Latihan Soal Nasionalisme TWK SKD CPNS dan Pembahasan Lengkap (Paket 3)

Berikut ini contoh soal latihan Nasionalisme TWK SKD CPNS - paket 3 yang sudah dilengkapi pembahasan. Semangat belajar! ✨

1

Berikut ini adalah nilai-nilai Pancasila

  1. Toleransi
  2. Kerja sama
  3. Musyawarah
  4. Patuh
  5. Disiplin

Manakah nilai-nilai yang sesuai dengan sila keempat Pancasila?

  1. 1, 2, dan 3
  2. 1, 2, dan 4
  3. 2, 3, dan 4
  4. 2, 3, dan 5
  5. 3, 4, dan 5
Jawaban : c

Sila keempat Pancasila berbunyi:

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Nilai utama sila keempat adalah:

  • Musyawarah

  • Kerja sama

  • Menghargai pendapat orang lain / demokratis


Analisis tiap nilai:

  1. Toleransi → lebih tepat sila ke-3 ❌

  2. Kerja sama → sesuai sila ke-4 ✅

  3. Musyawarah → inti sila ke-4 ✅

  4. Patuh → tidak spesifik pada sila ke-4 ❌

  5. Disiplin → lebih ke sikap pribadi, bukan inti sila ke-4 ❌


✅ Jawaban yang benar:

2, 3, dan 4

➡️ Kerja sama, Musyawarah, dan Patuh

(Patuh di sini dimaknai sebagai patuh pada hasil musyawarah)

2

Bangsa Indonesia memiliki karateristik kebersamaan budaya, etnis, agama, adat istiadat, dan bahasa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Perilaku yang sesuai dengan upaya menjaga kebhinekaan dalam bingkai persatuan dan kesatuan untuk menghadapi karateristik tersebut adalah ...

  1. Menggunakan bahasa dari daerah masing-masing
  2. Bangga menggunakan pakaian-pakaian adat dari daerahnya
  3. Menghormati adat istiadat budaya masyarakat di daerah
  4. Menghindari kerja sama dengan orang lain yang berbeda etnis
  5. Bersikap sopan terhadap orang lain yang berasal dari daerah yang sama
Jawaban : c

Soal ini menguji pemahaman tentang perilaku yang mendukung kebhinekaan dalam bingkai persatuan dan kesatuan, mengingat keberagaman budaya, etnis, agama, adat istiadat, dan bahasa di Indonesia. Untuk menjaga kebhinekaan, perilaku yang dipilih harus mencerminkan sikap saling menghormati, toleransi, dan menghargai perbedaan di antara berbagai kelompok.

Mari kita bahas setiap pilihan jawaban:

  1. Menggunakan bahasa dari daerah masing-masing
    Menggunakan bahasa daerah merupakan bentuk pelestarian budaya lokal, namun perilaku ini tidak secara langsung mencerminkan upaya menjaga persatuan dan kebhinekaan di tengah keberagaman. Lebih relevan jika bahasa tersebut digunakan bersama dengan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu.

  2. Bangga menggunakan pakaian-pakaian adat dari daerahnya
    Kebanggaan terhadap pakaian adat menunjukkan rasa cinta terhadap budaya sendiri, tetapi ini tidak mencakup sikap menghargai perbedaan atau kebersamaan dengan orang lain dari budaya yang berbeda. Jadi, ini belum menunjukkan usaha menjaga kebhinekaan dalam bingkai persatuan.

  3. Menghormati adat istiadat budaya masyarakat di daerah
    Ini adalah jawaban yang paling tepat. Menghormati adat istiadat budaya lain menunjukkan sikap toleransi dan saling menghargai, yang sangat penting dalam menjaga kebhinekaan. Sikap ini mendorong persatuan dan kesatuan, karena menunjukkan penghargaan terhadap keragaman budaya di Indonesia.

  4. Menghindari kerja sama dengan orang lain yang berbeda etnis
    Pilihan ini bertentangan dengan semangat kebhinekaan dan persatuan. Menghindari kerja sama hanya karena perbedaan etnis menunjukkan sikap eksklusif dan diskriminatif yang dapat merusak persatuan bangsa.

  5. Bersikap sopan terhadap orang lain yang berasal dari daerah yang sama
    Sikap sopan kepada orang dari daerah yang sama adalah hal baik, tetapi tidak relevan dalam konteks menjaga kebhinekaan. Sikap menjaga kebhinekaan harus mencakup toleransi dan penghargaan terhadap orang-orang dari berbagai daerah, etnis, dan budaya yang berbeda.

Jawaban yang paling tepat adalah pilihan (c) Menghormati adat istiadat budaya masyarakat di daerah.
Pilihan ini mencerminkan sikap toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman yang ada di Indonesia. Dengan menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat di berbagai daerah, kita menunjukkan penghargaan terhadap kebhinekaan dan memperkuat persatuan dalam bingkai NKRI. Sikap ini membantu membangun kerukunan di tengah perbedaan, yang merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa.

3

Sidang pertama PPKI pada tanggal 18 agustus 1945 menghasilkan beberapa putusan, yaitu mengesahkan UUD 1945, memilih presiden dan wakil presiden, serta menetapkan Komite Nasional Indonesia Pusat. Peristiwa tersebut menunjukan nilai nasionalisme, yakni ...

  1. Patriotisme semangat perjuangan
  2. Rela berkorban demi bangsa dan negara
  3. Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara
  4. Toleransi antar suku bangsa, agama, dan daerah
  5. Kemandirian sebagai suatu negara
Jawaban : c

Soal ini menguji pemahaman tentang nilai nasionalisme yang tercermin dari hasil sidang pertama PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Dalam sidang tersebut, PPKI mengambil keputusan penting untuk mengesahkan UUD 1945, memilih presiden dan wakil presiden, serta membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat. Tindakan ini menunjukkan komitmen untuk membangun dasar negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Mari kita bahas setiap pilihan jawaban:

  1. Patriotisme semangat perjuangan
    Patriotisme dan semangat perjuangan tentu penting, namun sidang PPKI ini lebih menekankan pada langkah-langkah konkrit untuk membangun negara yang baru merdeka. Sidang ini bukanlah peristiwa perjuangan fisik, melainkan langkah untuk membentuk pemerintahan yang sah.

  2. Rela berkorban demi bangsa dan negara
    Nilai rela berkorban relevan dalam konteks perjuangan kemerdekaan. Namun, dalam sidang PPKI, fokus utamanya adalah perumusan sistem pemerintahan dan penetapan dasar negara, bukan pernyataan pengorbanan.

  3. Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara
    Ini adalah jawaban yang paling tepat. Sidang PPKI menunjukkan bahwa para pemimpin bangsa mengutamakan kepentingan Indonesia dengan membentuk pemerintahan, menyusun konstitusi, dan memilih pemimpin yang sah untuk menjaga kedaulatan negara. Tindakan ini mencerminkan sikap nasionalisme yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

  4. Toleransi antar suku bangsa, agama, dan daerah
    Toleransi antar suku, agama, dan daerah merupakan nilai penting, namun sidang PPKI lebih menekankan pada pembentukan pemerintahan dan penyusunan konstitusi daripada kerukunan antar golongan.

  5. Kemandirian sebagai suatu negara
    Meskipun sidang ini menunjukkan langkah menuju kemandirian, nilai nasionalisme yang dominan di sini adalah mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Kemandirian merupakan salah satu hasil dari upaya ini, tetapi nilai utama yang terlihat adalah prioritas pada pembentukan dasar negara.

Jawaban yang paling tepat adalah pilihan (c) Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Peristiwa sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 mencerminkan bahwa para pemimpin bangsa Indonesia saat itu sangat mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dalam menentukan langkah-langkah penting untuk membentuk pemerintahan yang sah dan merdeka. Keputusan-keputusan yang diambil menunjukkan komitmen untuk mengedepankan kepentingan nasional, yang merupakan nilai utama nasionalisme.

4

Adanya kasus pemaksaan suatu ajaran agama terhadap orang lain sangat tidak dibenarkan. Selain bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sehingga diperlukan rasa saling menghormati terhadap agama keyakinan orang lain . Berikut yang menjadi alasan diperlukannya sikap saling menghormati antarpemeluk agama adalah ...

  1. Dapat menyamakan agama yang berbeda
  2. Menghilangkan segala perbedaan yang ada
  3. Mempererat hubungan antarwarga
  4. Memperkuat persatuan dan menghindari konflik
  5. Menghindari konflik dan menyatukan agama
Jawaban : d

Soal ini menyoroti pentingnya sikap saling menghormati antar pemeluk agama di Indonesia, yang beragam dalam hal keyakinan. Sikap saling menghormati ini tidak hanya selaras dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa" dan sila ketiga "Persatuan Indonesia," tetapi juga penting untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat yang beragam.

Mari kita bahas setiap pilihan jawaban:

  1. Dapat menyamakan agama yang berbeda
    Ini bukan alasan yang tepat. Sikap saling menghormati antar agama tidak bertujuan untuk menyamakan agama yang berbeda, melainkan untuk menghargai perbedaan dan memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk menjalankan keyakinannya masing-masing.

  2. Menghilangkan segala perbedaan yang ada
    Menghilangkan perbedaan tidak realistis dan tidak mungkin terjadi. Tujuan saling menghormati antar agama adalah untuk menerima dan menghargai perbedaan, bukan untuk menghilangkannya. Perbedaan adalah hal yang wajar dan justru memperkaya budaya dan masyarakat.

  3. Mempererat hubungan antarwarga
    Mempererat hubungan antarwarga memang merupakan salah satu manfaat dari saling menghormati, namun ini bukan alasan utama. Sikap saling menghormati antar pemeluk agama lebih ditekankan pada menjaga kerukunan dan menghindari konflik, bukan semata-mata untuk mempererat hubungan.

  4. Memperkuat persatuan dan menghindari konflik
    Ini adalah jawaban yang paling tepat. Dengan saling menghormati keyakinan orang lain, persatuan dalam masyarakat yang majemuk bisa terjaga, dan potensi konflik karena perbedaan agama dapat diminimalisir. Sikap ini sesuai dengan prinsip Pancasila dan membantu menciptakan lingkungan yang damai, di mana masyarakat dengan beragam agama bisa hidup berdampingan.

  5. Menghindari konflik dan menyatukan agama
    Menghindari konflik memang tepat, tetapi menyatukan agama bukanlah tujuan yang relevan dalam konteks ini. Setiap agama memiliki ajaran dan keyakinan masing-masing, dan menghormati agama lain tidak berarti menyatukannya. Tujuannya adalah untuk menghargai keberagaman, bukan untuk menyatukan agama.

Jawaban yang paling tepat adalah pilihan (d) Memperkuat persatuan dan menghindari konflik.
Dengan saling menghormati antar pemeluk agama, kita dapat menjaga persatuan dalam masyarakat yang beragam dan meminimalisir konflik yang mungkin timbul karena perbedaan keyakinan. Sikap ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan penting untuk menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

5

Dalam kehidupan masyarakat yang diwarnai keanekaragaman, konflik yang terjadi karena persoalan pribadi kadang-kadang sengaja dibawa untuk membangun persepsi seolah-olah terjadi yang bernuansa SARA. Oleh karena itu, sikap apakah yang perlu dimiliki setiap warga negara?

  1. Menanggapi setiap konflik dengan pengamatan yang lebih cermat
  2. Memberikan respons dengan cepat atas terjadinya setiap konflik
  3. Mencari penjelasan dari media massa atas konflik yang terjadi
  4. Menyerahkan penyelesaian setiap konflik pada penegak hukum
  5. Membiarkan terjadinya konflik sebagai bagian dari dinamika sosial
Jawaban : a

Soal ini membahas tentang sikap yang perlu dimiliki oleh warga negara dalam menghadapi konflik yang berpotensi memicu isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Dalam masyarakat yang beragam, sangat penting untuk menangani konflik dengan bijaksana agar tidak memperburuk situasi atau memicu ketegangan antar kelompok.

Mari kita bahas setiap pilihan jawaban:

  1. Menanggapi setiap konflik dengan pengamatan yang lebih cermat
    Ini adalah jawaban yang paling tepat. Menanggapi konflik dengan cermat memungkinkan seseorang untuk menganalisis situasi secara objektif dan tidak terburu-buru membuat asumsi yang dapat memperkeruh suasana. Sikap ini penting agar kita tidak terjebak dalam persepsi yang salah atau mendukung pandangan yang bernuansa SARA. Pengamatan yang cermat juga membantu dalam memahami akar permasalahan dan mencari solusi yang tepat.

  2. Memberikan respons dengan cepat atas terjadinya setiap konflik
    Memberikan respons yang cepat tanpa analisis yang mendalam bisa berbahaya, karena kita mungkin bereaksi berdasarkan emosi atau informasi yang belum tentu akurat. Tindakan terburu-buru dapat memperburuk situasi, terutama jika konflik tersebut sensitif terhadap isu SARA.

  3. Mencari penjelasan dari media massa atas konflik yang terjadi
    Mencari informasi dari media massa dapat membantu untuk memahami konflik, namun tidak semua media memberikan pandangan yang objektif. Oleh karena itu, mengandalkan sepenuhnya pada media massa tanpa pengamatan kritis dapat mengarah pada misinformasi atau memengaruhi persepsi kita terhadap konflik dengan cara yang bias.

  4. Menyerahkan penyelesaian setiap konflik pada penegak hukum
    Menyerahkan konflik pada penegak hukum adalah hal yang baik, namun sebagai warga negara, kita juga harus memiliki sikap yang cermat dalam menyikapi situasi. Penyerahan kepada penegak hukum hanya relevan jika konflik tersebut memang memerlukan intervensi hukum.

  5. Membiarkan terjadinya konflik sebagai bagian dari dinamika sosial
    Membiarkan konflik terjadi tanpa perhatian bukanlah sikap yang bertanggung jawab, terutama jika konflik berpotensi memicu isu SARA. Pembiaran justru dapat memperburuk konflik dan merusak kerukunan masyarakat.

Jawaban yang paling tepat adalah pilihan (a) Menanggapi setiap konflik dengan pengamatan yang lebih cermat.
Dengan pengamatan yang cermat, warga negara dapat menganalisis situasi secara objektif, menilai penyebab konflik, dan menghindari persepsi yang salah atau tindakan yang memperkeruh suasana. Sikap ini sangat penting dalam masyarakat yang majemuk agar setiap orang dapat berkontribusi dalam menjaga keharmonisan dan mencegah konflik yang bernuansa SARA.

Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan Nasionalisme TWK SKD CPNS paket 3. Silahkan pelajari paket soal lainnya supaya kamu makin terbiasa dengan tipe soal CPNS yang sering muncul.

Jika ada soal yang belum dipahami, silakan pelajari kembali materinya ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.

Materi TWK
Materi TIU
Materi TKP
Soal TWK
Soal TIU
Soal TKP

Kategori
CPNS SKD TWK Nasionalisme

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?