Latihan Soal Pilar Negara TWK SKD CPNS dan Pembahasan Lengkap (Paket 3)

Berikut ini contoh soal latihan Pilar Negara TWK SKD CPNS - paket 3 yang sudah dilengkapi pembahasan. Semangat belajar! ✨

1

Perubahan UUD negara RI tahun 1945 dalam pasal 24 ayat 1 dimaksudkan untuk mempertegas bahwa tugas kekuasaan kehakiman dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, yakni untuk ...

  1. Menyelenggarakan peradilan yang cepat dan tidak berbelit-belit bagi para pencari keadilan di masyarakat
  2. Menyelenggarakan peradilan yang berpihak pada masyarakat kelas bawah atau kecil dengan biaya yang murah
  3. Menjadikan lembaga pengadilan yang kuat dan mandiri yang tidak dapat dicampuri oleh kekuatan atau kekuasaan lainnya
  4. Menyelenggarakan peradilan yang merdeka dan bebas dari intervensi pihak manapun guna menegakkan hukum dan keadilan
  5. Menjadikan lembaga yudikatif yang kuat dalam menyelenggarakan peradilan di Indonesia yang mengutamakan kepentingan masyarakat kecil
Jawaban : d

Pasal 24 ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945 setelah perubahan menegaskan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Maksud dari ketentuan ini adalah untuk memastikan bahwa lembaga peradilan beroperasi secara independen, tanpa pengaruh atau intervensi dari pihak lain, baik itu eksekutif, legislatif, maupun kekuatan lainnya. Kemandirian peradilan adalah prinsip penting yang bertujuan untuk menjamin bahwa hukum ditegakkan dengan adil dan bebas dari bias, sehingga hak-hak masyarakat terlindungi secara maksimal.

Mari kita analisis setiap opsi:

  • a. Menyelenggarakan peradilan yang cepat dan tidak berbelit-belit bagi para pencari keadilan di masyarakat
    Meskipun kecepatan dan efisiensi dalam peradilan adalah hal yang penting, tujuan utama dari Pasal 24 ayat (1) adalah memastikan independensi peradilan, bukan hanya proses yang cepat.

  • b. Menyelenggarakan peradilan yang berpihak pada masyarakat kelas bawah atau kecil dengan biaya yang murah
    Pernyataan ini tidak mencerminkan keseluruhan tujuan dari pasal tersebut. Walaupun akses peradilan yang terjangkau penting, pasal ini lebih berfokus pada independensi dan kebebasan dari intervensi.

  • c. Menjadikan lembaga pengadilan yang kuat dan mandiri yang tidak dapat dicampuri oleh kekuatan atau kekuasaan lainnya
    Pernyataan ini mendekati jawaban yang benar, tetapi tidak sepenuhnya menyampaikan tujuan untuk menegakkan hukum dan keadilan secara merdeka. Fokus pada "kekuatan dan kemandirian" saja tidak cukup, karena tujuan utamanya adalah kemandirian untuk menegakkan hukum dan keadilan.

  • d. Menyelenggarakan peradilan yang merdeka dan bebas dari intervensi pihak manapun guna menegakkan hukum dan keadilan
    Ini adalah jawaban yang paling tepat, karena mencakup esensi dari Pasal 24 ayat (1). Pasal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa peradilan dilaksanakan secara merdeka dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang merupakan syarat penting untuk menegakkan hukum dan keadilan.

  • e. Menjadikan lembaga yudikatif yang kuat dalam menyelenggarakan peradilan di Indonesia yang mengutamakan kepentingan masyarakat kecil
    Pernyataan ini tidak tepat, karena penekanan pasal tersebut adalah pada independensi peradilan, bukan hanya pada penguatan lembaga atau keberpihakan pada kelompok tertentu.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah d, karena Pasal 24 ayat (1) menekankan pentingnya kemandirian kekuasaan kehakiman yang bebas dari intervensi untuk memastikan penegakan hukum dan keadilan yang adil dan tidak memihak.

2

Fungsi kehakiman diera orde baru menurut UUD NRI 1945 terletak pada Mahkamah Agung (MA) . Selanjutnya fungsi kehakiman di era reformasi terbesar pada Mahkamah Konstitusi (MK) yang memiliki kewenangan dalam hal ...

  1. Pengujian materi UU atas UUD
  2. Pembubaran organisasi kemasyarakatan
  3. Pemberian grasi kepada terpidana
  4. Uji materi peraturan perundangan dibawah UU terhadap UU
  5. Seleksi calon hakim agung di MA
Jawaban : a

Di era reformasi, Mahkamah Konstitusi (MK) dibentuk sebagai lembaga kehakiman yang memiliki kewenangan penting dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Salah satu kewenangan utama MK adalah menguji materi Undang-Undang (UU) terhadap Undang-Undang Dasar (UUD). Kewenangan ini berarti MK dapat memeriksa dan memutuskan apakah suatu undang-undang yang disahkan oleh DPR dan Presiden sesuai atau bertentangan dengan UUD 1945. Jika MK memutuskan bahwa suatu undang-undang bertentangan dengan UUD, maka undang-undang tersebut dapat dinyatakan tidak berlaku.

Mari kita analisis setiap opsi:

  • a. Pengujian materi UU atas UUD
    Ini adalah jawaban yang tepat. Salah satu fungsi utama MK adalah melakukan judicial review atau pengujian undang-undang terhadap konstitusi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua undang-undang yang berlaku tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam UUD 1945.

  • b. Pembubaran organisasi kemasyarakatan
    Pembubaran organisasi kemasyarakatan bukan merupakan kewenangan MK. Mekanisme pembubaran organisasi kemasyarakatan diatur melalui hukum dan dilaksanakan melalui pengadilan umum, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

  • c. Pemberian grasi kepada terpidana
    Pemberian grasi merupakan kewenangan Presiden, bukan Mahkamah Konstitusi. Grasi adalah pengampunan hukuman yang diberikan oleh Presiden kepada terpidana.

  • d. Uji materi peraturan perundangan di bawah UU terhadap UU
    Pengujian peraturan di bawah UU (seperti Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri) terhadap undang-undang merupakan kewenangan Mahkamah Agung (MA), bukan MK. MK hanya memiliki kewenangan untuk menguji UU terhadap UUD.

  • e. Seleksi calon hakim agung di MA
    Seleksi calon hakim agung dilakukan oleh Komisi Yudisial (KY), bukan Mahkamah Konstitusi. KY merekomendasikan calon hakim agung kepada DPR untuk selanjutnya diangkat oleh Presiden.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah a, karena pengujian materi undang-undang terhadap UUD adalah salah satu fungsi utama Mahkamah Konstitusi yang bertujuan untuk memastikan bahwa undang-undang tidak bertentangan dengan konstitusi negara.

3

Dalam sidang PPKI disepakati siapa yang berhak menjadi warga negara Indonesia yang tertulis dalam pasal 26 ayat (1) dan (2) . Tidak hanya bangsa Indonesia asli, bangsa lain yang disahkan UU juga berhak menjadi warga negara. Bagaimana nilai persatuan tergambar pada perumusan hal tersebut?

  1. Bangsa yang diakomodasi sebagai warga terbatas pada yang ikut berjuang pada periode kemerdekaan
  2. Perumus UUD 1945 memikirkan secara seksama untuk melibatkan seluruh komponen perjuangan
  3. Pasal mengenai warga negara dibebas dalam tataran hukum internasional
  4. Persyaratan menjadi warga negara ditetapkan dengan UU
  5. Persatuan diantara orang Indonesia asli bersifat fundamental pada perumusan tersebut
Jawaban : b

Pasal 26 ayat (1) dan (2) UUD 1945 menyatakan bahwa yang menjadi warga negara Indonesia adalah orang-orang Indonesia asli dan orang-orang dari bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang. Ketentuan ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara yang baru merdeka tidak hanya mengakui orang Indonesia asli sebagai warga negara, tetapi juga memberikan kesempatan kepada orang-orang dari bangsa lain yang telah berperan dalam perjuangan dan pembangunan Indonesia, asalkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Ketentuan ini mencerminkan nilai persatuan karena para perumus UUD 1945 mempertimbangkan pentingnya melibatkan semua pihak yang turut berkontribusi bagi bangsa, terlepas dari asal-usul etnis mereka. Dengan mengakui mereka sebagai warga negara, UUD 1945 menekankan pentingnya menyatukan semua komponen masyarakat yang berada di wilayah Indonesia dalam kerangka persatuan nasional.

Mari kita analisis setiap opsi:

  • a. Bangsa yang diakomodasi sebagai warga terbatas pada yang ikut berjuang pada periode kemerdekaan
    Pernyataan ini terlalu sempit. UUD 1945 tidak secara eksplisit membatasi hak menjadi warga negara hanya pada mereka yang ikut berjuang di masa kemerdekaan. Sebaliknya, hal ini diatur lebih lanjut dalam undang-undang yang mempertimbangkan kontribusi dan integrasi ke dalam masyarakat Indonesia.

  • b. Perumus UUD 1945 memikirkan secara seksama untuk melibatkan seluruh komponen perjuangan
    Pernyataan ini tepat karena para perumus UUD 1945 mempertimbangkan keterlibatan berbagai komponen bangsa, termasuk dari kelompok etnis non-pribumi yang turut berkontribusi dalam kehidupan bangsa. Hal ini mencerminkan upaya untuk mewujudkan persatuan nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Indonesia.

  • c. Pasal mengenai warga negara dibebas dalam tataran hukum internasional
    Pernyataan ini tidak relevan, karena pasal tersebut tidak berhubungan dengan hukum internasional, melainkan dengan prinsip kedaulatan dan persatuan nasional di dalam negeri.

  • d. Persyaratan menjadi warga negara ditetapkan dengan UU
    Pernyataan ini benar secara prosedural, namun tidak menggambarkan nilai persatuan yang tercermin dalam kebijakan ini. Undang-undang memang menetapkan persyaratan, tetapi bukan itulah aspek yang menonjol dalam hal persatuan.

  • e. Persatuan di antara orang Indonesia asli bersifat fundamental pada perumusan tersebut
    Pernyataan ini tidak mencerminkan pandangan yang luas mengenai persatuan dalam keberagaman. Pasal ini bukan hanya tentang persatuan orang Indonesia asli, tetapi juga melibatkan warga negara dari berbagai latar belakang etnis untuk membentuk bangsa yang bersatu.

Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat adalah b, karena para perumus UUD 1945 mempertimbangkan secara cermat pentingnya melibatkan berbagai komponen masyarakat dalam kerangka persatuan nasional, termasuk orang-orang dari bangsa lain yang disahkan sebagai warga negara sesuai undang-undang.

4

Sebagaimana diatur dalam pasal 13 UUD 1945, presiden dalam mengangkat duta atau menerima duta Negara lain harus memperhatikan pertimbangan DPR. Hal tersebut dimaksudkan agar ...

  1. Pengangkatan duta dan penerimaan duta negara lain sudah mendapat persetujuan DPR
  2. Presiden dapat mempertimbangkan usulan calon yang disampaikan oleh DPR sebagai duta di negara lain
  3. Tidak ada penolakan dari DPR terhadap calon duta yang diangkat oleh presiden
  4. Dapat saling berkoordinasi dan bekerja sama antara presiden dan DPR dalam kegiatan eksekutif
  5. Dapat saling mengawasi dan mengimbangi dalam pelaksanaan tugas-tugas kenegaraan
Jawaban : e

Pasal 13 UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dalam mengangkat duta atau menerima duta negara lain harus memperhatikan pertimbangan DPR. Ketentuan ini dimaksudkan untuk menciptakan sistem checks and balances antara kekuasaan eksekutif (Presiden) dan legislatif (DPR). Dengan melibatkan DPR dalam proses ini, diharapkan adanya pengawasan serta pengimbangan (check and balance) yang mencegah potensi penyalahgunaan wewenang oleh Presiden dalam hubungan internasional.

Prinsip checks and balances ini adalah mekanisme penting dalam pemerintahan demokratis untuk memastikan bahwa setiap cabang kekuasaan dapat saling mengawasi dan mengimbangi satu sama lain, sehingga keputusan yang diambil lebih transparan, akuntabel, dan sesuai dengan kepentingan nasional.

Mari kita analisis setiap opsi:

  • a. Pengangkatan duta dan penerimaan duta negara lain sudah mendapat persetujuan DPR
    Pernyataan ini tidak tepat, karena Presiden hanya perlu memperhatikan pertimbangan DPR, bukan mendapatkan persetujuan. Presiden tetap memiliki kewenangan akhir dalam mengangkat dan menerima duta.

  • b. Presiden dapat mempertimbangkan usulan calon yang disampaikan oleh DPR sebagai duta di negara lain
    Pernyataan ini kurang tepat karena proses pengangkatan duta tidak mencakup usulan calon dari DPR. Presiden tidak menerima calon duta dari DPR, melainkan hanya mempertimbangkan pendapat atau masukan DPR tentang calon yang telah dipilih oleh Presiden.

  • c. Tidak ada penolakan dari DPR terhadap calon duta yang diangkat oleh Presiden
    Pernyataan ini tidak akurat, karena DPR tidak memiliki hak untuk menyetujui atau menolak calon duta. DPR hanya memberikan pertimbangan, dan keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.

  • d. Dapat saling berkoordinasi dan bekerja sama antara Presiden dan DPR dalam kegiatan eksekutif
    Pernyataan ini hanya menekankan aspek koordinasi dan kerja sama, sementara tujuan utamanya adalah untuk menciptakan sistem saling mengawasi dan mengimbangi kekuasaan, bukan semata-mata koordinasi.

  • e. Dapat saling mengawasi dan mengimbangi dalam pelaksanaan tugas-tugas kenegaraan
    Pernyataan ini adalah yang paling tepat. Melalui pemberian pertimbangan, DPR menjalankan fungsi pengawasannya dan memastikan adanya pengimbangan terhadap keputusan yang diambil Presiden. Hal ini sesuai dengan prinsip checks and balances yang merupakan tujuan utama pasal tersebut.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah e, karena mekanisme pertimbangan DPR bertujuan untuk menciptakan sistem pengawasan dan pengimbangan dalam pelaksanaan tugas negara, sehingga kekuasaan eksekutif tidak bertindak secara sewenang-wenang dalam mengangkat dan menerima duta.

5

Nilai Ketuhanan menjiwai pembentukan UU oleh presiden dan DPR sehingga UU yang dihasilkan memperhatikan aspek aspek spiritualitas . Bukti bahwa pancasila merupakan dasar Negara adalah ...

  1. Setiap UU dimulai dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa
  2. Setiap UU yang dibentuk dimulai dengan konsiderans Ketuhanan
  3. Nilai Ketuhanan disertakan dalam proses pembahasan RUU
  4. Pembahasan RUU dikedepankan asas musyawarah mufakat
  5. UU yang dihasilkan untuk kepentingan semua lapisan masyarakat
Jawaban : a

Nilai Ketuhanan dalam Pancasila tercermin dalam setiap Undang-Undang yang dihasilkan oleh Presiden dan DPR, dengan pengaruh spiritualitas yang menghargai dan mengakui adanya Tuhan dalam proses legislasi. Bukti bahwa Pancasila merupakan dasar negara adalah bahwa setiap Undang-Undang di Indonesia selalu diawali dengan frasa "Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa." Frasa ini menunjukkan bahwa semua peraturan perundang-undangan di Indonesia dilandasi oleh nilai Ketuhanan dan menunjukkan pengakuan terhadap Tuhan sesuai sila pertama Pancasila.

Mari kita analisis setiap opsi:

  • a. Setiap UU dimulai dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa
    Pernyataan ini benar dan tepat, karena frasa ini mencerminkan pengakuan terhadap Tuhan dan menunjukkan bahwa setiap peraturan di Indonesia didasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dalam Pancasila. Hal ini menjadi bukti konkret bahwa Pancasila, khususnya sila pertama, menjiwai pembentukan undang-undang.

  • b. Setiap UU yang dibentuk dimulai dengan konsiderans Ketuhanan
    Konsiderans dalam undang-undang mencakup dasar pemikiran atau pertimbangan hukum yang menyatakan mengapa undang-undang tersebut diperlukan. Meskipun konsiderans dapat mencerminkan nilai Ketuhanan, ini bukan bukti langsung bahwa Pancasila adalah dasar negara dalam proses pembentukan UU.

  • c. Nilai Ketuhanan disertakan dalam proses pembahasan RUU
    Meskipun benar bahwa nilai Ketuhanan dapat diikutsertakan dalam pembahasan RUU, ini lebih bersifat proses internal. Bukti konkret yang menunjukkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara adalah frasa yang secara langsung tercantum dalam setiap UU.

  • d. Pembahasan RUU dikedepankan asas musyawarah mufakat
    Musyawarah mufakat mencerminkan nilai demokrasi dan kebersamaan (sila keempat). Meskipun musyawarah juga menjadi bagian dari nilai Pancasila, ini tidak secara langsung menunjukkan nilai Ketuhanan sebagai dasar dalam pembentukan UU.

  • e. UU yang dihasilkan untuk kepentingan semua lapisan masyarakat
    Meskipun tujuan pembentukan undang-undang adalah untuk kepentingan masyarakat luas, hal ini lebih mencerminkan prinsip keadilan sosial. Aspek ini tidak secara langsung menunjukkan nilai Ketuhanan sebagai dasar negara dalam konteks pembentukan undang-undang.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah a, karena frasa "Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa" secara langsung menunjukkan bahwa Pancasila, khususnya nilai Ketuhanan, menjiwai pembentukan setiap undang-undang di Indonesia, dan mencerminkan bahwa Pancasila adalah dasar negara.

Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan Pilar Negara TWK SKD CPNS paket 3. Silahkan pelajari paket soal lainnya supaya kamu makin terbiasa dengan tipe soal CPNS yang sering muncul.

Jika ada soal yang belum dipahami, silakan pelajari kembali materinya ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.

Materi TWK
Materi TIU
Materi TKP
Soal TWK
Soal TIU
Soal TKP

Kategori
CPNS SKD TWK Pilar Negara

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?