SKD
Sembilan wakil Indonesia dipastikan siap bertanding di India Open Super Series 2016. Turnamen bergengsi itu akan dihelat di Siri Fort Indoor Stadium pada 29 Maret-3 April 2016. Kontingen Merah Putih mengirimkan dua tunggal putra Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro dan dua tunggal putri Linda Wenifanetri dan Maria Febe Kusumastuti. Di sektor ganda putri ada Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi. "Kami sudah siap tampil dan ingin memberikan yang terbaik. Jangan cepat menyerah. Kami akan berusaha mengeluarkan permainan maksimal," kata pebulu tangkis Indonesia Ni Ketut seperti dikutip Badminton Indonesia, Selasa (29/3/2016). Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi tumpuan Indonesia di sektor ganda putra. Di sektor ganda campuran, Indonesia hanya menempatkan satu wakil, yakni Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Indonesia memiliki catatan kurang apik pada gelaran India Open Super Series tahun lalu. Ketika itu, tidak ada wakil Indonesia yang mampu menembus babak final. Indonesia hanya menjadi semifinalis yang diwakili Tommy Sugiarto, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. (Badmintonindonesia) (Sumber: http://olahraga.metrotvnews.com tanggal 29 Maret 2016)
Apa yang menjadi topik dalam wacana di atas?
Topik yang rnencakup keseluruhan ide wacana tersebut adalah wakil Indonesia di turnamen India Open Super Series.
DiskusiSembilan wakil Indonesia dipastikan siap bertanding di India Open Super Series 2016. Turnamen bergengsi itu akan dihelat di Siri Fort Indoor Stadium pada 29 Maret-3 April 2016. Kontingen Merah Putih mengirimkan dua tunggal putra Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro dan dua tunggal putri Linda Wenifanetri dan Maria Febe Kusumastuti. Di sektor ganda putri ada Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi. "Kami sudah siap tampil dan ingin memberikan yang terbaik. Jangan cepat menyerah. Kami akan berusaha mengeluarkan permainan maksimal," kata pebulu tangkis Indonesia Ni Ketut seperti dikutip Badminton Indonesia, Selasa (29/3/2016). Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi tumpuan Indonesia di sektor ganda putra. Di sektor ganda campuran, Indonesia hanya menempatkan satu wakil, yakni Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Indonesia memiliki catatan kurang apik pada gelaran India Open Super Series tahun lalu. Ketika itu, tidak ada wakil Indonesia yang mampu menembus babak final. Indonesia hanya menjadi semifinalis yang diwakili Tommy Sugiarto, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. (Badmintonindonesia) (Sumber: http://olahraga.metrotvnews.com tanggal 29 Maret 2016)
Kalimat "Indonesia hanya menjadi semifinalis yang diwakili Tommy Sugiarto, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja" memiliki struktur kalimat ....
Struktur kalimat pada soal adalah:
Indonesia (S) hanya menjadi semifinalis (P) yang diwakili (Pel) Tommy Sugiarto, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja (K).
DiskusiSembilan wakil Indonesia dipastikan siap bertanding di India Open Super Series 2016. Turnamen bergengsi itu akan dihelat di Siri Fort Indoor Stadium pada 29 Maret-3 April 2016. Kontingen Merah Putih mengirimkan dua tunggal putra Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro dan dua tunggal putri Linda Wenifanetri dan Maria Febe Kusumastuti. Di sektor ganda putri ada Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi. "Kami sudah siap tampil dan ingin memberikan yang terbaik. Jangan cepat menyerah. Kami akan berusaha mengeluarkan permainan maksimal," kata pebulu tangkis Indonesia Ni Ketut seperti dikutip Badminton Indonesia, Selasa (29/3/2016). Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi tumpuan Indonesia di sektor ganda putra. Di sektor ganda campuran, Indonesia hanya menempatkan satu wakil, yakni Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Indonesia memiliki catatan kurang apik pada gelaran India Open Super Series tahun lalu. Ketika itu, tidak ada wakil Indonesia yang mampu menembus babak final. Indonesia hanya menjadi semifinalis yang diwakili Tommy Sugiarto, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. (Badmintonindonesia) (Sumber: http://olahraga.metrotvnews.com tanggal 29 Maret 2016)
Kalimat tanggapan yang sesuai dengan isi wacana tersebut untuk mengantisipasi kekalahan Indonesia di turnamen India Open Series 2016 adalah ....
Kalimat tanggapan terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
Berdasarkan isi teks dalam wacana, kalimat tanggapan yang sesuai adalah berusaha keras, pantang menyerah, dan memberikan permainan yang terbaik serta maksimal.
DiskusiSembilan wakil Indonesia dipastikan siap bertanding di India Open Super Series 2016. Turnamen bergengsi itu akan dihelat di Siri Fort Indoor Stadium pada 29 Maret-3 April 2016. Kontingen Merah Putih mengirimkan dua tunggal putra Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro dan dua tunggal putri Linda Wenifanetri dan Maria Febe Kusumastuti. Di sektor ganda putri ada Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi. "Kami sudah siap tampil dan ingin memberikan yang terbaik. Jangan cepat menyerah. Kami akan berusaha mengeluarkan permainan maksimal," kata pebulu tangkis Indonesia Ni Ketut seperti dikutip Badminton Indonesia, Selasa (29/3/2016). Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi tumpuan Indonesia di sektor ganda putra. Di sektor ganda campuran, Indonesia hanya menempatkan satu wakil, yakni Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Indonesia memiliki catatan kurang apik pada gelaran India Open Super Series tahun lalu. Ketika itu, tidak ada wakil Indonesia yang mampu menembus babak final. Indonesia hanya menjadi semifinalis yang diwakili Tommy Sugiarto, Praveen Jordan/Debby Susanto, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. (Badmintonindonesia) (Sumber: http://olahraga.metrotvnews.com tanggal 29 Maret 2016)
Kata berimbuhan yang bercetak tebal dalam wacana di atas memiliki makna ....
Kata berimbuhan per-, dan -an pada kata permainan memiliki makna hal/keadaan main.
DiskusiWajah bocah bernama Sandi (12) itu pucat. Kepada Liputan6.com, ia mengaku sedang sakit. Namun, siswa kelas 5 SD Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu tidak bisa beristirahat karena takut ibunya marah. Sandi menuturkan sang ibu, Hasni, menyuruhnya berjualan buku-buku agama sepulang sekolah setiap hari. Jika menolak, pukulan tongkat kayu akan mendarat di tubuhnya. Karena membayangkan rasa sakit, ia tak berani pulang ke rumah sebelum pukul 22.00 WITA. "Mama tidak tahu saya sakit. Jadi pas pulang sekolah tadi, saya langsung ganti baju lalu pergi. Tawari orang buku. Karena kalau tidak pergi cari uang, langsung dipukul pakai kayu," tutur Sandi saat menjajakan buku ke pengunjung warkop di Jalan Toddopuli, Makassar, Senin (28/3/2016).
Tidak berbeda jauh, nasib serupa dialami Putri Nabila Ramadhani (12). Bocah perempuan itu terpaksa jarang bersekolah sejak berjualan gogos (makanan goreng-gorengan) dan telur asin keliling Kota Makassar. Hal itu terjadi setelah ia diusir dari rumah nenek angkatnya dan tinggal kembali dengan kedua orang tuanya di Jalan Rappocini, Makassar. "Saya dilarang sekolah sebelum gogos habis terjual, sehingga terkadang terlambat dan kadang tak masuk ke sekolah karena jualan belum habis. Saya sendiri jualan sejak pukul 10.00 WITA hingga terkadang malam hari baru habis," tutur Nabila saat ditemui di Anjungan Pantai Losari Makassar. Siswa kelas 5 SD di Makassar itu mendapatkan bahan jualan dari seseorang yang tinggal di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Upah yang didapatkan dari keringatnya itu berkisar Rp20 ribu per hari. Menurut Nabila, uang itu untuk membayari keperluan keluarga di rumah dan keperluan sekolah.
Ditemui terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyebut apa yang dialami Nabila dan Sandi adalah bentuk eksploitasi anak. Menurut lelaki yang akrab disapa Danny, anak-anak seusia Nabila harusnya disibukkan dengan bersekolah, bukan mencari uang. Berdasarkan temuan itu, Danny langsung memerintahkan Dinas Sosial Makassar untuk mendata anak-anak yang dieksploitasi orang tuanya. Dinsos diminta untuk segera menangani dan mensosialisasikan kepada para orang tua untuk tidak mengeksploitasi anak di bawah umur. "Inl kan modus saja dengan memanfaatkan anak-anak yang seharusnya mereka harus kesekolah tidak di bebankan menggantikan posisi orangtuanya. Saya kira ini tugas Dinsos yang harus mendata dan menelusuri maraknya eksploitasi anak di Makassar," tutur Danny. (Sumber: http://regional.liputan6.com/ tanggal 29 Maret 2016)
Masalah utama yang diangkat dalam wacana di atas adalah ....
Masalah utama yang diangkat oleh wacana adalah bentuk eksploitasi anak di Makassar. Hal ini dapat dilihat dari gagasan utama dari masing-masing paragraf, yaitu ada dua contoh anak yang mengalami eksploitasi anak untuk berjualan di Makassar.
DiskusiWajah bocah bernama Sandi (12) itu pucat. Kepada Liputan6.com, ia mengaku sedang sakit. Namun, siswa kelas 5 SD Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu tidak bisa beristirahat karena takut ibunya marah. Sandi menuturkan sang ibu, Hasni, menyuruhnya berjualan buku-buku agama sepulang sekolah setiap hari. Jika menolak, pukulan tongkat kayu akan mendarat di tubuhnya. Karena membayangkan rasa sakit, ia tak berani pulang ke rumah sebelum pukul 22.00 WITA. "Mama tidak tahu saya sakit. Jadi pas pulang sekolah tadi, saya langsung ganti baju lalu pergi. Tawari orang buku. Karena kalau tidak pergi cari uang, langsung dipukul pakai kayu," tutur Sandi saat menjajakan buku ke pengunjung warkop di Jalan Toddopuli, Makassar, Senin (28/3/2016).
Tidak berbeda jauh, nasib serupa dialami Putri Nabila Ramadhani (12). Bocah perempuan itu terpaksa jarang bersekolah sejak berjualan gogos (makanan goreng-gorengan) dan telur asin keliling Kota Makassar. Hal itu terjadi setelah ia diusir dari rumah nenek angkatnya dan tinggal kembali dengan kedua orang tuanya di Jalan Rappocini, Makassar. "Saya dilarang sekolah sebelum gogos habis terjual, sehingga terkadang terlambat dan kadang tak masuk ke sekolah karena jualan belum habis. Saya sendiri jualan sejak pukul 10.00 WITA hingga terkadang malam hari baru habis," tutur Nabila saat ditemui di Anjungan Pantai Losari Makassar. Siswa kelas 5 SD di Makassar itu mendapatkan bahan jualan dari seseorang yang tinggal di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Upah yang didapatkan dari keringatnya itu berkisar Rp20 ribu per hari. Menurut Nabila, uang itu untuk membayari keperluan keluarga di rumah dan keperluan sekolah.
Ditemui terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyebut apa yang dialami Nabila dan Sandi adalah bentuk eksploitasi anak. Menurut lelaki yang akrab disapa Danny, anak-anak seusia Nabila harusnya disibukkan dengan bersekolah, bukan mencari uang. Berdasarkan temuan itu, Danny langsung memerintahkan Dinas Sosial Makassar untuk mendata anak-anak yang dieksploitasi orang tuanya. Dinsos diminta untuk segera menangani dan mensosialisasikan kepada para orang tua untuk tidak mengeksploitasi anak di bawah umur. "Inl kan modus saja dengan memanfaatkan anak-anak yang seharusnya mereka harus kesekolah tidak di bebankan menggantikan posisi orangtuanya. Saya kira ini tugas Dinsos yang harus mendata dan menelusuri maraknya eksploitasi anak di Makassar," tutur Danny. (Sumber: http://regional.liputan6.com/ tanggal 29 Maret 2016)
Perbaikan kata-kata yang bercetak tebal dalam paragraf ketiga wacana tersebut adalah ....
Perbaikan kata-kata yang bercetak tebal dalam paragraf ketiga wacana tersebut adalah mensosialisakan = menyosialisasikan, kesekolah = ke sekolah, di bebankan = dibebankan.
DiskusiWajah bocah bernama Sandi (12) itu pucat. Kepada Liputan6.com, ia mengaku sedang sakit. Namun, siswa kelas 5 SD Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu tidak bisa beristirahat karena takut ibunya marah. Sandi menuturkan sang ibu, Hasni, menyuruhnya berjualan buku-buku agama sepulang sekolah setiap hari. Jika menolak, pukulan tongkat kayu akan mendarat di tubuhnya. Karena membayangkan rasa sakit, ia tak berani pulang ke rumah sebelum pukul 22.00 WITA. "Mama tidak tahu saya sakit. Jadi pas pulang sekolah tadi, saya langsung ganti baju lalu pergi. Tawari orang buku. Karena kalau tidak pergi cari uang, langsung dipukul pakai kayu," tutur Sandi saat menjajakan buku ke pengunjung warkop di Jalan Toddopuli, Makassar, Senin (28/3/2016).
Tidak berbeda jauh, nasib serupa dialami Putri Nabila Ramadhani (12). Bocah perempuan itu terpaksa jarang bersekolah sejak berjualan gogos (makanan goreng-gorengan) dan telur asin keliling Kota Makassar. Hal itu terjadi setelah ia diusir dari rumah nenek angkatnya dan tinggal kembali dengan kedua orang tuanya di Jalan Rappocini, Makassar. "Saya dilarang sekolah sebelum gogos habis terjual, sehingga terkadang terlambat dan kadang tak masuk ke sekolah karena jualan belum habis. Saya sendiri jualan sejak pukul 10.00 WITA hingga terkadang malam hari baru habis," tutur Nabila saat ditemui di Anjungan Pantai Losari Makassar. Siswa kelas 5 SD di Makassar itu mendapatkan bahan jualan dari seseorang yang tinggal di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Upah yang didapatkan dari keringatnya itu berkisar Rp20 ribu per hari. Menurut Nabila, uang itu untuk membayari keperluan keluarga di rumah dan keperluan sekolah.
Ditemui terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyebut apa yang dialami Nabila dan Sandi adalah bentuk eksploitasi anak. Menurut lelaki yang akrab disapa Danny, anak-anak seusia Nabila harusnya disibukkan dengan bersekolah, bukan mencari uang. Berdasarkan temuan itu, Danny langsung memerintahkan Dinas Sosial Makassar untuk mendata anak-anak yang dieksploitasi orang tuanya. Dinsos diminta untuk segera menangani dan mensosialisasikan kepada para orang tua untuk tidak mengeksploitasi anak di bawah umur. "Inl kan modus saja dengan memanfaatkan anak-anak yang seharusnya mereka harus kesekolah tidak di bebankan menggantikan posisi orangtuanya. Saya kira ini tugas Dinsos yang harus mendata dan menelusuri maraknya eksploitasi anak di Makassar," tutur Danny. (Sumber: http://regional.liputan6.com/ tanggal 29 Maret 2016)
Kritik yang tepat bagi pemerintah berdasarkan isi wacana tersebut adalah ....
Kritik adalah suatu ungkapan atau tanggapan mengenai baik atau buruknya suatu tindakan yang akan atau sudah dibuat. Kritik yang sesuai dengan isi wacana di atas adalah sebaiknya orangtua dari anak-anak yang mengalami eksploitasi mendapatkan pendampingan intensif agar tidak mengalami hal yang sama kembali.
DiskusiWajah bocah bernama Sandi (12) itu pucat. Kepada Liputan6.com, ia mengaku sedang sakit. Namun, siswa kelas 5 SD Katangka, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu tidak bisa beristirahat karena takut ibunya marah. Sandi menuturkan sang ibu, Hasni, menyuruhnya berjualan buku-buku agama sepulang sekolah setiap hari. Jika menolak, pukulan tongkat kayu akan mendarat di tubuhnya. Karena membayangkan rasa sakit, ia tak berani pulang ke rumah sebelum pukul 22.00 WITA. "Mama tidak tahu saya sakit. Jadi pas pulang sekolah tadi, saya langsung ganti baju lalu pergi. Tawari orang buku. Karena kalau tidak pergi cari uang, langsung dipukul pakai kayu," tutur Sandi saat menjajakan buku ke pengunjung warkop di Jalan Toddopuli, Makassar, Senin (28/3/2016).
Tidak berbeda jauh, nasib serupa dialami Putri Nabila Ramadhani (12). Bocah perempuan itu terpaksa jarang bersekolah sejak berjualan gogos (makanan goreng-gorengan) dan telur asin keliling Kota Makassar. Hal itu terjadi setelah ia diusir dari rumah nenek angkatnya dan tinggal kembali dengan kedua orang tuanya di Jalan Rappocini, Makassar. "Saya dilarang sekolah sebelum gogos habis terjual, sehingga terkadang terlambat dan kadang tak masuk ke sekolah karena jualan belum habis. Saya sendiri jualan sejak pukul 10.00 WITA hingga terkadang malam hari baru habis," tutur Nabila saat ditemui di Anjungan Pantai Losari Makassar. Siswa kelas 5 SD di Makassar itu mendapatkan bahan jualan dari seseorang yang tinggal di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Upah yang didapatkan dari keringatnya itu berkisar Rp20 ribu per hari. Menurut Nabila, uang itu untuk membayari keperluan keluarga di rumah dan keperluan sekolah.
Ditemui terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyebut apa yang dialami Nabila dan Sandi adalah bentuk eksploitasi anak. Menurut lelaki yang akrab disapa Danny, anak-anak seusia Nabila harusnya disibukkan dengan bersekolah, bukan mencari uang. Berdasarkan temuan itu, Danny langsung memerintahkan Dinas Sosial Makassar untuk mendata anak-anak yang dieksploitasi orang tuanya. Dinsos diminta untuk segera menangani dan mensosialisasikan kepada para orang tua untuk tidak mengeksploitasi anak di bawah umur. "Inl kan modus saja dengan memanfaatkan anak-anak yang seharusnya mereka harus kesekolah tidak di bebankan menggantikan posisi orangtuanya. Saya kira ini tugas Dinsos yang harus mendata dan menelusuri maraknya eksploitasi anak di Makassar," tutur Danny. (Sumber: http://regional.liputan6.com/ tanggal 29 Maret 2016)
Apa yang akan dilakukan oleh Dinas Sosial Makassar untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam wacana?
Berdasarkan informasi dalam wacana yang akan dilakukan oleh Dinas Sosial Makassar untuk mengatasi masalah yang terjadi adalah mendata dan menelusuri maraknya eksploitasi anak di Makassar dan menyosialisasikan kepada para orang tua untuk tidak mengeksploitasi anak di bawah umur. Hal itu bisa dilihat pada paragraf ketiga kalimat ke-4.
Diskusi(1) Petani lahan pasir di Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo Daerah lstimewa Yogyakarta panen pepaya jenis california dengan hasil yang memuaskan. Petani lahan pasir Kulon Progo Sukarman, di Kulon Progo, Selasa, mengatakan petani lahan pasir mulai menanam pepaya california sejak satu tahun terakhir. (2) "Saat ini, areal tanam pepaya california seluas enam hektar. Mulai Maret ini, petani lahan pasir memanen pepaya," kata Sukarman lagi. la mengatakan harga pepaya california di tingkat petani sangat bagus yakni Rp3.600 per kg dan kualitas AB Rp4.000 per kg.
Dalam sekali panen, petani mendapat keuntungan 3 juta rupiah hingga 5 juta rupiah. "Keuntungan menanam pepaya jenis california tidak kalah dengan komoditas hortikultura lainnya, seperti cabai, semangka, dan melon. (3) Kami sangat beruntung lahan pasir sangat cocok ditanami berbagai komoditas hortikultura," katanya pula. (4) Dia mengatakan, pepaya hasil panenan petani pesisir Kulon Progo dipasarkan di Bandung, Jakarta, dan Pasar Buah lnduk Gamping Sleman. Setiap 10 hari hingga 20 hari, petani panen pepaya. (5) "Pedagang dari berbagai daerah langsung ke lahan milik petani. Jadi, kami tidak kesulitan untuk menjual pepaya," kata dia. la menyatakan pepaya california yang ia jual dijamin berkualitas baik. Biasanya, petani memetik pepaya saat matang.
Pihaknya juga melakukan perawatan secara intensif supaya tidak terserang jamur. "Sampai saat ini, tanaman pepaya tidak diserang jamur. Kami berupaya tidak ada serangan jamur atau hama lainnya," katanya pula. Dia menambahkan, saat ini permintaan pepaya tengah bagus. Sayangnya, pasokan masih sangat terbatas. Bahkan, tak jarang ada beberapa permintaan yang tidak bisa dia penuhi. "Produksi buah ini tidak bisa ditentukan, mengingat pepaya california tidak bisa distok," ujarnya lagi.
Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori mengatakan, sektor pertanian masih mendominasi pembangunan di Kulon Progo. Karena itu, Komisi II DPRD setempat meminta pemerintah kabupaten memfasilitasi bibit, benih, dan bantuan alat pertanian. Berkaitan adanya petani lahan pasir yang panen pepaya california, dirinya sangat mengapresiasi petani tersebut. Menurut dia, petani sangat inovatif dalam mengembangkan pertanian. "Sektor pertanian membutuhkan inovasi sehingga hasil panen dapat memuaskan," katanya lagi. (Sumber: http://jogja.antaranews.com tanggal 29 Maret 2016)
Berdasarkan teks di atas unsur what yang tersurat di dalamnya adalah ....
Untuk mengetahui perbedaan dan persamaan penyajian teks berita dapat dilihat melalui unsur-unsur berita (5W + 1H} yang digunakan.
Pernyataan yang dikategorikan oleh unsur apa (what) adalah berita yang menginformasikan sesuatu peristiwa atau suatu hal.
Dengan demikian, berdasarkan teks di atas unsur apa (what) yang tersurat di dalamnya adalah petani Kulonprogo panen pepaya california.
Diskusi(1) Petani lahan pasir di Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo Daerah lstimewa Yogyakarta panen pepaya jenis california dengan hasil yang memuaskan. Petani lahan pasir Kulon Progo Sukarman, di Kulon Progo, Selasa, mengatakan petani lahan pasir mulai menanam pepaya california sejak satu tahun terakhir. (2) "Saat ini, areal tanam pepaya california seluas enam hektar. Mulai Maret ini, petani lahan pasir memanen pepaya," kata Sukarman lagi. la mengatakan harga pepaya california di tingkat petani sangat bagus yakni Rp3.600 per kg dan kualitas AB Rp4.000 per kg.
Dalam sekali panen, petani mendapat keuntungan 3 juta rupiah hingga 5 juta rupiah. "Keuntungan menanam pepaya jenis california tidak kalah dengan komoditas hortikultura lainnya, seperti cabai, semangka, dan melon. (3) Kami sangat beruntung lahan pasir sangat cocok ditanami berbagai komoditas hortikultura," katanya pula. (4) Dia mengatakan, pepaya hasil panenan petani pesisir Kulon Progo dipasarkan di Bandung, Jakarta, dan Pasar Buah lnduk Gamping Sleman. Setiap 10 hari hingga 20 hari, petani panen pepaya. (5) "Pedagang dari berbagai daerah langsung ke lahan milik petani. Jadi, kami tidak kesulitan untuk menjual pepaya," kata dia. la menyatakan pepaya california yang ia jual dijamin berkualitas baik. Biasanya, petani memetik pepaya saat matang.
Pihaknya juga melakukan perawatan secara intensif supaya tidak terserang jamur. "Sampai saat ini, tanaman pepaya tidak diserang jamur. Kami berupaya tidak ada serangan jamur atau hama lainnya," katanya pula. Dia menambahkan, saat ini permintaan pepaya tengah bagus. Sayangnya, pasokan masih sangat terbatas. Bahkan, tak jarang ada beberapa permintaan yang tidak bisa dia penuhi. "Produksi buah ini tidak bisa ditentukan, mengingat pepaya california tidak bisa distok," ujarnya lagi.
Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori mengatakan, sektor pertanian masih mendominasi pembangunan di Kulon Progo. Karena itu, Komisi II DPRD setempat meminta pemerintah kabupaten memfasilitasi bibit, benih, dan bantuan alat pertanian. Berkaitan adanya petani lahan pasir yang panen pepaya california, dirinya sangat mengapresiasi petani tersebut. Menurut dia, petani sangat inovatif dalam mengembangkan pertanian. "Sektor pertanian membutuhkan inovasi sehingga hasil panen dapat memuaskan," katanya lagi. (Sumber: http://jogja.antaranews.com tanggal 29 Maret 2016)
Saran yang tepat untuk wacana di atas adalah ....
Saran yang tepat untuk wacana tersebut adalah keberhasilan panen pepaya california di Kulonprogo akan lebih baik jika difasilitasi oleh pemerintah kabupaten untuk bibit, benih, dan bantuan alat pertanian.
Diskusi
Semoga membantu
Bagaimana menurut kamu artikel ini?