Mengapa atavisme, kritomeri, polimeri, komplementer...

Clarymond Simbolon
6 bulan yang lalu

Mengapa atavisme, kritomeri, polimeri, komplementer, hipostasis, dan epistasis disebut penyimpangan semu hukum Mendel?

Pembahasan:

Keenam pola tersebut disebut penyimpangan semu hukum Mendel karena hasil persilangannya tampak menyimpang dari rasio fenotipe Mendel (3:1 atau 9:3:3:1), tetapi sebenarnya masih mematuhi hukum pewarisan gen. Perbedaan hasil terjadi karena adanya interaksi antar gen, bukan karena pelanggaran hukum Mendel itu sendiri.

Penjelasan singkat:

  • Atavisme – munculnya kembali sifat leluhur karena kombinasi gen tertentu aktif kembali.
  • Kritomeri – gen dominan tidak menampakkan pengaruhnya karena adanya gen penghambat.
  • Polimeri – beberapa gen dominan bekerja bersama menentukan satu sifat kuantitatif (contoh: tinggi badan, warna kulit).
  • Komplementer – dua gen berbeda saling melengkapi untuk menghasilkan satu fenotipe tertentu.
  • Epistasis dan Hipostasis – gen epistasis menutupi efek gen lain (hipostasis) yang bukan alelnya.

Kesimpulan: Disebut penyimpangan semu karena gen tetap diturunkan sesuai hukum Mendel, namun hasil fenotipe tampak berbeda akibat interaksi antar gen dalam satu individu.

Kategori:
Biologi SMA Pewarisan Sifat
Punya pendapat?
Membalas komentar dari [Batal]
Tanggapan teman
Soal Lainnya