Soal dan Pembahasan Kimia (Saintek) Bagian 3

  1. Diketahui limas segitiga P.ABC. Titik-titik K, L, M berturut-turut adalah titik tengah-titik tengan PA, PB, dan PC. Dibuat bidang pengiris KLM. Perbandingan volum limas P.KLM dengan limas terpancung ABC KLM adalah....

    1. 1 : 8

    2. 7 : 8

    3. 1 : 6

    4. 2 : 7

    5. 1 : 7

    Jawaban : e

    4-5

     

     

     

     

     

     

     

    Jika panjang rusuk tegak limas P.ABC adalah a, b, c dan tinggi t maka limas P.KLM memiliki panjang rusuk tegak ½ a, ½ b, ½ c, dan tinggi ½ t

     

    Perbandingan volume limas P.KLM dengan limas terpancung ABC KLM adalah:

    5-7

     

  2. Berikut merupakan persamaan reaksi pembentukan gas SO3:

    SO2(g)  + O2(g)  → SO3(g)

    Jika gas oksigen yang digunakan sebanyak 12 L, maka volume gas SO3 yang dihasilkan adalah....

    1. 6 liter

    2. 12 liter

    3. 18 liter

    4. 24 liter

    5. 36 liter

    Jawaban : d

    Persamaan reaksi setara untuk penguraian gas SO3 adalah sebagai berikut:

    2SO2 (g)  + O2 (g)  → 2SO3 (g)

    Menurut hukum Gay Lussac, perbandingan volume spesi dalam reaksi fase gas sebanding dengan koefisien spesi tersebut.

    Jika volume gas O2 = 12 L, maka:

    Latihan Soal SBMPTN Kimia

  3. Senyawa oksida logam MxOy dihasilkan dari reaksi antara padatan logam M sebanyak 0,5 mol dengan 0,625 mol gas oksigen. Jika reaksi tersebut menghasilkan 0,25 mol oksida logam, maka rumus senyawa oksida tersebut adalah....

    1. MO2

    2. MO3

    3. M2O

    4. M2O3

    5. M2O5

    Jawaban : e

    Reaksi pembentukan oksida logam MxOy adalah sebagai berikut:

    M    +      O2      MxOy

    0,5 mol   0,625 mol   0,25 mol

    Perbandingan mol ≈ perbandingan koefisien. Perbandingan mol spesi tersebut adalah 4 : 5 : 2. Sehingga perbandingan koefisien spesi tersebut juga 4 : 5 : 2.

    4M + 5O2 2MxOy

    Untuk menentukan nilai x dan y, dilihat dari jumlah atom – atom.
    Jumlah atom kiri harus sama dengan jumlah atom kanan.

    Atom M kiri = atom M kanan

    4 = 2x

    x = 2

    Atom O kiri = atom O kanan

    10 = 2y

    Y = 5

    Sehingga rumus oksida tersebut adalah M2O5.

  4. Perhatikan reaksi pembentukan amonia berikut:

    N2(g)      +  H2(g)      NH3(g)

    Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas yang terlibat dalam reaksi tersebut secara berurutan adalah....

    1. 1 : 1 : 1

    2. 1 : 3 : 2

    3. 2 : 2 : 3

    4. 2 : 3 : 1

    5. 2 : 1 : 3

    Jawaban : b

    Berdasarkan Hukum Gay Lussac, pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas – gas yang terlibat dalam reaksi sebanding dengan koefisien dalam reaksi tersebut.

    Reaksi pembentukan amonia setelah setara adalah sebagai berikut:

    N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g)

    Sehingga perbandingan volume gas N2, H2 dan NH3 berturut – turut adalah 1 : 3 : 2.

  5. Di alam terdapat 2 isotop klorida, yaitu Cl35 dan Cl37. Diketahui Ar Cl = 35.5 maka pernyataan di bawah ini yang benar adalah....

      • Kelimpahan isotop Cl35 di alam adalah 75%

      • Kelimpahan isotop Cl35 di alam adalah 35.5%

      • Kelimpahan isotop Cl37 di alam adalah 25%

      • Kelimpahan isotop Cl37 di alam adalah 64.5%

    Jawaban : b

    Untuk mencari kelimpahan persen isotop di alam, maka dapat dimisalkan persen kelimpahan masing-masing isotopnya :

    Kelimpahan isotop Cl35 = a %

    Kelimpahan isotop Cl37 = (100 – a) %

     Latihan Soal SBMPTN Kimia

     sehingga :

    Isotop Cl35 = 75%

    Isotop Cl37 = 100 – 75% = 25%

  6. Reaksi pembentukan Titanium (IV) florida berlangsung sebagai berikut:

    3 TiO2 (s) + BrF3 (l) → 3 TiF4 (s) + Br2 (l) O2 (g)

    Bila 3.2 gram cuplikan yang mengandung TiO2 menghasilkan 0.64 gram O2, maka persentase massa TiO2 dalam cuplikan tersebut adalah…. (Ar. Ti : 48, O : 16, F : 19, Br : 80)

    1. 15 %

    2. 25 %

    3. 50 %

    4. 70 %

    5. 75 %

    Jawaban : c

    Reaksi di atas belum setara, maka disetarakan terlebih dahulu:

    3 TiO2 (s) + 4 BrF3 (l) → 3 TiF4 (s) + 2 Br2 (l) + 3 O2 (g)

    mol O2 = massa/Mr = 0,64/32 = 0,02 gram

    Karena koefisien O2 dan koefisien TiO2 sama, maka mol TiO2 sama dengan mol Oyaitu 0.02 mol

    maka massa TiO2= mol x Mr =0,02 x 80 = 1,6 gram

    % TiO2 dalam cuplikan = 1,6/3,2 x 100% = 50%

  7. Gas X sebanyak 0,20 gram menempati volume 440 mL. Jika 0,10 gram gas CO2 (P dan T sama) menempati volume 320 mL, maka gas X adalah SO2. (Ar C = 12, O = 16, S =32)

    SEBAB

    Gas X memiliki massa atom relatif sebesar 64.

    Jawaban : a

    Menurut hukum Avogadro, pada P dan T yang sama, gas-gas yang mempunyai volume sama akan memiliki jumlah molekul yang sama, sehingga:

     Latihan Soal SBMPTN Kimia

    Mr X = 64

    Gas SO2 memiliki Mr sebesar 64. Sehingga pernyataan pertama dan kedua adalah benar dan kedua pernyataan tersebut saling berkaitan.

  8. Suatu senyawa dengan Mr = 55 mengandung 60% massa unsur X (Ar = 16) dan sisanya unsur Y (Ar = 23). Rumus molekul senyawa tersebut adalah....

    1. XY

    2. XY2

    3. XY3

    4. X2Y

    5. X2Y2

    Jawaban : d

  9. Dalam setiap 100 gram urea (CO(NH2)2) terdapat 42 gram nitrogen. Persentase kemurnian dari pupuk urea tersebut adalah.... 

    (diketahui Ar N = 14, C = 12, O = 16, H = 1)

    1. 5 %

    2. 40 %

    3. 45 %

    4. 80 %

    5. 90 %

    Jawaban : e

    Mr CO(NH2)2 Ar C Ar O 2xAr N + (4xAr H)

    Mr CO(NH2)2 12 16 2x14 + (4x1)

    Mr CO(NH2)2 = 60

     Latihan Soal SBMPTN Kimia

  10. Suatu cuplikan yang mengandung pirit (FeS) seberat 88 gram bereaksi dengan HCl sehingga menghasilkan FeCl2 dan gas H2S. Jika dihasilkan produk berupa 15 L H2S yang diukur pada saat 2,5 L gas Nitrogen bermassa 3,5 gram, maka persentase massa FeS pada cuplikan tersebut adalah.... 

    (Ar Fe  = 56, Cl = 35,5, H = 1, S = 32, N = 14)

    1. 25%

    2. 35%

    3. 45%

    4. 75%

    5. 90%

    Jawaban : d

    FeS + 2HCl → FeCl2 H2S

    Jumlah gas H2S yang dihasilkan dari reaksi diukur pada keadaan gas Nitrogen → Hukum Avogadro

    Latihan Soal SBMPTN Kimia

    Karena koefisien FeS = koefisien H2S, maka mol FeS = mol H2S. Sehingga :

    nH2S = nFeS = 0,75 mol

    massa FeS = (0,75 mol x 88 gram/mol)

    massa FeS = 66 gram

    Latihan Soal SBMPTN Kimia