Kumpulan Contoh Soal dan Pembahasan TWK SKD CPNS - Paket 14

Berikut ini kumpulan contoh soal dan pembahasan TWK SKD CPNS - paket 14. Semangat belajar!

1

Aktulisasi nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan dalam beberapa perilaku di bawah ini.

  1. Memberi kesempatan pada setiap orang untuk beribadah menurut agama atau kepercayaannya.
  2. Memberi donasi pada warga masyarakat yang sedang terkena bencana alam.
  3. Bersikap toleran terhadap orang lain yang berbeda agamanya.
  4. Memberi bantuan pada tim sepakbola yang bertanding ke luar negeri.
  5. Bersikap adil terhadap sesama manusia

Aktualisasi sila pertama dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa dapat diwujudkan melalui perilaku.

  1. 1 dan 3
  2. 2 dan 4
  3. 3 dan 5
  4. 1 dan 4
  5. 2 dan 5
Jawaban : a

Aktualisasi sila pertama dari Pancasila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, berfokus pada penghormatan dan pengakuan atas kebebasan beragama dan keyakinan setiap individu. Sila ini mendorong setiap warga negara untuk saling menghormati keyakinan dan kepercayaan agama satu sama lain.

Mari kita bahas masing-masing opsi perilaku:

  1. Memberi kesempatan pada setiap orang untuk beribadah menurut agama atau kepercayaannya — Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kebebasan beragama dan selaras dengan sila pertama.
  2. Memberi donasi pada warga masyarakat yang sedang terkena bencana alam — Perilaku ini lebih relevan dengan sila kedua, yang berfokus pada kemanusiaan dan membantu sesama.
  3. Bersikap toleran terhadap orang lain yang berbeda agamanya — Tindakan ini mendukung kebebasan beragama dan menghormati perbedaan keyakinan, sesuai dengan sila pertama.
  4. Memberi bantuan pada tim sepakbola yang bertanding ke luar negeri — Perilaku ini tidak berkaitan langsung dengan nilai ketuhanan atau kebebasan beragama, sehingga kurang relevan dengan sila pertama.
  5. Bersikap adil terhadap sesama manusia — Sikap ini lebih berkaitan dengan sila kelima, yang menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dari uraian di atas, jelas bahwa pilihan perilaku yang sesuai untuk aktualisasi sila pertama adalah:

  • 1 (Memberi kesempatan pada setiap orang untuk beribadah menurut agama atau kepercayaannya)
  • 3 (Bersikap toleran terhadap orang lain yang berbeda agamanya)

Jawaban yang tepat adalah: a. 1 dan 3

2

Perhelatan kampanye akbar yang dilakukan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden baik petahana maupun penantang harus dilaksanakan dengan menjunjung nilai Pancasila dengan cara ...

  1. Menjaga ketertiban dan keamanan atas nama persatuan
  2. Menghormati perasaan lawan politik saat berorasi
  3. Melindungi tujuan bersama Indonesia Jaya
  4. Menghindari konflik kepentingan dengan lawan
  5. Menghargai semua kritik dari lawan politik
Jawaban : a

Dalam perhelatan kampanye akbar, setiap pasangan calon presiden dan wakil presiden wajib menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila untuk menjaga integritas dan etika dalam berdemokrasi. Perilaku ini mencerminkan komitmen untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan memastikan kampanye berjalan dengan damai.

Mari kita telaah masing-masing opsi berdasarkan nilai-nilai Pancasila:

  1. Menjaga ketertiban dan keamanan atas nama persatuan — Ini sejalan dengan sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia, yang mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam segala kegiatan yang melibatkan kepentingan masyarakat luas. Dalam konteks kampanye, menjaga ketertiban dan keamanan sangat penting agar proses demokrasi tetap kondusif dan tidak mengganggu stabilitas sosial.

  2. Menghormati perasaan lawan politik saat berorasi — Tindakan ini terkait dengan sikap saling menghargai, yang dapat dikaitkan dengan beberapa sila Pancasila. Namun, penghormatan dalam konteks ini lebih spesifik mencerminkan adab pribadi ketimbang mengutamakan nilai persatuan atau kebangsaan yang menjadi dasar perhelatan kampanye besar.

  3. Melindungi tujuan bersama Indonesia Jaya — Meskipun melindungi tujuan bersama mencerminkan cita-cita bangsa, frasa ini kurang spesifik dalam mengaitkan nilai Pancasila secara langsung dalam konteks menjaga keutuhan selama kampanye.

  4. Menghindari konflik kepentingan dengan lawan — Perilaku ini lebih bersifat etis terkait profesionalisme dalam politik. Meskipun penting, ini bukanlah cerminan langsung dari nilai Pancasila dalam menjaga situasi kampanye yang damai dan aman.

  5. Menghargai semua kritik dari lawan politik — Tindakan ini mencerminkan keterbukaan terhadap perbedaan pendapat yang sejalan dengan sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Namun, hal ini tidak secara langsung terkait dengan menjaga ketertiban dan keamanan dalam konteks kampanye akbar.

Dari pembahasan di atas, opsi yang paling tepat adalah:

a. Menjaga ketertiban dan keamanan atas nama persatuan

Opsi ini mencerminkan nilai Pancasila, khususnya sila ketiga, dan menunjukkan pentingnya menjaga suasana kondusif demi persatuan dan keamanan, yang sangat relevan dalam konteks kampanye politik besar.

3

Masuknya pengaruh budaya asing dapat mengikis keragaman budaya masyarakat Indonesia. Untuk menghindari pengaruh tersebut, langkah yang perlu dilakukan adalah ...

  1. Mengaktulisasikan budaya daerah dalam berbagai kesempatan
  2. Menghindari masuknya pengaruh budaya dari negara lain
  3. Membangun sanggar-sanggar budaya di berbagai tempat
  4. Menyesuaikan budaya daerah dengan budaya yang datang dari luar
  5. Memantapkan budaya nasioanal untuk menggali budaya daerah
Jawaban : a

Masuknya pengaruh budaya asing memang dapat berdampak pada keragaman budaya lokal Indonesia, terutama jika pengaruh tersebut diadopsi secara berlebihan tanpa memperhatikan identitas budaya bangsa. Untuk menjaga keberagaman budaya nasional dan mencegah dampak negatif dari budaya asing, diperlukan langkah-langkah yang tepat.

Mari kita analisis setiap opsi:

  1. Mengaktualisasikan budaya daerah dalam berbagai kesempatan — Opsi ini mencakup langkah-langkah memperkenalkan, mempromosikan, dan mempraktikkan budaya daerah dalam kehidupan sehari-hari. Ini dapat melibatkan penampilan budaya daerah dalam acara-acara formal maupun informal, sehingga generasi muda mengenal dan menghargai budaya lokal. Langkah ini relevan dan sangat efektif dalam menjaga kelestarian budaya Indonesia, serta memperkuat identitas budaya masyarakat.

  2. Menghindari masuknya pengaruh budaya dari negara lain — Menghindari pengaruh budaya asing sepenuhnya adalah hal yang sulit dilakukan dalam era globalisasi. Pendekatan ini juga kurang efektif karena budaya asing akan tetap hadir, terutama melalui media. Lebih baik mengedepankan sikap selektif terhadap budaya asing yang masuk, alih-alih berupaya untuk sepenuhnya menutup diri.

  3. Membangun sanggar-sanggar budaya di berbagai tempat — Mendirikan sanggar budaya dapat membantu dalam pelestarian budaya lokal, terutama sebagai wadah untuk belajar dan mempraktikkan budaya daerah. Namun, langkah ini sendiri mungkin tidak cukup efektif untuk menghadapi arus pengaruh budaya asing yang meluas.

  4. Menyesuaikan budaya daerah dengan budaya yang datang dari luar — Menyesuaikan budaya lokal dengan budaya asing dapat berisiko mengurangi keaslian budaya daerah. Langkah ini kurang relevan jika tujuan utamanya adalah untuk menghindari pengaruh budaya asing. Sebaliknya, ini dapat melemahkan nilai budaya asli Indonesia.

  5. Memantapkan budaya nasional untuk menggali budaya daerah — Opsi ini menekankan pentingnya memperkuat budaya nasional. Namun, memantapkan budaya nasional saja tidak langsung menghindarkan dari pengaruh budaya asing. Upaya ini lebih relevan dalam membangun identitas bangsa secara umum daripada spesifik dalam menjaga budaya dari pengaruh asing.

Dari uraian di atas, opsi yang paling sesuai adalah:

a. Mengaktualisasikan budaya daerah dalam berbagai kesempatan

Langkah ini memungkinkan masyarakat untuk secara aktif memperkenalkan dan mempertahankan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengaktualisasikan budaya daerah, masyarakat dapat lebih terlibat dalam proses pelestarian budaya, yang pada gilirannya akan memperkuat ketahanan budaya Indonesia terhadap pengaruh asing.

4

Pada tanggal 10 November 1945 seluruh rakyat Surabaya menolak menyerahkan diri dan memutuskan perang melawan Sekutu yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa tersebut memberikan inspirasi agar kita ...

  1. Dapat mewarisi semangat kepahlawanan dalam mempertahankan NKRI
  2. Terus bersemangat membangun dan mengisi kemerdekaan
  3. Mengambil hikmah dari peristiwa 10 November 1945
  4. Meneladani semangat Bung Tomo sebagai pahlawan nasional
  5. Mampu menangkap pesan heroik pada peristiwa 10 November 1945
Jawaban : a

Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya adalah salah satu momen penting dalam sejarah Indonesia yang menunjukkan semangat perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Dalam pertempuran tersebut, rakyat Surabaya, yang dipimpin oleh Bung Tomo dan tokoh-tokoh lainnya, menunjukkan tekad yang kuat untuk melawan Sekutu demi mempertahankan kedaulatan bangsa.

Mari kita analisis setiap opsi untuk menemukan makna inspirasi yang tepat dari peristiwa ini:

  1. Dapat mewarisi semangat kepahlawanan dalam mempertahankan NKRI — Opsi ini sesuai dengan nilai yang dapat kita ambil dari peristiwa 10 November 1945, yaitu pentingnya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semangat kepahlawanan yang diperlihatkan rakyat Surabaya adalah cerminan sikap rela berkorban dan patriotisme yang perlu diwarisi oleh generasi penerus dalam menjaga persatuan dan kedaulatan Indonesia.

  2. Terus bersemangat membangun dan mengisi kemerdekaan — Peristiwa tersebut dapat memotivasi kita untuk terus berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan. Meskipun hal ini merupakan sikap yang positif, fokus utamanya adalah pada pembangunan, bukan langsung pada makna kepahlawanan untuk mempertahankan NKRI sebagaimana dicontohkan oleh para pejuang 10 November 1945.

  3. Mengambil hikmah dari peristiwa 10 November 1945 — Mengambil hikmah dari peristiwa tersebut adalah hal penting, namun ini kurang spesifik jika dibandingkan dengan mewarisi semangat kepahlawanan yang lebih tepat menginspirasi sikap patriotisme.

  4. Meneladani semangat Bung Tomo sebagai pahlawan nasional — Bung Tomo memang menjadi salah satu tokoh penting dalam peristiwa ini, namun tujuan utamanya adalah mewarisi semangat kolektif seluruh rakyat yang terlibat dalam mempertahankan kedaulatan bangsa, bukan hanya meneladani satu tokoh saja.

  5. Mampu menangkap pesan heroik pada peristiwa 10 November 1945 — Menangkap pesan heroik memang penting, tetapi mewarisi semangat kepahlawanan dalam mempertahankan NKRI adalah tindakan yang lebih konkret yang dapat kita lakukan sebagai inspirasi dari peristiwa tersebut.

Dari penjelasan di atas, pilihan yang paling sesuai adalah:

a. Dapat mewarisi semangat kepahlawanan dalam mempertahankan NKRI

Opsi ini paling tepat karena menunjukkan bahwa makna utama dari peristiwa 10 November 1945 adalah agar kita terus menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI dengan semangat yang sama seperti yang dicontohkan oleh para pahlawan di masa itu.

5

Upaya dalam menghadapi tantangan internal, yaitu mengubah ideologi negara dari Pancasila menjadi komunisme pada tahun 1965 adalah ...

  1. Menyatukan antara kaum agama dan komunisme
  2. Menyelaraskan antara kelompok agama dan sekuler
  3. Mempertentangkan antara kelompok beragama dan tidak beragama
  4. Menyelaraskan antara kelompok agama dan pancasila
  5. Menjalin kerja sama antara kelompok agama dan negara
Jawaban : d

Pada tahun 1965, Indonesia menghadapi tantangan besar terkait ideologi negara, khususnya upaya untuk mengganti ideologi Pancasila dengan komunisme. Peristiwa ini memicu ketegangan yang sangat kuat, terutama antara kelompok yang mendukung Pancasila dan kelompok yang ingin mengadopsi komunisme sebagai ideologi negara. Pada saat itu, Pancasila dianggap sebagai dasar negara yang mengakomodasi nilai-nilai religius serta kebangsaan, sedangkan komunisme bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut, terutama karena komunisme menghilangkan peran agama dalam kehidupan bernegara.

Mari kita tinjau setiap opsi dalam konteks upaya menghadapi tantangan internal ini:

  1. Menyatukan antara kaum agama dan komunisme — Upaya ini tidak dilakukan, karena komunisme, pada dasarnya, seringkali bertentangan dengan pandangan kelompok agama, terutama di Indonesia. Komunisme cenderung mengabaikan peran agama, sehingga sulit menyatukan kedua pandangan ini secara ideologis.

  2. Menyelaraskan antara kelompok agama dan sekuler — Opsi ini tidak relevan dengan konteks tahun 1965, karena tantangan yang dihadapi bukan antara kelompok agama dan sekuler, melainkan antara pendukung Pancasila dan komunisme. Fokus utama saat itu adalah mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.

  3. Mempertentangkan antara kelompok beragama dan tidak beragama — Walaupun terjadi ketegangan antara kelompok beragama dan kelompok komunis yang umumnya tidak beragama, upaya yang dilakukan oleh pemerintah saat itu adalah mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara, bukan mempertentangkan atau memperkeruh perbedaan di antara kelompok-kelompok tersebut.

  4. Menyelaraskan antara kelompok agama dan Pancasila — Ini adalah upaya yang paling relevan. Di tengah ancaman ideologi komunisme, pemerintah dan kelompok agama berusaha untuk meneguhkan komitmen pada Pancasila sebagai dasar negara. Penyelarasan ini bertujuan untuk menjaga agar nilai-nilai religius tetap sejalan dengan Pancasila, memperkuat persatuan, dan mempertahankan Pancasila dari ancaman ideologi lain.

  5. Menjalin kerja sama antara kelompok agama dan negara — Walaupun penting, ini adalah upaya yang lebih umum dan tidak spesifik terhadap tantangan tahun 1965. Upaya utama pada saat itu lebih fokus pada penguatan komitmen terhadap Pancasila sebagai ideologi negara.

Dari penjelasan di atas, pilihan yang paling tepat adalah:

d. Menyelaraskan antara kelompok agama dan Pancasila

Pilihan ini paling tepat karena pada tahun 1965, pemerintah dan masyarakat yang mendukung Pancasila bekerja sama dengan berbagai kelompok, termasuk kelompok agama, untuk memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi dasar negara Indonesia. Upaya ini dilakukan agar nilai-nilai agama tetap selaras dengan Pancasila, memperkuat ketahanan bangsa terhadap ancaman ideologi komunisme.

Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan TWK SKD paket 14. Silahkan pelajari soal-soal paket lainnya ya.

Jika ada soal yang masih belum kamu mengerti, silahkan pelajari lagi materi terkait di aplikasi ini ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.

Materi TWK
Materi TIU
Materi TKP
Soal TWK
Soal TIU
Soal TKP

Kategori
CPNS SKD TWK

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?