Contoh Soal TIU Deret Angka CPNS 2026: Trik Rumus & Pembahasan HOTS

Penguasaan soal deret angka CPNS merupakan kunci strategis untuk mendongkrak skor Tes Intelegensia Umum (TIU) dalam seleksi SKD CPNS 2026. Subtes numerik pola bilangan ini menguji ketajaman logika aritmetika, daya konsentrasi, serta kecepatan peserta dalam membedah pola tersembunyi di balik barisan angka. Melalui kumpulan latihan soal deret angka CPNS ini, kamu akan menguasai berbagai trik praktis mulai dari pola bertingkat, deret melompat (dua larik), hingga kombinasi operasi aritmetika kompleks.

Disusun & Diverifikasi: Tim Akademik BelajarBro
Standar: Kisi-kisi Resmi BKN & KepmenPAN-RB • Diperbarui: Oktober 2026

Daftar Paket Latihan Soal Deret Angka CPNS

Berikut adalah 36 paket simulasi latihan soal deret angka CPNS berstandar sistem CAT BKN terbaru. Klik tautan paket di bawah ini untuk mengerjakan latihan secara bertahap:

Simulasi Contoh Soal Deret Angka HOTS & Pembahasan

Uji ketajaman logika numerik kamu dengan menyelesaikan 3 butir contoh soal deret angka TIU CPNS model CAT BKN di bawah ini:
Soal 1: Deret Angka Berselang / Dua Larik (Pola Geometri & Aritmetika)

Contoh Soal Deret Angka 1: Pola Dua Larik Berselang

Tentukan angka berikutnya untuk melengkapi barisan berikut:

3,   8,   9,   16,   27,   24,   81,   ...

  • A. 28
  • B. 32
  • C. 36
  • D. 96
  • E. 243

Kunci Jawaban: B (32)

Pembahasan Pola Dua Larik:
Barisan ini memiliki lebih dari 6 suku dengan pergerakan naik yang tidak beraturan, mengindikasikan pola berselang (dua larik):
• Larik 1 (Suku Ganjil - Suku 1, 3, 5, 7): $3, 9, 27, 81$ → Pola perpangkatan 3 atau dikali 3 ($3 \times 3 = 9$, $9 \times 3 = 27$, $27 \times 3 = 81$).
• Larik 2 (Suku Genap - Suku 2, 4, 6, 8): $8, 16, 24, \dots$ → Pola penambahan tetap $+8$ atau kelipatan 8 ($8 + 8 = 16$, $16 + 8 = 24$, $24 + 8 = 32$).
Karena suku yang dicari berada pada urutan ke-8 (posisi genap), maka nilainya adalah $24 + 8 = \mathbf{32}$.

Soal 2: Deret Pola Bertingkat (Beda Tingkat Dua Aritmetika)

Contoh Soal Deret Angka 2: Pola Selisih Bertingkat Dua

Tentukan angka berikutnya untuk melengkapi barisan berikut:

2,   5,   11,   20,   32,   47,   ...

  • A. 62
  • B. 65
  • C. 67
  • D. 70
  • E. 72

Kunci Jawaban: B (65)

Pembahasan Deret Beda Bertingkat:
Hitung selisih antar dua suku yang berdekatan:
• Selisih Tingkat 1:
$5 - 2 = \mathbf{+3}$
$11 - 5 = \mathbf{+6}$
$20 - 11 = \mathbf{+9}$
$32 - 20 = \mathbf{+12}$
$47 - 32 = \mathbf{+15}$
• Perhatikan barisan beda: $3, 6, 9, 12, 15$. Barisan ini memiliki selisih tetap $+3$ (kelipatan 3).
• Maka beda berikutnya adalah $15 + 3 = \mathbf{+18}$.
Suku selanjutnya yang dicari adalah $47 + 18 = \mathbf{65}$.

Soal 3: Pola Operasi Bergantian Selang-Seling (HOTS CAT BKN)

Contoh Soal Deret Angka 3: Pola Operasi Campuran Bergantian

Tentukan angka berikutnya untuk melengkapi barisan berikut:

4,   6,   12,   14,   28,   30,   ...

  • A. 32
  • B. 58
  • C. 60
  • D. 62
  • E. 64

Kunci Jawaban: C (60)

Pembahasan Operasi Selang-Seling:
Perhatikan hubungan perubahan nilai dari satu angka ke angka berikutnya:
• $4 \rightarrow 6$ → Ditambah $2$ ($+2$)
• $6 \rightarrow 12$ → Dikali $2$ ($\times 2$)
• $12 \rightarrow 14$ → Ditambah $2$ ($+2$)
• $14 \rightarrow 28$ → Dikali $2$ ($\times 2$)
• $28 \rightarrow 30$ → Ditambah $2$ ($+2$)
Pola operasi berulang secara konsisten: $(+2, \times 2, +2, \times 2, +2, \dots)$.
Setelah operasi $+2$ pada angka 30, langkah berikutnya adalah mengalikan dengan $2$:
$30 \times 2 = \mathbf{60}$.

Trik Cepat Menjawab Soal Deret Angka CPNS 2026

Di sistem CAT BKN, kamu hanya memiliki waktu rata-rata 45-50 detik per butir soal. Menghitung secara manual tanpa mengenali tipe barisan akan menghabiskan waktu ujian. Kuasai kumpulan trik deret angka CPNS berikut untuk menemukan pola dalam hitungan detik:

1. Metode Deteksi Jumlah Suku & Fluktuasi Angka

Saat melihat soal barisan angka di layar komputer CAT:

  • Jika Suku Terdiri dari 4 - 5 Angka: Hampir dipastikan deret tersebut adalah satu larik (pola beda tetap, deret bertingkat 2, atau operasi bergantian).
  • Jika Suku Berjumlah Lebih dari 6 Angka: Sangat besar kemungkinan merupakan deret melompat (dua larik atau tiga larik). Segera buat jembatan lompat satu suku (suku 1-3-5 dan suku 2-4-6).
  • Jika Angka Naik-Turun (Fluktuatif): Jangan cari beda berurutan! Cek deret berselang atau operasi campuran ($+ \text{lalu} \div$, atau $- \text{lalu} \times$).

2. Hafalkan Karakteristik 5 Pola Bilangan Khas BKN

  • Pola Beda Bertingkat: Hitung selisih baris pertama. Jika belum teratur, hitung selisih dari selisih tersebut (tingkat dua).
  • Pola Fibonacci: Nilai suatu suku dihasilkan dari penjumlahan dua suku sebelumnya ($U_n = U_{n-1} + U_{n-2}$, misal: $1, 2, 3, 5, 8, 13, 21 \dots$).
  • Pola Kuadrat dan Kubik: Deret bilangan $n^2$ ($1, 4, 9, 16, 25, 36, 49 \dots$) atau variasi $n^2 \pm 1$ ($0, 3, 8, 15, 24, 35 \dots$).
  • Pola Bilangan Prima: Barisan angka yang hanya habis dibagi 1 dan dirinya sendiri ($2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31 \dots$).
  • Pola Pengelompokan (Kelompok 3 Suku): Tiga angka berurutan membentuk kesatuan operasi tersendiri sebelum berulang di tiga angka berikutnya.

Tips Latihan Soal Deret Angka Lolos Passing Grade TIU

Strategi psikologis dan taktis saat menghadapi subtes numerik TIU SKD CPNS:

  • Gunakan Kertas Coretan dengan Efisien: Tulis suku-suku dengan spasi lebar, lalu tulis selisih di antara dua angka di bawahnya dengan tanda panah kecil.
  • Terapkan Aturan 45 Detik: Jika dalam 30 detik kamu belum melihat pola dasarnya, jangan biarkan rasa penasaran menjebakmu. Segera lewati (*skip*) dan kembali lagi jika ada waktu tersisa.
  • Eliminasi Jawaban Lewat Digit Terakhir (Satuan): Pada deret angka bernilai besar, seringkali kamu hanya perlu menghitung angka satuan terakhir untuk menentukan opsi jawaban yang tepat.

Pertanyaan Seputar Soal Deret Angka TIU CPNS

Bagaimana cara cepat mengenali pola deret angka yang melompat (dua larik) di CAT CPNS?

Ciri utama deret melompat adalah pergerakan angka yang fluktuatif atau naik-turun secara tidak wajar (misal: naik kecil lalu turun, atau angka berulang). Jika barisan memiliki lebih dari 6 suku, cobalah membagi barisan menjadi dua larik: pisahkan suku urutan ganjil (1, 3, 5, 7) dan suku urutan genap (2, 4, 6, 8) untuk melihat polanya masing-masing.

Berapa rata-rata waktu ideal untuk mengerjakan satu soal deret angka TIU?

Waktu pengerjaan ideal untuk soal deret angka di ujian CAT SKD CPNS adalah maksimal 45 hingga 50 detik. Jika dalam waktu 30 detik pola belum ditemukan, segera tandai untuk dilewati terlebih dahulu agar tidak menghabiskan waktu pada soal numerik lainnya.

Pola deret angka apa saja yang paling sering keluar dalam ujian SKD CPNS?

Berdasarkan kisi-kisi resmi BKN, pola deret angka yang paling sering muncul meliputi deret beda bertingkat (selisih bertingkat 2 atau 3), deret lompat satu/dua angka, operasi bilangan selang-seling (+ dan x), barisan Fibonacci, serta deret bilangan kuadrat/kubik.

Rujukan Resmi Materi TIU Seleksi Kompetensi Dasar CPNS

Materi kemampuan numerik dan deret angka Tes Intelegensia Umum (TIU) diselenggarakan berdasarkan standar kompetensi resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Jelajahi juga materi dan kumpulan latihan soal subtes lainnya di BelajarBro:

Kategori
Soal CPNS TIU Deret Angka Pola Bilangan HOTS Pembahasan

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?