Adanya pengakuan dan penghargaan terhadap seluruh aset budaya kehidupan sosial yang ada dalam berbagai kelompok suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di Indonesia merupakan pengertian Pancasila sebagai. ..
Paradigma pembangunan nasional
Paradigma pembangunan ekonomi
Paradigma pengembangan sosialbudaya
Paradigma pengembangan hankam
Paradigma pengembang IPTEK
Jawaban : C
Pancasila sebagai paradigma artinya nilainilai dasar Pancasila secara normatif sebagai dasar pembangunan nasional dalam segala aspek. Adanya pengakuan dan penghargaan terhadap seluruh aset budaya kehidupan sosial merupakan paradigma pengembangan sosial-budaya.
Pancasila sebagai moral bangsa sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia karena tantangan di masa depan yang akan makin sulit dan berat sebab Pancasila mempunyai fungsi-fungsi berikut ini, kecuali ...
Menjaga keharmonisan hubungan sosial
Menjamin kebahagiaaan rohani dan jasmani
Memberikan motivasi dalam setiap sikap dan tindakan manusia
Memberikan wawasan masa depan, baik konsekuensi maupun sanksi sosial yang berkaitan dengan tanggung jawab pada Tuhan
Melestarikan paham chauvimisme dan patriotisme antarsuku di Indonesia
Jawaban : E
Pancasila sebagai moral bangsa sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia karena tantangan di masa depan yang akan makin sulit dan berat sebab Pancasila mempunyai fungsi-fungsi berikut ini:
Dapat menjaga keharmonisan hubungan sosial karena moral memberikan landasan kepercayaan kepada sesama.
Menjamin landasan kesabaran untuk dapat bertahan terhadap naluri dan keinginan nafsu serta memberi daya tahan dari dorongan yang mengancam harkat dan martabat
Menjamin kebahagiaan rohani dan jasmani
Memberikan motivasi dalam setiap sikap dan tindakan manusia untuk berbuat kebaikan dan kebajikan.
Jadi, yang bukan merupakan fungsi Pancasila adalah melestarikan paham chauvimisme dan patriotisme antarsuku di Indonesia.
Pancasila mengandung cita-cita yang ingin dicapai di segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara merupakan pengertian ideologi terbuka Pancasila dalam dimensi. ..
Material
Formal
ldealisme
Realitas
Fleksibilitas
Jawaban : C
Pengertian ideologi terbuka Pancasila dalam beberapa dimensi:
Dimensi Realitas: mencerminkan ideologi yang mengadaptasikan nilai-nilai yang dikembangkan masyarakat.
Dimensi ldealisme: mencerminkan ideologi yang dapat menggugah harapan pendukungnya.
Dimensi Fleksibilitas: mencerminkan ideologi untuk memengaruhi dan menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat.
Pancasila berfungsi sebagai nilai-nilai pokok dan ciri pembentuk bangsa Indonesia yang terdiri atas sekelompok masyarakat yang menyatukan diri menjadi satu bangsa Indonesia merupakan pengertian Pancasila sebagai. ..
ldeologi negara
Falsafah negara
Kepribadian bangsa
Dasar negara
Pandangan hidup
Jawaban : B
Pancasila berfungsi sebagai nilai-nilai pokok dan ciri pembentuk bangsa Indonesia yang terdiri atas sekelompok masyarakat yang menyatukan diri menjadi satu bangsa Indonesia merupakan pengertian Pancasila sebagai falsafah negara.
Peran Pancasila dalam pembangunan nasional adalah sebagai dasar bagi segala aspek pembangunan yang dilakukan di Indonesia. Asas pembangunan nasional Indonesia meliputi hal-hal berikut ini, kecuali ...
Demokrasi
Perikemanusiaan dan keseimbangan
Adil dan merata
Manfaat
Persatuan Indonesia
Jawaban : E
Peran Pancasila dalam pembangunan Nasional adalah sebagai dasar bagi segala aspek pembangunan yang dilakukan di Indonesia. Adapun asas pembangunan nasional menurut GBHN (Garis Besar Haluan Negara) Tahun 1999 meliputi:
Asas swadaya masyarakat
Asas kekeluargaan dan gotong royong
Asas manfaat
Asas adil dan merata
Asas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Asas Hukum
Jadi, yang bukan merupakan asas pembangunan nasional Indonesia adalah asas persatuan Indonesia.
Perubahan desain lambang Garuda yang terakhir disempurnakan oleh ...
Ida Ayu Soemantri
lwa Koesoemasumantri
Sultan Hamid II
Moh. Yamin
Ahmad Soebardjo
Jawaban : C
Lambang Garuda Pancasila pada awalnya sudah mengalami 6 kali perubahan desain. Perubahan desain yang terakhir, yaitu pada tanggal 20 Maret 1950 yang disempurnakan oleh Sultan Hamid II dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara tersebut.