Perhatikan dua ilustrasi resolusi konflik berikut:
Resolusi konflik I:
Konflik antara dua remaja di sebuah komplek perumahan pasca pertandingan futsal diselesaikan dengan cara mediasi, yaitu melalui bantuan pihak ketiga sebagai penasehat.
Resolusi konflik II:
Konflik antarsuporter klub sepak bola di sebuah stadion kota melibatkan ratusan pendukung dari kedua tim. Konflik tersebut diselesaikan melalui koersi oleh pihak kepolisian. Upaya koersi dilakukan dengan memaksa pihak yang berkonflik agar menghentikan pertikaian mereka.
Selain itu, juga terjadi konflik antarsimpatisan calon kepala desa di suatu wilayah. Konflik ini menyebabkan pemilihan kepala desa ditunda. Berdasarkan dua ilustrasi resolusi konflik di atas, resolusi konflik yang tepat untuk menghentikan konflik ini adalah ....
mediasi dilakukan dengan bantuan pihak ketiga sebagai penasehat untuk mendamaikan simpatisan calon kepala desa
kompromi dilakukan dengan cara masing-masing simpatisan calon kepala desa berusaha mencari penyelesaian konflik dengan saling mengurangi tuntutan
arbitrasi dilakukan dengan bantuan pihak ketiga yang keputusannya bersifat mengikat dan harus diikuti kelompok warga yang bertikai
koersi dilakukan dengan menghentikan paksa kerusuhan yang terjadi setelah upaya mediasi gagal
toleransi dilakukan dengan cara saling menghargai antarkelompok yang berbeda sehingga dapat tercipta perdamaian
Skenario konflik antarsimpatisan calon kepala desa paling tepat diselesaikan melalui mediasi, yaitu melibatkan pihak ketiga yang netral untuk menasihati dan mempertemukan pihak yang berselisih agar tercapai mufakat. Mediasi bersifat sukarela dan damai, sesuai dengan konteks konflik sosial antarwarga. Arbitrasi (C) bersifat mengikat, koersi (D) memakai paksaan, sementara kompromi (B) dan toleransi (E) tidak sejelas efektivitasnya pada kondisi ini.
Bandingkan pilihanmu dengan sobat pembelajar yang lain.