Soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman 2026

Persiapkan diri Anda dengan 280 soal latihan yang dirancang khusus sesuai kisi-kisi CAT BKN terbaru.

Materi Ujian

Materi mencakup kompetensi teknis, regulasi terbaru bidang Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman, serta simulasi studi kasus HOTS (Higher Order Thinking Skills).

Daftar Latihan Soal

280 Soal Tersedia
Soal #1
Dalam sistem perbenihan tanaman di Indonesia sesuai regulasi Kementerian Pertanian, benih dikelompokkan ke dalam empat kelas utama dengan warna label sertifikasi yang berbeda. Benih Dasar (Foundation Seed) yang merupakan keturunan pertama dari Benih Penjenis (Breeder Seed) ditandai secara resmi dengan label berwarna...
A. Putih
B. Kuning
C. Ungu
D. Biru
E. Hijau
Jawaban: A

Berdasarkan sistem perbenihan nasional: (1) Benih Penjenis / Breeder Seed (BS) berlabel Kuning; (2) Benih Dasar / Foundation Seed (FS) berlabel Putih; (3) Benih Pokok / Stock Seed (SS) berlabel Ungu; dan (4) Benih Sebar / Extension Seed (ES) berlabel Biru. Benih Dasar diperbanyak langsung dari Benih Penjenis di bawah pengawasan pemulia tanaman.
Soal #2
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan, petani kecil diberikan hak khusus dalam pemanfaatan dan pelepasan varietas tanaman hasil pemuliaan sendiri. Perlindungan hukum yang diberikan kepada petani kecil tersebut adalah...
A. Kewajiban membayar royalti tahunan kepada seluruh perusahaan benih multinasional
B. Dapat mengedarkan benih hasil pemuliaan sendiri di wilayah komunitasnya tanpa memerlukan izin pelepasan varietas yang rumit, sepanjang tidak dikomersialkan secara massal untuk tujuan monopoli
C. Larangan menggunakan benih lokal warisan leluhur secara turun-temurun
D. Keharusan menjual seluruh hasil panen secara eksklusif kepada badan usaha milik negara
E. Pencabutan hak kepemilikan tanah pertanian apabila tidak menggunakan varietas hibrida impor
Jawaban: B

Pasal 30 dan Putusan MK terkait UU No. 22 Tahun 2019 menegaskan pengakuan terhadap hak petani kecil untuk mencari, mengumpulkan, memperbanyak, dan mengedarkan benih varietas hasil pemuliaan sendiri di kelompok atau wilayahnya tanpa diwajibkan melalui pelepasan varietas yang membebani, sebagai wujud perlindungan kedaulatan benih petani kecil.
Soal #3
Dalam fisiologi tumbuhan, efisiensi penggunaan air dan adaptasi terhadap intensitas cahaya tinggi membedakan tanaman C3, C4, dan CAM. Tanaman budidaya pangan seperti jagung (Zea mays) dan tebu (Saccharum officinarum) tergolong tanaman C4 yang memiliki keunggulan anatomis dan biokimia berupa...
A. Membuka stomata hanya pada malam hari dan menyimpan asam malat di vakuola
B. Tingkat fotorespirasi yang sangat tinggi sehingga menghasilkan energi lebih banyak di lingkungan dingin
C. Anatomi daun tipe Kranz dan enzim PEP karboksilase yang efisien mengikat CO2 pada konsentrasi rendah tanpa terhambat fotorespirasi
D. Ketiadaan klorofil pada sel-sel mesofil daun bagian atas
E. Kemampuan melakukan fotosintesis tanpa memerlukan radiasi sinar matahari
Jawaban: C

Tanaman C4 (seperti jagung, tebu, sorgum) memiliki anatomi Kranz (sel seludang pembuluh yang berkembang baik) dan fiksasi awal CO2 oleh enzim fosfoenolpiruvat (PEP) karboksilase di sel mesofil. Enzim ini tidak mengikat oksigen sehingga fotorespirasi sangat rendah, membuat tanaman C4 sangat efisien dalam fotosintesis pada suhu dan radiasi tinggi.
Soal #4
Dalam konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), tindakan penyemprotan pestisida kimia sintetis HANYA dibenarkan untuk dilakukan apabila populasi hama di pertanaman telah mencapai tingkat ambang tertentu, yaitu...
A. Tingkat Kerusakan Umum (TKU), yaitu saat ditemukan satu ekor hama di hamparan lahan
B. Kepadatan Nol (Zero Population), yaitu saat hama mulai bertelur di daun tanaman
C. Kapasitas Lingkungan Maksimum, yaitu saat seluruh tanaman telah kehilangan daunnya
D. Ambang Ekonomi (AE), yaitu kepadatan populasi hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah populasi mencapai Tingkat Kerusakan Ekonomi (TKE)
E. Ambang Estetika, yaitu saat tanaman terlihat kurang menarik dipandang mata dari pinggir jalan
Jawaban: D

Prinsip dasar PHT menetapkan bahwa pestisida kimia merupakan pilihan terakhir (last resort). Tindakan pengendalian kimiawi baru diterapkan apabila populasi hama telah mencapai atau melampaui Ambang Ekonomi (Economic Threshold / AE), yaitu batas kepadatan populasi yang harus dikendalikan agar tidak mencapai Tingkat Kerusakan Ekonomi (Economic Injury Level / TKE) yang menimbulkan kerugian finansial melebihi biaya pengendalian.
Soal #5
Seorang agronomis mengamati tanaman padi di lahan sawah menunjukkan gejala klorosis (menguning) merata yang dimulai dari daun-daun tua di bagian bawah, sementara daun muda tetap relatif hijau, disertai pertumbuhan tanaman yang kerdil dan anakan sedikit. Gejala spesifik ini mengindikasikan tanaman mengalami defisiensi hara makro...
A. Kalsium (Ca)
B. Besi (Fe)
C. Boron (B)
D. Tembaga (Cu)
E. Nitrogen (N)
Jawaban: E

Nitrogen (N) merupakan unsur hara makro esensial yang bersifat mobile di dalam jaringan tanaman. Apabila terjadi defisiensi, tanaman akan merelokasi N dari jaringan tua ke jaringan muda yang sedang aktif tumbuh. Akibatnya, gejala klorosis (daun menguning) muncul pertama kali pada daun-daun tua di bagian bawah, disertai pertumbuhan kerdil dan anakan berkurang.

Akses 280 Soal Lengkap

Anda sedang berada dalam mode trial. Dapatkan akses penuh ke seluruh bank soal dan pembahasan mendalam untuk meloloskan Anda di CPNS 2026.

Rp25.000 / sekali bayar
Upgrade Premium Sekarang

Tanya Jawab (FAQ)

Apa itu soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman?

Soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman adalah kumpulan latihan soal Seleksi Kompetensi Bidang CPNS yang dirancang untuk mengukur kemampuan teknis peserta sesuai formasi jabatan yang dilamar.

Apakah soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman sesuai kisi-kisi terbaru?

Ya, materi soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman disusun berdasarkan kisi-kisi terbaru, pola CAT BKN, serta analisis tipe soal yang sering muncul pada seleksi CPNS.

Apa saja materi yang diujikan dalam soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman?

Materi soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman mencakup kompetensi teknis jabatan, studi kasus, pemahaman regulasi, kemampuan analisis, serta soal HOTS yang relevan dengan bidang pekerjaan.

Apakah tersedia pembahasan untuk setiap soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman?

Ya, setiap soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan agar peserta dapat memahami konsep dan pola pengerjaan soal dengan lebih baik.

Berapa jumlah soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman yang tersedia?

Saat ini tersedia 280 soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan latihan menghadapi seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman ini cocok untuk latihan CAT CPNS?

Latihan soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman dirancang menyerupai pola ujian CAT CPNS sehingga dapat membantu peserta beradaptasi dengan format dan tingkat kesulitan soal sebenarnya.

Mengapa latihan soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman penting?

Latihan soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman membantu peserta memahami materi teknis, meningkatkan kecepatan mengerjakan soal, serta membiasakan diri dengan tipe soal yang sering keluar pada seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman diperbarui secara berkala?

Ya, bank soal SKB Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kisi-kisi, regulasi, dan pola soal terbaru dalam seleksi CPNS.

Statistik Latihan
Total Soal 280
Update Terakhir Mei 2026

Seringlah berlatih untuk membiasakan diri dengan batas waktu CAT.