Latihan Soal Integritas TWK SKD CPNS dan Pembahasan Lengkap (Paket 2)

Berikut ini contoh soal latihan Integritas TWK SKD CPNS - paket 2 yang sudah dilengkapi pembahasan. Semangat belajar! ✨

1

Kegiatan yang dapat diselenggarakan untuk mempertemukan beberapa kebudayaan daerah yang ada di Indonesia melalui bentuk pentas budaya dan seni adalah dengan ...

  1. Melaksanakan konser musik secara rutin untuk dapat dinikmati oleh masyarakat
  2. Pawai obor yang melibatkan siswa dan masyarakat umum secara menyeluruh
  3. Mengadakan kegiatan festival kebudayaan yang melibatkan elemen masyarakat
  4. Melakukan pameran fotografi dari berbagai daerah yang ada di Indonesia
  5. Menggiatkan pameran edukasi di berbagai daerah untuk kemajuan daerah
Jawaban : c

Untuk mempertemukan berbagai kebudayaan daerah di Indonesia dan mempromosikan persatuan serta kebinekaan, kegiatan yang paling tepat adalah festival kebudayaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Festival kebudayaan dapat menjadi wadah bagi masyarakat dari berbagai latar belakang budaya untuk menampilkan seni, tarian, musik, dan adat istiadat daerah masing-masing. Kegiatan ini memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia dan memperkuat rasa saling menghargai di antara masyarakat.

Mari kita analisis setiap opsi untuk menentukan kegiatan yang paling efektif dalam mempertemukan berbagai kebudayaan:

  1. Melaksanakan konser musik secara rutin untuk dapat dinikmati oleh masyarakat — Konser musik adalah kegiatan yang menghibur, tetapi tidak selalu mengedepankan keragaman budaya. Konser musik cenderung berfokus pada hiburan musik tertentu dan tidak spesifik dalam memperkenalkan berbagai kebudayaan daerah di Indonesia.

  2. Pawai obor yang melibatkan siswa dan masyarakat umum secara menyeluruh — Pawai obor memang dapat melibatkan banyak orang, namun pawai ini biasanya terkait dengan perayaan atau momen tertentu dan tidak secara khusus menampilkan keragaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

  3. Mengadakan kegiatan festival kebudayaan yang melibatkan elemen masyarakat — Ini adalah pilihan yang paling tepat. Festival kebudayaan dapat menampilkan berbagai bentuk seni dan budaya dari seluruh Indonesia, seperti tari-tarian, musik tradisional, pameran kerajinan, dan makanan khas daerah. Melalui festival ini, masyarakat dapat belajar dan menghargai budaya satu sama lain, serta memperkuat semangat persatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika.

  4. Melakukan pameran fotografi dari berbagai daerah yang ada di Indonesia — Pameran fotografi dapat menampilkan keindahan budaya dari berbagai daerah, namun kegiatan ini lebih bersifat pasif. Meskipun dapat menjadi sarana edukasi, pameran fotografi tidak memberikan interaksi langsung atau pengalaman budaya yang mendalam dibandingkan dengan festival kebudayaan.

  5. Menggiatkan pameran edukasi di berbagai daerah untuk kemajuan daerah — Pameran edukasi penting untuk kemajuan daerah, tetapi fokus utamanya adalah pendidikan dan perkembangan daerah. Kegiatan ini tidak spesifik ditujukan untuk menampilkan keragaman budaya atau mempertemukan berbagai kebudayaan daerah di Indonesia.

Dari analisis di atas, jawaban yang paling tepat adalah:

c. Mengadakan kegiatan festival kebudayaan yang melibatkan elemen masyarakat

Festival kebudayaan merupakan cara yang efektif untuk mempertemukan dan mempromosikan berbagai kebudayaan daerah. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, festival ini dapat memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia dan mengajarkan masyarakat untuk saling menghargai perbedaan. Festival ini mendukung persatuan dan keragaman di Indonesia, serta memperkuat nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.

2

Perhatikan penyataan berikut ini.

  1. Negara menjamin kepentingan individu dan golongan
  2. Negara ialah suatu susunan masyarakat yang integral, segala golongan dan bagian
  3. Ekonomi pasar sebagai bagian yang harus diterima apa adanya
  4. Negara tidak memihak kepada suatu golongan yang paling kuat
  5. Kepentingan individu perlu dikembangkan sebagai pusat peradaban

Berdasarkan pernyataan di atas, yang menjadi prinsip utama dalam pengelolaan negara yang mencerminkan prinsip Bhineka Tunggal Ika ditunjukan nomor ...

  1. 1, 2, dan 3
  2. 1, 2, dan 4
  3. 1, 3, dan 4
  4. 2, 4, dan 5
  5. 3, 4, dan 5
Jawaban : b

Prinsip Bhinneka Tunggal Ika berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu.” Prinsip ini mencerminkan komitmen negara untuk menghargai keberagaman dan memastikan bahwa semua golongan masyarakat, tanpa memandang latar belakang mereka, memiliki tempat yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks pengelolaan negara, prinsip ini terlihat dalam kebijakan yang memperhatikan kepentingan seluruh golongan secara adil dan tidak memihak satu kelompok tertentu, sehingga tercipta persatuan dalam keberagaman.

Mari kita analisis setiap pernyataan untuk menentukan prinsip mana yang paling mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika:

  1. Negara menjamin kepentingan individu dan golongan — Pernyataan ini sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika, karena menunjukkan bahwa negara menghargai keberagaman individu dan kelompok dalam masyarakat. Negara melindungi hak-hak individu dan berbagai kelompok, menunjukkan komitmen untuk memberikan tempat bagi semua dalam masyarakat.

  2. Negara ialah suatu susunan masyarakat yang integral, segala golongan dan bagian — Ini juga mencerminkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Dengan memandang negara sebagai susunan masyarakat yang integral, negara mengakui bahwa berbagai golongan dan bagian masyarakat berperan penting dalam persatuan bangsa. Tidak ada golongan yang diabaikan, dan semuanya dianggap sebagai bagian dari keseluruhan yang utuh.

  3. Ekonomi pasar sebagai bagian yang harus diterima apa adanya — Pernyataan ini lebih berfokus pada pendekatan ekonomi. Meskipun ekonomi pasar adalah salah satu bentuk ekonomi, ini tidak mencerminkan secara langsung prinsip persatuan dalam keberagaman. Prinsip ekonomi pasar yang “diterima apa adanya” kurang relevan dalam konteks penghargaan terhadap keberagaman.

  4. Negara tidak memihak kepada suatu golongan yang paling kuat — Pernyataan ini mencerminkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, karena menegaskan bahwa negara harus berlaku adil terhadap semua golongan. Negara tidak boleh memihak kelompok yang paling kuat atau dominan, tetapi harus mengayomi seluruh masyarakat secara merata, tanpa diskriminasi.

  5. Kepentingan individu perlu dikembangkan sebagai pusat peradaban — Pernyataan ini tidak mencerminkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun kepentingan individu penting, menempatkannya sebagai pusat peradaban tidak memperhatikan nilai keberagaman dan kolektivitas yang ditekankan dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Dari analisis di atas, pernyataan yang paling mencerminkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika adalah:

b. 1, 2, dan 4

  • Pernyataan 1 menunjukkan bahwa negara memperhatikan kepentingan individu dan kelompok, sehingga mencerminkan penghargaan terhadap keberagaman.
  • Pernyataan 2 menunjukkan bahwa negara adalah kesatuan dari berbagai golongan, yang mencerminkan bahwa semua bagian masyarakat adalah bagian dari keseluruhan.
  • Pernyataan 4 menegaskan bahwa negara tidak boleh memihak kelompok tertentu, sehingga memastikan keadilan bagi semua pihak.

Ketiga pernyataan ini menunjukkan komitmen terhadap persatuan dalam keberagaman, yang sejalan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

3

Kedewasaan berpikir, bijaksana di dalam menyikapi sesuatu, dan memiliki prinsip yang kuat sebagai warga negara sangat dibutuhkan dalam menghadapi permasalahan yang muncul terhadap perbedaan agama, suku, dan budaya yang ada pada masyarakat. Sikap perilaku yang ditunjukan sesuai dengan prinsip-prinsip Bhineka Tunggal Ika di dalam konteks tersebut adalah ...

  1. Melakukan penyeragaman budaya yang ada agar menjadi satu bingkai negara Indonesia
  2. Mengupayakan agar keragaman yang ada menjadi satu sehingga mudah di atur negara
  3. Mengurangi perbedaan yang dimiliki Indonesia karena mempersulit tercapainya persatuan
  4. Meminimalisir keberadaan perbedaan agar tidak terjadi konflik di masyarakat Indonesia
  5. Menjaga, melestarikan, dan mengembangkan agama, bahasa, suku, dan budaya Indonesia
Jawaban : e

Prinsip Bhinneka Tunggal Ika berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu.” Prinsip ini mencerminkan penghargaan terhadap keberagaman dalam bangsa Indonesia, yang meliputi perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa. Prinsip ini juga mengakui bahwa keberagaman tersebut adalah kekayaan bangsa yang harus dihargai dan dilestarikan, bukan dihilangkan atau diseragamkan. Kedewasaan dalam berpikir dan kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan sangat penting untuk memastikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk persatuan, bukan sumber konflik.

Mari kita analisis setiap opsi untuk menentukan sikap yang paling sesuai dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dalam menghadapi perbedaan:

  1. Melakukan penyeragaman budaya yang ada agar menjadi satu bingkai negara Indonesia — Opsi ini tidak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Penyeragaman budaya justru bertentangan dengan prinsip keberagaman dan pengakuan terhadap perbedaan. Prinsip ini mengedepankan persatuan dalam perbedaan, bukan penyatuan budaya menjadi satu bentuk saja.

  2. Mengupayakan agar keragaman yang ada menjadi satu sehingga mudah diatur negara — Upaya menyatukan keragaman agar mudah diatur juga bertentangan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Negara harus menghargai keberagaman sebagai ciri khas bangsa Indonesia, bukan menghilangkannya untuk mempermudah pengelolaan.

  3. Mengurangi perbedaan yang dimiliki Indonesia karena mempersulit tercapainya persatuan — Prinsip Bhinneka Tunggal Ika justru menghargai perbedaan dan mengakui bahwa persatuan dapat dicapai tanpa harus mengurangi keberagaman. Mengurangi perbedaan akan menghilangkan ciri khas dan kekayaan budaya Indonesia, sehingga tidak sesuai dengan semangat persatuan dalam keberagaman.

  4. Meminimalisir keberadaan perbedaan agar tidak terjadi konflik di masyarakat Indonesia — Menghilangkan perbedaan bukan solusi yang sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Persatuan dicapai dengan saling menghargai dan menghormati perbedaan, bukan dengan menghilangkannya. Keberagaman harus dipandang sebagai kekuatan yang mempersatukan, bukan sebagai ancaman yang perlu diminimalisir.

  5. Menjaga, melestarikan, dan mengembangkan agama, bahasa, suku, dan budaya Indonesia — Ini adalah pilihan yang paling tepat. Menjaga dan melestarikan perbedaan yang ada di Indonesia adalah cara yang sesuai dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Dengan melestarikan berbagai budaya, bahasa, dan kepercayaan, Indonesia bisa mempertahankan identitas yang beragam dan tetap bersatu. Sikap ini mencerminkan penghargaan terhadap kekayaan budaya bangsa dan menciptakan masyarakat yang harmonis dengan saling menghormati perbedaan.

Dari penjelasan di atas, jawaban yang paling tepat adalah:

e. Menjaga, melestarikan, dan mengembangkan agama, bahasa, suku, dan budaya Indonesia

Sikap ini mencerminkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, di mana setiap perbedaan dianggap sebagai kekayaan yang perlu dijaga dan dikembangkan. Menghargai dan melestarikan keragaman memastikan bahwa bangsa Indonesia tetap satu dalam bingkai keberagaman, memperkuat persatuan nasional tanpa menghilangkan identitas dan ciri khas budaya masing-masing daerah dan golongan.

4

Bangsa yang mejemuk seperti Indonesia perlu menciptakan masyarakat yang multikultur. Masyarakat yang multikultur dalam beragama bercirikan ...

  1. Memiliki struktur organisasi keagamaan yang terbagi-bagi ke dalam lembaga yang bersifat komplementer
  2. Integrasi dan interaksi antar umat beragama tumbuh di atas dasar perintah para pemimpin bangsa
  3. Terjadi segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang memiliki ajaran agama yang sama
  4. Tidak adanya dominasi politik keagamaan oleh suatu kelompok yang agamanya berbeda
  5. Jarang terjadi konflik antara penganut agama yang satu dengan penganut agama yang lain
Jawaban : d

Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang menghargai keberagaman dan menciptakan lingkungan di mana berbagai budaya, agama, dan identitas hidup berdampingan secara harmonis. Dalam konteks masyarakat multikultural yang terkait dengan agama, hubungan antarumat beragama harus dilandasi oleh toleransi, saling menghormati, dan kesetaraan, tanpa dominasi dari salah satu kelompok terhadap kelompok lainnya. Prinsip utama dari masyarakat multikultural dalam beragama adalah tidak adanya dominasi politik atau keagamaan dari satu kelompok atas kelompok lainnya, yang memungkinkan semua agama dapat hidup berdampingan secara damai.

Mari kita analisis setiap opsi untuk menentukan karakteristik utama dari masyarakat multikultur dalam konteks agama:

  1. Memiliki struktur organisasi keagamaan yang terbagi-bagi ke dalam lembaga yang bersifat komplementer — Meskipun struktur organisasi keagamaan penting dalam berbagai agama, struktur organisasi yang komplementer saja tidak mencerminkan sifat multikultur. Masyarakat multikultural tidak ditentukan oleh struktur organisasi keagamaan, tetapi oleh sikap saling menghormati dan hidup berdampingan.

  2. Integrasi dan interaksi antar umat beragama tumbuh di atas dasar perintah para pemimpin bangsa — Interaksi antar umat beragama yang didasari hanya oleh perintah para pemimpin bangsa bukanlah ciri utama masyarakat multikultural. Masyarakat multikultur seharusnya didorong oleh kesadaran dan sikap toleransi yang tumbuh dari dalam masyarakat, bukan semata-mata perintah eksternal dari pemimpin.

  3. Terjadi segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang memiliki ajaran agama yang sama — Segmentasi atau pemisahan ke dalam kelompok berdasarkan agama justru menunjukkan pemisahan dan tidak mencerminkan kehidupan multikultural. Masyarakat multikultur dalam konteks agama seharusnya mengedepankan interaksi dan kesetaraan antara kelompok yang berbeda, bukan pemisahan yang menciptakan jurang di antara mereka.

  4. Tidak adanya dominasi politik keagamaan oleh suatu kelompok yang agamanya berbeda — Ini adalah ciri utama masyarakat multikultural. Dalam masyarakat multikultur, tidak ada satu kelompok agama yang mendominasi kelompok lainnya secara politik. Semua kelompok agama dihargai secara setara, dan tidak ada penindasan atau dominasi, yang memungkinkan mereka hidup berdampingan dalam kedamaian dan kesetaraan.

  5. Jarang terjadi konflik antara penganut agama yang satu dengan penganut agama yang lain — Meskipun minimnya konflik adalah hasil dari hubungan yang baik, ini bukan karakteristik utama dari masyarakat multikultural. Masyarakat multikultur ditandai oleh ketidakadaan dominasi dan penghormatan terhadap semua kelompok, yang pada akhirnya memang bisa mengurangi konflik.

Dari penjelasan di atas, jawaban yang paling tepat adalah:

d. Tidak adanya dominasi politik keagamaan oleh suatu kelompok yang agamanya berbeda

Ketidakadaan dominasi politik keagamaan adalah ciri utama dari masyarakat multikultural dalam konteks agama. Dengan tidak adanya dominasi oleh kelompok tertentu, masyarakat dapat hidup berdampingan dengan kesetaraan dan saling menghormati, yang memungkinkan setiap kelompok agama untuk berkontribusi secara positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Inilah esensi dari masyarakat multikultural yang menghargai Bhinneka Tunggal Ika dan menjaga harmoni dalam keberagaman.

5

Dalam sidang PPKI yang membahas tentang Piagam Jakarta, para anggota PPKI dari wilayah timur keberatan dengan rumusan sila pertama. Setelah melalui perdebatan dan pendekatan, diambil kesepakatan untuk menghilangkan tujuh kata dalam Piagam Jakarta menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Apa yang dilakukan anggota PPPKI menunjukan perilaku integritas untuk kepentingan bangsa dan negara adalah ...

  1. Menjaga persatuan untuk negara berdiri negara
  2. Memperhatikan perbedaan agama
  3. Kebersamaan etnis, suku, agama
  4. Pluralitas daerah dan wilayah
  5. Asimilasi antar etnis
Jawaban : a

Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang membahas Piagam Jakarta menunjukkan adanya komitmen untuk menjaga persatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya. Saat itu, anggota PPKI dari wilayah Indonesia Timur menyatakan keberatan dengan rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta, yang berbunyi: “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”

Keberatan ini disebabkan karena sila tersebut dinilai kurang mencerminkan seluruh rakyat Indonesia, yang beragama berbeda-beda. Dalam semangat persatuan dan untuk mewujudkan negara yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia, para anggota PPKI sepakat untuk menghilangkan tujuh kata tersebut, sehingga menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Keputusan ini adalah tindakan yang mencerminkan sikap integritas, di mana mereka mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok atau golongan tertentu.

Pilihan a. Menjaga persatuan untuk negara berdiri negara paling sesuai karena mengacu pada upaya menjaga persatuan bangsa yang diambil oleh anggota PPKI melalui keputusan tersebut. Pilihan-pilihan lain (b, c, d, e) tidak secara langsung menggambarkan alasan utama di balik tindakan tersebut, yaitu menjaga persatuan bangsa yang sedang dibangun.

Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat adalah a. Menjaga persatuan untuk negara berdiri negara.

Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan Integritas TWK SKD CPNS paket 2. Silahkan pelajari paket soal lainnya supaya kamu makin terbiasa dengan tipe soal CPNS yang sering muncul.

Jika ada soal yang belum dipahami, silakan pelajari kembali materinya ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.

Materi TWK
Materi TIU
Materi TKP
Soal TWK
Soal TIU
Soal TKP

Kategori
CPNS SKD TWK Integritas

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?