Moto Bhinneka Tunggal lka secara lebih jelas dan konstitusional dituangkan, melalui sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ditetapkan dengan ...
Tap MPR No. V/MPR/1964
Tap MPR No. VIII/MPR/1976
Tap MPR No. X/MPR/1969
Tap MPR No. IX/MPR/1998
Tap MPR No. IV/MPR/1973
Jawaban : E
Mato Bhinneka Tunggal lka secara lebih jelas dan konstitusional dituangkan dalam konsep wawasan nusantara, melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (Tap MPR No. IV/MPR/1973). Konsep ini antara lain dapat diartikan sebagai cara memandang Indonesia (nusantara) sebagai satu kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan nasional.
Berikut ini yang bukan merupakan latar belakang munculnya wawasan nusantara dilihat dari falsafah Pancasila adalah ...
Kemerdekaan sebagai hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia
Mengutamakan kepentingan umum daripada individu atau golongan
Penerapan hak asasi manusia
Pengambilan keputusan dengan musyawarah
Memberi kesempatan setiap pemeluk agama untuk beribadah
Jawaban : A
Latar belakang wawasan nusantara jika dilihat dari Pancasila, antara lain:
Penerapan Hak Asasi Manusia
Toleransi beragama
Mengutamakan kepentingan umum
Pengambilan keputusan dengan musyawarah
Jadi, yang bukan merupakan latar belakang munculnya wawasan nusantara dilihat dari falsafah Pancasila adalah kemerdekaan sebagai hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia.
Dalam hierarki paradigma sosial yang berkedudukan sebagai landasan idiil adalah ...
GBHN
UUD 1945
Pancasila
Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4
Ketahanan nasional
Jawaban : C
Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara berfungsi sebagai landasan idiil dari wawasan nusantara karena pada hakikatnya wawasan nusantara adalah perwujudan dari Pancasila.
Kemajemukan masyarakat Indonesia secara sosio-historis terdiri atas berbagai suku bangsa yang dilatarbelakangi oleh ...
Kontak sosial dan jumlah penduduk
Keterbukaan budaya luar dan migrasi penduduk
lsolasi geografis dan kepulauan
Keragaman budaya dan potensi alam
Perdagangan dan kekayaan alam
Jawaban : B
Kemajemukan masyarakat Indonesia secara sosio-historis terdiri atas berbagai suku bangsa yang dilatarbelakangi oleh keterbukaan budaya luar (sosio) dan migrasi penduduk (historis).
Pengaruh kemajemukan masyarakat terhadap kehidupan sosial menghasilkan dua proses, yaitu ...
Persatuan dan kesatuan
Konflik dan integrasi
lnterseksi dan konsolidasi
Asimilasi dan akomodasi
Asimilasi dan akomodasi
Jawaban : B
Konflik dan integrasi merupakan dua proses sosial yang senantiasa terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Konflik merupakan perbedaan-perbedaan yang muncul sebagai akibat ikatan primordial kemudian dicari titik temunya.
lntegrasi sebagai lawan dari konflik merupakan ikatan berdasarkan normanorma yang berlaku dan disepakai bersama untuk mewujudkan kesatuan sebagai satu masyarakat yang besar (bangsa).
Makna dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah ....
berbeda-beda suku bangsa
bersama dalam kemajemukan
bersama dalam perbedaan kebudayaan
berbeda-beda, tetapi tetap satu
berbeda-beda dalam keragaman
Jawaban : D
Makna Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Jadi, meskipun Indonesia memiliki banyak keragaman budaya, tetap membentuk, satu kesatuan, yaitu Indonesia.
Norma atau aturan utama yang menetapkan kaidah tentang hubungan antara pribadi manusia dengan Tuhan dan dengan sesama manusia, serta lingkungan hidup adalah norma ....
Aturan yang dapat menjamin ketertiban negara dan rakyat, batas kekuasaan dan keadilan, hak dan kewajiban penduduk dalam negara, disebut norma....
Hukum
Agama
Filsafat
Kesusilaan
Adat
Jawaban : A
Pengertian norma hukum adalah undangundang, peraturan, ketentuan, dan sebagainya yang dibuat oleh negara. Norma hukum biasanya bersifat tertulis yang dapat dijadikan pegangan dan rujukan konkret bagi setiap anggota masyarakat baik dalam berprilaku maupun dalam menjatuhkan sanksi bagi pelanggarnya. Norma hukum dibuat oleh badan yang berwenang untuk mengatur hubungan antarwarga suatu masyarakat, antarwarga Negara, dan antara warga Negara dengan pemerintahnya. Norma hukum bersifat mengatur dan memaksa, jika dilanggar, sanksinya adalah berupa hukuman. Itu sebabnya keberlakuan norma sifatnya tegas dan pasti, karena ditunjang dan dijamin oleh hukuman atau sanksi bagi pelanggarnya.