Bagai menghasata kain sarung Makna peribahasa di atas adalah ...
Mencari kesalahan orang lain
Merasa benar dalam perselisihan
Melakukan pekerjaan yang sia-sia
Saudara pun dapat menjadi musuh
Melakukan pekerjaan yang berulang
Jawaban : C
Kalau kita mengukur kain sarung itu dengan hasta kita, tetapi kita tidak memberi tanda di mana kita mulai mengukur, tentu kita akan terus - menerus menghasta tanpa berhenti karena kain sarung itu merupakan lingkaran. Jadi, peribahasa di atas dikiaskan kepada perbuatan yang sia - sia, tidak ada gunanya. Sudah capek kita bekerja namun tidak ada hasilnya.