Berikut ini contoh soal latihan Bela Negara TWK SKD CPNS - paket 6 yang sudah dilengkapi pembahasan. Semangat belajar! ✨
Tokoh bangsa yang merupakan perumus dan penandatanganan Piagam Djakarta sebagai hasil dari panitia kecil BPUPKI, tetapi melakukan akomodasi keberatan masyarakat Indonesia Timur demi segera terbentuknya persyaratan negara dan persatuan Indonesia adalah ...
- Teuku MohHasan
- Wachid Hasjim
- A. A Maramis
- Muh Yamin
- Moh. Hatta
Tokoh yang berperan penting dalam perumusan dan penandatanganan Piagam Jakarta, serta melakukan akomodasi terhadap keberatan dari masyarakat Indonesia Timur demi tercapainya persatuan Indonesia, adalah Mohammad Hatta.
Piagam Jakarta dirumuskan oleh Panitia Sembilan sebagai bagian dari upaya Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) untuk menyusun dasar negara. Namun, setelah Piagam Jakarta disepakati, terdapat keberatan dari masyarakat Indonesia Timur terhadap bagian yang menyatakan bahwa "kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya". Demi menjaga persatuan dan memastikan seluruh wilayah Indonesia mendukung dasar negara, Hatta melakukan upaya diplomasi dan akomodasi untuk mengganti kalimat tersebut dengan "Ketuhanan yang Maha Esa".
Berikut analisis masing-masing opsi:
-
Teuku Moh. Hasan — Meskipun Teuku Moh. Hasan adalah tokoh penting dalam BPUPKI, ia bukanlah sosok utama yang melakukan negosiasi atau akomodasi atas keberatan Indonesia Timur terkait Piagam Jakarta.
-
Wachid Hasjim — Wachid Hasjim adalah salah satu tokoh dalam BPUPKI dan juga berperan dalam proses perumusan Piagam Jakarta. Namun, ia bukanlah tokoh yang memfasilitasi perubahan terhadap isi Piagam Jakarta untuk merespon keberatan Indonesia Timur.
-
A. A. Maramis — A. A. Maramis adalah anggota Panitia Sembilan yang ikut menandatangani Piagam Jakarta, dan ia merupakan satu-satunya wakil dari Indonesia Timur di dalam panitia tersebut. Meskipun beliau adalah tokoh penting, perubahan Piagam Jakarta lebih didorong oleh diplomasi yang diinisiasi oleh Hatta.
-
Muh. Yamin — Muh. Yamin adalah tokoh nasional yang juga berperan besar dalam BPUPKI dan perumusan dasar negara. Namun, ia bukanlah sosok yang terlibat dalam negosiasi terkait perubahan isi Piagam Jakarta dengan pihak Indonesia Timur.
-
Moh. Hatta — Inilah jawaban yang tepat. Mohammad Hatta, sebagai wakil ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), melakukan negosiasi untuk mengakomodasi keberatan masyarakat Indonesia Timur. Hasil dari negosiasi ini adalah perubahan Piagam Jakarta pada bagian yang berhubungan dengan agama, sehingga menjadi lebih inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa mengutamakan satu golongan agama tertentu. Tindakan Hatta ini menunjukkan komitmennya terhadap persatuan Indonesia.
Dari penjelasan di atas, jawaban yang paling tepat adalah:
e. Moh. Hatta
Peran Hatta dalam mengakomodasi keberatan dari Indonesia Timur demi persatuan Indonesia menunjukkan komitmen terhadap terbentuknya negara yang inklusif dan menjaga persatuan bangsa. Keputusan untuk mengubah isi Piagam Jakarta dilakukan demi memastikan bahwa dasar negara dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia, baik dari wilayah Barat maupun Timur.
Untuk menghadapi kapitalisme global pemerintah perlu melakukan hal-hal sebagai berikut, kecuali ...
- Memanfaatkan setiap peluang yang ada secara terbuka
- Segera melakukan pemberantasan KKN secara bersungguh-sungguh
- Menunggu kebijakan internasional di bidang ekonomi yang relevan dengan kebijakan dalam negeri
- Meletakkan kerangka kebijakan yang mengarah pada sektor-sektor yang prospektif
- Mengupayakan perubahan dari industri yang tidak kompetitif menuju industri yang lebih kompetitif dengan segera
Untuk menghadapi tantangan kapitalisme global, pemerintah perlu melakukan berbagai upaya untuk memperkuat perekonomian dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada kekuatan ekonomi asing, dan menciptakan daya saing yang kuat. Dalam konteks ini, pemerintah diharapkan mengambil langkah proaktif yang memungkinkan ekonomi nasional beradaptasi dan bersaing secara global.
Mari kita analisis setiap opsi untuk menentukan tindakan yang tidak relevan atau kurang efektif dalam menghadapi kapitalisme global:
-
Memanfaatkan setiap peluang yang ada secara terbuka — Langkah ini sesuai dengan pendekatan untuk menghadapi kapitalisme global. Dengan memanfaatkan peluang yang ada, pemerintah dapat membuka jalan bagi investasi dan kerja sama ekonomi yang menguntungkan. Ini membantu perekonomian untuk tetap kompetitif dan berkembang di pasar global.
-
Segera melakukan pemberantasan KKN secara bersungguh-sungguh — Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) sangat penting karena praktik-praktik ini dapat melemahkan ekonomi dan menghambat pertumbuhan. Dengan menghilangkan KKN, pemerintah dapat menciptakan iklim investasi yang lebih baik dan efisien, yang penting dalam menghadapi kapitalisme global.
-
Menunggu kebijakan internasional di bidang ekonomi yang relevan dengan kebijakan dalam negeri — Opsi ini tidak efektif dalam menghadapi kapitalisme global. Menunggu kebijakan internasional berarti pemerintah bersikap pasif dan tidak proaktif dalam mengambil langkah-langkah untuk menyesuaikan atau melindungi ekonomi nasional. Menghadapi kapitalisme global membutuhkan pendekatan yang cepat dan mandiri, bukan sekadar menunggu kebijakan dari luar.
-
Meletakkan kerangka kebijakan yang mengarah pada sektor-sektor yang prospektif — Ini adalah tindakan yang tepat dan strategis. Dengan menetapkan kebijakan yang fokus pada sektor-sektor prospektif, pemerintah dapat mengarahkan sumber daya dan perhatian ke industri yang memiliki potensi besar di pasar global, yang memperkuat daya saing nasional.
-
Mengupayakan perubahan dari industri yang tidak kompetitif menuju industri yang lebih kompetitif dengan segera — Langkah ini sesuai untuk menghadapi kapitalisme global. Dengan mengalihkan fokus ke industri yang lebih kompetitif, pemerintah dapat meningkatkan kemampuan ekonomi nasional untuk bersaing di pasar global.
Dari analisis di atas, tindakan yang paling tidak efektif dalam menghadapi kapitalisme global adalah:
c. Menunggu kebijakan internasional di bidang ekonomi yang relevan dengan kebijakan dalam negeri
Opsi ini menunjukkan sikap yang pasif dan tidak sesuai dengan kebutuhan untuk bersikap proaktif dalam menghadapi kapitalisme global. Pemerintah harus bertindak cepat dan independen dalam mengembangkan kebijakan yang dapat melindungi dan memperkuat perekonomian nasional. Menunggu kebijakan dari luar hanya akan memperlambat proses pengembangan ekonomi dalam negeri dan membuat negara lebih rentan terhadap pengaruh asing.
Permasalahan kemiskinan seringkali menjadi penyebab munculnya ancaman konflik sosial dalam masyarakat bagi bangsa Indonesia. Dampak dari permasalahan tersebut dapat memecah belah persatuan bangsa dan negara. Berikut ini merupakan bukti upaya menghadapi ancaman konflik sosial untuk mewujudkan kekuatan bangsa di bidang sosial, yakni ...
- Berwirausaha sebagai sarana mendapat bantuan modal dari pemerintah
- Memberikan bantuan pada anggota partai politiknya yang memiliki loyalitas
- Menyelenggarakan pertunjukan musik untuk memberikan hiburan masyarakat
- Memberikan beasiswa pada semua anak tanpa membedakan kemampuan ekonomi
- Memfasilitasi pengembangan produk dalam negeri agar bersaing di tingkat global
Permasalahan kemiskinan sering kali menyebabkan ketimpangan sosial dan ekonomi, yang dapat memicu konflik sosial di masyarakat. Ketimpangan ini menciptakan perasaan ketidakadilan yang berpotensi memecah persatuan bangsa dan menimbulkan konflik. Untuk mengatasi ancaman tersebut, upaya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kesejahteraan sosial secara adil, salah satunya dengan menyediakan akses yang setara terhadap pendidikan dan peluang ekonomi.
Mari kita analisis setiap opsi untuk menentukan upaya yang paling efektif dalam menghadapi ancaman konflik sosial dan memperkuat kekuatan bangsa di bidang sosial:
-
Berwirausaha sebagai sarana mendapat bantuan modal dari pemerintah — Berwirausaha dapat membantu meningkatkan taraf hidup dan perekonomian individu, tetapi upaya ini lebih bersifat pribadi dan bukan merupakan upaya langsung dari pemerintah untuk mengatasi ketimpangan sosial di masyarakat luas. Selain itu, berwirausaha tidak selalu memastikan penyelesaian masalah konflik sosial.
-
Memberikan bantuan pada anggota partai politiknya yang memiliki loyalitas — Bantuan yang hanya diberikan kepada anggota partai politik tertentu menunjukkan tindakan diskriminatif yang justru bisa memperburuk konflik sosial. Hal ini tidak membantu mempromosikan persatuan sosial atau mengatasi permasalahan kemiskinan secara adil.
-
Menyelenggarakan pertunjukan musik untuk memberikan hiburan masyarakat — Pertunjukan musik memang dapat menghibur dan mempererat hubungan sosial di masyarakat, namun sifatnya sementara dan tidak menyelesaikan akar masalah dari konflik sosial yang disebabkan oleh kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.
-
Memberikan beasiswa pada semua anak tanpa membedakan kemampuan ekonomi — Opsi ini sangat tepat. Dengan memberikan beasiswa secara merata tanpa melihat latar belakang ekonomi, pemerintah dapat memastikan bahwa semua anak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan. Pendidikan adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan mobilitas ekonomi dan mengurangi ketimpangan sosial, yang pada akhirnya mengurangi risiko konflik sosial. Kesempatan yang setara di bidang pendidikan menciptakan keadilan sosial dan membantu menjaga persatuan bangsa.
-
Memfasilitasi pengembangan produk dalam negeri agar bersaing di tingkat global — Meskipun mendukung produk dalam negeri adalah langkah positif untuk memperkuat ekonomi nasional, ini tidak secara langsung mengatasi masalah ketimpangan sosial atau konflik yang disebabkan oleh kemiskinan.
Dari analisis di atas, jawaban yang paling tepat adalah:
d. Memberikan beasiswa pada semua anak tanpa membedakan kemampuan ekonomi
Memberikan akses pendidikan yang setara kepada semua anak, tanpa memperhatikan kemampuan ekonomi, adalah cara yang efektif untuk mengatasi ketimpangan sosial. Pendidikan yang merata memberikan peluang kepada setiap individu untuk meningkatkan taraf hidup mereka dan berkontribusi terhadap masyarakat. Dengan mengurangi ketimpangan, potensi konflik sosial akibat kemiskinan juga berkurang, sehingga langkah ini membantu memperkuat persatuan dan kekuatan bangsa di bidang sosial.
Lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan menjadi sejarah kelam bagi NKRI karena adanya intervensi asing. Mahkamah internasional saat itu memenangkan Malaysia dengan argument (effective occupation) menyatakan bahawa kedua pulau itu banyak dikelola Malaysia daripada Indonesia. Tunjukkan manakah bukti dari upaya bela negara untuk mempertahankan Bhineka Tunggal Ika?
- Memperketat kegiatan patroli dan operasi militer pada wilayah perbatasan
- Meminta bantuan negara lain dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan
- Menambah anggaran militer untuk memperkuat persenjataan di wilayah perbatasan
- Menunjukkan eksistensi negara dalam melakukan pengelolaan di wilayah perbatasan
- Membuat gentar negara lain dengan melakukan pengelolaan di wilayah perbatasan laut
Lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan kepada Malaysia merupakan peristiwa penting yang menunjukkan pentingnya pengelolaan dan kehadiran nyata dari pemerintah Indonesia di wilayah perbatasan. Keputusan Mahkamah Internasional yang memenangkan Malaysia didasarkan pada konsep effective occupation, yang menunjukkan bahwa Malaysia secara efektif mengelola dan menunjukkan kehadiran di kedua pulau tersebut lebih daripada Indonesia. Dalam konteks ini, untuk mempertahankan wilayah kedaulatan dan menjaga persatuan Indonesia dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika, perlu ada upaya bela negara yang nyata dan berkesinambungan.
Mari kita analisis setiap opsi untuk melihat upaya bela negara yang paling tepat dalam mempertahankan wilayah perbatasan:
-
Memperketat kegiatan patroli dan operasi militer pada wilayah perbatasan — Memperketat patroli militer memang penting untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan, tetapi kegiatan ini lebih berfokus pada aspek pertahanan dan keamanan. Meskipun penting, patroli saja tidak cukup untuk menunjukkan kehadiran atau pengelolaan efektif terhadap wilayah tersebut.
-
Meminta bantuan negara lain dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan — Meminta bantuan negara lain dalam menjaga perbatasan bukanlah langkah yang sesuai untuk memperkuat kedaulatan. Hal ini justru dapat menunjukkan ketergantungan pada negara lain dan mengurangi kemandirian serta otoritas Indonesia dalam mengelola wilayah perbatasannya.
-
Menambah anggaran militer untuk memperkuat persenjataan di wilayah perbatasan — Menambah anggaran militer dapat membantu memperkuat pertahanan, namun langkah ini lebih berfokus pada aspek persenjataan. Untuk menjaga kedaulatan secara efektif, perlu ada kehadiran nyata yang menunjukkan pengelolaan wilayah perbatasan, bukan hanya sekadar memperkuat persenjataan.
-
Menunjukkan eksistensi negara dalam melakukan pengelolaan di wilayah perbatasan — Opsi ini tepat, karena pengelolaan yang nyata menunjukkan kehadiran dan otoritas Indonesia atas wilayah tersebut. Melalui aktivitas pengelolaan, seperti membangun infrastruktur, pelayanan publik, dan pengelolaan sumber daya, pemerintah menunjukkan bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari NKRI. Upaya ini juga mencegah negara lain mengklaim wilayah perbatasan berdasarkan konsep effective occupation, karena Indonesia telah menunjukkan kehadirannya yang sah.
-
Membuat gentar negara lain dengan melakukan pengelolaan di wilayah perbatasan laut — Meskipun pengelolaan perbatasan laut penting, tujuannya bukanlah untuk membuat negara lain gentar. Langkah ini kurang relevan dengan upaya menjaga persatuan melalui Bhinneka Tunggal Ika, karena tidak mendorong kerja sama dan harmonisasi dengan prinsip tersebut.
Dari pembahasan di atas, jawaban yang paling tepat adalah:
d. Menunjukkan eksistensi negara dalam melakukan pengelolaan di wilayah perbatasan
Langkah ini merupakan bukti upaya bela negara yang efektif dalam mempertahankan wilayah kedaulatan Indonesia. Dengan menunjukkan kehadiran dan pengelolaan yang nyata di wilayah perbatasan, pemerintah Indonesia mempertegas bahwa wilayah tersebut adalah bagian dari NKRI. Selain itu, langkah ini sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, karena dengan pengelolaan yang nyata, Indonesia menjaga keberagaman dan persatuan dalam satu kesatuan wilayah yang utuh dan berdaulat.
Salah satu ancaman terhadap NKRI adalah munculnya anti radikalisme untuk menggantikan ideologi Pancasila. Berikut ini perwujudan kekuatan bangsa di bidang ideologi ...
- Mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata
- Mengikuti seminar tentang ideologi di dunia
- Mendalami kajian dan teori terkait upaya deradikalisasi
- Membuat Gerakan tandingan untuk melawan gerakan radikal
- Mempersenjatai diri untuk bertempur melawan organisasi radikal
Salah satu ancaman terhadap keutuhan NKRI adalah adanya gerakan yang berusaha menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi lain. Untuk menghadapi ancaman ini, penting bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat komitmen terhadap ideologi Pancasila, karena Pancasila adalah dasar negara dan fondasi bagi persatuan bangsa. Penguatan ideologi Pancasila di masyarakat perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Mari kita analisis setiap opsi untuk menentukan perwujudan kekuatan bangsa di bidang ideologi yang paling efektif:
-
Mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata — Ini adalah opsi yang paling tepat. Mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari berarti menerapkan nilai-nilai seperti persatuan, keadilan, kemanusiaan, dan kepercayaan kepada Tuhan dalam setiap tindakan. Dengan mengamalkan Pancasila, masyarakat menunjukkan komitmen terhadap ideologi negara secara nyata, yang merupakan kekuatan penting untuk melawan ideologi-ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Pengamalan Pancasila memperkuat rasa persatuan dan kesadaran nasional serta menolak ideologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
-
Mengikuti seminar tentang ideologi di dunia — Mengikuti seminar tentang ideologi dapat meningkatkan pengetahuan, tetapi ini saja tidak cukup untuk mewujudkan kekuatan bangsa di bidang ideologi. Tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila lebih efektif dalam mempertahankan ideologi negara daripada sekadar menambah wawasan.
-
Mendalami kajian dan teori terkait upaya deradikalisasi — Mendalami kajian tentang deradikalisasi penting untuk memahami cara melawan radikalisme. Namun, kajian teori tanpa penerapan nyata tidak cukup untuk memperkuat ideologi Pancasila di masyarakat. Upaya deradikalisasi harus dilengkapi dengan tindakan nyata yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
-
Membuat gerakan tandingan untuk melawan gerakan radikal — Meskipun membuat gerakan tandingan dapat menjadi salah satu strategi melawan radikalisme, hal ini tidak selalu mencerminkan penguatan ideologi Pancasila. Lebih penting untuk mengedepankan penerapan nilai-nilai Pancasila yang damai dan konstruktif daripada sekadar membuat gerakan tandingan.
-
Mempersenjatai diri untuk bertempur melawan organisasi radikal — Ini adalah tindakan yang tidak tepat dan justru berpotensi menciptakan kekerasan yang merusak keamanan dan stabilitas. Menggunakan senjata bukanlah cara untuk memperkuat ideologi Pancasila, yang justru mendorong perdamaian, kerukunan, dan keadilan.
Dari pembahasan di atas, jawaban yang paling tepat adalah:
a. Mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata
Mengamalkan Pancasila secara nyata adalah langkah yang efektif dalam menghadapi ancaman terhadap ideologi negara. Tindakan ini memperlihatkan komitmen dan kesetiaan kepada Pancasila, serta menginspirasi orang lain untuk turut serta dalam menerapkan nilai-nilai kebangsaan. Dengan mengamalkan Pancasila, masyarakat berperan aktif dalam memperkuat keutuhan dan identitas nasional, yang merupakan fondasi utama bagi kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman ideologi.
Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan Bela Negara TWK SKD CPNS paket 6. Silahkan pelajari paket soal lainnya supaya kamu makin terbiasa dengan tipe soal CPNS yang sering muncul.
Jika ada soal yang belum dipahami, silakan pelajari kembali materinya ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.