Soal SKB Penata Anestesi 2026

Persiapkan diri Anda dengan 140 soal latihan yang dirancang khusus sesuai kisi-kisi CAT BKN terbaru.

Materi Ujian

Materi mencakup kompetensi teknis, regulasi terbaru bidang Penata Anestesi, serta simulasi studi kasus HOTS (Higher Order Thinking Skills).

Daftar Latihan Soal

140 Soal Tersedia
Soal #1
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Penata Anestesi dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, ruang lingkup pelayanan asuhan kepenataan anestesi mencakup tindakan...
A. Praanestesi, intraanestesi, dan pascaanestesi yang dilakukan berdasarkan pendelegasian wewenang secara mandat atau delegatif dari dokter spesialis anestesiologi atau dokter yang berwenang, serta penanganan kegawatdaruratan sesuai kompetensinya
B. Menentukan indikasi operasi bedah saraf dan melakukan pembedahan kraniotomi secara mandiri tanpa dokter bedah
C. Membuka praktik mandiri pembedahan dan meresepkan seluruh obat keras narkotika tanpa pengawasan medis
D. Menolak melakukan tindakan resusitasi jantung paru pada pasien gawat darurat sebelum ada pembayaran uang muka
E. Menggantikan peran dokter spesialis patologi anatomi dalam menegakkan diagnosis kanker jaringan
Jawaban: A

Kunci Jawaban: A. Pembahasan: Berdasarkan Permenkes No. 18 Tahun 2016 (Pasal 9-14) dan UU No. 17 Tahun 2023, Penata Anestesi berwenang melakukan pelayanan asuhan kepenataan anestesi yang meliputi pelayanan praanestesi, intraanestesi, dan pascaanestesi. Pelayanan tersebut dilakukan secara kolaboratif atau berdasarkan pelimpahan wewenang tertulis (mandat/mandat tertulis) dari Dokter Spesialis Anestesiologi, serta tindakan pertolongan pertama gawat darurat anestesi.
Soal #2
Seorang pasien dewasa yang kompeten dan sadar penuh menolak pemberian anestesi spinal untuk operasi fraktur femur dan meminta penjelasan alternatif teknik anestesi umum. Sikap Penata Anestesi yang mencerminkan penghormatan terhadap prinsip bioetika 'Autonomy' (Otonomi Pasien) dan regulasi Informed Consent adalah...
A. Memaksa menyuntikkan anestesi spinal saat pasien lengah tanpa persetujuan pasien
B. Menghormati hak penolakan pasien, mengomunikasikan preferensi pasien kepada Dokter Spesialis Anestesiologi untuk dievaluasi opsi teknik alternatif, serta memastikan proses informed consent diulang secara sah dan transparan
C. Memarahi pasien dan membatalkan status jaminan BPJS Kesehatan pasien secara sepihak
D. Menyatakan bahwa pasien tidak memiliki hak menentukan tindakan medis di rumah sakit
E. Memalsukan tanda tangan surat persetujuan tindakan anestesi atas nama keluarga pasien
Jawaban: B

Kunci Jawaban: B. Pembahasan: Prinsip Otonomi (*Autonomy*) dan Permenkes No. 290/2008 jo UU No. 17/2023 menegaskan bahwa pasien yang kompeten berhak menentukan nasibnya sendiri (*self-determination*), termasuk menerima atau menolak tindakan medis setelah memperoleh informasi memadai (*informed refusal/consent*). Penata Anestesi wajib menjembatani komunikasi ini kepada Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Anestesi untuk mendiskusikan opsi klinis terbaik.
Soal #3
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien, Sasaran Keselamatan Pasien pertama (SKP 1) adalah 'Ketepatan Identifikasi Pasien'. Prosedur verifikasi identitas pasien pra-induksi di ruang operasi yang wajib dilakukan oleh Penata Anestesi adalah...
A. Hanya memanggil nomor tempat tidur pasien tanpa mencocokkan identitas fisik
B. Menebak nama pasien berdasarkan perkiraan usia dan jenis kelamin
C. Meminta pasien menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahir secara aktif (pertanyaan terbuka), lalu mencocokkannya dengan gelang identitas, rekam medis, dan jadwal tindakan operasi
D. Memverifikasi identitas pasien hanya setelah obat anestesi selesai disuntikkan
E. Mengabaikan gelang identitas jika pasien diantar oleh perawat ruangan
Jawaban: C

Kunci Jawaban: C. Pembahasan: Standar SKP 1 (Permenkes 11/2017): Verifikasi identitas pasien wajib menggunakan minimal 2 identitas unik (nama lengkap dan tanggal lahir/nomor rekam medis, bukan nomor kamar/tempat tidur) secara verbal aktif (pertanyaan terbuka: 'Bisa sebutkan nama dan tanggal lahir Bapak/Ibu?') serta mencocokkannya secara visual dengan gelang pengenal (*wristband*) sebelum induksi anestesi.
Soal #4
Penerapan WHO Surgical Safety Checklist terbukti menurunkan morbiditas dan mortalitas pembedahan. Keterlibatan aktif Penata Anestesi bersama tim bedah pada fase 'Sign In' (sebelum induksi anestesi dimulai) berfokus pada konfirmasi...
A. Penghitungan jumlah kassa dan jarum bedah yang tertinggal di rongga tubuh pasien
B. Perencanaan menu makan siang bagi tim bedah setelah operasi selesai
C. Pemeriksaan kelayakan instrumen jahit kulit sebelum operasi ditutup
D. Konfirmasi identitas pasien, lokasi insisi/penandaan lokasi operasi (site marking), persetujuan tindakan, kesiapan mesin anestesi dan obat, pulse oximeter terpasang dan berfungsi, riwayat alergi, serta risiko jalan napas sulit dan kehilangan darah >500 ml
E. Penagihan rincian biaya obat anestesi kepada keluarga pasien di kasir
Jawaban: D

Kunci Jawaban: D. Pembahasan: Fase *Sign In* pada *WHO Surgical Safety Checklist* dilakukan sebelum induksi anestesi bersama dokter anestesi dan perawat: memastikan identitas pasien, lokasi operasi dan *site marking*, persetujuan anestesi/bedah, kelayakan mesin dan sirkuit anestesi, monitor vital berfungsi, riwayat alergi, kesiapan jalan napas sulit (*difficult airway equipment*), dan estimasi risiko perdarahan.
Soal #5
Obat-obatan anestesi dan relaksan otot (seperti propofol, ketamin, atrakurium, dan elektrolit konsentrat) tergolong High-Alert Medications dan LASA/NORUM. Standar keselamatan pasien (SKP 3) yang wajib dipatuhi Penata Anestesi saat menyiapkan spuit obat anestesi adalah...
A. Menyimpan spuit obat tanpa label nama di meja anestesi agar hemat waktu
B. Menggunakan spuit bekas pasien sebelumnya asalkan jarum suntik diganti
C. Mencampurkan seluruh jenis obat anestesi ke dalam satu spuit besar tanpa perhitungan dosis
D. Menaruh obat relaksan otot di samping obat sedasi tanpa tanda pembeda
E. Melakukan double check verifikasi obat, memberi label stiker standar warna internasional (misal: merah untuk pelumpuh otot, kuning untuk sedatif) yang memuat nama obat, konsentrasi, tanggal dan jam penyiapan, serta paraf petugas
Jawaban: E

Kunci Jawaban: E. Pembahasan: SKP 3 (Keamanan Obat High-Alert): Standar keselamatan anestesi (*ISO 26825 / ASA guidelines*) mewajibkan pelabelan warna terstandar pada setiap spuit anestesi (misal: merah untuk *muscle relaxant*, kuning untuk *sedative/hypnotic*, biru untuk *opioid*), mencantumkan konsentrasi dosis, waktu penyiapan, serta verifikasi ganda (*double check*) untuk mencegah *syringe swap error* yang mematikan.

Akses 140 Soal Lengkap

Anda sedang berada dalam mode trial. Dapatkan akses penuh ke seluruh bank soal dan pembahasan mendalam untuk meloloskan Anda di CPNS 2026.

Rp25.000 / sekali bayar
Upgrade Premium Sekarang

Tanya Jawab (FAQ)

Apa itu soal SKB Penata Anestesi?

Soal SKB Penata Anestesi adalah kumpulan latihan soal Seleksi Kompetensi Bidang CPNS yang dirancang untuk mengukur kemampuan teknis peserta sesuai formasi jabatan yang dilamar.

Apakah soal SKB Penata Anestesi sesuai kisi-kisi terbaru?

Ya, materi soal SKB Penata Anestesi disusun berdasarkan kisi-kisi terbaru, pola CAT BKN, serta analisis tipe soal yang sering muncul pada seleksi CPNS.

Apa saja materi yang diujikan dalam soal SKB Penata Anestesi?

Materi soal SKB Penata Anestesi mencakup kompetensi teknis jabatan, studi kasus, pemahaman regulasi, kemampuan analisis, serta soal HOTS yang relevan dengan bidang pekerjaan.

Apakah tersedia pembahasan untuk setiap soal SKB Penata Anestesi?

Ya, setiap soal SKB Penata Anestesi dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan agar peserta dapat memahami konsep dan pola pengerjaan soal dengan lebih baik.

Berapa jumlah soal SKB Penata Anestesi yang tersedia?

Saat ini tersedia 140 soal SKB Penata Anestesi yang dapat digunakan sebagai bahan latihan menghadapi seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Penata Anestesi ini cocok untuk latihan CAT CPNS?

Latihan soal SKB Penata Anestesi dirancang menyerupai pola ujian CAT CPNS sehingga dapat membantu peserta beradaptasi dengan format dan tingkat kesulitan soal sebenarnya.

Mengapa latihan soal SKB Penata Anestesi penting?

Latihan soal SKB Penata Anestesi membantu peserta memahami materi teknis, meningkatkan kecepatan mengerjakan soal, serta membiasakan diri dengan tipe soal yang sering keluar pada seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Penata Anestesi diperbarui secara berkala?

Ya, bank soal SKB Penata Anestesi diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kisi-kisi, regulasi, dan pola soal terbaru dalam seleksi CPNS.

Statistik Latihan
Total Soal 140
Update Terakhir Mei 2026

Seringlah berlatih untuk membiasakan diri dengan batas waktu CAT.