Soal Bahasa Indonesia
(Bagian 1)
TIU SKD

SKD

Clarymond Simbolon

Clarymond Simbolon
1 hari yang lalu


SKD TIU Bahasa Indonesia

1
Dianjak layu, dibubut mati.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Pendirian yang sudah tetap, tidak akan diubah-ubah lagi
  2. Keputusan yang belum bulat, masih bisa diubah lagi
  3. Orang yang selalu menjaga nama baik
  4. Selalu berbuat baik kepada orang lain
  5. Saling membutuhkan sampai kapanpun
Jawaban : A Yang dianjak dan dibubut dalam peribahasa di atas ialah tanaman. Kalau dipindahkan dari tempat di mana dia mula tumbuh, tanaman itu akan menjadi layu, dan jika dicabut pasti ia mati.
Tanaman itu diumpamakan dengan pendirian seseorang yang sudah tetap, tidak akan berubah - ubah lagi. Ibarat tanaman di atas, jika dianjak ia layu, dan jika dicabut ia akan mati. Boleh juga diumpamakan dengan perkataan yang sudah diucapkan yang tidak akan diubah lagi apapun yang akan terjadi.
“Pendirian yang sudah tetap, tidak akan diubah - ubah lagi”. Diskusi
2
Bagai menghasata kain sarung
Makna peribahasa di atas adalah ...
  1. Mencari kesalahan orang lain
  2. Merasa benar dalam perselisihan
  3. Melakukan pekerjaan yang sia-sia
  4. Saudara pun dapat menjadi musuh
  5. Melakukan pekerjaan yang berulang
Jawaban : C Kalau kita mengukur kain sarung itu dengan hasta kita, tetapi kita tidak memberi tanda di mana kita mulai mengukur, tentu kita akan terus - menerus menghasta tanpa berhenti karena kain sarung itu merupakan lingkaran.
Jadi, peribahasa di atas dikiaskan kepada perbuatan yang sia - sia, tidak ada gunanya. Sudah capek kita bekerja namun tidak ada hasilnya. Diskusi
3
Nan lurah jua dituruti air.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Orang angkuh selalu tidak peduli kata orang lain
  2. Orang kaya juga yang senantiasa bertambah kekayaanya, orang miskin tetap miskin
  3. Kehidupan sebaiknya seperti air mengalir
  4. Keadaan yang sangat sulit
  5. Kondisi yang biasa-biasa saja
Jawaban : B Lurah dalam peribahasa di atas dikiaskan kepada orang yang kaya. Air dikiaskan keuntungan atau kekayaan.
Peribahas di atas mengiaskan bahwa biasanya orang yang kaya juga yang bertambah kaya, sedangkan si miskin akan tetap dalam kemiskinannya.
Mengapa demikian? Ya, obrang kaya mempunyai modal dan modal itu ia dapat memperbesar atau memperluas usahanya. Karena itu, makin lama ia akan makin kaya.
Anak - anaknya dapat dise kolahkan sampai ke sekolah tinggi sehingga mereka pun berkesempatan menjadi orang yang maju dalam hidupnya.
Sebaliknya, orang yang miskin tbidak mempunyai kemampuan seperti si kaya itu sehingga ia dan anak - anaknya tetap miskin.
“Orang kaya juga yang senantiasa bertambah kekayaanya; orang miskin tetap miskin”. Diskusi
4
Kasihan anak tangan-tangani, kasihan istri tinggal-tinggalkan.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Kalau sayang anak dan istri janganlah dimanjakan
  2. Sayang anak dan istri dengan sepenuh hati
  3. Anak adalah titipan yang harus dijaga; istri jangan ditinggalkan
  4. Istri adalah guru bagi anak-anaknya
  5. Anak diajarkan lewat istri
Jawaban : A Kalau benar - benar sayang anak, janganlah anak itu dimanjakan. Kalau salah dan kesalahannya berat, marahilah anak itu, kalau perlu dipukul agar dia sadar bahwa perbuatan yang dilakukannya itu tidak baik dan tidak boleh diulanginya lagi.
Kalau sayang istri, tak apalah sekali - sekali meninggalkannya. Kalau kita terpisah dengan keluarga, kita sangat merindukannya, kita terpisah dengan keluarga, kita sangat merindukannya, kita rindu untuk berkumpul lagi. Kalau jauh dari orang yang kita cintai atau kita kasihi, baru terasa benar bahwa kita sayang kepadanya karena itu kita merindukannya.
“Kalau sayang anak san istri janganlah dimanjakan”. Diskusi
5
Bagai aur dengan tebing.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Selalu bertolak belakang
  2. Saling menguntungkan
  3. Sangat rukun dan selalu saling membantu
  4. Sangat ketergantungan
  5. Bagai minyak dan air
Jawaban : C Aur mendapat makanannya dari tebing, dan tebing pun menerima jasa aur, karena akar - akar aur itu dapat menahan tebing sehingga tidak runtuh.
Peribahasa di atas mengiaskan dua orang yang sangat rukun dan selalu tolong - menolong, bantu membantu.
“sangat rukun dan selalu saling membantu”. Diskusi

6
Alah bisa karena biasa.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Sudah lihai karena sering melakukannya
  2. Kebiasaan yang sering dilakukan
  3. Mahir dalam melakukan sesuatu karena berpengalaman
  4. Kebiasaan yang baik diteruskan lama-kelamaan orang akan mengikutinya
  5. Kalau kebiasaan yang buruk dipupuk, lama-kelamaan keburukannya itu takkan terasa lagi
Jawaban : E Bisa dalam peribahasa di atas diumpamakan dengan perbuatan yang tidak baik, misalnya, berjudi, meminum minuman keras, berdusta, menipu, mencuri, merampok, atau perbuatan jahat yang lain.
Kita jangan membiasakan diri kita melakukan salah satu di antara perbuatan jahat yang disebutkan di atas. Kalau kita mencobanya, mula - mula terasa tidak menyenangkan, tetapi lama - kelamaan perasaa n yang tidak menyenangkan itu akan hilang karena kita sudah menjadi biasa. Umpamakan dengan merokok. Orang yang pertama kali merokok akan merasakan bahwa rokok itu tidak enak, pahi, dsb. Mungkin ia akan merasa pusing, pening setelah merokok. Tetapi kalau t erus - menerus mencoba, lama - kelamaan tidak terasa lagi ketidakenakannya itu dan sebaliknya menjadi enak. Yang tidak enak itu dikalahkan dengan kebiasaan.
“Kalau kebiasaan yang buruk dipupuk, lama - kelamaan keburukannya itu takkan terasa lagi”. Diskusi
7
Diam-diam ubi berisi, diam-diam penggali berkarat.
  1. Diamnya orang pandai itu emas, diamnya orang bodoh itu lumpur
  2. Diamnya orang pandai itu berpikir, diamnya orang yang bodoh sia-sia
  3. Melakukan perbuatan baik tanpa harus diketahui oleh orang lain
  4. Memamerkan perbuatan baik yang jarang dilakukan
  5. Orang yang selalu menjadi panutan bagi orang lain
Jawaban : B Diamnya ubi dalam peribahasa di atas diumpamakan dengan diamnya orang berilmu, sedangkan diamnya penggali diumpamakan dengan diamnya orang bodoh. Orang berilmu itu kalau ia diam, ia berpikir, tetapi kalau orang bodoh yang diam, diamnya itu sia - sia, tak ada gunanya. Diskusi
8
Ketika ada jangan dimakan, telah habis maka dimakan.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Harta benda kita harus dibagikan ke orang lain yang lebih membutuhkan
  2. Harta benda tidak dibawa mati
  3. Jangan serakah akan akan kekayaan yang dimiliki
  4. Hemat dan menabung adalah cara untuk kaya
  5. Hiduplah hemat dan suka menabung. Selama tidak terdesak, janganlah tabungan itu diusik-usik
Jawaban : E Peribahasa di atas menganjurkan kita selalu hidup hemat, tidak boros. Artinya kita sebaik - baiknya dapat menyimpan. Kalau ada kelebihan uang walaupun sedikit, hendaklah ditabung. Kalau kita ditimpa kesusahan, kita dapat menggunakan simpanan atau tabungan itu. Kalau kita tiba - tiba sakit misalnya, sedangkan kita tidak ada lagi uang pada kita yang dapat dipakai membayar dokter dan obat, dapatlah kita ambil uang tabungan kita tadi. Tetapi, kalau tidak perlu benar, simpanan itu janganlah sekali - kali diusik. Diskusi
9
Seperti ayam bertelur di atas padi.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Bagai orang kaya yang tak pernah habis hartanya
  2. Orang yang senang hidupnya karena tinggal pada orang kaya yang pemurah
  3. Kelimpahan harta kekayaan yang tak disangka-sangka
  4. Selalu menonjolkan kekayaan
  5. Orang yang kaya sehingga segalanya diukur dengan harta benda
Jawaban : B Ayam yang bertelur di atas padi diumpamakan dengan orang yang senang, yang tidak kuatir akan kekurangan apa - apa karena ia tinggal pada seorang kaya y ang pemurah. Apa saja keperluannya akan diberi oleh orang kaya pemurah itu. Tidak pernah ia kekurangan. Diskusi
10
Bangau, bangau, minta aku leher.
badak, badak, minta aku daging.
Makna peribahasa di atas adalah .....
  1. Selalu iri dengan kelebihan orang lain
  2. Mengharapkan kekayaan tanpa bekerja keras
  3. Bekerja keras, maka akan mendapatakan hasil yang lebih banyak
  4. Janganlah iri hati dengan kelebihan orang lain
  5. Mengharapkan kekayaan dengan cara yang tidak wajar
Jawaban : D Panjangnya leher bangau dan banyaknya daging badak dalam peribahasa di atas diumpamakan dengan seseorang yang mempunyai kelebihan, misalnya sangat k aya, sangat pandai, atau tinggi jabatannya. Minta aku leher, minta aku daging dalam peribahasa di atas dikiaskan kepada orang yang iri melihat kelebihan orang lain itu. Melihat orang lain kaya, ia juga ingin menjadi kaya seperti orang itu. Namun keinginann yaitu disertai pula dengan rasa iri hati akan kelebihan orang itu. Inilah sifat yang buruk. Diskusi

Kategori
SKDTIUSoal
Berbagi itu indah

Semoga membantu

SEBELUMNYA

Bagaimana menurut kamu artikel ini?