Materi dan Soal Kompetensi Manajerial PPPK 2026 (HOTS)

Seleksi Kompetensi PPPK 2026 Kompetensi Manajerial (HOTS) PermenPAN-RB No. 38 Tahun 2017

Materi Kompetensi Manajerial PPPK 2026 Lengkap Beserta Contoh Soal dan Pembahasan

Seleksi Kompetensi Manajerial PPPK 2026 bertujuan untuk menilai penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku dalam berorganisasi yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan pada setiap calon ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Di halaman ini, kamu akan membedah secara mendalam seluruh kisi-kisi resmi kompetensi manajerial, struktur 8 dimensi kompetensi ASN, pembobotan skor 1 sampai 4, indikator perilaku setiap level, tips strategi menjawab soal situasional HOTS, hingga 10 contoh soal studi kasus nyata beserta analisis pembahasannya.

25
Jumlah Soal
120 Menit
Waktu Gabungan (Teknis, Manajerial, Soskul)
1 - 4
Bobot Nilai Tiap Opsi (0 jika kosong)
130
Nilai Ambang Batas Kumulatif (Manajerial + Soskul)

Apa Itu Tes Kompetensi Manajerial PPPK?

Berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara, kompetensi manajerial adalah kemampuan seseorang dalam memimpin dan/atau mengelola unit organisasi untuk mencapai tujuan instansi pemerintah secara efektif dan efisien.

Ujian Kompetensi Manajerial PPPK tidak menguji teori manajemen hafalan di buku teks, melainkan menyajikan soal-soal berbasis studi kasus kerja (Situational Judgement Test / SJT). Kamu akan dihadapkan pada dilema lingkungan kerja nyata, konflik kepentingan, tekanan target, dinamika rekan kerja, atau situasi pelayanan masyarakat, lalu diminta menentukan tindakan mana yang paling bijak, profesional, dan solutif.

Prinsip Penting: Dalam soal Manajerial PPPK, tidak ada jawaban salah yang bernilai minus. Semua opsi jawaban memiliki bobot nilai antara 1 sampai 4 poin. Target utama kamu adalah selalu menemukan opsi bernilai 4 (tindakan yang paling berintegritas, mandiri, kolaboratif, dan sesuai regulasi ASN).

8 Dimensi Kompetensi Manajerial PPPK

Sesuai standar resmi kompetensi manajerial ASN Kemenpan-RB dan BKN.

Dimensi 1

1. Integritas

Konsisten berperilaku selaras dengan nilai, norma, dan etika organisasi, jujur dalam interaksi dengan pimpinan, rekan kerja, maupun publik, serta berani menolak gratifikasi dan bertanggung jawab atas risiko tugas.

Indikator Perilaku Utama:
  • Bertindak sesuai fakta dan perkataan (kejujuran murni).
  • Mematuhi kode etik dan regulasi meski tanpa pengawasan.
  • Menolak suap, pungli, gratifikasi, atau titipan ilegal.
Dimensi 2

2. Kerjasama

Kemampuan menjalin hubungan kerja yang kooperatif, menghargai masukan orang lain, berbagi informasi, dan menyatukan kekuatan demi tercapainya target tim di atas kepentingan pribadi.

Indikator Perilaku Utama:
  • Membantu rekan yang kesulitan demi kelancaran target bersama.
  • Menghargai keberagaman ide dan tidak merasa paling benar.
  • Mampu menyelesaikan perbedaan pendapat secara kekeluargaan.
Dimensi 3

3. Komunikasi

Kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas, sistematis, runtut, persuasif, serta mampu mendengarkan secara aktif dan memahami sudut pandang lawan bicara dengan tata krama birokrasi.

Indikator Perilaku Utama:
  • Menyampaikan instruksi kerja dengan bahasa yang mudah dipahami.
  • Menjadi pendengar aktif sebelum memberikan tanggapan.
  • Menggunakan media komunikasi formal secara santun dan terarah.
Dimensi 4

4. Orientasi pada Hasil

Komitmen menyelesaikan tugas dengan mutu terbaik, melampaui standar minimal kerja, tangguh menghadapi rintangan, dan selalu fokus pada pencapaian indikator kinerja instansi.

Indikator Perilaku Utama:
  • Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu tanpa menurunkan kualitas.
  • Mencari terobosan saat metode lama mengalami hambatan.
  • Memiliki inisiatif tinggi tanpa harus selalu menunggu instruksi.
Dimensi 5

5. Pelayanan Publik

Menunjukkan sikap ramah, adil, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat penerima layanan, serta tanggap menyelesaikan keluhan publik sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Indikator Perilaku Utama:
  • Mengutamakan kebutuhan pemohon layanan di atas urusan pribadi.
  • Tidak diskriminatif terhadap status sosial, suku, atau koneksi.
  • Memberikan kepastian informasi dan transparansi proses birokrasi.
Dimensi 6

6. Pengembangan Diri & Orang Lain

Keinginan belajar berkelanjutan (continuous learning) untuk meningkatkan kapabilitas diri, serta aktif berbagi pengetahuan, memberi arahan, dan membimbing rekan kerja demi kemajuan organisasi.

Indikator Perilaku Utama:
  • Mengikuti pelatihan atau mempelajari keahlian baru secara mandiri.
  • Bersedia mendampingi rekan sejawat yang belum memahami tugas baru.
  • Menerima kritik dan evaluasi kinerja sebagai masukan konstruktif.
Dimensi 7

7. Mengelola Perubahan

Kemampuan beradaptasi dengan perubahan sistem kerja, teknologi baru, digitalisasi layanan, atau struktur organisasi tanpa resistensi yang merugikan produktivitas kerja.

Indikator Perilaku Utama:
  • Menyambut positif pembaruan sistem dan aplikasi pelayanan instansi.
  • Membantu rekan yang gagap teknologi agar lekas beradaptasi.
  • Fleksibel menyesuaikan ritme kerja dengan kebijakan terbaru.
Dimensi 8

8. Pengambilan Keputusan

Kemampuan menganalisis akar masalah secara objektif, menimbang data dan risiko, serta mengambil tindakan yang tepat, tegas, berani bertanggung jawab, dan tetap berlandaskan hukum.

Indikator Perilaku Utama:
  • Mengumpulkan informasi dan bukti valid sebelum bertindak.
  • Memperhitungkan dampak keputusan jangka pendek dan panjang.
  • Mengambil tindakan cepat saat situasi mendesak tanpa melanggar SOP.

Sistem Penilaian & Skala Bobot Skor

Bobot Kategori Respons Ciri-Ciri Karakteristik Jawaban
4 Sangat Tepat (Tindakan Ideal) Solutif, proaktif, bertanggung jawab penuh, menjunjung etika, serta mengutamakan kepentingan umum dan organisasi.
3 Tepat Tindakan baik dan sesuai aturan, namun pasif, menunggu instruksi, atau belum menyentuh akar permasalahan secara menyeluruh.
2 Kurang Tepat Kurang berinisiatif, ragu-ragu, mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain, atau bersikap kaku tanpa solusi.
1 Tidak Tepat Menghindar dari masalah, bersikap apatis, melanggar etika/aturan, menyalahkan pihak lain, atau hanya memikirkan diri sendiri.
0 Kosong Peserta tidak memilih jawaban apa pun.

Catatan Nilai Ambang Batas: Nilai kelulusan manajerial digabungkan dengan kompetensi sosial kultural, dengan nilai ambang batas minimal 130 poin dari total nilai kumulatif maksimal 200 poin. Untuk aman dalam perangkingan formasi, targetkan nilai minimal 3 atau 4 pada setiap soal.

5 Kunci Sukses Menjawab Soal Manajerial HOTS

01

Kenali Aspek Kompetensi yang Diuji

Saat membaca narasi soal, segera identifikasi apakah soal tersebut fokus pada Integritas (godaan suap/uang/waktu), Kerjasama (rekan tim bermasalah), Pelayanan Publik (warga komplain), atau Orientasi Hasil (deadline mepet). Jawaban terbaik selalu selaras dengan pilar yang sedang diuji.

02

Posisikan Diri Sebagai ASN Berintegritas Tinggi

Hindari memilih jawaban kompromistis yang melanggar aturan meskipun dengan dalih rasa kasihan atau pertemanan. Nilai tertinggi dalam kompetensi integritas adalah konsistensi pada aturan dan kode etik instansi.

03

Pilih Solusi yang Selesai Tanpa Menciptakan Masalah Baru

Opsi bernilai 4 tidak hanya 'menyelesaikan' urusan hari ini, tetapi juga menjaga hubungan kerja harmonis, mencegah kesalahan berulang, dan menghormati kewenangan pimpinan.

04

Prioritaskan Sikap Proaktif, Bukan Reaktif

Bedakan opsi bernilai 4 dan 3: Opsi bernilai 3 biasanya 'menunggu arahan pimpinan' atau 'melaporkan saja', sedangkan opsi bernilai 4 berinisiatif mencari alternatif solusi konkret terlebih dahulu sebelum melaporkan kepada pimpinan.

05

Hindari Opsi Emosional dan Menghakimi

Eliminasi segera opsi yang mencerminkan rasa kesal, menegur rekan di depan umum, mengeluh di media sosial, atau mencuci tangan dari kegagalan tim. Sikap tersebut selalu diganjar skor rendah (1 atau 2).

Contoh Soal HOTS Kompetensi Manajerial PPPK dan Pembahasan

Latihan 10 soal representatif mencakup seluruh 8 dimensi kompetensi beserta pembobotan nilai (1–4).

Soal 1 - Dimensi Integritas HOTS

Anda adalah seorang pegawai pengadaan barang dan jasa di sebuah instansi pemerintah. Salah seorang vendor rekanan yang juga teman dekat Anda saat kuliah memberikan sebuah bingkisan elektronik mahal ke rumah pribadi Anda dengan dalih hadiah silaturahmi Idul Fitri, padahal proses evaluasi tender yang diikutinya sedang berlangsung. Tindakan Anda adalah...

  1. Menerima bingkisan tersebut karena diberikan atas dasar persahabatan, namun tetap menilai penawarannya secara objektif.
  2. Menolak bingkisan secara sopan, menjelaskan bahwa tindakan tersebut melanggar regulasi gratifikasi dan dapat menimbulkan konflik kepentingan dalam proses tender.
  3. Menerimanya untuk sementara waktu agar teman tidak tersinggung, lalu menyerahkannya ke Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) setelah tender selesai.
  4. Menolak bingkisan dengan marah dan langsung mendiskualifikasi perusahaannya dari proses tender tanpa konfirmasi.
Analisis Bobot Nilai & Kunci Jawaban:
  • 4 Opsi B: Menolak sopan, berpegang teguh pada aturan etika ASN, mencegah konflik kepentingan sejak awal. (Paling Tepat)
  • 3 Opsi C: Ada niat lapor UPG tetapi terlambat dan kompromistis di awal, berisiko melanggar integritas.
  • 2 Opsi A: Menerima hadiah dari pihak berkepentingan merupakan gratifikasi terlarang meski berjanji objektif.
  • 1 Opsi D: Reaktif, tidak profesional, mendiskualifikasi tanpa dasar hukum dan prosedur formal.
Kunci Jawaban Terbaik: B (Skor 4)
Soal 2 - Dimensi Kerjasama HOTS

Tim kerja Anda mendapat proyek mendesak dari pimpinan dengan tenggat waktu 3 hari. Salah satu anggota tim yang memegang porsi analisis data tiba-tiba mengalami musibah keluarga dan harus izin selama dua hari. Situasi ini mengancam penyelesaian tugas tim. Sikap Anda sebagai anggota tim adalah...

  1. Membagi sisa beban tugas anggota yang izin kepada anggota tim yang ada sesuai keahlian, dan saling membantu agar target tim tetap tercapai tepat waktu.
  2. Fokus menyelesaikan tugas bagian diri sendiri dulu, lalu menunggu instruksi ketua tim untuk pembagian tugas anggota yang izin.
  3. Meminta pimpinan memundurkan tenggat waktu karena situasi kahar (force majeure) yang tidak dapat dihindari.
  4. Menghubungi anggota yang izin untuk tetap menyelesaikan tugasnya dari rumah melalui laptop di sela urusan keluarganya.
Analisis Bobot Nilai & Kunci Jawaban:
  • 4 Opsi A: Kolaboratif, tanggap krisis, mendistribusikan beban secara adil demi keberhasilan bersama. (Paling Tepat)
  • 3 Opsi B: Bertanggung jawab atas bagiannya, tetapi pasif dan kurang inisiatif menolong tim.
  • 2 Opsi C: Menyerah sebelum mencoba mencari solusi internal tim.
  • 1 Opsi D: Tidak berempati dan egois terhadap musibah rekan kerja.
Kunci Jawaban Terbaik: A (Skor 4)
Soal 3 - Dimensi Komunikasi HOTS

Dalam rapat koordinasi, terjadi perdebatan sengit antara dua divisi mengenai alur SOP baru. Kedua pihak saling mempertahankan argumen dengan nada tinggi sehingga rapat menjadi tidak produktif. Anda berada di forum tersebut sebagai salah satu peserta. Tindakan yang Anda lakukan adalah...

  1. Diam saja dan membiarkan pimpinan rapat yang menenangkan suasana agar tidak dianggap ikut campur urusan orang lain.
  2. Meminta izin pimpinan untuk berbicara, merangkum poin positif dari kedua divisi, dan menawarkan solusi jalan tengah yang berorientasi pada kemudahan alur kerja bersama.
  3. Mendukung divisi yang argumennya paling masuk akal dan mendesak divisi lain untuk segera mengalah demi efisiensi waktu.
  4. Mengusulkan agar rapat dibubarkan saja dan dilanjutkan lain waktu saat emosi peserta sudah mereda.
Analisis Bobot Nilai & Kunci Jawaban:
  • 4 Opsi B: Komunikasi asertif, menjadi jembatan solusi, santun melalui izin pimpinan rapat. (Paling Tepat)
  • 3 Opsi A: Menghormati hierarki rapat namun pasif terhadap kebuntuan komunikasi.
  • 2 Opsi D: Solusi pelarian yang menunda penyelesaian masalah organisasi.
  • 1 Opsi C: Memperkeruh suasana dan memicu polarisasi antar divisi.
Kunci Jawaban Terbaik: B (Skor 4)
Soal 4 - Dimensi Orientasi pada Hasil HOTS

Aplikasi sistem pelaporan terintegrasi di kantor Anda sering mengalami error menjelang akhir bulan, padahal laporan akuntabilitas kinerja harus diserahkan lusa ke kementerian. Sikap Anda dalam situasi ini adalah...

  1. Menunggu tim IT instansi memperbaiki server dan baru mengerjakan laporan setelah sistem benar-benar stabil.
  2. Menginput dan merapikan data secara offline melalui spreadsheet terlebih dahulu, serta berkoordinasi dengan tim IT agar saat server pulih data tinggal diunggah secara instan.
  3. Melaporkan kepada pimpinan bahwa laporan tidak bisa selesai tepat waktu karena kesalahan pada sistem server pusat.
  4. Mengerjakan seadanya yang sempat tersimpan dan menyerahkan draft laporan tanpa memverifikasi kelengkapan data.
Analisis Bobot Nilai & Kunci Jawaban:
  • 4 Opsi B: Pantang menyerah, inisiatif mitigasi risiko (bekerja offline), target tetap tercapai. (Paling Tepat)
  • 3 Opsi A: Bergantung penuh pada sistem tanpa inisiatif alternatif pengerjaan.
  • 2 Opsi C: Pasrah dan menyalahkan sistem tanpa upaya penyelamatan target.
  • 1 Opsi D: Ceroboh, mengorbankan kualitas dan validitas dokumen akuntabilitas negara.
Kunci Jawaban Terbaik: B (Skor 4)
Soal 5 - Dimensi Pelayanan Publik HOTS

Waktu jam operasional pelayanan loket di kantor Anda telah ditutup 10 menit yang lalu. Tiba-tiba seorang warga lansia datang dengan terengah-engah dari desa terpencil yang menempuh perjalanan 4 jam, berniat mengurus dokumen legalitas tanah yang sangat mendesak. Rekan loket lain sudah bersiap pulang. Tindakan Anda adalah...

  1. Menolak melayani dan memintanya kembali besok pagi karena aturan jam pelayanan harus ditegakkan secara disiplin.
  2. Menyambutnya dengan ramah, meneliti berkas persyaratannya, dan membantu memproses layanannya hingga selesai meskipun melewati jam kerja.
  3. Menerima berkasnya, menyimpannya di meja, dan berjanji akan memprosesnya besok pagi tanpa perlu warga tersebut menunggu.
  4. Menyuruhnya menemui pimpinan instansi untuk meminta izin dispensasi pelayanan di luar jam kerja.
Analisis Bobot Nilai & Kunci Jawaban:
  • 4 Opsi B: Pelayanan prima, empati tinggi terhadap warga rentan (lansia/jauh), dedikasi tugas. (Paling Tepat)
  • 3 Opsi C: Ada solusi penerimaan berkas, namun warga lansia tetap tertahan kepastiannya.
  • 2 Opsi D: Melempar tanggung jawab ke pimpinan untuk urusan teknis loket.
  • 1 Opsi A: Kaku, tidak punya kepekaan humanis dalam pelayanan publik.
Kunci Jawaban Terbaik: B (Skor 4)
Soal 6 - Dimensi Pengembangan Diri & Orang Lain HOTS

Anda baru saja kembali dari pelatihan nasional mengenai manajemen pengelolaan arsip digital berbasis kecerdasan buatan (AI). Di unit kerja Anda, sebagian besar staf senior masih menggunakan metode pengarsipan manual dan enggan beralih ke digital. Apa yang Anda lakukan?

  1. Menerapkan ilmu baru tersebut hanya untuk pekerjaan saya sendiri agar kinerja pribadi saya dinilai unggul oleh pimpinan.
  2. Membuat panduan ringkas dan mengajak rekan kerja menggelar sesi belajar santai (sharing session) untuk mendemonstrasikan kemudahan sistem baru secara sabar.
  3. Mengeluhkan keengganan rekan kerja tersebut kepada pimpinan dan meminta pimpinan memberi teguran langsung kepada mereka.
  4. Menunggu hingga ada instruksi resmi dari kepala kantor sebelum membagikan ilmu yang diperoleh dari pelatihan.
Analisis Bobot Nilai & Kunci Jawaban:
  • 4 Opsi B: Berbagi pengetahuan, coaching suportif, memberdayakan lingkungan kerja. (Paling Tepat)
  • 3 Opsi D: Patuh hierarki tetapi pasif dalam transfer pengetahuan.
  • 2 Opsi A: Individualis, tidak ada kontribusi pengembangan bagi rekan kerja.
  • 1 Opsi C: Konfrontatif dan merusak keharmonisan hubungan kerja.
Kunci Jawaban Terbaik: B (Skor 4)
Soal 7 - Dimensi Mengelola Perubahan HOTS

Instansi Anda meluncurkan aplikasi presensi dan disposisi surat secara mobile berbasis geolokasi untuk menggantikan absensi manual. Banyak rekan kerja mengeluh karena merasa privasinya terganggu dan sistem dirasa menyulitkan. Sikap Anda terhadap perubahan ini adalah...

  1. Ikut mengeluh bersama rekan kerja agar aspirasi staf didengar oleh bagian kepegawaian.
  2. Mempelajari fitur aplikasi dengan tuntas, mematuhi penggunaannya, dan memberikan penjelasan serta bantuan teknis kepada rekan yang mengeluh agar memahami manfaat transparansinya.
  3. Memakai aplikasi hanya saat diawasi pimpinan, dan tetap menggunakan absensi manual di hari lainnya.
  4. Menolak menggunakan aplikasi sampai pihak pengembang memperbaiki semua kendala teknis yang dikeluhkan.
Analisis Bobot Nilai & Kunci Jawaban:
  • 4 Opsi B: Agen perubahan positif, cepat beradaptasi, mengedukasi rekan sekitar. (Paling Tepat)
  • 3 Opsi C: Patuh semu, setengah hati beradaptasi.
  • 2 Opsi A: Ikut larut dalam resistensi dan aura negatif.
  • 1 Opsi D: Membangkang terhadap kebijakan resmi instansi.
Kunci Jawaban Terbaik: B (Skor 4)
Soal 8 - Dimensi Pengambilan Keputusan HOTS

Saat pimpinan sedang dinas luar kota, terjadi kebocoran pipa air utama di gedung kantor yang mengancam berkas arsip penting di lantai dasar. Kepala bagian umum sedang cuti sakit. Sebagai staf senior yang berada di lokasi, langkah pertama yang Anda putuskan adalah...

  1. Menghubungi pimpinan melalui telepon berulang kali dan menunggu perintah resmi sebelum bertindak.
  2. Menginstruksikan staf untuk mematikan katup induk air segera, mengamankan berkas ke tempat kering, lalu mendokumentasikan serta melaporkan kejadian kepada pimpinan secara tertib.
  3. Membiarkannya karena urusan pemeliharaan gedung bukan uraian tugas jabatan saya.
  4. Memotret kebocoran dan mengunggahnya ke grup WhatsApp kantor agar ada orang lain yang berinisiatif menanganinya.
Analisis Bobot Nilai & Kunci Jawaban:
  • 4 Opsi B: Sigap, analisis risiko darurat cepat, memitigasi kerusakan aset negara, melapor tertib. (Paling Tepat)
  • 3 Opsi A: Tertib hierarki tetapi fatal karena menunggu dalam situasi darurat aset.
  • 2 Opsi D: Reaktif tanpa aksi penyelamatan nyata di lapangan.
  • 1 Opsi C: Apatis, ego sektoral, lalai terhadap keselamatan aset kantor.
Kunci Jawaban Terbaik: B (Skor 4)
Soal 9 - Dimensi Integritas & Kerjasama HOTS

Anda memergoki rekan kerja satu tim memalsukan nota pengeluaran transportasi dinas luar kota agar mendapat penggantian uang yang lebih besar dari bendahara. Rekan tersebut beralasan sedang membutuhkan biaya untuk pengobatan anaknya. Sikap Anda adalah...

  1. Memaklumi tindakannya karena rasa empati terhadap kesulitan keluarga rekan kerja tersebut.
  2. Menegur dan menasihatinya secara empat mata agar mengoreksi nota sesuai pengeluaran riil, serta menawarkan bantuan pribadi atau mencarikan alternatif bantuan kas kantor jika memungkinkan.
  3. Langsung melaporkannya ke inspektorat daerah tanpa berbicara terlebih dahulu kepadanya.
  4. Mengabaikannya karena tidak ingin merusak hubungan pertemanan di kantor.
Analisis Bobot Nilai & Kunci Jawaban:
  • 4 Opsi B: Integritas teguh (mencegah korupsi nota) sekaligus humanis (membuka pintu solusi kesulitan). (Paling Tepat)
  • 3 Opsi C: Taat aturan namun kurang mengedepankan pembinaan rekan tim di tataran unit kerja.
  • 2 Opsi A: Salah menempatkan empati sehingga membenarkan pelanggaran hukum.
  • 1 Opsi D: Melakukan pembiaran tindak penipuan/korupsi di lingkungan kerja.
Kunci Jawaban Terbaik: B (Skor 4)
Soal 10 - Dimensi Pelayanan Publik & Hasil HOTS

Seorang warga menyampaikan komplain bernada marah di ruang pelayanan publik karena merasa proses pengurusan perizinannya diperlambat, padahal keterlambatan terjadi akibat berkas lampirannya sendiri yang belum lengkap. Langkah Anda sebagai petugas adalah...

  1. Membalas dengan nada tegas agar warga tersebut tidak berbicara kasar di tempat umum.
  2. Mendengarkan keluhannya dengan tenang, memintanya duduk di ruang konsultasi, menjelaskan secara runtut dan transparan syarat yang kurang, serta membimbingnya cara melengkapi dokumen tersebut.
  3. Meminta petugas keamanan (satpam) untuk mengusir warga tersebut keluar gedung.
  4. Mengabaikan kemarahannya dan tetap memproses antrean warga berikutnya.
Analisis Bobot Nilai & Kunci Jawaban:
  • 4 Opsi B: Sikap dewasa, de-eskalasi emosi, edukatif, dan orientasi solusi tuntas. (Paling Tepat)
  • 3 Opsi D: Menghindari konflik tetapi menelantarkan hak warga atas kejelasan informasi.
  • 2 Opsi A: Terpancing emosi dan mencoreng citra keramahan birokrasi ASN.
  • 1 Opsi C: Arogan dan melanggar prinsip dasar perlindungan hak pelayanan publik.
Kunci Jawaban Terbaik: B (Skor 4)

Asah Kesiapan Ujianmu Lewat Bank Soal Manajerial PPPK!

Tersedia ratusan paket latihan soal CAT PPPK versi HOTS lengkap dengan analisis kunci jawaban dan pembobotan skor 1 hingga 4.

290+ Butir Soal Terupdate Standar Resmi CAT BKN Pembahasan Komprehensif
Mulai Latihan Soal Paket 1

Pertanyaan Umum Seputar Kompetensi Manajerial PPPK

Jumlah soal Kompetensi Manajerial adalah 25 butir. Waktu pengerjaannya digabungkan secara akumulatif dengan Kompetensi Teknis dan Kompetensi Sosial Kultural selama total 120 menit (atau 150 menit khusus untuk penyandang disabilitas sensorik netra).

Tidak ada nilai minus pada tes Kompetensi Manajerial PPPK. Setiap opsi memiliki gradasi bobot nilai dari 1 (terendah) hingga 4 (tertinggi). Jika tidak menjawab, maka nilainya adalah 0. Karena itu, pastikan kamu menjawab seluruh soal tanpa ada yang terlewat.

Nilai ambang batas untuk Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural bersifat kumulatif (digabungkan), yaitu minimal 130 poin dari nilai kumulatif maksimal 200 poin (100 poin manajerial + 100 poin sosial kultural).

Tidak. Kisi-kisi kompetensi manajerial adalah sama dan seragam untuk seluruh formasi jabatan PPPK (Guru, Tenaga Kesehatan, maupun Tenaga Teknis) karena mengacu pada standar umum kompetensi aparatur sipil negara di bawah regulasi Menpan RB.

Tentang Modul Belajar Ini

Modul ini dikurasi oleh tim ahli Belajarbro berdasarkan standar PermenPAN-RB No. 38 Tahun 2017 dan tren terbaru soal CAT BKN pengadaan PPPK. Silabus materi selalu diperbarui secara berkala agar peserta siap meraih nilai optimal.

Terakhir diperbarui: Oktober 2026
Kategori
PPPK P3K Manajerial Materi Soal HOTS

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?