Kumpulan Soal TIU Deret Angka CPNS 2026 Terbaru & Pembahasan

Belajar deret angka pada subtes TIU CPNS bertujuan menguji daya nalar logika, ketelitian, dan kejelian kita dalam menemukan pola tersembunyi di balik barisan bilangan. Soal-soal ini mencakup pola bertingkat, deret melompat (larik ganda), operasi bergantian, hingga barisan Fibonacci. Di BelajarBro, kamu bisa mengasah kepekaan pola ini lewat 206 latihan soal deret angka yang terbagi ke dalam 36 paket latihan.

Daftar Paket Latihan Soal TIU Deret Angka

Pilih paket latihan di bawah ini untuk memulai latihan mandiri:

Kunci utama menjawab soal deret angka HOTS di CAT BKN adalah membaca tren pergerakan angka. Jika angka naik-turun secara tidak wajar atau jumlah suku lebih dari enam, prioritaskan analisis deret berselang (dua larik) sebelum mencoba pola selisih biasa.

Contoh Soal TIU Deret Angka HOTS CPNS dan Pembahasan

Pelajari contoh soal TIU deret angka pola bilangan format CAT BKN terbaru lengkap dengan pembahasannya. Klik salah satu opsi jawaban untuk melihat analisis bedah pola dan langkah penjelasannya:

SOAL 1 路 HOTS
Tentukan angka berikutnya untuk melengkapi barisan bilangan berikut: 3,   8,   9,   16,   27,   24,   81,   ...
Kunci & Bedah Pola Bilangan: Opsi B

Analisis Pola Deret Dua Larik (Melompat):
Barisan ini memiliki $7$ suku yang sudah diketahui dengan pola pergerakan naik-turun. Pola seperti ini merupakan ciri khas deret dua larik berselang:
• Larik 1 (Suku Posisi Ganjil: 1, 3, 5, 7):
$3 \xrightarrow{\times 3} 9 \xrightarrow{\times 3} 27 \xrightarrow{\times 3} 81$ (Operasi dikali $3$ atau perpangkatan $3^n$).
• Larik 2 (Suku Posisi Genap: 2, 4, 6, 8):
$8 \xrightarrow{+8} 16 \xrightarrow{+8} 24 \xrightarrow{+8} \dots$ (Operasi penambahan konstan $+8$ atau kelipatan $8$).
Karena suku yang dicari berada pada urutan ke-8 (posisi genap), kita melanjutkan operasi pada Larik 2:
$$24 + 8 = 32$$

Bedah Pilihan Jawaban & Pengecoh:

  • A. 28: SALAH. Terjadi bila salah menduga penambahan $+4$.
  • B. 32: BENAR. Hasil eksak dari penambahan konstan larik genap $24 + 8 = 32$.
  • C. 36: SALAH. Mengira suku genap bertambah secara bertingkat.
  • D. 96: SALAH. Mengalikan $24 \times 4$.
  • E. 243: SALAH. Terkecoh melanjutkan larik ganjil ($81 \times 3 = 243$), padahal posisi yang dicari adalah urutan genap.
馃挕 Prinsip Emas Deret Melompat: Jika barisan memiliki lebih dari 6 suku dan terlihat naik-turun, langsung pisahkan suku bernomor ganjil dan genap menjadi dua lintasan terpisah.
SOAL 2 路 HOTS
Tentukan angka berikutnya untuk melengkapi barisan bilangan berikut: 2,   5,   11,   20,   32,   47,   ...
Kunci & Bedah Pola Bilangan: Opsi B

Analisis Pola Beda Bertingkat Dua:
Hitung selisih antar dua suku yang bersebelahan:
• Tingkat 1 (Selisih Pertama):
$5 - 2 = +3$
$11 - 5 = +6$
$20 - 11 = +9$
$32 - 20 = +12$
$47 - 32 = +15$
• Tingkat 2 (Selisih dari Selisih):
Perhatikan barisan selisih pertama: $3, 6, 9, 12, 15$. Barisan ini memiliki selisih konstan $+3$ (kelipatan bilangan $3$).
Maka selisih berikutnya pada tingkat 1 adalah:
$$15 + 3 = +18$$ Dengan demikian, suku lanjutan barisan utama adalah:
$$47 + 18 = 65$$

Bedah Pilihan Jawaban & Pengecoh:

  • A. 62: SALAH. Terjadi bila mengira selisihnya tetap $+15$ ($47 + 15 = 62$).
  • B. 65: BENAR. Hasil perhitungan tepat dari $47 + 18 = 65$.
  • C. 68: SALAH. Menambahkan $+21$ secara melompat.
  • D. 70: SALAH. Salah saat menjumlahkan $47 + 23$.
  • E. 72: SALAH. Terjadi kesalahan hitung pada penjumlahan tingkat dua.
馃挕 Prinsip Emas Beda Bertingkat: Jika selisih pertama belum konstan tetapi membentuk barisan aritmetika teratur ($3, 6, 9, 12 \dots$), cukup cari beda tingkat berikutnya untuk menemukan penambahan akhir.
SOAL 3 路 HOTS
Tentukan angka berikutnya untuk melengkapi barisan bilangan berikut: 4,   6,   12,   14,   28,   30,   ...
Kunci & Bedah Pola Bilangan: Opsi C

Analisis Pola Operasi Bergantian (Selang-Seling):
Perhatikan hubungan perubahan nilai dari satu suku ke suku berikutnya secara runtut:
• $4 \rightarrow 6 \implies$ Ditambah $2$ ($+2$)
• $6 \rightarrow 12 \implies$ Dikali $2$ ($\times 2$)
• $12 \rightarrow 14 \implies$ Ditambah $2$ ($+2$)
• $14 \rightarrow 28 \implies$ Dikali $2$ ($\times 2$)
• $28 \rightarrow 30 \implies$ Ditambah $2$ ($+2$)
Pola operasinya adalah berulang selang-seling secara teratur: $(+2, \times 2, +2, \times 2, +2, \dots)$.
Setelah operasi $+2$ pada angka $30$, giliran operasi berikutnya adalah dikali $2$ ($\times 2$):
$$30 \times 2 = 60$$

Bedah Pilihan Jawaban & Pengecoh:

  • A. 32: SALAH. Terjadi bila keliru mengulang operasi $+2$ berturut-turut ($30 + 2 = 32$).
  • B. 58: SALAH. Mengurangkan dari kelipatan perkalian.
  • C. 60: BENAR. Hasil operasi perkalian $\times 2$ dari $30 \times 2 = 60$.
  • D. 62: SALAH. Menggabungkan operasi dikali dua lalu ditambah dua.
  • E. 64: SALAH. Mengira pola kuadrat atau perkalian eksponensial.
馃挕 Prinsip Emas Operasi Bergantian: Jika sebuah barisan memiliki pola lonjakan yang bergantian (satu langkah naik sedikit, langkah berikutnya melonjak tajam), cek kemungkinan pola kombinasi penjumlahan dan perkalian.
SOAL 4 路 HOTS
Tentukan angka berikutnya untuk melengkapi barisan bilangan berikut: 2,   3,   5,   8,   13,   21,   ...
Kunci & Bedah Pola Bilangan: Opsi C

Analisis Barisan Pola Fibonacci:
Periksa hubungan antara setiap suku dengan dua suku sebelumnya:
• Suku ke-3: $2 + 3 = 5$
• Suku ke-4: $3 + 5 = 8$
• Suku ke-5: $5 + 8 = 13$
• Suku ke-6: $8 + 13 = 21$
Kaidah ini adalah pola barisan Fibonacci, di mana nilai suatu suku diperoleh dari penjumlahan dua suku persis sebelumnya ($U_n = U_{n-1} + U_{n-2}$).
Maka suku berikutnya (suku ke-7) adalah:
$$13 + 21 = 34$$

Bedah Pilihan Jawaban & Pengecoh:

  • A. 29: SALAH. Terjadi bila hanya menambahkan $+8$ pada suku terakhir.
  • B. 31: SALAH. Mengira selisihnya $+10$.
  • C. 34: BENAR. Hasil penjumlahan dua suku sebelumnya $13 + 21 = 34$.
  • D. 36: SALAH. Terjadi kesalahan hitung pada penjumlahan belasan.
  • E. 42: SALAH. Mengalikan suku terakhir dengan dua ($21 \times 2 = 42$).
馃挕 Prinsip Emas Barisan Fibonacci: Jika selisih antar suku selalu sama dengan suku-suku yang berada di depannya, langsung curigai sebagai pola Fibonacci ($U_n = U_{n-1} + U_{n-2}$).
SOAL 5 路 HOTS
Tentukan angka berikutnya untuk melengkapi barisan bilangan berikut: 3,   8,   15,   24,   35,   48,   ...
Kunci & Bedah Pola Bilangan: Opsi C

Analisis Pola Bilangan Kuadrat Kurang Satu ($n^2 - 1$):
Barisan ini dapat diselesaikan dengan dua pendekatan logika cepat:
• Pendekatan 1 (Formula Kuadrat $n^2 - 1$):
$2^2 - 1 = 4 - 1 = 3$
$3^2 - 1 = 9 - 1 = 8$
$4^2 - 1 = 16 - 1 = 15$
$5^2 - 1 = 25 - 1 = 24$
$6^2 - 1 = 36 - 1 = 35$
$7^2 - 1 = 49 - 1 = 48$
Suku berikutnya untuk $n = 8$ adalah:
$$8^2 - 1 = 64 - 1 = 63$$ • Pendekatan 2 (Selisih Bilangan Ganjil Berurutan):
$8 - 3 = +5$
$15 - 8 = +7$
$24 - 15 = +9$
$35 - 24 = +11$
$48 - 35 = +13$
Selisih bertambah $+2$ secara konsisten (bilangan ganjil berurutan), sehingga selisih berikutnya adalah $+15$:
$$48 + 15 = 63$$

Bedah Pilihan Jawaban & Pengecoh:

  • A. 57: SALAH. Terjadi bila salah menduga penambahan $+9$.
  • B. 60: SALAH. Terjadi bila mengira selisih berikutnya adalah $+12$.
  • C. 63: BENAR. Hasil perhitungan akurat dari $8^2 - 1 = 63$ atau $48 + 15 = 63$.
  • D. 65: SALAH. Terbalik menghitung $8^2 + 1 = 65$.
  • E. 72: SALAH. Menghitung penambahan kelipatan angka genap.
馃挕 Prinsip Emas Pola Kuadrat: Barisan $3, 8, 15, 24, 35 \dots$ adalah bentuk modifikasi kuadrat sempurna ($n^2 - 1$). Menghafal angka kuadrat dasar ($4, 9, 16, 25, 36, 49, 64$) mempermudah mendeteksi variasi $n^2 \pm 1$.

Trik Cepat Menjawab Soal Deret Angka CPNS 2026

Di sistem CAT BKN, kamu hanya memiliki waktu rata-rata 45-50 detik per soal. Menghitung secara manual tanpa mengenali tipe barisan akan menghabiskan waktu ujian. Kuasai kumpulan trik deret angka CPNS berikut untuk menemukan pola dalam hitungan detik:

1. Metode Deteksi Jumlah Suku & Fluktuasi Angka

Saat melihat soal barisan angka di layar komputer CAT:

  • Jika Suku Terdiri dari 4 - 5 Angka: Hampir dipastikan deret tersebut adalah satu larik (pola beda tetap, deret bertingkat 2, atau operasi bergantian).
  • Jika Suku Berjumlah Lebih dari 6 Angka: Sangat besar kemungkinan merupakan deret melompat (dua larik atau tiga larik). Segera buat jembatan lompat satu suku (suku 1-3-5 dan suku 2-4-6).
  • Jika Angka Naik-Turun (Fluktuatif): Jangan cari beda berurutan! Cek deret berselang atau operasi campuran ($+ \text{lalu} \div$, atau $- \text{lalu} \times$).

2. Hafalkan Karakteristik 5 Pola Bilangan Khas BKN

  • Pola Beda Bertingkat: Hitung selisih baris pertama. Jika belum teratur, hitung selisih dari selisih tersebut (tingkat dua).
  • Pola Fibonacci: Nilai suatu suku dihasilkan dari penjumlahan dua suku sebelumnya ($U_n = U_{n-1} + U_{n-2}$, misal: $1, 2, 3, 5, 8, 13, 21 \dots$).
  • Pola Kuadrat dan Kubik: Deret bilangan $n^2$ ($1, 4, 9, 16, 25, 36, 49 \dots$) atau variasi $n^2 \pm 1$ ($0, 3, 8, 15, 24, 35 \dots$).
  • Pola Bilangan Prima: Barisan angka yang hanya habis dibagi 1 dan dirinya sendiri ($2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31 \dots$).
  • Pola Operasi Selang-Seling: Kombinasi operasi hitung berulang seperti $+a, \times b, +a, \times b$.

Tips Latihan Soal Deret Angka Lolos Passing Grade TIU

Strategi psikologis dan taktis saat menghadapi subtes numerik TIU SKD CPNS:

  • Gunakan Kertas Coretan dengan Efisien: Tulis suku-suku dengan spasi lebar, lalu tulis selisih di antara dua angka di bawahnya dengan tanda panah kecil.
  • Terapkan Aturan 45 Detik: Jika dalam 30 detik kamu belum melihat pola dasarnya, jangan biarkan rasa penasaran menjebakmu. Segera lewati (*skip*) dan kembali lagi jika ada waktu tersisa.
  • Eliminasi Jawaban Lewat Digit Terakhir (Satuan): Pada deret angka bernilai besar, seringkali kamu hanya perlu menghitung angka satuan terakhir untuk menentukan opsi jawaban yang tepat.

Pertanyaan Seputar Soal TIU Deret Angka

Bagaimana cara cepat mengenali pola deret angka yang melompat (dua larik) di CAT CPNS?

Ciri utama deret melompat adalah pergerakan angka yang fluktuatif atau naik-turun secara tidak wajar. Jika barisan memiliki lebih dari 6 suku, cobalah membagi barisan menjadi dua larik: pisahkan suku urutan ganjil (1, 3, 5, 7) dan suku urutan genap (2, 4, 6, 8) untuk melihat polanya masing-masing.

Berapa rata-rata waktu ideal untuk mengerjakan satu soal deret angka TIU?

Waktu pengerjaan ideal untuk soal deret angka di ujian CAT SKD CPNS adalah maksimal 45 hingga 50 detik. Jika dalam waktu 30 detik pola belum ditemukan, segera tandai untuk dilewati terlebih dahulu agar tidak menghabiskan waktu pada soal numerik lainnya.

Pola deret angka apa saja yang paling sering keluar dalam ujian SKD CPNS?

Berdasarkan kisi-kisi resmi BKN, pola deret angka yang paling sering muncul meliputi deret beda bertingkat (selisih bertingkat 2 atau 3), deret lompat satu atau dua angka, operasi bilangan selang-seling (+ dan x), barisan Fibonacci, serta deret bilangan kuadrat/kubik.

Kapan peserta harus memutuskan untuk melewati (skip) soal deret angka yang sulit?

Jika dalam 30 detik pertama setelah mencoba mencari selisih pertama dan melompat suku kamu belum melihat ritme pola yang konsisten, segera pilih tebakan terbaik yang paling masuk akal, catat nomor soalnya di kertas buram, lalu lanjutkan ke soal berikutnya.

Kategori
Soal CPNS TIU Deret Angka HOTS

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?