Materi dan Soal Kompetensi Sosial Kultural PPPK 2026 (HOTS)
Materi Kompetensi Sosial Kultural PPPK 2026 Lengkap Beserta Contoh Soal dan Pembahasan
Seleksi Kompetensi Sosial Kultural bertujuan untuk menilai penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku calon ASN dalam berinteraksi dengan masyarakat majemuk Indonesia dalam perannya sebagai perekat bangsa.
Di halaman ini, kamu akan mempelajari secara komprehensif 4 pilar kompetensi sosial kultural, ketentuan sistem CAT, skala pembobotan nilai 1 sampai 5, ciri khas jawaban peraih skor maksimal, tips strategi menghadapi soal situasional HOTS, hingga 10 contoh soal studi kasus nyata dengan ulasan pembahasannya.
Apa Itu Tes Kompetensi Sosial Kultural PPPK?
Berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 38 Tahun 2017, kompetensi sosial kultural mengukur pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, moral, emosi, dan prinsip hidup yang harus dipenuhi setiap pemegang jabatan ASN.
Sesuai UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, salah satu fungsi fundamental ASN adalah sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa. Dalam soal-soal CAT PPPK, kamu akan dihadapkan pada narasi kasus nyata: keberagaman tradisi di tempat tugas, perbedaan pandangan agama di kantor, potensi konflik horizontal antarwarga, penugasan di daerah terpencil (3T), serta pelayanan kepada masyarakat berkebutuhan khusus.
4 Pilar Utama Kompetensi Sosial Kultural (Perekat Bangsa)
Pondasi penilaian utama sesuai kisi-kisi resmi Kemenpan-RB dan BKN.
1. Kepekaan Terhadap Perbedaan Budaya
Kemampuan memahami, menghargai, dan menerima kemajemukan masyarakat dalam hal latar belakang suku, agama, ras, tradisi daerah, adat istiadat, dan bahasa tanpa prasangka atau sikap etnosentrisme.
- Terbuka dan cepat menyesuaikan diri dengan norma/adat istiadat setempat.
- Tidak memaksakan kebiasaan pribadi kepada komunitas lokal.
- Menghargai perayaan adat atau keagamaan rekan kerja dan warga.
2. Kemampuan Berhubungan Sosial
Kemampuan menjalin interaksi yang ramah, hangat, harmonis, dan komunikatif dengan individu atau kelompok dari berbagai strata sosial dan latar belakang budaya yang berbeda.
- Mudah berbaur dan bersosialisasi di lingkungan masyarakat baru.
- Membangun jejaring kerja yang inklusif tanpa membeda-bedakan golongan.
- Menjaga kesantunan berbahasa dan etika pergaulan lintas kelompok.
3. Kepekaan Terhadap Konflik
Kemampuan mendeteksi potensi gesekan sosial, mencegah timbulnya konflik berbasis SARA, bersikap netral, serta mampu menjadi penengah (mediator) yang menjunjung tinggi keutuhan NKRI.
- Tidak ikut menyebarkan berita hoaks, ujaran kebencian, atau sentimen SARA.
- Meredam provokasi dan mengajak pihak berselisih untuk bermusyawarah.
- Menjaga posisi netral tanpa berpihak pada suku/agama tertentu saat bersengketa.
4. Empati Sosial
Kemampuan merasakan dan memahami kondisi emosional serta kesulitan orang lain, menunjukkan kepedulian tulus, dan memberikan perlakuan khusus yang layak kepada kelompok rentan.
- Responsif memberikan bantuan kepada rekan atau masyarakat yang tertimpa musibah.
- Mengutamakan akses layanan bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
- Memiliki kepekaan kemanusiaan tinggi tanpa memandang status sosial ekonomi.
Sistem Penilaian Skala 1 Sampai 5
| Skor | Tingkat Sikap | Ciri Respons Jawaban |
|---|---|---|
| 5 | Sangat Tepat (Tindakan Ideal Perekat Bangsa) | Proaktif merangkul perbedaan, mempromosikan persatuan, inklusif, mengedepankan empati, dan bijaksana dalam mencari solusi damai. |
| 4 | Tepat | Menghargai perbedaan dan bersikap santun, namun bersifat pasif atau menunggu pihak lain mengambil inisiatif. |
| 3 | Cukup Tepat | Bersikap netral atau formalitas, tidak memihak namun terkesan acuh tak acuh (apatis) terhadap hubungan sosial sekitar. |
| 2 | Kurang Tepat | Enggan beradaptasi, membatasi pergaulan hanya dengan kelompok yang sepaham/sesuku, atau pasif terhadap perselisihan. |
| 1 | Tidak Tepat | Menunjukkan sikap diskriminatif, etnosentrisme, memicu provokasi, menolak keberagaman, atau melanggar norma sosial. |
| 0 | Kosong | Tidak ada opsi jawaban yang dipilih. |
Strategi Perangkingan: Nilai maksimal untuk 20 soal Sosial Kultural adalah 100 poin. Bersama 25 soal Manajerial (100 poin), nilai gabungan maksimal adalah 200 poin dengan passing grade kumulatif 130 poin. Selalu pilih opsi dengan bobot 5 untuk mengunci posisi peringkat teratas!
5 Tips Menembus Skor Poin 5 di Soal Sosial Kultural
Pilih Sikap Toleran Aktif, Bukan Toleran Pasif
Banyak peserta terjebak memilih opsi bersikap "diam saja dan tidak ikut campur" (mendapat nilai 3). Opsi bernilai 5 adalah toleransi aktif: merangkul, memfasilitasi, menghormati secara nyata, dan ikut menjaga kenyamanan rekan yang berbeda keyakinan/budaya.
Junjung Prinsip 'Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung'
Jika soal menempatkan Anda di daerah penugasan baru dengan adat istiadat kental, jawaban terbaik selalu mencerminkan kesediaan beradaptasi, mempelajari norma lokal, dan menghormati tokoh adat tanpa kehilangan jati diri integritas ASN.
Hindari Fanatisme Sempit dan Stereotip Negatif
Eliminasi jawaban yang menggeneralisasi sifat buruk suku tertentu atau memprioritaskan layanan kepada golongan sendiri. Sikap non-diskriminatif adalah harga mati bagi setiap pelayan publik.
Jadilah 'Water Filter', Bukan 'Bahan Bakar' dalam Isu SARA
Ketika ada perdebatan sensitif atau hoaks di media sosial kantor, opsi bernilai 5 adalah meluruskan informasi secara bijak, mengingatkan pentingnya kerukunan, dan mendinginkan suasana tanpa memperpanjang polemik.
Tunjukkan Perhatian Ekstra untuk Kelompok Rentan
Pada soal bertema empati sosial, opsi bernilai tertinggi selalu memprioritaskan kenyamanan dan hak-hak penyandang disabilitas, lansia, masyarakat miskin, atau korban bencana secara manusiawi dan bermartabat.
Contoh Soal HOTS Kompetensi Sosial Kultural PPPK dan Pembahasan
10 soal representatif mencakup 4 pilar perekat bangsa beserta pembobotan nilai lengkap (1–5).
Anda baru saja ditempatkan sebagai ASN PPPK di sebuah desa terpencil yang mayoritas warganya memegang teguh tradisi upacara adat sebelum musim panen. Warga mengundang Anda untuk hadir dalam upacara tersebut. Kebetulan beberapa ritual dalam upacara adat tersebut berbeda dengan keyakinan pribadi Anda. Sikap Anda adalah...
- Menolak hadir secara tegas dan menjelaskan bahwa upacara tersebut tidak sesuai dengan keyakinan Anda.
- Menghadiri undangan tersebut sebagai bentuk penghormatan dan silaturahmi dengan warga, berbaur secara santun pada sesi kebersamaan sosial, tanpa harus mengikuti ritual ibadah yang bertentangan dengan keyakinan pribadi.
- Hadir dan mengikuti seluruh rangkaian ritual secara penuh demi menyenangkan hati warga setempat meski batin merasa terpaksa.
- Membuat alasan palsu sedang sakit agar tidak perlu menghadiri undangan tersebut.
- 5 Opsi B: Menjunjung toleransi aktif, menghargai kearifan lokal warga tanpa menggadaikan akidah/keyakinan pribadi. (Paling Tepat)
- 4 Opsi C: Berniat baik menyenangkan warga, namun mengorbankan prinsip integritas keyakinan diri.
- 2 Opsi D: Tidak jujur dan menghindar dari proses sosialisasi dengan masyarakat lokal.
- 1 Opsi A: Kaku, tidak toleran, dan berisiko menciptakan jarak sosial/ketersinggungan warga.
Dalam tim kerja Anda, terdapat seorang pegawai baru pindahan dari wilayah Indonesia Timur yang memiliki gaya bicara berintonasi tinggi dan terdengar tegas. Beberapa rekan kerja merasa tersinggung dan mulai menjauhinya karena menganggapnya arogan. Sebagai rekan satu ruangan, tindakan Anda adalah...
- Ikut menjauhinya agar tidak ikut terkena dampak perkataannya yang terdengar kasar.
- Mendekatinya, mengajaknya mengobrol santai untuk saling mengenal karakter, serta secara bersahabat berbagi pemahaman tentang dinamika komunikasi di lingkungan kerja setempat agar rekan lain tidak salah paham.
- Menegurnya di depan rekan-rekan lain agar ia mengubah gaya bicaranya sesuai budaya kantor setempat.
- Membiarkannya saja karena lambat laun ia akan sadar sendiri jika tidak ada yang mau berteman dengannya.
- 5 Opsi B: Jembatan sosial (perekat bangsa), merangkul perbedaan budaya dialek, bersahabat dan edukatif. (Paling Tepat)
- 3 Opsi D: Netral dan pasif, membiarkan terjadinya pengucilan sosial di lingkungan kantor.
- 2 Opsi C: Menghakimi di depan publik sehingga melukai harga diri rekan baru.
- 1 Opsi A: Menumbuhkan budaya perundungan dan eksklusivisme negatif.
Menjelang pemilihan kepala daerah, grup WhatsApp internal kantor mulai memanas karena beberapa rekan kerja saling melempar sindiran bernuansa suku dan agama kandidat. Suasana kerja di kantor menjadi canggung dan mulai terkotak-kotak. Sikap Anda adalah...
- Keluar dari grup WhatsApp kantor agar pikiran tenang dan tidak ikut pusing.
- Mengingatkan anggota grup secara santun mengenai kode etik netralitas ASN, mengusulkan agar grup difokuskan untuk koordinasi kedinasan, dan mengajak rekan menjaga kerukunan serta profesionalisme kerja.
- Mendukung rekan yang seagama dengan saya agar tidak direndahkan oleh kubu lain.
- Hanya membaca pesan-pesan tersebut tanpa berkomentar apa pun agar tidak dianggap memihak.
- 5 Opsi B: Netralitas ASN, peredam friksi SARA, aktif mengembalikan marwah persatuan dan etika kantor. (Paling Tepat)
- 3 Opsi D: Netral tetapi pasif dan membiarkan konflik di depan mata bereskalasi.
- 2 Opsi A: Melarikan diri dari tanggung jawab sosial sebagai perekat bangsa.
- 1 Opsi C: Memperparah polarisasi dan melanggar prinsip netralitas ASN.
Saat Anda bertugas di loket pelayanan publik, seorang warga tuna rungu datang hendak mengurus dokumen kependudukan. Warga tersebut tampak bingung dan kesulitan berkomunikasi secara lisan, sementara antrean di belakangnya mulai tidak sabar. Tindakan Anda adalah...
- Menyuruh warga tersebut mengajak anggota keluarga yang bisa berbicara normal sebelum datang ke loket.
- Menyambutnya dengan senyum hangat, mengambil kertas dan pulpen untuk berkomunikasi secara tertulis, menjelaskan alur secara sabar, dan membantu melengkapi berkasnya dengan tuntas.
- Meminta warga antrean berikutnya untuk maju terlebih dahulu dan menyuruh warga tuna rungu tersebut menunggu di sudut ruangan.
- Berbicara dengan suara sangat keras dengan harapan warga tuna rungu tersebut dapat mendengar atau memahami gerak bibir Anda.
- 5 Opsi B: Empati sosial prima, inklusif terhadap penyandang disabilitas, solutif dan sabar. (Paling Tepat)
- 3 Opsi C: Mengutamakan kelancaran antrean tetapi mendiskriminasi hak warga disabilitas.
- 2 Opsi D: Kurang memahami karakteristik tuna rungu dan berpotensi membuatnya malu di muka umum.
- 1 Opsi A: Menolak pelayanan, tidak berempati, dan melanggar prinsip kesetaraan layanan publik.
Rekan kerja Anda yang beragama minoritas sedang merayakan hari raya keagamaannya dan mengajukan cuti resmi. Namun, ada jadwal piket pelayanan kantor yang harus tetap berjalan pada hari tersebut. Sebagai rekan kerja yang berbeda keyakinan, sikap Anda adalah...
- Menolak menggantikan jadwal piketnya karena itu merupakan tanggung jawab pribadinya.
- Dengan sukarela bersedia menggantikan jadwal piketnya agar rekan tersebut dapat beribadah dan merayakan hari rayanya bersama keluarga dengan tenang.
- Bersedia menggantikan jadwal piket dengan syarat rekan tersebut memberikan imbalan uang lembur atau hadiah makanan khas hari raya.
- Membiarkan pimpinan kantor yang pusing mencari pengganti piket tersebut.
- 5 Opsi B: Solidaritas dan toleransi aktif beragama, menguatkan persaudaraan kebangsaan di instansi. (Paling Tepat)
- 3 Opsi C: Bersedia membantu tetapi pamrih dan transaksional.
- 2 Opsi D: Apatis terhadap kelancaran operasional pelayanan instansi.
- 1 Opsi A: Kering rasa toleransi dan tidak memiliki jiwa kekeluargaan dalam tim.
Di lingkungan tempat tinggal dinas Anda, terjadi perselisihan antara warga pendatang dan warga asli terkait penggunaan lapangan fasilitas umum untuk kegiatan olahraga. Ketegangan mulai memuncak dan saling melempar tuduhan diskriminasi. Langkah Anda sebagai figur ASN adalah...
- Mendukung warga asli karena mereka adalah penduduk yang telah menetap lebih dahulu di daerah tersebut.
- Bersama pengurus RT/RW setempat menginisiasi pertemuan musyawarah bersama, mendengarkan aspirasi kedua pihak secara berimbang, dan menyusun jadwal pemanfaatan lapangan secara adil bergantian.
- Menutup lapangan tersebut agar tidak ada pihak yang dapat menggunakannya lagi.
- Mengunci diri di dalam rumah dan tidak mau ikut campur dalam urusan perselisihan warga.
- 5 Opsi B: Peran aktif perekat bangsa, mengedepankan musyawarah mufakat, solusi adil dan damai. (Paling Tepat)
- 3 Opsi C: Solusi pintas yang justru merugikan fasilitas umum semua warga.
- 2 Opsi D: Apatis terhadap ketenteraman lingkungan masyarakat.
- 1 Opsi A: Berpihak secara primordial dan memicu eskalasi konflik horizontal.
Saat bertugas melayani masyarakat, seorang warga dengan penampilan berpakaian sangat sederhana dan terkesan kumuh datang ke meja Anda. Tak lama berselang, datang seorang tokoh terpandang kaya yang merupakan kerabat pejabat setempat. Sikap pelayanan Anda adalah...
- Mendahulukan tokoh terpandang tersebut agar pimpinan kantor Anda mendapat nama baik di mata pejabat.
- Melayani warga yang datang lebih dahulu sesuai urutan antrean dengan sikap ramah dan profesional tanpa membedakan status sosial ekonomi mereka.
- Menyuruh warga berpakaian sederhana untuk pindah ke loket lain agar tidak mengganggu tokoh terpandang tersebut.
- Melayani tokoh terpandang sambil sesekali menanggapi berkas warga yang datang lebih dulu.
- 5 Opsi B: Kesetaraan di mata hukum (equality before the law), integritas dan profesionalisme non-diskriminatif. (Paling Tepat)
- 3 Opsi D: Kompromistis yang menurunkan kualitas fokus pelayanan kepada warga antrean awal.
- 2 Opsi A: Feodal dan melanggar SOP keadilan antrean pelayanan publik.
- 1 Opsi C: Diskriminasi vulgar yang merendahkan martabat warga kurang mampu.
Anda mendapatkan surat keputusan penempatan tugas di pulau terluar Indonesia yang fasilitas listriknya masih terbatas dan mayoritas warganya berkomunikasi dengan bahasa daerah setempat. Sikap Anda menghadapi kenyataan ini adalah...
- Mengajukan permohonan mutasi penempatan ke kota asal pada hari pertama pelantikan.
- Menerima penugasan dengan penuh rasa tanggung jawab kebangsaan, segera belajar bahasa daerah dasar dan adat setempat, serta berdedikasi membangun pelayanan di wilayah tersebut.
- Berangkat ke pulau tersebut tetapi sering mengambil izin pulang ke kota setiap akhir pekan.
- Menolak menandatangani surat perjanjian kerja dan memilih mengundurkan diri dari status PPPK.
- 5 Opsi B: Komitmen kebangsaan utuh, jiwa perekat NKRI di garda terdepan, siap beradaptasi penuh. (Paling Tepat)
- 3 Opsi C: Setengah hati menjalankan amanah negara dan merugikan hak masyarakat 3T.
- 2 Opsi A: Melanggar komitmen pengabdian penempatan yang disetujui saat pendaftaran.
- 1 Opsi D: Tidak berjiwa pengabdian negara sama sekali.
Beredar sebuah potongan video di media sosial yang menarasikan bahwa bantuan sosial pemerintah hanya disalurkan kepada kelompok etnis tertentu di wilayah kerja Anda, sehingga memicu kemarahan warganet dan protes warga. Faktanya video tersebut telah dipotong dan dipelintir. Tindakan Anda adalah...
- Ikut menyebarkan video tersebut agar viral dan instansi mendapat teguran publik.
- Melaporkan kepada pimpinan dan tim humas instansi untuk segera merilis video klarifikasi utuh dan data transparan penerima bansos, serta aktif mengedukasi warga sekitar dengan data yang valid dan menyejukkan.
- Menulis komentar kasar dan menyerang pembuat video di media sosial.
- Diam saja karena urusan kehumasan bukan kewenangan tugas jabatan saya.
- 5 Opsi B: Tanggap cegah konflik SARA, prosedural melalui humas resmi, berbasis data transparan menyejukkan. (Paling Tepat)
- 3 Opsi D: Apatis terhadap bahaya disintegrasi dan fitnah birokrasi.
- 2 Opsi C: Emosional dan merusak etika komunikasi aparatur negara di ruang publik.
- 1 Opsi A: Menyebarkan disinformasi/hoaks dan mengkhianati instansi sendiri.
Sebuah bencana banjir bandang melanda wilayah tetangga kecamatan Anda, mengakibatkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal. Rekan kerja di kantor menginisiasi penggalangan dana sukarela dan bantuan logistik darurat. Sikap Anda adalah...
- Tidak ikut berpartisipasi karena menganggap korban bencana sudah ditanggung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
- Berpartisipasi aktif menyisihkan bantuan sesuai kemampuan, membantu mengemas logistik darurat di luar jam dinas, dan menyemangati rekan lain untuk turut bergotong royong.
- Hanya menyumbang jika pimpinan kantor melihat dan mencatat nama saya.
- Menyumbang barang bekas yang sebenarnya sudah tidak layak pakai untuk korban bencana.
- 5 Opsi B: Empati kemanusiaan tulus, semangat gotong royong luhur bangsa, aksi nyata kepedulian. (Paling Tepat)
- 3 Opsi C: Bersikap pamrih dan mencari pujian semu demi citra diri.
- 2 Opsi D: Kurang berempati dan tidak menghargai martabat para korban bencana.
- 1 Opsi A: Apatis, dingin, dan kehilangan rasa solidaritas kemanusiaan.
Kuasai Soal Sosial Kultural dan Amankan Passing Grade 130+!
Uji kemampuan analisismu melalui ratusan soal CAT Sosial Kultural PPPK dengan skema pembobotan poin 1 hingga 5 terlengkap.
Pertanyaan Umum Seputar Kompetensi Sosial Kultural PPPK
Tentang Modul Belajar Ini
Modul ini dikurasi oleh tim ahli Belajarbro berdasarkan standar PermenPAN-RB No. 38 Tahun 2017 dan kisi-kisi resmi seleksi PPPK Kemenpan-RB. Silabus materi terus diperbarui untuk memastikan relevansi dengan sistem CAT ASN terkini.
Terakhir diperbarui: Oktober 2026Gimana kesanmu sama konten ini?