Suku Tengger adalah warga asli yang mendiami sekitar kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Mereka bertempat tinggal secara berkelompok dan hidup dengan bercocok tanam. Secara formal, pemerintahan dan adat suku Tengger dipimpin oleh seorang kepala desa yang sekaligus kepala adat. Dukun diposisikan sebagai pemimpin upacara adat. Dalam kehidupan sehari-hari warga suku Tengger mempunyai kebiasaan hidup sederhana, rajin dan damai. Sikap gotong-royong terlihat pada waktu mendirikan pendopo agung di Tosari. Demikian pula tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sosial tercermin pada kesadaran rakyat untuk ikut serta menjaga keamanan, serta merelakan sebagian tanahnya apabila terkena pembangunan jalan.
Berdasarkan contoh tersebut, dalam klasifikasi kelompok sosial menurut Ferdinand Tonnies, masyarakat pada ilustrasi tersebut termasuk gemeinschaft karena memiliki karakteristik ....
tidak mengenal dualisme kepemimpinan karena kepala desa sekaligus merangkap kepala adat
kemampuan masyarakat menyesuaikan diri dalam setiap perkembangan dan perubahan sosial
hubungan yang harmonis antarwarga berdasarkan persamaan kepentingan untuk kemajuan desanya
pola perilaku masyarakat yang masih tradisional berdasarkan adat istiadat yang dipegang teguh
keputusan yang dibuat berdasarkan rasional yang menekankan pada kemampuan masyarakat
Kelompok gemeinschaft (paguyuban) menurut Ferdinand Tonnies memiliki ciri hubungan sosial yang bersifat erat, personal, dan tradisional. Suku Tengger hidup dengan nilai-nilai gotong royong, ketaatan pada adat, dan kebersamaan, yang menunjukkan bahwa masyarakatnya masih tradisional dan memegang teguh adat istiadat. Oleh karena itu, karakteristik yang sesuai adalah pola perilaku masyarakat yang masih tradisional berdasarkan adat istiadat yang dipegang teguh.
Bandingkan pilihanmu dengan sobat pembelajar yang lain.