Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat Tanggal 11 Februari 1950.
Garuda Pancasila ini berbentuk burung Garuda dengan ciri :
| Burung Garuda berwarna kuning emas. | |
| Kepalanya menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang garuda). | |
| Memiliki perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda. | |
| Mencengkram sebuah pita yang berisi semboyan Bhinneka Tunggal Ika. |
Perisai Garuda Pancasila
| Perisai adalah tameng dalam peradaban Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan, pertahanan, dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan bangsa. | |
| Perisai Garuda terbagi menjadi lima ruang yang mewujudkan dasar negara Pancasila. | |
| Ditengah-tengah perisai, terdapat sebuah garis hitam tebal yang maksudnya melukiskan garis khatulistiwa (ekuator). | |
| Warna dasar pada ruang perisai adalah warna bendera kebangsaan Indonesia "merah-putih". Sedangkan pada bagian tengahnya berwarna dasar hitam. |
Ruang pada Perisai Garuda Pancasila
Perisai Garuda terbagi menjadi lima ruang yang mewujudkan dasar negara Pancasila.
| Sila 1 | ![]() | Bintang emas |
| Sila 2 | ![]() | Rantai emas |
| Sila 3 | ![]() | Pohon beringin |
| Sila 4 | ![]() | Kepala Banteng |
| Sila 5 | ![]() | Kapas dan padi |
Jumlah bulu Garuda Pancasila
Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, antara lain:
| 17 helai bulu pada masing-masing sayap. | |
| 8 helai bulu pada ekor. | |
| 19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor. | |
| 45 helai bulu di leher. |





