Latihan Soal Kompetensi Sosial Kultural PPPK 2026 (Paket 1)

Berikut ini contoh soal latihan Kompetensi Sosial Kultural PPPK - paket 1 yang sudah dilengkapi pembahasan. Semangat belajar! ✨

1
Instansi Anda sedang merancang sistem pelayanan digital baru. Di tengah proses, kelompok masyarakat adat setempat menyampaikan keberatan karena sistem tersebut dianggap tidak mengakomodasi keterbatasan literasi digital dan sarana di wilayah mereka. Sikap Anda sebagai konseptor adalah...
  1. Tetap melanjutkan peluncuran sistem digital sesuai jadwal, namun menyediakan pusat bantuan (helpdesk) konvensional di kantor pusat instansi untuk melayani mereka.
  2. Mengusulkan modifikasi sistem agar menyediakan fitur layanan berbasis SMS/offline dan berkolaborasi dengan tokoh adat untuk sosialisasi bertahap.
  3. Menunda peluncuran sistem digital secara keseluruhan sampai seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat adat, selesai diberikan pelatihan literasi digital.
  4. Memberikan pengertian kepada perwakilan masyarakat adat bahwa digitalisasi adalah tuntutan zaman dan kebijakan nasional yang tidak bisa ditunda.
Jawaban:
  • Poin 4 : B
  • Poin 3 : A
  • Poin 2 : C
  • Poin 1 : D
Pembahasan:

Soal ini menilai aspek Kepekaan terhadap keberagaman dan peran ASN sebagai perekat bangsa yang inklusif.

Analisis pemberian poin:

  • Opsi B (Poin 4): Menunjukkan kepekaan tinggi terhadap keterbatasan kultural/geografis masyarakat adat dengan memberikan solusi konkret yang adaptif (layanan SMS/offline) serta melibatkan struktur sosial setempat (tokoh adat) tanpa membatalkan program digitalisasi secara total.
  • Opsi A (Poin 3): Cukup akomodatif dengan menyediakan helpdesk konvensional, namun kurang efisien bagi masyarakat adat jika letak kantor pusat instansi jauh dari wilayah mereka.
  • Opsi C (Poin 2): Menunjukkan empati yang baik, namun kurang realistis dan tidak adaptif secara manajerial karena menunda seluruh sistem pelayanan publik hanya untuk satu kendala yang bisa dicarikan solusi alternatif.
  • Opsi D (Poin 1): Tidak mencerminkan kepekaan sosial kultural, cenderung kaku, egois, dan berpotensi memicu konflik atau rasa terasing pada masyarakat adat.
2
Anda ditunjuk memimpin sebuah tim kerja yang anggotanya memiliki latar belakang suku dan budaya yang sangat bertolak belakang, di mana sebagian besar anggota senior cenderung kaku, sementara anggota muda sangat ekspresif. Pada rapat pertama, suasana langsung tegang karena perbedaan gaya komunikasi. Tindakan pertama Anda adalah...
  1. Menegur anggota muda agar menghormati senioritas dan meminta anggota senior untuk lebih memaklumi dinamika generasi muda.
  2. Mengabaikan ketegangan tersebut dan langsung fokus membacakan agenda kerja serta target yang harus dicapai tim.
  3. Mencairkan suasana dengan membangun kesepakatan bersama mengenai komunikasi tim yang saling menghargai sebelum masuk ke materi kerja.
  4. Mengubah metode rapat menjadi tertulis atau daring lewat aplikasi pesan agar tidak terjadi konfrontasi langsung antar-anggota.
Jawaban:
  • Poin 4 : C
  • Poin 3 : A
  • Poin 2 : D
  • Poin 1 : B
Pembahasan:

Soal ini menilai kemampuan Kemampuan berhubungan sosial dalam mengelola keberagaman kelompok di lingkungan kerja.

Analisis pemberian poin:

  • Opsi C (Poin 4): Tindakan proaktif yang sangat tepat sebagai pemimpin. Membangun komitmen/kesepakatan bersama yang inklusif di awal terbukti efektif menjembatani jurang komunikasi kultural dan generasional.
  • Opsi A (Poin 3): Cukup baik karena mencoba menengahi kedua pihak, namun tindakan menegur secara langsung di rapat pertama berisiko membuat salah satu pihak merasa dipersalahkan.
  • Opsi D (Poin 2): Merupakan tindakan menghindar (avoidance). Tidak menyelesaikan akar masalah komunikasi interpersonal dan justru menghambat kolaborasi jangka panjang.
  • Opsi B (Poin 1): Menunjukkan ketidakpekaan total terhadap dinamika psikologis dan kultural anggota tim, yang dapat membuat tim menjadi tidak solid sejak awal.
3
Di lingkungan tempat tinggal Anda yang heterogen, muncul isu sensitif terkait pembangunan rumah ibadah salah satu minoritas yang memicu penolakan dari sekelompok warga mayoritas. Sebagai seorang ASN yang tinggal di daerah tersebut, sikap Anda adalah...
  1. Mengajak tokoh masyarakat dan perwakilan kedua pihak duduk bersama mencari solusi legal-kondusif sesuai regulasi pendirian rumah ibadah.
  2. Membela hak kelompok minoritas secara terbuka di forum warga karena tindakan penolakan tersebut melanggar kebebasan beragama.
  3. Memilih bersikap netral dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian masalah tersebut kepada aparat kepolisian dan pemerintah daerah setempat.
  4. Menyarankan kelompok minoritas untuk memindahkan rencana pembangunan rumah ibadah ke wilayah lain yang lebih menerima demi kedamaian.
Jawaban:
  • Poin 4 : A
  • Poin 3 : C
  • Poin 2 : B
  • Poin 1 : D
Pembahasan:

Soal ini menguji kompetensi Kepekaan terhadap pentingnya persatuan di tengah konflik horizontal masyarakat majemuk.

Analisis pemberian poin:

  • Opsi A (Poin 4): Mencerminkan tindakan nyata sebagai perekat bangsa. ASN bertindak sebagai mediator yang mempertemukan pihak-pihak berkonflik demi mencari solusi yang damai dan berbasis hukum (konstitusional).
  • Opsi C (Poin 3): Bersikap netral dan percaya pada hukum adalah hal yang aman, namun kurang menunjukkan inisiatif sosial sebagai agen perekat bangsa di lingkungan terdekatnya.
  • Opsi B (Poin 2): Niatnya baik untuk membela keadilan, namun pembelaan sepihak secara terbuka di tengah situasi panas justru berisiko memperluas konflik dan mempolarisasi warga.
  • Opsi D (Poin 1): Solusi yang diskriminatif dan mengorbankan hak minoritas demi ketenangan semu, tidak mencerminkan nilai wawasan kebangsaan dan persatuan.
4
Seorang bawahan Anda yang berasal dari luar daerah sering kali terlambat masuk kerja akhir-akhir ini. Setelah diselidiki secara personal, ternyata ia mengalami gegar budaya (culture shock) dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan serta sistem transportasi kota besar, yang memicu masalah kesehatan mentalnya. Tindakan Anda adalah...
  1. Tetap memberikan sanksi disiplin sesuai aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di antara pegawai lain.
  2. Meminta pegawai lain yang satu daerah dengan bawahan tersebut untuk mendampingi dan mengajari cara beradaptasi di kota ini.
  3. Memaklumi keterlambatannya dan memberikan kelonggaran jam kerja khusus sampai ia benar-benar merasa nyaman.
  4. Mengajaknya berdiskusi secara empatik, memberikan arahan solusi praktis mobilitas, serta menawarkan opsi konseling internal instansi jika diperlukan.
Jawaban:
  • Poin 4 : D
  • Poin 3 : B
  • Poin 2 : A
  • Poin 1 : C
Pembahasan:

Soal ini menilai aspek Empati dibarengi dengan kepemimpinan yang profesional terhadap kondisi psikososial bawahan.

Analisis pemberian poin:

  • Opsi D (Poin 4): Menunjukkan empati yang mendalam sekaligus profesional. Menangani masalah utama (diskusi empatik), memberikan solusi praktis, serta peduli pada kesehatan mentalnya melalui jalur resmi (konseling).
  • Opsi B (Poin 3): Tindakan solutif dengan memanfaatkan jejaring sosial (peer-support), namun sebagai atasan langsung, Anda kurang mengambil tanggung jawab personal di awal.
  • Opsi A (Poin 2): Menegakkan aturan memang penting, namun menerapkan sanksi tanpa memberikan pembinaan/bantuan adaptasi pada pegawai yang mengalami kendala kultural menunjukkan rendahnya nilai empati sosial.
  • Opsi C (Poin 1): Memberikan kelonggaran tanpa batas dan tanpa solusi justru merusak tata tertib organisasi dan tidak membantu pegawai tersebut menyelesaikan masalah adaptasinya.
5
Anda ditugaskan memberikan sosialisasi program jaminan kesehatan di sebuah desa terpencil. Saat pemaparan, masyarakat terlihat acuh tak acuh dan beberapa tetua adat tampak menunjukkan sikap tidak simpati karena menganggap program pemerintah merusak tatanan pengobatan tradisional mereka. Tindakan Anda adalah...
  1. Melanjutkan sosialisasi sampai selesai sesuai materi yang disiapkan, karena kehadiran masyarakat sudah diganti dengan uang saku.
  2. Menghentikan presentasi sejenak, lalu mendengarkan pandangan para tetua adat, kemudian menjelaskan bahwa program ini bersifat melengkapi, bukan menggantikan tradisi mereka.
  3. Meminta kepala desa untuk menegur warga dan para tetua adat agar mereka bisa menghormati perwakilan pemerintah yang sedang bertugas.
  4. Mengubah strategi dengan langsung membagikan bantuan sembako atau cinderamata agar warga tertarik mendengarkan penjelasan Anda.
Jawaban:
  • Poin 4 : B
  • Poin 3 : D
  • Poin 2 : A
  • Poin 1 : C
Pembahasan:

Soal ini menguji Kepekaan terhadap keberagaman (nilai, moral, prinsip adat) dan Kemampuan berhubungan sosial di lapangan.

Analisis pemberian poin:

  • Opsi B (Poin 4): Respons yang sangat matang secara sosial-kultural. Menghargai resistensi berbasis tradisi dengan cara mendengarkan terlebih dahulu, lalu mengintegrasikan pemahaman (komplementer) agar program pemerintah tidak dinilai konfrontatif terhadap adat.
  • Opsi D (Poin 3): Cukup taktis menggunakan pendekatan insentif (sembako) untuk meredakan suasana, namun belum menyelesaikan benturan nilai dan persepsi negatif terhadap program kesehatan tersebut.
  • Opsi A (Poin 2): Bersikap kaku dan transaksional (mengandalkan uang saku). Sosialisasi terancam gagal karena pesan tidak akan tersampaikan secara substantif ke dalam kesadaran masyarakat.
  • Opsi C (Poin 1): Menggunakan otoritas struktural (kepala desa) untuk menekan adat istiadat adalah kesalahan fatal yang bisa memicu penolakan total dan konflik berkepanjangan antara masyarakat dengan instansi pemerintah.
Anda membagikan dokumentasi kegiatan bakti sosial di media sosial pribadi. Tiba-tiba, sebuah akun anonim berkomentar provokatif menuduh Anda pencitraan dan menggunakan narasi kelas sosial yang memicu pertengkaran antar-netizen di kolom komentar Anda. Tindakan Anda...
  1. Menghapus komentar provokatif tersebut atau membatasi akses komentar agar sentimen kelas sosial tidak menyebar lebih luas.
  2. Membiarkan komentar tersebut dan tidak menanggapinya karena meladeni akun anonim tidak akan membuahkan hasil positif.
  3. Membalas komentar tersebut dengan santun dan melampirkan fakta objektif untuk meluruskan tuduhan pencitraan tersebut.
  4. Menghapus postingan tersebut sepenuhnya karena merasa terganggu dengan keributan yang terjadi di akun pribadi Anda.
🔒 Premium

Soal ini hanya untuk pengguna Bromax

Unlock Sekarang Dipakai 100.000+ pemburu skor tinggi
Seorang pegawai baru kerap mengenakan atribut budaya daerahnya yang cukup mencolok ke kantor. Beberapa rekan kerja memandangnya aneh, menjadikannya bahan gunjingan, dan menilainya tidak tahu tempat karena dianggap kurang sesuai dengan kelaziman pakaian kantor formal. Sikap Anda...
  1. Menyapanya dengan hangat seperti biasa dan mengingatkan rekan lain secara halus untuk menghargai ekspresi budayanya.
  2. Tidak ikut campur dalam gunjingan tersebut dan tetap fokus menyelesaikan pekerjaan Anda sendiri di meja.
  3. Menyarankannya secara personal untuk sedikit menyederhanakan atribut tersebut agar tidak menjadi pusat perhatian negatif.
  4. Menegurnya secara langsung dan memintanya melepaskan atribut tersebut demi menjaga keseragaman pakaian formal kerja.
🔒 Premium

Soal ini hanya untuk pengguna Bromax

Unlock Sekarang Dipakai 100.000+ pemburu skor tinggi

Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan Kompetensi Sosial Kultural PPPK paket 1. Silahkan pelajari paket soal lainnya supaya kamu makin terbiasa dengan tipe soal PPPK yang sering muncul.

Jika ada soal yang belum dipahami, silakan pelajari kembali materinya ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.

Materi Kompetensi Sosial Kultural
Daftar Soal Kompetensi Sosial Kultural

Kategori
PPPK Kompetensi Sosial Kultural Soal HOTS

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?