati secara alami
C. Memaksa tanaman beradaptasi terhadap kekeringan ekstrem tanpa pasokan irigasi
D. Menghilangkan kebutuhan tanaman terhadap unsur hara mikro secara permanen
E. Mempercepat mutasi genetik tanaman budidaya agar kebal terhadap semua jenis herbisida
Jawaban: A

Kunci Jawaban: A. Pembahasan: Rotasi tanaman (crop rotation) dengan tanaman non-inang (bukan famili yang sama) merupakan strategi kultural paling mendasar dalam Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Praktik ini memutus ketersediaan inang bagi OPT spesifik (seperti nematoda parasit, cendawan tular tanah Fusarium/Ralstonia, atau serangga monofag/oligofag), sehingga populasi hama dan inokulum patogen di tanah menurun drastis secara alami sebelum tanaman inang utama ditanam kembali. Referensi: Prinsip Dasar Ilmu Hama Tumbuhan, Dasar-Dasar Agronomi, Pedoman PHT Kementerian Pertanian.
Soal #2
Pola tanam polikultur berupa penanaman dua atau lebih jenis tanaman pada sebidang tanah yang sama dalam waktu bersamaan dengan baris teratur disebut tumpang sari (intercropping). Salah satu mekanisme ekologis tumpang sari dalam menekan serangan serangga hama adalah 'resource concentration hypothesis', yang menyatakan bahwa...
A. Hama akan lebih cepat bermigrasi ke hutan primer karena tidak menyukai aroma tanaman sekunder
B. Kepadatan populasi tanaman inang yang tersebar di antara tanaman non-inang mempersulit serangga hama spesifik menemukan dan menetap pada inangnya (visual and chemical masking)
C. Tanaman sekunder menyerap seluruh nutrisi tanah sehingga tanaman utama kekurangan nitrogen
D. Semua serangga predator akan mati karena keragaman vegetasi yang terlalu padat
E. Tanaman utama akan memproduksi racun herbisida alami yang membasmi serangga vektor
Jawaban: B

Kunci Jawaban: B. Pembahasan: Berdasarkan hipotesis konsentrasi sumber daya (Resource Concentration Hypothesis oleh Root, 1973), pertanaman monokultur menyediakan konsentrasi sumber makanan inang yang tinggi dan seragam sehingga populasi hama mudah meledak. Sebaliknya, pada pola tumpang sari (intercropping), kehadiran tanaman non-inang menciptakan penghalang visual dan kimiawi (masking aroma/volatil), mengurangi konsentrasi inang per satuan luas, dan memfasilitasi musuh alami, sehingga menurunkan laju kolonisasi serangga hama. Referensi: Ekologi Serangga Hayati, Teori PHT (Untung, 2006).
Soal #3
Pemberian pupuk anorganik berkadar Nitrogen (N) tinggi (seperti Urea) secara berlebihan pada tanaman padi atau hortikultura dapat berdampak negatif terhadap ketahanan tanaman, yaitu...
A. Membuat dinding sel batang tanaman menjadi sangat keras dan mengandung silika tinggi
B. Menyebabkan daun tanaman gugur seketika akibat keracunan asam fosfat
C. Mendorong pembentukan jaringan tanaman yang sukulen (berair dan berdinding sel tipis) sehingga lebih rentan terhadap serangan hama penghisap dan infeksi jamur patogen
D. Menghambat pembentukan klorofil sehingga warna daun berubah menjadi albino permanen
E. Menurunkan kelembapan mikro di sekitar tajuk tanaman sehingga lingkungan menjadi sangat kering
Jawaban: C

Kunci Jawaban: C. Pembahasan: Aplikasi pupuk Nitrogen yang melebihi dosis anjuran merangsang pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dengan jaringan sel yang sukulen, kadar air tinggi, serta dinding sel epidermis yang lebih tipis dan kadar lignin/silika yang rendah. Kondisi ini menurunkan ketahanan mekanik tanaman dan menciptakan nutrisi asam amino bebas yang sangat disukai hama penghisap cairan (seperti kutu daun, wereng) serta memudahkan penetrasi hifa cendawan patogen (misalnya Magnaporthe oryzae penyebab blas padi). Referensi: Fisiologi Tumbuhan (Salisbury & Ross), Ilmu Kesuburan Tanah dan Pemupukan.
Soal #4
Pada pemeriksaan komoditas buah tomat di area produksi karantina, ditemukan gejala fisiologis berupa pembusukan dan jaringan menghitam pada bagian ujung pantat buah muda (blossom end rot). Gejala fisiologis non-parasiter ini disebabkan oleh kekurangan unsur hara...
A. Nitrogen (N)
B. Fosfor (P)
C. Kalium (K)
D. Kalsium (Ca)
E. Magnesium (Mg)
Jawaban: D

Kunci Jawaban: D. Pembahasan: Blossom End Rot pada famili Solanaceae (seperti tomat dan cabai) adalah gangguan fisiologis klasik akibat defisiensi Kalsium (Ca) pada jaringan distal buah yang sedang berkembang cepat. Kalsium berperan penting dalam struktur dinding sel (kalsium pektat) dan permeabilitas membran sel. Defisiensi Ca menyebabkan kerusakan membran dan kolapsnya jaringan di ujung buah. Seorang pemeriksa karantina tumbuhan wajib membedakan gejala defisiensi fisiologis Ca ini dari infeksi patogen jamur busuk buah seperti Colletotrichum spp. Referensi: Plant Pathology (Agrios), Fisiologi Nutrisi Tanaman.
Soal #5
Pemanfaatan pupuk organik kotoran hewan (manure) atau kompos yang belum matang sempurna (unfermented/immature) dalam budidaya tanaman dilarang dalam standar Good Agricultural Practices (GAP) dan pengawasan karantina tumbuhan karena berisiko tinggi...
A. Menghasilkan medan elektromagnetik yang mengacaukan navigasi satelit pertanian
B. Meningkatkan pH tanah menjadi basa ekstrem di atas pH 12
C. Membekukan perakaran tanaman budidaya pada siang hari
D. Mengubah varietas unggul tanaman menjadi varietas liar secara epigenetik
E. Membawa biji gulma invasif berbahaya, nematoda parasit, patogen tular tanah, dan menghasilkan panas serta gas beracun (amonia/metana) yang merusak sistem perakaran
Jawaban: E

Kunci Jawaban: E. Pembahasan: Pupuk kandang atau kompos yang belum matang (proses fermentasi/pengomposan belum tuntas) belum mencapai suhu termofilik yang mampu mematikan biji gulma invasif, spora cendawan patogen, kista nematoda, serta bakteri patogen (seperti E. coli, Salmonella). Selain itu, dekomposisi lanjut di dalam tanah melepaskan gas amonia dan asam organik yang merusak akar tanaman (cacing akar terbakar) serta mengikat oksigen tanah. Dalam analisis risiko karantina tumbuhan, media organik belum terfermentasi merupakan media pembawa (pathway) risiko tinggi OPTK. Referensi: Permentan Pedoman Pupuk Organik, Standar GAP/IndoGAP, UU No. 21 Tahun 2019.

Akses 160 Soal Lengkap

Anda sedang berada dalam mode trial. Dapatkan akses penuh ke seluruh bank soal dan pembahasan mendalam untuk meloloskan Anda di CPNS 2026.

Rp25.000 / sekali bayar
Upgrade Premium Sekarang

Tanya Jawab (FAQ)

Apa itu soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan?

Soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan adalah kumpulan latihan soal Seleksi Kompetensi Bidang CPNS yang dirancang untuk mengukur kemampuan teknis peserta sesuai formasi jabatan yang dilamar.

Apakah soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan sesuai kisi-kisi terbaru?

Ya, materi soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan disusun berdasarkan kisi-kisi terbaru, pola CAT BKN, serta analisis tipe soal yang sering muncul pada seleksi CPNS.

Apa saja materi yang diujikan dalam soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan?

Materi soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan mencakup kompetensi teknis jabatan, studi kasus, pemahaman regulasi, kemampuan analisis, serta soal HOTS yang relevan dengan bidang pekerjaan.

Apakah tersedia pembahasan untuk setiap soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan?

Ya, setiap soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan agar peserta dapat memahami konsep dan pola pengerjaan soal dengan lebih baik.

Berapa jumlah soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan yang tersedia?

Saat ini tersedia 160 soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan latihan menghadapi seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan ini cocok untuk latihan CAT CPNS?

Latihan soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan dirancang menyerupai pola ujian CAT CPNS sehingga dapat membantu peserta beradaptasi dengan format dan tingkat kesulitan soal sebenarnya.

Mengapa latihan soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan penting?

Latihan soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan membantu peserta memahami materi teknis, meningkatkan kecepatan mengerjakan soal, serta membiasakan diri dengan tipe soal yang sering keluar pada seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan diperbarui secara berkala?

Ya, bank soal SKB Pemeriksa Karantina Tumbuhan diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kisi-kisi, regulasi, dan pola soal terbaru dalam seleksi CPNS.

Statistik Latihan
Total Soal 160
Update Terakhir Mei 2026

Seringlah berlatih untuk membiasakan diri dengan batas waktu CAT.