Soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana 2026

Persiapkan diri Anda dengan 520 soal latihan yang dirancang khusus sesuai kisi-kisi CAT BKN terbaru.

Materi Ujian

Materi mencakup kompetensi teknis, regulasi terbaru bidang Penyuluh Keluarga Berencana, serta simulasi studi kasus HOTS (Higher Order Thinking Skills).

Daftar Latihan Soal

520 Soal Tersedia
Soal #1
Menurut Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, pengendalian kuantitas penduduk dilakukan melalui beberapa kebijakan strategis. Kebijakan utama yang secara eksplisit diamanatkan untuk mengarahkan persebaran dan mobilitas penduduk yang serasi, selaras, dan seimbang dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan adalah...
A. Penataan persebaran dan pengarahan mobilitas penduduk melalui transmigrasi, pemerataan pembangunan wilayah, dan pengaturan urbanisasi terencana
B. Pembatasan ketat izin perkawinan bagi penduduk yang tinggal di wilayah pedesaan
C. Penerapan sanksi pidana dan denda bagi keluarga yang memiliki anak lebih dari dua orang
D. Penghentian total arus migrasi penduduk antarpulau di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
E. Pemindahan paksa seluruh penduduk usia lanjut dari daerah perkotaan ke pedesaan
Jawaban: A

Berdasarkan Pasal 22 - 27 UU No. 52 Tahun 2009, pengendalian kuantitas penduduk mencakup penetapan kebijakan penurunan angka kelahiran, penurunan angka kematian, serta penataan persebaran dan pengarahan mobilitas penduduk yang diselaraskan dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan hidup melalui transmigrasi, pembangunan daerah tertinggal, serta manajemen urbanisasi yang terencana dan terintegrasi.
Soal #2
Dalam analisis kebijakan pengendalian penduduk oleh BKKBN, pencapaian replacement level fertility (tingkat fertilitas pergantian) menjadi target krusial untuk menuju Penduduk Tumbuh Seimbang (PTS). Secara demografis, suatu populasi dikatakan telah mencapai replacement level apabila angka Total Fertility Rate (TFR) berada pada kisaran...
A. TFR = 3,0 – 3,2 anak per wanita usia subur
B. TFR = 2,1 anak per wanita usia subur
C. TFR = 1,0 anak per wanita usia subur
D. TFR = 0,5 anak per wanita usia subur
E. TFR = 4,0 anak per wanita usia subur
Jawaban: B

Replacement level fertility secara demografi global didefinisikan sebagai tingkat kesuburan rata-rata di mana seorang wanita melahirkan cukup anak perempuan untuk menggantikan dirinya dan pasangannya dalam populasi. Dalam kondisi angka mortalitas normal, angka TFR pengganti berada pada nilai 2,1 anak per wanita usia reproduksi (15-49 tahun). Angka 0,1 mengkompensasi rasio jenis kelamin saat lahir (sekitar 105 laki-laki per 100 perempuan) dan risiko mortalitas sebelum mencapai usia reproduksi.
Soal #3
Di suatu wilayah binaan Penyuluh KB, data sensus kependudukan menunjukkan jumlah penduduk usia belum produktif (0–14 tahun) sebanyak 30.000 jiwa, usia produktif (15–64 tahun) sebanyak 100.000 jiwa, dan usia non-produktif lanjut (65+ tahun) sebanyak 15.000 jiwa. Berapakah angka Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) wilayah tersebut dan bagaimana interpretasinya?
A. 30 per 100 penduduk usia produktif; wilayah mengalami krisis penuaan penduduk akut
B. 40 per 100 penduduk usia produktif; wilayah belum memasuki kondisi bonus demografi
C. 45 per 100 penduduk usia produktif; setiap 100 penduduk usia produktif menanggung beban 45 penduduk usia non-produktif (kondisi bonus demografi)
D. 65 per 100 penduduk usia produktif; beban tanggungan wilayah tergolong sangat tinggi
E. 75 per 100 penduduk usia produktif; wilayah terancam kebangkrutan ekonomi lokal
Jawaban: C

Rumus Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio - DR) adalah: DR = [(Penduduk 0-14 tahun + Penduduk 65+ tahun) / Penduduk 15-64 tahun] x 100 = [(30.000 + 15.000) / 100.000] x 100 = (45.000 / 100.000) x 100 = 45 per 100 penduduk usia produktif. Nilai DR di bawah 50 (antara 40-50) menandakan wilayah tersebut sedang berada dalam jendela peluang (window of opportunity) Bonus Demografi, di mana beban tanggungan relatif rendah sehingga mendukung akumulasi tabungan dan investasi produktif.
Soal #4
Pemerintah menyusun Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) sebagai dokumen induk perencanaan kependudukan berjangka 25 tahun yang wajib dimiliki oleh pemerintah daerah. Di bawah ini yang merupakan 5 (lima) pilar utama GDPK adalah...
A. Pengendalian inflasi, ketahanan pangan, pertahanan negara, penegakan hukum, dan hubungan internasional
B. Pengentasan kemiskinan, reformasi birokrasi, digitalisasi pemerintahan, elektrifikasi desa, dan pembangunan jalan tol
C. Bantuan sosial langsung, subsidi pupuk, pembagian sembako, perbaikan gizi buruk, dan bedah rumah
D. Pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, penataan persebaran dan pengarahan mobilitas penduduk, serta penataan administrasi kependudukan
E. Peningkatan ekspor, substitusi impor, pembatasan kepemilikan tanah, redistribusi aset perbankan, dan pengenaan pajak progresif
Jawaban: D

Sesuai Perpres No. 153 Tahun 2014 tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK), 5 Pilar GDPK meliputi: (1) Pengendalian Kuantitas Penduduk, (2) Peningkatan Kualitas Penduduk, (3) Pembangunan Keluarga, (4) Penataan Persebaran dan Pengarahan Mobilitas Penduduk, dan (5) Penataan Administrasi Kependudukan. GDPK menjadi pedoman lintas sektor untuk menyelaraskan dinamika kependudukan dengan pembangunan nasional dan daerah.
Soal #5
Teori Transisi Demografi menggambarkan perubahan tingkat kelahiran dan kematian dalam perkembangan masyarakat. Pada 'Tahap III' (Transisi Akhir / Late Expanding), fenomena kependudukan yang terjadi adalah...
A. Tingkat kelahiran dan kematian sama-sama sangat tinggi sehingga pertumbuhan penduduk mendekati nol
B. Tingkat kematian melonjak tajam akibat wabah penyakit sementara tingkat kelahiran menurun drastis
C. Tingkat kelahiran meningkat tajam sedangkan tingkat kematian turun drastis sehingga terjadi ledakan penduduk tak terkendali
D. Terjadinya pertumbuhan penduduk negatif karena angka kematian jauh melampaui angka kelahiran
E. Tingkat kematian terus menurun stabil dan tingkat kelahiran mulai menurun dengan cepat (antara lain akibat adopsi KB dan urbanisasi), sehingga laju pertumbuhan penduduk mulai melambat
Jawaban: E

Dalam Teori Transisi Demografi: Tahap I (High Stationary): CBR & CDR tinggi; Tahap II (Early Expanding): CDR turun drastis, CBR tetap tinggi (pertumbuhan pesat); Tahap III (Late Expanding): CDR terus turun/stabil rendah dan CBR turun secara signifikan karena adopsi kontrasepsi/KB, industrialisasi, peningkatan pendidikan wanita, sehingga pertumbuhan penduduk mulai melambat; Tahap IV (Low Stationary): CBR & CDR sama-sama rendah.

Akses 520 Soal Lengkap

Anda sedang berada dalam mode trial. Dapatkan akses penuh ke seluruh bank soal dan pembahasan mendalam untuk meloloskan Anda di CPNS 2026.

Rp25.000 / sekali bayar
Upgrade Premium Sekarang

Tanya Jawab (FAQ)

Apa itu soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana?

Soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana adalah kumpulan latihan soal Seleksi Kompetensi Bidang CPNS yang dirancang untuk mengukur kemampuan teknis peserta sesuai formasi jabatan yang dilamar.

Apakah soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana sesuai kisi-kisi terbaru?

Ya, materi soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana disusun berdasarkan kisi-kisi terbaru, pola CAT BKN, serta analisis tipe soal yang sering muncul pada seleksi CPNS.

Apa saja materi yang diujikan dalam soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana?

Materi soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana mencakup kompetensi teknis jabatan, studi kasus, pemahaman regulasi, kemampuan analisis, serta soal HOTS yang relevan dengan bidang pekerjaan.

Apakah tersedia pembahasan untuk setiap soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana?

Ya, setiap soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan agar peserta dapat memahami konsep dan pola pengerjaan soal dengan lebih baik.

Berapa jumlah soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana yang tersedia?

Saat ini tersedia 520 soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana yang dapat digunakan sebagai bahan latihan menghadapi seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana ini cocok untuk latihan CAT CPNS?

Latihan soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana dirancang menyerupai pola ujian CAT CPNS sehingga dapat membantu peserta beradaptasi dengan format dan tingkat kesulitan soal sebenarnya.

Mengapa latihan soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana penting?

Latihan soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana membantu peserta memahami materi teknis, meningkatkan kecepatan mengerjakan soal, serta membiasakan diri dengan tipe soal yang sering keluar pada seleksi CPNS.

Apakah soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana diperbarui secara berkala?

Ya, bank soal SKB Penyuluh Keluarga Berencana diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kisi-kisi, regulasi, dan pola soal terbaru dalam seleksi CPNS.

Statistik Latihan
Total Soal 520
Update Terakhir Mei 2026

Seringlah berlatih untuk membiasakan diri dengan batas waktu CAT.