Kumpulan Contoh Soal dan Pembahasan TWK SKD CPNS - Paket 20

Berikut ini kumpulan contoh soal dan pembahasan TWK SKD CPNS - paket 20. Semangat belajar!

1

Sebelum amandemen UUD 1945 tidak dikenal lembaga negara yang mempunyai wewenang menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat serta perilaku hakim. Setelah amandemen UUD 1945 pasal 24B mengantur tentang Komisi Yudisial (KY) . Salah satu alasan KY dibentuk adalah sebagai ...

  1. Penasehat hakim
  2. Fasilitator hakim
  3. Mitra hakim
  4. Pengawas hakim
  5. Penilai hakim
Jawaban : d

Setelah amandemen UUD 1945, pasal 24B memperkenalkan lembaga baru yang bernama Komisi Yudisial (KY). KY dibentuk dengan tujuan utama untuk menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim. Lembaga ini memiliki fungsi pengawasan terhadap hakim untuk memastikan bahwa mereka menjalankan tugasnya dengan integritas dan sesuai dengan kode etik yang berlaku. Dengan demikian, KY berperan sebagai pengawas dalam sistem peradilan untuk menghindari penyalahgunaan wewenang dan memastikan kualitas peradilan yang baik.

Mari kita analisis setiap opsi:

  • a. Penasehat hakim
    KY bukan lembaga yang berfungsi memberikan nasihat atau saran kepada hakim. Fungsi KY lebih berfokus pada pengawasan dan penegakan kode etik hakim.

  • b. Fasilitator hakim
    KY tidak bertindak sebagai fasilitator. Fasilitator adalah pihak yang membantu kelancaran proses tanpa memiliki fungsi pengawasan atau kontrol langsung.

  • c. Mitra hakim
    KY tidak berfungsi sebagai mitra, tetapi sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk mengawasi perilaku hakim dan memastikan mereka menjalankan tugas dengan integritas.

  • d. Pengawas hakim
    Ini adalah jawaban yang paling tepat. KY berperan sebagai pengawas, yang bertugas memantau dan menilai perilaku hakim, menegakkan kode etik, dan menindaklanjuti pelanggaran kode etik atau perilaku yang tidak layak.

  • e. Penilai hakim
    Meskipun KY menilai perilaku hakim, fungsi utamanya adalah pengawasan, bukan sekadar menilai. Pengawasan mencakup pemantauan aktif, evaluasi, dan pemberian sanksi bila diperlukan untuk menjaga kehormatan lembaga peradilan.

Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat adalah d, karena fungsi utama Komisi Yudisial adalah sebagai pengawas hakim, memastikan bahwa mereka berperilaku sesuai dengan standar etika dan profesionalisme yang diharapkan dalam menjalankan tugas peradilan.

2

Sejak zaman dahulu, bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk karena terdiri atas berbagai agama, suku, bahasa dan budaya tetapi merupakan satu kesatuan. Hal ini tercermin dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Dalam masyarakat Indonesia yang beragam, selain memberikan dampak positif, tersimpan dampak negatif pula. Berikut merupakan sisi positif memaknai keberagaman dalam Bhineka Tunggal Ika yaitu ...

  1. Memperkuat keinginan mencapai cita-cita bersama
  2. Memicu timbulnya sifat menonjolkan kedaerahan
  3. Memperkuat kondisi instabilitas keamanan
  4. Menimbulkan persaingan antarkelompok
  5. Mendorong distabilitas sosial ekonomi
Jawaban : a

Keberagaman yang terkandung dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika mencerminkan semangat persatuan di tengah perbedaan. Semboyan ini mengajarkan bahwa meskipun masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai agama, suku, bahasa, dan budaya, mereka tetap bersatu sebagai satu bangsa. Keberagaman ini memiliki sisi positif yang signifikan, salah satunya adalah memperkuat semangat dan keinginan untuk mencapai cita-cita bersama. Keberagaman mendorong masyarakat untuk bersatu dalam perbedaan dan bekerja sama demi tujuan yang lebih besar untuk kepentingan bangsa dan negara.

Mari kita analisis setiap opsi:

  • a. Memperkuat keinginan mencapai cita-cita bersama
    Pernyataan ini tepat karena salah satu nilai positif dari keberagaman adalah mendorong masyarakat untuk saling menghargai dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Ini mencerminkan semangat Bhineka Tunggal Ika, yang menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan.

  • b. Memicu timbulnya sifat menonjolkan kedaerahan
    Pernyataan ini merupakan sisi negatif dari keberagaman, di mana perbedaan bisa menimbulkan sikap primordialisme atau mengutamakan kedaerahan yang dapat menghambat persatuan.

  • c. Memperkuat kondisi instabilitas keamanan
    Keberagaman yang tidak dikelola dengan baik memang dapat menimbulkan konflik dan mengancam stabilitas keamanan, tetapi ini merupakan sisi negatif, bukan sisi positif dari Bhineka Tunggal Ika.

  • d. Menimbulkan persaingan antarkelompok
    Persaingan antarkelompok yang tidak sehat adalah sisi negatif dari keberagaman, yang bertentangan dengan semangat Bhineka Tunggal Ika, di mana persatuan dalam keragaman diutamakan.

  • e. Mendorong distabilitas sosial ekonomi
    Ketidakseimbangan atau ketidakstabilan sosial ekonomi yang disebabkan oleh perbedaan budaya atau sosial adalah sisi negatif dari keberagaman yang bisa terjadi jika tidak dikelola dengan bijaksana.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah a, karena memperkuat keinginan untuk mencapai cita-cita bersama adalah salah satu dampak positif dari keberagaman yang sejalan dengan semangat Bhineka Tunggal Ika, yaitu bekerja bersama dalam persatuan untuk kepentingan bersama.

3

Warga negara dan penduduk merupakan salah satu aspek penting yang diatur dalam UUD Negara RI Tahun 1945 pasal 26. Alasan pentingnya perihal warga negara dan penduduk diatur dalam konstitusi adalah ...

  1. Agar jelas kedudukan, hak, dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
  2. Seringkali terjadi perbedaan persepsi di masyarakat antara penduduk dan warga negara
  3. Kedudukan warga negara dan penduduk menjadi lebih jelas dalam kehidupan berbangsa
  4. Warga negara dan penduduk memiliki hak dan kewajiban yang berbeda dalam kehidupan bernegara
  5. Agar tidak terjadi saling klaim hak dan kewajiban anta warga negara dan penduduk
Jawaban : a

Pasal 26 UUD 1945 mengatur mengenai warga negara dan penduduk Indonesia. Pengaturan ini penting karena memberikan kejelasan mengenai siapa yang dianggap sebagai warga negara dan penduduk, serta menguraikan kedudukan, hak, dan kewajiban mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks ketatanegaraan, perbedaan antara warga negara dan penduduk menjadi dasar dalam penentuan hak dan kewajiban yang berbeda di antara keduanya. Warga negara memiliki hak-hak penuh dalam hal politik dan kewarganegaraan, sedangkan penduduk termasuk mereka yang tinggal di wilayah Indonesia, tetapi mungkin bukan warga negara, seperti warga negara asing.

Mari kita analisis setiap opsi:

  • a. Agar jelas kedudukan, hak, dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
    Pernyataan ini tepat karena pengaturan ini memberikan kepastian hukum terkait hak dan kewajiban yang berlaku bagi warga negara dan penduduk. Hal ini penting untuk menjalankan pemerintahan secara tertib dan adil, serta untuk mengatur interaksi antara warga negara, penduduk, dan negara.

  • b. Seringkali terjadi perbedaan persepsi di masyarakat antara penduduk dan warga negara
    Meskipun perbedaan persepsi dapat terjadi, alasan ini bukanlah dasar konstitusional untuk pengaturan mengenai warga negara dan penduduk. Fokus dari pengaturan ini adalah kejelasan kedudukan hukum, bukan semata-mata persepsi masyarakat.

  • c. Kedudukan warga negara dan penduduk menjadi lebih jelas dalam kehidupan berbangsa
    Pernyataan ini mendekati kebenaran, tetapi masih terlalu umum. Tujuan utama pasal ini adalah untuk mengatur hak dan kewajiban secara lebih rinci, bukan hanya memperjelas kedudukan.

  • d. Warga negara dan penduduk memiliki hak dan kewajiban yang berbeda dalam kehidupan bernegara
    Meskipun benar bahwa warga negara dan penduduk dapat memiliki hak dan kewajiban yang berbeda, pernyataan ini tidak menjawab alasan utama pengaturan dalam konstitusi. Yang lebih penting adalah penetapan kedudukan hukum dan pengaturan yang adil mengenai hak dan kewajiban tersebut.

  • e. Agar tidak terjadi saling klaim hak dan kewajiban antara warga negara dan penduduk
    Pernyataan ini tidak mencerminkan inti dari pengaturan konstitusional. Meskipun pengaturan ini dapat mencegah konflik, tujuan utamanya adalah memberikan kejelasan terkait hak, kewajiban, dan kedudukan warga negara dan penduduk dalam hukum negara.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah a, karena pengaturan tentang warga negara dan penduduk dalam UUD 1945 bertujuan untuk memberikan kejelasan terkait kedudukan, hak, dan kewajiban mereka, sehingga dapat mendukung keteraturan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

4

Apabila Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak mengagendakan dalam masa persidangan berikutnya terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang yang dikeluarkan Presiden, berikut ini salah satu konsekuensinya ...

  1. Dewan Perwakilan Rakyat dianggap tidak sejalan dengan pemerintah
  2. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tersebut cacat hukum
  3. Presiden harus mencabut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tersebut
  4. Secara yuridis tidak masalah karena otomatis akan menjadi Undang-Undang
  5. Presiden tidak harus mengajukan pada masa persidangan dewan berikutnya
Jawaban : c

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Presiden dalam keadaan mendesak atau darurat, di mana undang-undang baru belum dapat dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam waktu cepat. Namun, setelah Perppu diterbitkan, harus diserahkan kepada DPR dalam masa persidangan berikutnya untuk mendapat persetujuan. DPR kemudian berwenang untuk menyetujui atau menolak Perppu tersebut.

Jika DPR tidak mengagendakan pembahasan Perppu dalam masa persidangan berikutnya, maka Perppu tersebut tidak mendapatkan legitimasi dari DPR dan dianggap tidak berlaku. Dengan kata lain, Perppu tersebut harus dicabut karena tidak disahkan oleh lembaga legislatif.

Mari kita analisis setiap opsi:

  • a. Dewan Perwakilan Rakyat dianggap tidak sejalan dengan pemerintah
    Meskipun hal ini mungkin terjadi secara politis, tidak mengagendakan Perppu tidak selalu berarti DPR tidak sejalan dengan pemerintah. Alasan penolakan bisa beragam, namun ini bukan konsekuensi yuridis langsung dari tidak disahkannya Perppu.

  • b. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tersebut cacat hukum
    Perppu tersebut tidak cacat hukum, tetapi akan menjadi tidak berlaku jika tidak disahkan oleh DPR. Tidak ada cacat hukum selama proses dikeluarkan dengan alasan mendesak; yang terjadi adalah bahwa Perppu tersebut tidak mendapat legitimasi untuk menjadi undang-undang.

  • c. Presiden harus mencabut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tersebut
    Ini adalah jawaban yang tepat. Jika Perppu tidak disetujui oleh DPR, Perppu harus dicabut atau dianggap tidak berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa Perppu yang tidak disahkan oleh DPR tidak bisa berlanjut menjadi undang-undang.

  • d. Secara yuridis tidak masalah karena otomatis akan menjadi Undang-Undang
    Pernyataan ini tidak benar. Perppu tidak otomatis menjadi undang-undang; ia harus mendapat persetujuan dari DPR untuk berubah status menjadi undang-undang. Tanpa persetujuan DPR, Perppu tidak memiliki dasar yuridis untuk tetap berlaku.

  • e. Presiden tidak harus mengajukan pada masa persidangan dewan berikutnya
    Pernyataan ini tidak benar. Perppu wajib diajukan kepada DPR pada masa persidangan berikutnya setelah diterbitkan untuk disetujui atau ditolak. Hal ini diatur dalam UUD 1945.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah c, karena jika Perppu tidak mendapat persetujuan dari DPR, maka konsekuensinya adalah Presiden harus mencabut Perppu tersebut.

5

Perubahan UUD negara RI tahun 1945 dalam pasal 24 ayat 1 dimaksudkan untuk mempertegas bahwa tugas kekuasaan kehakiman dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, yakni untuk ...

  1. Menyelenggarakan peradilan yang cepat dan tidak berbelit-belit bagi para pencari keadilan di masyarakat
  2. Menyelenggarakan peradilan yang berpihak pada masyarakat kelas bawah atau kecil dengan biaya yang murah
  3. Menjadikan lembaga pengadilan yang kuat dan mandiri yang tidak dapat dicampuri oleh kekuatan atau kekuasaan lainnya
  4. Menyelenggarakan peradilan yang merdeka dan bebas dari intervensi pihak manapun guna menegakkan hukum dan keadilan
  5. Menjadikan lembaga yudikatif yang kuat dalam menyelenggarakan peradilan di Indonesia yang mengutamakan kepentingan masyarakat kecil
Jawaban : d

Pasal 24 ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945 setelah perubahan menegaskan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Maksud dari ketentuan ini adalah untuk memastikan bahwa lembaga peradilan beroperasi secara independen, tanpa pengaruh atau intervensi dari pihak lain, baik itu eksekutif, legislatif, maupun kekuatan lainnya. Kemandirian peradilan adalah prinsip penting yang bertujuan untuk menjamin bahwa hukum ditegakkan dengan adil dan bebas dari bias, sehingga hak-hak masyarakat terlindungi secara maksimal.

Mari kita analisis setiap opsi:

  • a. Menyelenggarakan peradilan yang cepat dan tidak berbelit-belit bagi para pencari keadilan di masyarakat
    Meskipun kecepatan dan efisiensi dalam peradilan adalah hal yang penting, tujuan utama dari Pasal 24 ayat (1) adalah memastikan independensi peradilan, bukan hanya proses yang cepat.

  • b. Menyelenggarakan peradilan yang berpihak pada masyarakat kelas bawah atau kecil dengan biaya yang murah
    Pernyataan ini tidak mencerminkan keseluruhan tujuan dari pasal tersebut. Walaupun akses peradilan yang terjangkau penting, pasal ini lebih berfokus pada independensi dan kebebasan dari intervensi.

  • c. Menjadikan lembaga pengadilan yang kuat dan mandiri yang tidak dapat dicampuri oleh kekuatan atau kekuasaan lainnya
    Pernyataan ini mendekati jawaban yang benar, tetapi tidak sepenuhnya menyampaikan tujuan untuk menegakkan hukum dan keadilan secara merdeka. Fokus pada "kekuatan dan kemandirian" saja tidak cukup, karena tujuan utamanya adalah kemandirian untuk menegakkan hukum dan keadilan.

  • d. Menyelenggarakan peradilan yang merdeka dan bebas dari intervensi pihak manapun guna menegakkan hukum dan keadilan
    Ini adalah jawaban yang paling tepat, karena mencakup esensi dari Pasal 24 ayat (1). Pasal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa peradilan dilaksanakan secara merdeka dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang merupakan syarat penting untuk menegakkan hukum dan keadilan.

  • e. Menjadikan lembaga yudikatif yang kuat dalam menyelenggarakan peradilan di Indonesia yang mengutamakan kepentingan masyarakat kecil
    Pernyataan ini tidak tepat, karena penekanan pasal tersebut adalah pada independensi peradilan, bukan hanya pada penguatan lembaga atau keberpihakan pada kelompok tertentu.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah d, karena Pasal 24 ayat (1) menekankan pentingnya kemandirian kekuasaan kehakiman yang bebas dari intervensi untuk memastikan penegakan hukum dan keadilan yang adil dan tidak memihak.

Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan TWK SKD paket 20. Silahkan pelajari soal-soal paket lainnya ya.

Jika ada soal yang masih belum kamu mengerti, silahkan pelajari lagi materi terkait di aplikasi ini ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.

Materi TWK
Materi TIU
Materi TKP
Soal TWK
Soal TIU
Soal TKP

Kategori
CPNS SKD TWK

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?