Apakah perbedaan individu normal dan albino?
Albino adalah kondisi genetik yang disebabkan oleh tidak berfungsinya gen penghasil enzim tirosinase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan pigmen melanin. Melanin memberikan warna pada kulit, rambut, dan mata. Karena kekurangan melanin, individu albino memiliki ciri khas fisik berbeda dari individu normal.
| Aspek | Individu Normal | Individu Albino |
|---|---|---|
| Produksi melanin | Menghasilkan melanin secara normal melalui aktivitas enzim tirosinase. | Tidak menghasilkan melanin karena gen tirosinase rusak atau tidak aktif. |
| Warna kulit | Berwarna normal (beragam tergantung faktor genetik dan ras). | Sangat pucat atau putih karena tidak adanya pigmen melanin. |
| Warna rambut | Hitam, cokelat, atau pirang tergantung kadar melanin. | Putih atau pirang pucat karena tidak mengandung melanin. |
| Warna mata | Cokelat, hitam, atau abu-abu normal. | Kemerahan atau merah muda karena pantulan cahaya dari pembuluh darah retina. |
| Sensitivitas terhadap cahaya | Normal, karena adanya pigmen pelindung. | Sangat sensitif terhadap cahaya matahari (fotosensitif) dan rentan terhadap kerusakan kulit serta gangguan penglihatan. |
| Genotipe | Memiliki alel dominan (AA atau Aa) yang mampu memproduksi tirosinase. | Homozigot resesif (aa) yang tidak mampu menghasilkan enzim tirosinase. |
Kesimpulan: Perbedaan utama antara individu normal dan albino terletak pada kemampuan memproduksi melanin. Individu normal memiliki pigmen melanin yang menentukan warna kulit, rambut, dan mata, sedangkan individu albino tidak memiliki pigmen tersebut akibat mutasi genetik pada enzim tirosinase.