Soal Bahasa Indonesia
(Bagian 2)
TIU SKD

SKD

Clarymond Simbolon

Clarymond Simbolon
1 hari yang lalu


SKD TIU Bahasa Indonesia

1
Bau malaikat lalu.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Sangat busuk dan membuat orang risih dengan baunya
  2. Sangat harum atau wangi sekali dan yang menyenangkan perasaan orang yang menciumnya
  3. Perbuatan yang baik
  4. Perbuatan yang baik, sehingga membuat orang selalu teringat akan kebaikannya
  5. Membuat orang selalu merasa senang
Jawaban : B Bau malaikat lalu atau lewat itu diumpamakan dengan bau harum sekali, sangat wangi, terutama tentang wanita. Wanita, terutama wanita muda, yang memakai harum - haruman atau bau - bauan y ang sangat enak baunya, bila lewat di hadapan kita tentu akan menyebarkan bau yang sangat menyenangkan perasaan. Kadang - kadang juga dikatakan: Bau malaikat terempas. Diskusi
2
Sudah gaharu, cendana pula.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Selalu bertingkah ceroboh
  2. Berlaku sopan dan baik
  3. Berlaku seperti orang yang pintar
  4. Sangat mahal sehingga tidak sanggup dibeli orang lain
  5. Berlaku seperti orang pandir atau orang bodoh
Jawaban : E Gaharu dan cendana nama dua jenis pohon yang sama - sama kayunya harum. Kalimat peribahasa di atas sebenarnya dipakai sebagai sampiran pantun dua seuntai (pantun dua baris).
Sudah gaharu cendana pula, sudah tahu bertanya pula. Jadi, peribahasa di atas mengiaskan seseorang yang pandir (seperti orang bodoh). Apa gunanya menanyakan sesuatu yang sebenarnya sudah diketehui jawabannya.
“Berlaku seperti orang pandir atau orang bodoh”. Diskusi
3
Kerbau punya susu, sapi punya nama.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Perbuatan orang lain, tetapi orang lain yang kena akibatnya
  2. Bersusah payah tetapi tidak menghasilkan apa-apa
  3. Kita yang bersusah payah, orang lain yang mendapat pujian atau keuntungan
  4. Pujian yang didapatkan atas kerja keras
  5. Dua-duanya sama saja, tidak berbeda sama sekali
Jawaban : C Yang dikiaskan oleh peribahasa di atas bahwa yang mendapat nama atau yang dipuji bukanlah orang yang bersusah payah bekerja, tetapi orang lain. Dalam kehidupan sering terjadi seperti itu. Yang mendapat pujian adalah atasan, padahal yang mengerjakan bukan atasan itu, melainkan bawahannya. Yang mendapat nama ialah yang menjadi kepala, padahal yang bekerja adalah anak buahnya. Diskusi
4
Jatuh berkait.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Sesuatu yang diperoleh karena orang lain
  2. Sesuatu yang harapkan
  3. Sesuatu yang didapatkan karena meminta
  4. Sesuatu yang diidam-idamkan
  5. Mendapatkan keuntungan besar
Jawaban : A Buah yang jatuh berkait dikiaskan dengan barang sesuatu yang didapat karena diminta, bukan karena pemberian secara sukarela dari orang yang memberi. Barang yang didapat sebagai pemberian orang tanpa diminta dikatakan “barang yang jatuh tak berkait”. Diskusi
5
Asal ada, kecil pun pada.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Harta benda bukanlah yang utama, tetapi kesehatan yang penting
  2. Bersenang hatilah dengan apa yang didapat walaupun sedikit
  3. Uang sedikit labih baik daripada tidak ada
  4. Menjadi orang harus memberi manfaat, walaupun sedikit
  5. Orang harus bersukur atas nikmat
Jawaban : B Mengenai perolehan atau apa yang didapat, orang harus merasa puas dengan apa yang diperolehnya, yan g didapatnya, walaupun perolehannya itu kecil saja, atau hanya sedikit. Bukankah lebih baik beroleh sedikit daripada sama sekali tidak mendapat apa - apa?
Peribahasa di atas dipakai untuk menghibur hati orang yang hanya mendapat hasil sedikit. Daripada tidak mendapat apa - apa, bolehlah kita bersenang hati dengan hasil kita yang sedikit.
“Bersenang hatilah dengan apa yang didapat walaupun hanya sedikit”. Diskusi

6
Seperti anjing menggonggong tulang.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Orang yang loba dan tamak tak pernah puas dengan apa yang ada
  2. Keserakahan akan membuat manusia menjadi seperti hewan
  3. Manusia selalu tidak merasa puas
  4. Manusia selalu berusaha mendapatkan apa yang ia inginkan
  5. Orang yang ingin menunjukkan kelebihan pada orang lain yang lebih daripada dirinya
Jawaban : A Peribahasa di atas dikiaskan kepada orang yang loba dan tamak. Karena ketamakannya, ia ingin mendapat banyak sekali tidak peduli orang lain juga memperoleh bagian yang sama seperti dia atau tidak. Yang penting ia ingin lebih banyak. Karena ingin mengejar yang lain, yang ada padanya disia - siakannya. Akhirnya yang ada padanya lenyap, sedangkan yang dikejarny a tidak pula didapatkan. Singkatnya, orang yang loba dan tamak sering tidak mendapatkan apa - apa.
“Orang yang loba dan tamak tak pernah puas dengan apa yang ada”. Diskusi
7
Orang mengantuk disorongkan bantal.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Mendapatkan bantuan tak disangka-sangka
  2. Mendapatkan keuntungan besar
  3. Mendapatkan musibah yang besar
  4. Mendapatkan sesuatu yang sudah direncanakan
  5. Mendapatkan sesuatu yang sangat idam-idamkan
Jawaban : E Peribahasa di atas dikiaskan kepada seseorang yang diberi sesuatu yang memang sangat diidam - idamkan atau sesuatu yang sesuai dengan keinginannya. Misalnya, orang yang ditimpa kesusahan mendapat pertolongan yang tidak diminta, orang yang sakit diberi obat yang dapat menyembuhkan sakitnya itu, ibarat orang mengantuk yang diberi bantal.
“mendapatkan sesuatu yang memang sangat diidam - idamkan”. Diskusi
8
Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Menemukan masalah dalam pekerjaan
  2. Bila mengerjakan sesuatu pekerjaan, harus beraturan
  3. Mengerjakan suatu pekerjaan yang tidak dipikirkan
  4. Mengerjakan sesuatu pekerjaan yang diperintahkan orang lain
  5. Masalah datang setelah pekerjaan telah dilakukan
Jawaban : B Biduk dan kata yang tertumbuk diumpakan dengan pekerjaan yang terhenti karena menemui kesulitan. Agar pekerjaan dapat diteruskan, hendaklah kita mencari daya upaya bagaimana keluar dari kesulitan itu. Jangan menyerah.
“Bila mengerjakan sesuatu pekerjaan, harus beraturan” . Diskusi
9
Bertemu ruas dengan buku.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Dua hal yang tidak sesuai
  2. Dua hal yang berlawanan
  3. Dua hal sudah direncanakan
  4. Dua hal yang sudah sesuai benar
  5. Dua hal yang sudah pasti
Jawaban : D Peribahasa di atas dikiaskan kepada hal - hal yang sesuai, cocok. Ruas dengan bertemu dengan bukunya akan cocok. Misalnya, dalam perundingan, bila pendapat pihak - pihak yang berunding memang sesuai, maka dikatakan “sudah bertemu ruas dengan buku”.
“Dua hal yang sudah sesuai benar”. Diskusi
10
Kalah membeli, menang memakai.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Tidak rugi membeli barang yang mahal, tetapi bagus dan tahan lama
  2. Kalah diawal lebih baik daripada kalah diakhir
  3. Rugi dalam segala hal
  4. Untung dalam segala hal
  5. Untung dalam pertarungan karena sudah tahu medan pertarungan
Jawaban : A Jika dihitung - hitung, sebenarnya lebih untung membeli barang yang mutu atau kualitasnya tinggi karena selain barang itu tampak bagus, juga tahan lama. Barang yang murah, selain tampaknya kurang bagus, biasanya lekas rusak. Satu barang yang mahal, yang harganya dua kali lipat barang yang sama dan murah, mungkin dapat dipakai lebih lama dari dua barang murah tadi. Artinya setelah barang murah yang pertama rusak, dibeli lagi barang murah yang kedua. Setelah lama dipakai, barang murah yang kedua itu rusak lagi, namun barang yang mahal yang tadi hanya satu dibeli, masih tetap baik. Jadi, selain barang murah itu kalah dalam segi mutu dan keindahan, karena itu dikatakan “kalah membeli te tap menang memakai”.
“Tidak rugi membeli barang yang mahal. Tetapi bagus dan tahan lama”. Diskusi

Kategori
SKDTIUSoal
Berbagi itu indah

Semoga membantu

SELANJUTNYA

Bagaimana menurut kamu artikel ini?