Contoh Soal TKP Anti Radikalisme CPNS 2026: Trik Poin 5 & Pembahasan

Penguasaan soal TKP anti radikalisme menjadi komponen strategis dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2026. Sebagai perekat dan pemersatu bangsa, seorang aparatur sipil negara (ASN) memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman paham ekstrem, intoleransi, dan radikalisme. Rangkaian latihan soal TKP anti radikalisme berstandar HOTS (Higher Order Thinking Skills) ini disusun guna melatih ketajaman intuisi dan kedewasaan Anda dalam mengambil keputusan taktis berbobot nilai maksimal (poin 5).

Disusun & Diverifikasi: Tim Akademik BelajarBro
Standar: KepmenPAN-RB & Kisi-kisi Resmi BKN • Diperbarui: Oktober 2026
Kisi-Kisi Utama BKN Target Passing Grade TKP: 166 Poin

Definisi Kompetensi Anti Radikalisme ASN:

Menjaring informasi tentang kecenderungan bersikap dan bertindak saat menanggapi situasi intoleransi, radikalisme, dan terorisme; mengukur komitmen kebangsaan, moderasi beragama, kesiapan deteksi dini, serta loyalitas penuh terhadap Pancasila dan UUD 1945 di lingkungan birokrasi dan masyarakat luas.

Daftar Paket Latihan Soal TKP Anti Radikalisme CPNS

Berikut adalah 12 paket simulasi latihan soal TKP anti radikalisme berstandar sistem CAT BKN terbaru lengkap dengan pembobotan nilai opsi A sampai E. Klik tautan paket di bawah ini untuk memulai latihan mandiri:

Simulasi Contoh Soal TKP Anti Radikalisme HOTS & Pembahasan

Uji kepekaan, komitmen ideologis, dan taktik mitigasi konflik Anda dengan menyelesaikan 3 butir contoh soal TKP anti radikalisme di bawah ini:
Kasus 1: Penyebaran Konten Intoleran & Provokasi Ideologis di Grup Kantor

Contoh Soal TKP 1: Deteksi Dini & Mitigasi Konflik Ideologis

Anda tergabung dalam sebuah grup percakapan digital internal lintas divisi instansi pemerintah. Suatu hari, seorang rekan kerja senior yang cukup dihormati mengunggah video ceramah dan pesan narasi yang meragukan relevansi ideologi Pancasila serta mengajak anggota grup menolak mematuhi regulasi kedinasan pemerintah yang dianggap bertentangan dengan keyakinan kelompok tertentu. Beberapa rekan kerja mulai terpancing dan suasana grup menjadi memanas dengan silang pendapat berbau SARA. Sikap Anda menghadapi situasi ini adalah...

  • A. Memilih keluar dari grup percakapan tersebut agar pikiran tetap tenang dan fokus bekerja pada tugas pokok sehari-hari.
  • B. Menegur rekan kerja senior tersebut secara keras di grup agar ia merasa jera dan menyadari bahwa perbuatannya berpotensi memecah belah bangsa.
  • C. Menghubungi admin grup dan rekan senior tersebut melalui pesan pribadi secara santun untuk mengingatkan fungsi grup kedinasan, serta berkoordinasi dengan atasan atau unit kepatuhan internal jika narasi radikal terus disebarkan.
  • D. Mengabaikan unggahan tersebut karena menganggap hal itu hanyalah dinamika kebebasan berpendapat pribadi yang tidak berdampak langsung pada pekerjaan kantor.
  • E. Ikut mendebat secara terbuka di dalam grup dengan mengutip berbagai aturan hukum negara dan undang-undang agar rekan tersebut terpojok dan mengakui kekeliruannya.

Analisis Perilaku & Kunci Jawaban Poin 5: Opsi C

Indikator Anti Radikalisme: Mampu melakukan deteksi dini, memitigasi penyebaran paham radikal secara elegan tanpa memperkeruh suasana, mengutamakan jalur persuasif proporsional, serta siap melibatkan mekanisme hierarki resmi kedinasan.

Opsi Skor Alasan & Rasionalisasi Penilaian
C 5 Poin Tindakan paling taktis dan dewasa. Mengingatkan secara personal mencegah rasa malu di depan publik dan meredam ketegangan grup, sekaligus menunjukkan komitmen tegas menempuh jalur pengawasan resmi jika penyebaran narasi intoleran berlanjut.
E 4 Poin Memiliki semangat membela dasar negara, namun mendebat terbuka di ruang percakapan bersama rentan memperluas polarisasi, memicu kegaduhan kerja tim, dan kurang efektif mengubah pemikiran pihak terkait.
A 3 Poin Menghindari konflik personal, namun menunjukkan sikap apatis dan lari dari tanggung jawab moral seorang ASN dalam menjaga lingkungan kerja dari infiltrasi paham ekstrem.
D 2 Poin Sikap permisif dan abai. Menganggap narasi yang merongrong ideologi negara sebagai hal lumrah merupakan titik awal kelengahan birokrasi terhadap benih radikalisme.
B 1 Poin Menegur secara emosional dan kasar di depan umum melanggar etika birokrasi, merusak keharmonisan kerja, dan justru memperkeruh resistensi ideologis.
Kasus 2: Penolakan Kolaborasi Kerja Sama Berbasis Sentimen Primordial (SARA)

Contoh Soal TKP 2: Sikap Inklusif, Moderasi Beragama & Nilai Kebinekaan

Anda dipercaya pimpinan sebagai ketua kelompok kerja proyek pelayanan perizinan publik terpadu. Pada saat pembagian tugas tim kerja, salah seorang staf anggota menyatakan secara terbuka keberatannya untuk berada dalam satu sub-tim atau duduk berdampingan dengan rekan kerja lain yang berlainan suku dan agama. Anggota tersebut beralasan merasa tidak sejalan secara spiritual dan mendesak Anda merombak susunan kelompok agar anggotanya seragam. Sikap yang paling tepat Anda lakukan adalah...

  • A. Menyetujui permintaannya dan segera merombak susunan tim demi menjaga suasana kerja tetap tenang tanpa ada perdebatan yang mengganggu.
  • B. Mengeluarkan staf tersebut dari kepanitiaan proyek dan membiarkannya bekerja sendirian di luar penugasan tim.
  • C. Mengajak staf tersebut berdialog personal untuk menegaskan hakikat ASN sebagai perekat bangsa yang wajib inklusif dan profesional tanpa membedakan SARA, serta mendorongnya tetap berkolaborasi demi target pelayanan publik.
  • D. Langsung melaporkan staf tersebut ke pimpinan instansi dan meminta agar yang bersangkutan segera dijatuhi sanksi disiplin berat.
  • E. Membiarkan staf tersebut tidak mengikuti rapat koordinasi tim asalkan beban pekerjaan individualnya tetap selesai tepat waktu.

Analisis Perilaku & Kunci Jawaban Poin 5: Opsi C

Indikator Anti Radikalisme: Menunjukkan keteladanan inklusif, mempromosikan moderasi beragama, mengikis eksklusivisme kelompok, serta mengutamakan pendekatan persuasif-edukatif dalam menanamkan nilai-nilai kebinekaan.

Opsi Skor Alasan & Rasionalisasi Penilaian
C 5 Poin Cerminan integritas kepemimpinan ASN. Tidak berkompromi pada diskriminasi, memberikan edukasi persuasif mengenai tupoksi ASN sebagai pemersatu bangsa, dan merangkul staf untuk mengatasi sekat prasangka demi keberhasilan pelayanan publik.
D 4 Poin Tegas dalam menegakkan aturan etika, namun langsung mengeskalasi masalah ke pimpinan tertinggi tanpa upaya pembinaan atau dialog personal di tingkat tim mencerminkan kepemimpinan yang kurang matang.
B 3 Poin Mengambil tindakan tegas terhadap perilaku diskriminatif, namun solusinya mengasingkan individu tidak menyembuhkan akar permasalahan intoleransi dan berisiko menghambat ritme kerja unit.
E 2 Poin Pembiaran terselubung terhadap eksklusivisme. Mengabaikan penolakan kerja sama lintas agama merusak budaya birokrasi yang berkeadilan sosial.
A 1 Poin Tunduk pada sentimen primordial dan intoleran. Merombak tim demi memfasilitasi eksklusivisme SARA mencederai nilai luhur Pancasila dan prinsip dasar pelayanan publik.
Kasus 3: Ajakan Berdonasi pada Lembaga Kemanusiaan Ilegal yang Terindikasi Radikalisme

Contoh Soal TKP 3: Kewaspadaan Pendanaan Radikalisme & Integritas Hukum

Seorang kenalan akrab di luar lingkungan kantor mengajak Anda berdonasi rutin dan menjadi relawan penggalang dana untuk yayasan amal yang mengklaim membantu korban konflik kemanusiaan luar negeri. Namun, dari rilis resmi pemerintah dan penegak hukum, yayasan tersebut telah terindikasi menyalurkan dana amal ke jaringan kelompok radikal terlarang. Kenalan Anda bersikeras bahwa tuduhan pemerintah hanyalah propaganda dan mendesak Anda tetap menyumbang atas dasar solidaritas moral. Sikap yang Anda ambil adalah...

  • A. Tetap menyumbang dalam jumlah kecil sekadar untuk menjaga hubungan baik dan menghargai niat kenalan Anda.
  • B. Menolak secara tegas ajakan tersebut, menjelaskan status hukum lembaga berdasarkan informasi resmi pemerintah, serta menyarankan agar donasi disalurkan lewat lembaga amil resmi yang diakui negara.
  • C. Menyetujui ajakan donasi tersebut namun meminta agar nama dan identitas Anda disamarkan agar tidak terdeteksi oleh pengawasan instansi kerja.
  • D. Mendiamkan ajakan tersebut dan langsung memblokir kontak pertemanan kenalan Anda tanpa memberikan penjelasan apa pun.
  • E. Bersedia menyumbang asalkan kenalan Anda menjamin secara tertulis bahwa dana tersebut murni dipakai untuk bantuan sembako dan bukan untuk kegiatan ekstremis.

Analisis Perilaku & Kunci Jawaban Poin 5: Opsi B

Indikator Anti Radikalisme: Memiliki kewaspadaan tinggi terhadap modus pendanaan kelompok ekstremis, patuh pada otoritas hukum negara, berani bersikap tegas tanpa ragu, serta memberikan edukasi solutif terkait penyaluran bantuan resmi.

Opsi Skor Alasan & Rasionalisasi Penilaian
B 5 Poin Sikap sempurna seorang abdi negara. Menolak tegas keterlibatan dalam entitas terlarang, berpegang pada fakta hukum resmi pemerintah, serta memberikan alternatif kanal donasi yang sah dan akuntabel.
D 4 Poin Mampu mengamankan diri dari keterlibatan hukum, namun bersikap pasif dan memutus komunikasi sepihak tanpa upaya memberikan edukasi atau klarifikasi fakta kepada kenalan.
A 3 Poin Kompromis terhadap indikasi kejahatan terorisme demi solidaritas pertemanan semu. Menunjukkan ketidaktahuan hukum dan lemahnya komitmen loyalitas kepada negara.
E 2 Poin Sikap yang naif. Menyalurkan dana ke yayasan yang masuk daftar hitam radikalisme tetap merupakan pelanggaran hukum berat terlepas dari alasan jenis peruntukan bantuannya.
C 1 Poin Secara sadar menyamarkan identitas untuk mendanai entitas terindikasi radikal. Tindakan ini mencerminkan perbuatan melawan hukum dan pengkhianatan terhadap sumpah jabatan ASN.

Trik Cepat Meraih Poin 5 Soal TKP Anti Radikalisme

Untuk menyapu bersih nilai tertinggi pada sub-materi anti radikalisme dalam tes CAT SKD CPNS 2026, terapkan rumus navigasi perilaku berikut:

1. Rumus Utama Poin 5: Komitmen NKRI + Deteksi Dini + Dialog Persuasif + Prosedural Resmi

Pilihan jawaban berbobot 5 selalu mengintegrasikan empat elemen tindakan berikut:

  • Loyalitas Mutlak Terhadap Konsensus Bangsa: Memposisikan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar dalam perdebatan apa pun.
  • Inklusif dan Menjunjung Moderasi Beragama: Menolak segala bentuk prasangka dan eksklusivisme sektarian, serta aktif mempromosikan keharmonisan hubungan kerja antarumat beragama dan antargolongan.
  • Langkah Taktis Proporsional (Edukasi vs Eskalasi): Menghadapi provokasi awal dengan pendekatan persuasif-edukatif secara personal agar tidak menciptakan panggung konfrontasi terbuka yang memperkeruh situasi.
  • Kepatuhan pada Mekanisme Kedinasan: Melibatkan atasan, bagian kepatuhan internal, atau aparat penegak hukum yang sah bila indikasi radikalisme sudah mengancam keamanan atau melanggar regulasi instansi.

2. Cara Cepat Membedakan Jawaban Poin 4 dan Poin 5

  • Ciri Jawaban Poin 4 (Defensif / Pasif / Terlalu Reaktif): Hanya mengamankan diri sendiri (misalnya keluar dari grup atau memblokir kontak), atau langsung menuntut sanksi berat kepada atasan tanpa menunjukkan upaya pembinaan dan dialog awal yang manusiawi.
  • Ciri Jawaban Poin 5 (Solutif / Edukatif / Berdampak Luas): Berani mengambil tanggung jawab meredam ketegangan, menolak penyimpangan dengan santun dan berdasar fakta hukum resmi, serta menawarkan jalan keluar yang membangun toleransi berkelanjutan.

Karakteristik & Ciri Utama Soal HOTS TKP Anti Radikalisme

Waspadai jebakan skenario soal anti radikalisme berstandar HOTS pada ujian seleksi CPNS terbaru:

  • Semua Opsi Bernada Positif: Pilihan jawaban tidak ada yang secara terang-terangan membenarkan terorisme. Pilihan biasanya bergradasi dari yang pasif, defensif, hingga yang paling berinisiatif tinggi.
  • Benturan dengan Tokoh Terpandang: Narasi soal kerap menempatkan pelaku penyebar narasi radikal sebagai sosok senior, atasan langsung, atau tokoh masyarakat terpandang untuk menguji keteguhan nyali dan kesantunan Anda.
  • Modus Sosial Berkedok Kemanusiaan: Studi kasus sering mengemas propaganda ekstremisme di balik isu filantropi, solidaritas internasional, atau kajian keagamaan eksklusif.

Pertanyaan Seputar Soal TKP Anti Radikalisme CPNS

Apa indikator mendasar yang dinilai penguji pada sub-topik TKP Anti Radikalisme?

Indikator utamanya menjaring informasi tentang kecenderungan bersikap dan bertindak dalam menanggapi situasi yang berkaitan dengan radikalisme, mengukur komitmen terhadap Pancasila dan NKRI, kemampuan deteksi dini terhadap intoleransi, serta penerapan moderasi beragama di lingkungan kerja.

Bagaimana cara mutlak mengamankan opsi bernilai poin 5 di materi Anti Radikalisme?

Pilihlah jawaban yang mencerminkan sikap tegas, proporsional, objektif, berani bersikap membela ideologi negara secara santun dan elegan, serta menempuh mekanisme resmi kedinasan tanpa menimbulkan kegaduhan atau main hakim sendiri.

Apa perbedaan mencolok antara opsi bernilai 4 dan nilai 5 pada soal anti radikalisme?

Opsi bernilai 4 biasanya berupa tindakan defensif personal (seperti sekadar menolak ajakan secara pasif atau langsung melaporkan tanpa pendekatan dialogis). Sementara opsi bernilai 5 merupakan langkah komprehensif yang proaktif, persuasif, edukatif, serta menuntaskan akar persoalan sesuai koridor regulasi.

Berapa butir kuota soal anti radikalisme yang diujikan dalam tes CAT SKD CPNS?

Pada ujian SKD CPNS, materi Anti Radikalisme didistribusikan secara acak oleh sistem CAT dengan bobot rata-rata 6 sampai 8 butir soal dari total 45 butir soal TKP dengan passing grade kumulatif 166 poin.

Rujukan Resmi Materi TKP Seleksi Kompetensi Dasar CPNS

Materi Tes Karakteristik Pribadi (TKP) diselenggarakan berdasarkan standar kompetensi resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Jelajahi juga materi dan kumpulan latihan soal subtes lainnya di BelajarBro:

Kategori
Soal CPNS SKD TKP Anti Radikalisme Nasionalisme HOTS Poin 5 Pembahasan

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?