Berikut ini kumpulan contoh soal dan pembahasan TIU SKD CPNS - paket 86. Semangat belajar!
Berlibur merupakan kegiatan yang menyenangkan. Apalagi dilakukan bersama keluarga atau orang tercinta. Namun, usai berlibur pastikan anak Anda tidak malas ke sekolah. Pasalnya, hal tersebut kerap terjadi usai berlibur panjang. Konsultan pendidikan, Denyse Whelan mengungkapkan liburan perlu dilakukan agar anak tidak mengalami stres dan jenuh dengan aktivitasnya. Sebaiknya, para orang tua tidak menggunakan seluruh waktu libur sekolah untuk berlibur. "Misalnya saja libur selama dua minggu, sisakan 3-4 hari untuk anak bisa beristirahat di rumah. Selain memberi anak waktu istirahat, waktu liburan yang tersisa juga bisa membuat mereka siap dengan keadaan belajar yang baru," papar Whelan yang dilansir dari Essential Kids. Menurut Whelan, para orang tua bisa menggunakan sisa waktu berlibur untuk membantu anak beradaptasi dengan teman atau pelajaran baru.
Selain itu, liburan juga bisa digunakan untuk melatih anak menghadapi situasi kembali di sekolah. "Khususnya bagi anak yang masih duduk di bangku TK dan SD, bawakan mereka buku cerita edukasi atau ajak mereka mengenal lingkungan sekitar di mana orangtua bisa menyelipkan pengetahuan di sela-sela waktu itu," kata dia. Cara ini dipercaya bisa membuat si kecil tetap bertanggungjawab atas kewajibannya dan tetap melakukan kegiatan belajar yang menyenangkan meski sedang berlibur.
Sebuah penelitian yang dilakukan Departemen Pendidikan di lnggris menemukan, bahwa sengaja mengajak anak berlibur dengan membolos dari sekolah dapat memicu dampak buruk pada proses belajar anak. Hal ini berkaitan dengan anggapan membolos di bangku TK atau SD tidak memiliki pengaruh. "ltu anggapan yang salah. Bagaimanapun, tidak masuk sekolah walaupun anak masih TK atau SD bisa mengganggu proses pembelajaran anak. Selain itu, secara tidak langsung juga bisa mengajarkan kurang kedisiplinan pada anak. Oleh karena itu, sudah sepatutnya orangtua mengajak anak berlibur di waktu yang memang seharusnya," ujar juru bicara Departemen Pendidikan lnggris kepada Telegraph. (Sumber: http://lifestyle.sindonews.com/ tanggal 29 Maret 2016)
Tema yang tepat berdasarkan wacana di atas adalah ....
- Liburan sekolah
- Liburan bagi anak-anak
- Cara tepat mengisi liburan sekolah
- Keuntungan dan kerugian berlibur sekolah bagi anak-anak
- Dampak buruk ajak liburan dengan bolos sekolah
Tema adalah ide pokok suatu paragraf atau wacana yang bersifat khusus atau lebih spesifik. Terna yang sesuai dengan wacana di atas adalah liburan bagi anak-anak karena di wacana tersebut dijelaskan cara tepat rnengisi liburan, rnanfaat liburan, dan darnpak buruk dari rnernbolos untuk liburan.
Berlibur merupakan kegiatan yang menyenangkan. Apalagi dilakukan bersama keluarga atau orang tercinta. Namun, usai berlibur pastikan anak Anda tidak malas ke sekolah. Pasalnya, hal tersebut kerap terjadi usai berlibur panjang. Konsultan pendidikan, Denyse Whelan mengungkapkan liburan perlu dilakukan agar anak tidak mengalami stres dan jenuh dengan aktivitasnya. Sebaiknya, para orang tua tidak menggunakan seluruh waktu libur sekolah untuk berlibur. "Misalnya saja libur selama dua minggu, sisakan 3-4 hari untuk anak bisa beristirahat di rumah. Selain memberi anak waktu istirahat, waktu liburan yang tersisa juga bisa membuat mereka siap dengan keadaan belajar yang baru," papar Whelan yang dilansir dari Essential Kids. Menurut Whelan, para orang tua bisa menggunakan sisa waktu berlibur untuk membantu anak beradaptasi dengan teman atau pelajaran baru.
Selain itu, liburan juga bisa digunakan untuk melatih anak menghadapi situasi kembali di sekolah. "Khususnya bagi anak yang masih duduk di bangku TK dan SD, bawakan mereka buku cerita edukasi atau ajak mereka mengenal lingkungan sekitar di mana orangtua bisa menyelipkan pengetahuan di sela-sela waktu itu," kata dia. Cara ini dipercaya bisa membuat si kecil tetap bertanggungjawab atas kewajibannya dan tetap melakukan kegiatan belajar yang menyenangkan meski sedang berlibur.
Sebuah penelitian yang dilakukan Departemen Pendidikan di lnggris menemukan, bahwa sengaja mengajak anak berlibur dengan membolos dari sekolah dapat memicu dampak buruk pada proses belajar anak. Hal ini berkaitan dengan anggapan membolos di bangku TK atau SD tidak memiliki pengaruh. "ltu anggapan yang salah. Bagaimanapun, tidak masuk sekolah walaupun anak masih TK atau SD bisa mengganggu proses pembelajaran anak. Selain itu, secara tidak langsung juga bisa mengajarkan kurang kedisiplinan pada anak. Oleh karena itu, sudah sepatutnya orangtua mengajak anak berlibur di waktu yang memang seharusnya," ujar juru bicara Departemen Pendidikan lnggris kepada Telegraph. (Sumber: http://lifestyle.sindonews.com/ tanggal 29 Maret 2016)
Bagaimana cara menyiasati liburan anak-anak agar siap dengan keadaan belajar yang baru?
- Menyisakan 3-4 hari di akhir liburan di rumah saja
- Membelikan peralatan sekolah yang baru
- Membawakan buku cerita yang disukai saat berlibur
- Mengajak anak menikmati liburan di pedesaan
- Mengajak liburan ke tempat wisata yang jauh
Berdasarkan informasi pada wacana, cara menyiasati liburan anak-anak agar siap dengan keadaan belajar yang baru adalah dengan menyisakan 3-4 hari di akhir liburan di rumah saja. Hal ini dapat dilihat pada kutipan-kutipan berikut ini: "Misalnya saja libur selama dua minggu, sisakan 3-4 hari untuk anak bisa beristirahat di rumah." (paragraf 1 kalimat 7).
Berlibur merupakan kegiatan yang menyenangkan. Apalagi dilakukan bersama keluarga atau orang tercinta. Namun, usai berlibur pastikan anak Anda tidak malas ke sekolah. Pasalnya, hal tersebut kerap terjadi usai berlibur panjang. Konsultan pendidikan, Denyse Whelan mengungkapkan liburan perlu dilakukan agar anak tidak mengalami stres dan jenuh dengan aktivitasnya. Sebaiknya, para orang tua tidak menggunakan seluruh waktu libur sekolah untuk berlibur. "Misalnya saja libur selama dua minggu, sisakan 3-4 hari untuk anak bisa beristirahat di rumah. Selain memberi anak waktu istirahat, waktu liburan yang tersisa juga bisa membuat mereka siap dengan keadaan belajar yang baru," papar Whelan yang dilansir dari Essential Kids. Menurut Whelan, para orang tua bisa menggunakan sisa waktu berlibur untuk membantu anak beradaptasi dengan teman atau pelajaran baru.
Selain itu, liburan juga bisa digunakan untuk melatih anak menghadapi situasi kembali di sekolah. "Khususnya bagi anak yang masih duduk di bangku TK dan SD, bawakan mereka buku cerita edukasi atau ajak mereka mengenal lingkungan sekitar di mana orangtua bisa menyelipkan pengetahuan di sela-sela waktu itu," kata dia. Cara ini dipercaya bisa membuat si kecil tetap bertanggungjawab atas kewajibannya dan tetap melakukan kegiatan belajar yang menyenangkan meski sedang berlibur.
Sebuah penelitian yang dilakukan Departemen Pendidikan di lnggris menemukan, bahwa sengaja mengajak anak berlibur dengan membolos dari sekolah dapat memicu dampak buruk pada proses belajar anak. Hal ini berkaitan dengan anggapan membolos di bangku TK atau SD tidak memiliki pengaruh. "ltu anggapan yang salah. Bagaimanapun, tidak masuk sekolah walaupun anak masih TK atau SD bisa mengganggu proses pembelajaran anak. Selain itu, secara tidak langsung juga bisa mengajarkan kurang kedisiplinan pada anak. Oleh karena itu, sudah sepatutnya orangtua mengajak anak berlibur di waktu yang memang seharusnya," ujar juru bicara Departemen Pendidikan lnggris kepada Telegraph. (Sumber: http://lifestyle.sindonews.com/ tanggal 29 Maret 2016)
Berdasarkan teks di atas, salah satu penyebab terganggunya proses belajar anak di tingkat TK dan SD adalah ....
- Waktu liburan yang terlalu lama
- Bolos sekolah demi liburan
- Waktu liburan yang diisi dengan pekerjaan rumah
- Tempat berlibur yang tidak edukatif
- Menggunakan seluruh waktu liburan dengan kegiatan di luar rumah
Berdasarkan informasi pada wacana, salah satu penyebab terganggunya proses belajar anak di tingkat TK dan SD adalah bolos sekolah demi liburan. Hal ini dapat dilihat pada paragraf 3 kalimat 1 "Sebuah penelitian yang dilakukan Departemen Pendidikan di lnggris menemukan bahwa sengaja mengajak anak berlibur dengan membolos dari sekolah dapat memicu dampak buruk pada proses belajar anak."
Berlibur merupakan kegiatan yang menyenangkan. Apalagi dilakukan bersama keluarga atau orang tercinta. Namun, usai berlibur pastikan anak Anda tidak malas ke sekolah. Pasalnya, hal tersebut kerap terjadi usai berlibur panjang. Konsultan pendidikan, Denyse Whelan mengungkapkan liburan perlu dilakukan agar anak tidak mengalami stres dan jenuh dengan aktivitasnya. Sebaiknya, para orang tua tidak menggunakan seluruh waktu libur sekolah untuk berlibur. "Misalnya saja libur selama dua minggu, sisakan 3-4 hari untuk anak bisa beristirahat di rumah. Selain memberi anak waktu istirahat, waktu liburan yang tersisa juga bisa membuat mereka siap dengan keadaan belajar yang baru," papar Whelan yang dilansir dari Essential Kids. Menurut Whelan, para orang tua bisa menggunakan sisa waktu berlibur untuk membantu anak beradaptasi dengan teman atau pelajaran baru.
Selain itu, liburan juga bisa digunakan untuk melatih anak menghadapi situasi kembali di sekolah. "Khususnya bagi anak yang masih duduk di bangku TK dan SD, bawakan mereka buku cerita edukasi atau ajak mereka mengenal lingkungan sekitar di mana orangtua bisa menyelipkan pengetahuan di sela-sela waktu itu," kata dia. Cara ini dipercaya bisa membuat si kecil tetap bertanggungjawab atas kewajibannya dan tetap melakukan kegiatan belajar yang menyenangkan meski sedang berlibur.
Sebuah penelitian yang dilakukan Departemen Pendidikan di lnggris menemukan, bahwa sengaja mengajak anak berlibur dengan membolos dari sekolah dapat memicu dampak buruk pada proses belajar anak. Hal ini berkaitan dengan anggapan membolos di bangku TK atau SD tidak memiliki pengaruh. "ltu anggapan yang salah. Bagaimanapun, tidak masuk sekolah walaupun anak masih TK atau SD bisa mengganggu proses pembelajaran anak. Selain itu, secara tidak langsung juga bisa mengajarkan kurang kedisiplinan pada anak. Oleh karena itu, sudah sepatutnya orangtua mengajak anak berlibur di waktu yang memang seharusnya," ujar juru bicara Departemen Pendidikan lnggris kepada Telegraph. (Sumber: http://lifestyle.sindonews.com/ tanggal 29 Maret 2016)
Apa manfaat liburan menurut Denyse Whelan dalam wacana di atas?
- Membantu proses pembelajaran dan perkembangan anak
- Mendekatkan hubungan antara orangtua dan anak
- Membantu anak untuk berinteraksi dengan lingkungan di luar sekolah
- Mengajarkan kedisiplinan pada anak
- Agar tidak mengalami stres dan jenuh dengan aktivitasnya
Berdasarkan informasi pada wacana, manfaat liburan menurut Denyse Whelan adalah agar tidak mengalami stres dan jenuh dengan aktivitasnya. Hal ini dapat dilihat pada (paragraf 1 kalimat 3) "Konsultan pendidikan, Denyse Whelan mengungkapkan liburan perlu dilakukan agar anak tidak mengalami stres dan jenuh dengan aktivitasnya."
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai banyaknya bisnis berbasis cyber atau online yang bermunculan tidak bisa dibendung lantaran menyesuaikan dengan zaman. Ketua Dewan Audit OJK, llya Avianti menerangkan OJK sebagai regulator industri jasa keuangan akan memfasilitasi dengan program tertentu guna mendukung kegiatan berbasis cyber. "Bisnis berbasis cyber tidak bisa kita bendung. Perkembangan bisnis berbasis cyber di Indonesia juga terutama muncul karena adanya peluang bisnis baru atau start up bisnis. Kita tentunya bicara industri jasa keuangan fasilitasi. OJK sebagai regulator punya program tertentu yang dikerjakan bersama-sarna," ujar dia di Jakarta, Selasa (29/3/2016).
Dia mencontohkan salah satunya seperti percepatan literasi keuangan yang tidak bisa lagi keluar dari bidang teknologi, terutama branchless banking. "Seperti percepatan literasi keuangan, tidak bisa lagi kita keluar dari teknologi informasi. Kita kenal branchless banking, lakupandai, kelihatannya tidak bisa jalan kalau tidak berbasis teknologi," tuturnya. Selain itu, lanjut dia transaksi perbankan melalui e-banking juga sudah menjadi kebutuhan dari nasabah, namun teknologi ini sendiri bisa menjadi risiko besar yang mengancam industri jasa keuangan. "Perbankan, e-banking, e-transaction suatu kebutuhan pelayanan konsumen perbankan. Masalah teknologi perbankan merupakan masalah cyber risk dan menjadi tantangan terbesar industri jasa keuangan. Apalagi sudut kehidupan kita tidak bisa keluar dari teknologi lnformasl," pungkasnya. (Sumber: http://ekbis.sindonews.com/ tanggal 29 Maret 2016)
Apa yang menjadi gagasan utama dari paragraf 1?
- Bisnis online
- Kekhawatiran OJK terhadap maraknya bisnis online di Indonesia
- Peran OJK sebagai regulator bisnis online di Indonesia
- Bisnis online jawaban perkembangan zaman
- Pengaruh maraknya bisnis online di Indonesia
Gagasan utama adalah gagasan yang menjadi pokok pikiran yang berfungsi untuk mengembangkan pemikiran selanjutnya. Gagasan utama termuat dalam kalimat utama-kalimat utama suatu teks. Gagasan utama pada paragraf 1 tersebut yang tepat adalah peran OJK sebagai regulator bisnis online di Indonesia.
Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan TIU SKD paket 86. Silahkan pelajari soal-soal paket lainnya ya.
Jika ada soal yang masih belum kamu mengerti, silahkan pelajari lagi materi terkait di aplikasi ini ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.
Materi TWK
Materi TIU
Materi TKP
Soal TWK
Soal TIU
Soal TKP