Bhinneka Tunggal Ika merupakan moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila.
Asal-usul
| Frasa Bhinneka Tunggal Ika ini berasal dari bahasa Jawa Kuno. | |
| Artinya, berbeda-beda tetapi tetap satu. | |
| Frasa ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuno yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. | |
| Kakawin ini dibuat untuk mengajarkan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha. |
Pengertian dan Makna
Jika diterjemahkan, Bhinneka Tunggal Ika berasal dari tiga kata:
- bhinneka, berarti beraneka atau beragam.
- tunggal, berarti satu.
- ika, berarti itu.
Jadi, secara harfiah, Bhinneka Tunggal Ika berarti "beraneka satu itu", yang bermakna meskipun beranekaragam tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan.
Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.
Semboyan Bangsa Indonesia
Dalam proses perumusan konstitusi Indonesia, Muhammad Yamin merupakan orang yang pertama kali mengusulkan kepada Bung Karno agar Bhinneka Tunggal Ika dijadikan semboyan sesanti negara.
Moto Bhinneka Tunggal lka secara lebih jelas dan konstitusional dituangkan dalam konsep wawasan nusantara, melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (Tap MPR No. IV/MPR/1973).
Lambang Negara indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini ditegaskan dalam pasal 36a UUD 1945.
