Soal SKB Penyuluh Narkoba 2026

Persiapkan diri Anda dengan 140 soal latihan yang dirancang khusus sesuai kisi-kisi CAT BKN terbaru.

Materi Ujian

Materi mencakup kompetensi teknis, regulasi terbaru bidang Penyuluh Narkoba, serta simulasi studi kasus HOTS (Higher Order Thinking Skills).

Daftar Latihan Soal

140 Soal Tersedia
Soal #1
Berdasarkan ketentuan Pasal 6 ayat (1) huruf a juncto Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Narkotika Golongan I memiliki kriteria dan batasan pemanfaatan yang sangat ketat, yaitu...
A. Hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi medis, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan
B. Berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi medis lini pertama serta memiliki potensi ketergantungan sedang
C. Bebas diperjualbelikan di apotek tanpa resep dokter untuk pengobatan swamedikasi penyakit ringan
D. Digunakan secara luas sebagai obat analgetik dan anestetik bebas di puskesmas pembantu
E. Merupakan bahan kimia pembersih industri yang tidak memiliki khasiat psikoaktif pada susunan saraf pusat
Jawaban: A

Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Narkotika Golongan I dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan/terapi medis dan hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta untuk reagensia diagnostik/laboratorium setelah memperoleh izin Menteri Kesehatan atas rekomendasi BPOM, karena memiliki potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan (contoh: heroin, kokain, ganja, metamfetamina, MDMA).
Soal #2
Berdasarkan pengaruh farmakologisnya terhadap sistem saraf pusat (SSP), zat psikoaktif yang bekerja dengan cara mempercepat kerja sistem saraf pusat, merangsang pelepasan neurotransmiter dopamin dan norepinefrin sehingga meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, energi, kewaspadaan, dan menekan rasa kantuk serta nafsu makan secara drastis diklasifikasikan sebagai golongan...
A. Depresan (*downer*)
B. Stimulan (*upper*)
C. Halusinogen (*psychedelic*)
D. Inhalansia volatil
E. Hipnotik-sedatif
Jawaban: B

Zat golongan stimulan (*upper*) bekerja merangsang dan mempercepat aktivitas sistem saraf pusat melalui pelepasan atau penghambatan ambilan kembali neurotransmiter dopamin, noradrenalin, dan serotonin. Efeknya mencakup peningkatan denyut nadi, tekanan darah, euforia, rasa percaya diri tinggi, kewaspadaan, hilangnya rasa lelah dan kantuk, serta anoreksia (hilang nafsu makan). Contoh stimulan adalah amfetamin, metamfetamin (sabu), dan kokain.
Soal #3
Seorang Penyuluh Narkoba memberikan materi edukasi mengenai bahaya overdosis zat golongan opioid (seperti morfin dan heroin/putaw). Tiga tanda klinis khas (*opioid overdose triad*) yang menjadi indikator kegawatdaruratan medis akibat keracunan akut atau overdosis opioid adalah...
A. Demam tinggi, tremor hebat pada tangan, dan halusinasi visual ekstrem
B. Hipertensi krisis, takikardia parah, dan perilaku hiperaktif motorik
C. Depresi pernapasan (laju napas sangat lambat dan dangkal), penurunan kesadaran hingga koma, dan pupil mata mengecil sangat ekstrem (*pinpoint pupil*)
D. Kejang tonik-klonik, batuk berdarah, dan ruam kemerahan di seluruh kulit
E. Diare akut tak terkendali, muntah berulang, dan dehidrasi berat
Jawaban: C

Trias overdosis opioid (*opioid overdose triad*) adalah tiga gejala patognomonik keracunan akut opioid yang mengancam nyawa: (1) Depresi pernapasan (respiratory depression, napas melambat < 10 kali/menit atau henti napas); (2) Penurunan kesadaran (stupor hingga koma tidak responsif); dan (3) Miosis pupil maksimal (*pinpoint pupil*). Kondisi ini menyebabkan hipoksia otak berat dan harus segera ditangani dengan pemberian injeksi antidot spesifik Nalokson (*Narcan*).
Soal #4
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2010 tentang Prekursor, zat atau bahan pemula kimiawi yang digolongkan ke dalam Prekursor Tabel I yang kerap diawasi ketat karena sering disalahgunakan dalam sintesis gelap pembuatan metamfetamina (sabu) adalah...
A. Asam klorida (HCl)
B. Asam sulfat (H2SO4)
C. Aseton
D. Efedrin dan Pseudoefedrin
E. Toluena
Jawaban: D

Berdasarkan PP No. 44 Tahun 2010, Efedrin dan Pseudoefedrin merupakan bahan kimia aktif yang terdaftar dalam Prekursor Tabel I. Kedua senyawa ini secara luas digunakan sebagai dekongestan dalam obat batuk-pilek legal, namun diawasi sangat ketat oleh BNN dan BPOM karena dapat diekstraksi dan disintesis secara ilegal menjadi zat narkotika jenis metamfetamina (sabu). Sementara HCl, H2SO4, aseton, dan toluena adalah reagen/pelarut dalam Prekursor Tabel II.
Soal #5
Penyalahgunaan bahan adiktif golongan inhalansia atau solven volatil (seperti menghirup uap lem perekat, bensin, atau cairan tiner cat) yang kerap terjadi di kalangan anak jalanan dan remaja sangat berisiko memicu kematian mendadak yang dalam istilah medis dikenal sebagai...
A. Delirium Tremens Syndrome
B. Serotonin Syndrome
C. Neuroleptic Malignant Syndrome
D. Locked-in Syndrome
E. Sudden Sniffing Death Syndrome (SSDS)
Jawaban: E

Sudden Sniffing Death Syndrome (SSDS) adalah sindrom kematian mendadak yang terjadi akibat menghirup uap hidrokarbon volatil/inhalansia (seperti toluena, butana, propana). Zat kimia ini membuat otot jantung tersensitisasi berlebih terhadap hormon adrenalin tubuh. Ketika pengguna mengalami kepanikan, ketakutan, atau aktivitas fisik mendadak, lonjakan adrenalin memicu aritmia fatal (fibrilasi ventrikel) yang menyebabkan henti jantung seketika, bahkan pada percobaan pertama.

Akses 140 Soal Lengkap

Anda sedang berada dalam mode trial. Dapatkan akses penuh ke seluruh bank soal dan pembahasan mendalam untuk meloloskan Anda di CPNS 2026.

Rp25.000 / sekali bayar
Upgrade Premium Sekarang

Tanya Jawab (FAQ)

Apa itu soal SKB Penyuluh Narkoba?

Soal SKB Penyuluh Narkoba adalah kumpulan latihan soal Seleksi Kompetensi Bidang CPNS yang dirancang untuk mengukur kemampuan teknis peserta sesuai formasi jabatan yang dilamar.

Apakah soal SKB Penyuluh Narkoba sesuai kisi-kisi terbaru?

Ya, materi soal SKB Penyuluh Narkoba disusun berdasarkan kisi-kisi terbaru, pola CAT BKN, serta analisis tipe soal yang sering muncul pada seleksi CPNS.

Apa saja materi yang diujikan dalam soal SKB Penyuluh Narkoba?

Materi soal SKB Penyuluh Narkoba mencakup kompetensi teknis jabatan, studi kasus, pemahaman regulasi, kemampuan analisis, serta soal HOTS yang relevan dengan bidang pekerjaan.

Apakah tersedia pembahasan untuk setiap soal SKB Penyuluh Narkoba?

Ya, setiap soal SKB Penyuluh Narkoba dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan agar peserta dapat memahami konsep dan pola pengerjaan soal dengan lebih baik.

Berapa jumlah soal SKB Penyuluh Narkoba yang tersedia?

Saat ini tersedia 140 soal SKB Penyuluh Narkoba yang dapat digunakan sebagai bahan latihan menghadapi seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Penyuluh Narkoba ini cocok untuk latihan CAT CPNS?

Latihan soal SKB Penyuluh Narkoba dirancang menyerupai pola ujian CAT CPNS sehingga dapat membantu peserta beradaptasi dengan format dan tingkat kesulitan soal sebenarnya.

Mengapa latihan soal SKB Penyuluh Narkoba penting?

Latihan soal SKB Penyuluh Narkoba membantu peserta memahami materi teknis, meningkatkan kecepatan mengerjakan soal, serta membiasakan diri dengan tipe soal yang sering keluar pada seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Penyuluh Narkoba diperbarui secara berkala?

Ya, bank soal SKB Penyuluh Narkoba diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kisi-kisi, regulasi, dan pola soal terbaru dalam seleksi CPNS.

Statistik Latihan
Total Soal 140
Update Terakhir Mei 2026

Seringlah berlatih untuk membiasakan diri dengan batas waktu CAT.