Latihan Soal Bela Negara TWK SKD CPNS dan Pembahasan Lengkap (Paket 3)

Berikut ini contoh soal latihan Bela Negara TWK SKD CPNS - paket 3 yang sudah dilengkapi pembahasan. Semangat belajar! ✨

1

Upaya dalam menghadapi tantangan internal, yaitu mengubah ideologi negara dari Pancasila menjadi komunisme pada tahun 1965 adalah ...

  1. Menyatukan antara kaum agama dan komunisme
  2. Menyelaraskan antara kelompok agama dan sekuler
  3. Mempertentangkan antara kelompok beragama dan tidak beragama
  4. Menyelaraskan antara kelompok agama dan pancasila
  5. Menjalin kerja sama antara kelompok agama dan negara
Jawaban : d

Pada tahun 1965, Indonesia menghadapi tantangan besar terkait ideologi negara, khususnya upaya untuk mengganti ideologi Pancasila dengan komunisme. Peristiwa ini memicu ketegangan yang sangat kuat, terutama antara kelompok yang mendukung Pancasila dan kelompok yang ingin mengadopsi komunisme sebagai ideologi negara. Pada saat itu, Pancasila dianggap sebagai dasar negara yang mengakomodasi nilai-nilai religius serta kebangsaan, sedangkan komunisme bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut, terutama karena komunisme menghilangkan peran agama dalam kehidupan bernegara.

Mari kita tinjau setiap opsi dalam konteks upaya menghadapi tantangan internal ini:

  1. Menyatukan antara kaum agama dan komunisme — Upaya ini tidak dilakukan, karena komunisme, pada dasarnya, seringkali bertentangan dengan pandangan kelompok agama, terutama di Indonesia. Komunisme cenderung mengabaikan peran agama, sehingga sulit menyatukan kedua pandangan ini secara ideologis.

  2. Menyelaraskan antara kelompok agama dan sekuler — Opsi ini tidak relevan dengan konteks tahun 1965, karena tantangan yang dihadapi bukan antara kelompok agama dan sekuler, melainkan antara pendukung Pancasila dan komunisme. Fokus utama saat itu adalah mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.

  3. Mempertentangkan antara kelompok beragama dan tidak beragama — Walaupun terjadi ketegangan antara kelompok beragama dan kelompok komunis yang umumnya tidak beragama, upaya yang dilakukan oleh pemerintah saat itu adalah mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara, bukan mempertentangkan atau memperkeruh perbedaan di antara kelompok-kelompok tersebut.

  4. Menyelaraskan antara kelompok agama dan Pancasila — Ini adalah upaya yang paling relevan. Di tengah ancaman ideologi komunisme, pemerintah dan kelompok agama berusaha untuk meneguhkan komitmen pada Pancasila sebagai dasar negara. Penyelarasan ini bertujuan untuk menjaga agar nilai-nilai religius tetap sejalan dengan Pancasila, memperkuat persatuan, dan mempertahankan Pancasila dari ancaman ideologi lain.

  5. Menjalin kerja sama antara kelompok agama dan negara — Walaupun penting, ini adalah upaya yang lebih umum dan tidak spesifik terhadap tantangan tahun 1965. Upaya utama pada saat itu lebih fokus pada penguatan komitmen terhadap Pancasila sebagai ideologi negara.

Dari penjelasan di atas, pilihan yang paling tepat adalah:

d. Menyelaraskan antara kelompok agama dan Pancasila

Pilihan ini paling tepat karena pada tahun 1965, pemerintah dan masyarakat yang mendukung Pancasila bekerja sama dengan berbagai kelompok, termasuk kelompok agama, untuk memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi dasar negara Indonesia. Upaya ini dilakukan agar nilai-nilai agama tetap selaras dengan Pancasila, memperkuat ketahanan bangsa terhadap ancaman ideologi komunisme.

2

Dukungan beberapa negara kepulauan Pasifik terhadap Gerakan Papua Merdeka melalui penyebaran pelanggaran HAM merupakan bukti adanya intervensi asing. Apa yang sebaiknya dilakukan Indonesia dalam menyikapi hal itu?

  1. Melakukan transmigrasi besar-besaran ke Papua
  2. Menyerang negara yang mendukung Gerakan Papua Merdeka
  3. Melaporkan ke pihak berwajib negara yang mendukung Gerakan Papua Merdeka
  4. Mengeksplotasi Sumber daya alam secara besar besaran di Papua
  5. Meningkatkan kesejahteraan dan keseteraan rakyat Papua
Jawaban : e

Dukungan dari beberapa negara kepulauan Pasifik terhadap Gerakan Papua Merdeka menunjukkan adanya campur tangan asing dalam isu domestik Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menyebarkan narasi tentang pelanggaran HAM di Papua untuk menarik perhatian internasional dan memperlemah posisi Indonesia. Dalam menghadapi situasi ini, Indonesia harus mengambil langkah yang bijaksana, konstruktif, dan sesuai dengan prinsip kedaulatan negara.

Mari kita analisis setiap opsi:

  1. Melakukan transmigrasi besar-besaran ke Papua — Transmigrasi ke Papua bukanlah solusi yang tepat dalam menanggapi dukungan asing terhadap Gerakan Papua Merdeka. Meskipun transmigrasi dapat berkontribusi dalam penyebaran penduduk, hal ini tidak menyelesaikan akar masalah, yaitu ketidakpuasan yang dialami oleh sebagian masyarakat Papua serta adanya intervensi asing.

  2. Menyerang negara yang mendukung Gerakan Papua Merdeka — Opsi ini bertentangan dengan prinsip diplomasi dan hukum internasional. Menyerang negara lain hanya akan memperburuk situasi dan dapat memperburuk citra Indonesia di mata dunia. Penyelesaian masalah sebaiknya dilakukan secara damai melalui jalur diplomasi dan perbaikan internal.

  3. Melaporkan ke pihak berwajib negara yang mendukung Gerakan Papua Merdeka — Melaporkan dukungan negara lain untuk Gerakan Papua Merdeka ke otoritas internasional dapat menjadi salah satu cara untuk menangani intervensi asing. Namun, hal ini biasanya memerlukan bukti yang kuat dan prosedur yang panjang, serta belum tentu akan mendapatkan hasil yang diinginkan. Ini dapat dilakukan bersamaan dengan langkah-langkah diplomasi lain, namun bukanlah solusi utama.

  4. Mengeksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran di Papua — Mengeksploitasi sumber daya alam Papua secara besar-besaran bukanlah solusi. Justru, eksploitasi berlebihan dapat memperburuk sentimen masyarakat Papua, memicu kerusakan lingkungan, dan meningkatkan ketidakpuasan. Tindakan ini tidak akan menyelesaikan masalah mendasar yang dihadapi masyarakat Papua, seperti kesejahteraan dan keadilan sosial.

  5. Meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan rakyat Papua — Opsi ini merupakan langkah yang paling tepat. Dengan meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan, Indonesia dapat menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat Papua, mengurangi ketimpangan, dan meningkatkan kualitas layanan publik di wilayah tersebut. Ini akan mengurangi keluhan yang menjadi bahan bagi pihak asing untuk mengkritik Indonesia. Selain itu, langkah ini juga selaras dengan pendekatan diplomasi yang damai dan humanis.

Dari penjelasan di atas, jawaban yang paling tepat adalah:

e. Meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan rakyat Papua

Langkah ini merupakan upaya konstruktif untuk mengatasi akar masalah di Papua. Dengan membangun infrastruktur, memperbaiki layanan pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan kesempatan ekonomi, Indonesia dapat mengurangi ketidakpuasan di Papua dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia berkomitmen untuk memajukan seluruh wilayahnya secara adil.

3

Bersamaan dengan globalisasi, beberapa isu global juga muncul diantaranya adalah persoalan pengelolaan lingkungan hidup. Untuk menyikapi isu lingkungan hidup tersebut, Tindakan apakah yang perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia?

  1. Tetap mengelola lingkungan hidup sesuai dengan prinsip dan kebutuhannya sendiri
  2. Menolak seruan pengelolaan lingkungan hidup dari negara-negara lain
  3. Menjadikan seruan lingkungan hidup negara lain sebagai salah satu referensi
  4. Mengikuti tuntutan global tentang pengelolaan lingkungan hidup
  5. Membiarkan kecaman negara-negara lain terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup
Jawaban : c

Isu lingkungan hidup merupakan salah satu tantangan global yang tidak hanya berdampak pada satu negara, tetapi juga pada seluruh dunia. Globalisasi meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerjasama lintas negara dalam menangani masalah lingkungan seperti perubahan iklim, polusi, deforestasi, dan penurunan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, Indonesia sebagai bagian dari komunitas global perlu menanggapi isu ini dengan langkah yang bijaksana dan kolaboratif.

Mari kita analisis masing-masing opsi:

  1. Tetap mengelola lingkungan hidup sesuai dengan prinsip dan kebutuhannya sendiri — Meskipun penting bagi Indonesia untuk mempertimbangkan kebutuhan dan situasi lingkungannya sendiri, mengikuti prinsip ini saja tanpa mempertimbangkan standar global mungkin kurang efektif. Tindakan yang diambil perlu mempertimbangkan baik kondisi lokal maupun komitmen internasional untuk pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

  2. Menolak seruan pengelolaan lingkungan hidup dari negara-negara lain — Menolak seruan negara lain mengenai lingkungan hidup bisa memperburuk citra Indonesia di mata dunia dan dapat merusak hubungan internasional. Tantangan lingkungan hidup adalah masalah global, sehingga kerja sama dan masukan dari negara lain dapat membantu mengidentifikasi praktik terbaik dan solusi yang efektif.

  3. Menjadikan seruan lingkungan hidup negara lain sebagai salah satu referensi — Ini merupakan opsi yang lebih fleksibel dan bijaksana. Dengan menjadikan masukan dari negara lain sebagai referensi, Indonesia dapat menyesuaikan kebijakan lingkungan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya sambil tetap sejalan dengan standar dan praktik global.

  4. Mengikuti tuntutan global tentang pengelolaan lingkungan hidup — Meskipun penting untuk mengikuti praktik global, Indonesia juga harus memperhatikan kondisi lokalnya. Mengikuti seluruh tuntutan global tanpa mempertimbangkan kapasitas dan kebutuhan nasional dapat menjadi beban yang besar. Oleh karena itu, kebijakan yang dibuat sebaiknya mempertimbangkan komitmen internasional sambil menyesuaikannya dengan kebutuhan nasional.

  5. Membiarkan kecaman negara-negara lain terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup — Membiarkan kecaman bukanlah solusi yang bijak. Menanggapi masukan internasional dengan terbuka dapat membantu Indonesia memperbaiki kebijakan lingkungannya. Kecaman dari negara lain harus dianggap sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup.

Dari pembahasan di atas, opsi yang paling sesuai adalah:

c. Menjadikan seruan lingkungan hidup negara lain sebagai salah satu referensi

Dengan menjadikan seruan dari negara lain sebagai referensi, Indonesia dapat mengambil pelajaran dari praktik terbaik dan standar internasional sambil menyesuaikannya dengan kondisi dan kebutuhan lokal. Pendekatan ini memungkinkan Indonesia untuk menjaga kemandirian dalam pengelolaan lingkungan hidup sambil tetap berpartisipasi dalam upaya global untuk menjaga lingkungan dan menghadapi perubahan iklim.

4

Kehidupan politik bangsa Indonesia banyak dipengaruhi oleh penerapan demokrasi. Namun, saat ini mengalami hambatan akibat adanya politik adu domba antarwarga negara. Berikut ini merupakan bukti upaya menangkal hambatan dalam penerapan demokrasi untuk mewujudkan kekuatan bangsa di bidang politik, yakni ...

  1. Menggalang kekuatan masyarakat untuk memperkuat partai politiknya
  2. Melakukan gerakan moral untuk menyelenggarakan pemilu yang damai
  3. Menggunakan media sosial sebagai sarana kampanye politik
  4. Menguatkan pentingnya penerapan politik identitas
  5. Menguatkan loyalitas antaranggota organisasi politik
Jawaban : b

Dalam penerapan demokrasi, tantangan seperti politik adu domba atau konflik horizontal dapat mengancam persatuan dan stabilitas politik suatu negara. Di Indonesia, tantangan ini sering muncul dalam bentuk perpecahan antarwarga negara berdasarkan suku, agama, atau kepentingan politik, yang bisa melemahkan demokrasi itu sendiri. Untuk mengatasi tantangan ini dan memperkuat demokrasi, diperlukan langkah-langkah yang berfokus pada perdamaian, keadilan, dan persatuan.

Mari kita analisis setiap opsi untuk melihat upaya yang paling relevan dalam menangkal hambatan demokrasi tersebut:

  1. Menggalang kekuatan masyarakat untuk memperkuat partai politiknya — Opsi ini lebih relevan untuk meningkatkan dukungan terhadap partai politik tertentu, bukan untuk menangkal politik adu domba. Penguatan partai politik sendiri tidak selalu menjamin demokrasi yang damai atau mencegah perpecahan.

  2. Melakukan gerakan moral untuk menyelenggarakan pemilu yang damai — Opsi ini adalah langkah yang tepat untuk mencegah politik adu domba. Gerakan moral bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai etika dalam politik, seperti persatuan, kejujuran, dan kedamaian. Dengan adanya gerakan ini, masyarakat diingatkan akan pentingnya menghormati perbedaan dan menjaga persatuan selama proses pemilu, sehingga suasana politik yang damai dapat terwujud.

  3. Menggunakan media sosial sebagai sarana kampanye politik — Meskipun media sosial efektif sebagai sarana kampanye, penggunaannya tidak selalu berdampak positif bagi demokrasi. Media sosial bisa menjadi alat yang memecah belah jika tidak digunakan secara bijak. Dalam konteks ini, media sosial bukanlah solusi utama untuk menangkal hambatan demokrasi seperti politik adu domba.

  4. Menguatkan pentingnya penerapan politik identitas — Opsi ini justru dapat memperparah politik adu domba karena politik identitas cenderung memfokuskan perbedaan dan meningkatkan potensi konflik antar kelompok. Hal ini dapat melemahkan demokrasi dengan menciptakan fragmentasi dan perpecahan di masyarakat.

  5. Menguatkan loyalitas antaranggota organisasi politik — Meningkatkan loyalitas dalam organisasi politik tidak secara langsung mencegah adu domba. Loyalitas ini penting bagi partai politik, tetapi tidak selalu mendukung demokrasi yang sehat jika tidak disertai dengan nilai-nilai persatuan di tingkat nasional.

Dari pembahasan di atas, pilihan yang paling tepat adalah:

b. Melakukan gerakan moral untuk menyelenggarakan pemilu yang damai

Pilihan ini tepat karena gerakan moral berfokus pada penyadaran masyarakat akan pentingnya menjalankan politik yang damai dan beretika, bebas dari praktik adu domba. Melalui gerakan ini, demokrasi dapat berjalan secara lebih harmonis, memperkuat persatuan bangsa, dan mengurangi potensi konflik horizontal selama proses pemilu atau aktivitas politik lainnya.

5

Selama ini produk-produk UMKM (Usaha Menengah Kecil Mikro) dalam negeri dianggap sebelah mata jika dibandingkan dengan produk-produk asing. Padahal kualitas produk-produknya tidak kalah dengan barang impor. Membeli produk UMKM sama artinya dengan mempertahankan keutuhan NKRI. Alasannya adalah ...

  1. Memperkuat ideologi bangsa
  2. Memperkuat komitmen politik pemimpin bangsa
  3. Memperkuat perekonomian rakyat kecil
  4. Menjalin kekuatan kehidupan sosial
  5. Menghargai karya masyarakat lokal
Jawaban : c

Mendukung dan membeli produk-produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam negeri merupakan tindakan penting untuk memperkuat perekonomian nasional dan mendukung kesejahteraan rakyat. Produk-produk UMKM sering kali dipandang sebelah mata dibandingkan produk asing, padahal kualitasnya tidak kalah baik. Ketika masyarakat membeli produk UMKM, mereka berkontribusi langsung pada stabilitas ekonomi dalam negeri, yang pada gilirannya mendukung ketahanan bangsa.

Mari kita analisis setiap opsi untuk memahami alasan di balik pernyataan bahwa membeli produk UMKM berarti mempertahankan keutuhan NKRI:

  1. Memperkuat ideologi bangsa — Meskipun membeli produk UMKM dapat mendukung nasionalisme dan kecintaan terhadap produk lokal, tindakan ini tidak berhubungan langsung dengan ideologi bangsa. Ideologi bangsa terkait dengan nilai-nilai dasar negara, bukan hanya konsumsi produk lokal.

  2. Memperkuat komitmen politik pemimpin bangsa — Membeli produk UMKM tidak secara langsung mempengaruhi komitmen politik para pemimpin bangsa. Dukungan terhadap UMKM lebih berdampak pada ekonomi lokal daripada komitmen politik.

  3. Memperkuat perekonomian rakyat kecil — Opsi ini tepat, karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi lokal. Membeli produk UMKM berarti mendukung para pengusaha kecil yang menggantungkan pendapatan mereka pada usaha ini. Dengan memperkuat perekonomian rakyat kecil, masyarakat ikut berperan dalam memperbaiki taraf hidup mereka, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketimpangan ekonomi. Hal ini juga berkontribusi pada stabilitas sosial dan ekonomi yang penting bagi keutuhan NKRI.

  4. Menjalin kekuatan kehidupan sosial — Meskipun membeli produk UMKM dapat memperkuat jaringan sosial di masyarakat, tujuan utama dari membeli produk UMKM adalah untuk mendukung ekonomi. Kehidupan sosial dapat berkembang, tetapi efek langsungnya lebih dirasakan dalam aspek ekonomi.

  5. Menghargai karya masyarakat lokal — Menghargai karya masyarakat lokal merupakan salah satu alasan untuk membeli produk UMKM. Namun, alasan ini lebih berfokus pada aspek apresiasi budaya dan bukan pada aspek ekonomi yang langsung mendukung perekonomian rakyat kecil.

Dari analisis di atas, jawaban yang paling tepat adalah:

c. Memperkuat perekonomian rakyat kecil

Dengan membeli produk UMKM, masyarakat membantu menguatkan ekonomi lokal dan mendukung para pelaku usaha kecil yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Hal ini memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi ketergantungan pada produk asing, dan secara tidak langsung memperkokoh keutuhan NKRI melalui kesejahteraan rakyat kecil.

Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan Bela Negara TWK SKD CPNS paket 3. Silahkan pelajari paket soal lainnya supaya kamu makin terbiasa dengan tipe soal CPNS yang sering muncul.

Jika ada soal yang belum dipahami, silakan pelajari kembali materinya ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.

Materi TWK
Materi TIU
Materi TKP
Soal TWK
Soal TIU
Soal TKP

Kategori
CPNS SKD TWK Bela Negara

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?