Kumpulan Contoh Soal dan Pembahasan TWK SKD CPNS - Paket 25

Berikut ini kumpulan contoh soal dan pembahasan TWK SKD CPNS - paket 25. Semangat belajar!

1

Menteri juga meminta mahasiswa melakukan pendidikan dan pengajaran bagi siswa sekolah dasar (SD) yang pada masa pandemi wabah mengalami kesulitan belajar secara daring, karena keterbatasan akses pada teknologi.

Perbaikan ejaan yang salah dalam kalimat tersebut adalah ...

  1. sekolah dasar seharusnya Sekolah Dasar
  2. sekolah dasar (SD) seharusnya SD (sekolah dasar)
  3. pandemi seharusnya dicetak miring
  4. setelah daring tidak ada koma (,)
  5. teknologi seharusnya tekhnologi
Jawaban : d

Dalam kalimat tersebut, terdapat koma setelah kata "daring," yang digunakan sebelum frasa penjelas "karena keterbatasan akses pada teknologi." Namun, penggunaan koma dalam konteks ini sebenarnya tidak diperlukan, karena frasa tersebut merupakan bagian dari kalimat majemuk sebab-akibat tanpa jeda atau pemisahan. Jadi, menghilangkan koma akan membuat kalimat lebih lugas dan tetap sesuai kaidah penulisan.

Mari kita analisis opsi lainnya untuk lebih jelas:

  • a. sekolah dasar seharusnya Sekolah Dasar
    Penulisan "sekolah dasar" tidak perlu menggunakan huruf kapital, karena di sini istilah ini digunakan sebagai keterangan umum, bukan nama resmi institusi atau jenjang pendidikan tertentu. Penulisan huruf kecil sudah benar.

  • b. sekolah dasar (SD) seharusnya SD (sekolah dasar)
    Penulisan “SD” sebagai singkatan sudah sesuai dengan standar penulisan yang umum, di mana singkatan diikuti penjelasan di dalam tanda kurung.

  • c. pandemi seharusnya dicetak miring
    Kata “pandemi” tidak perlu dicetak miring, karena sudah merupakan istilah baku dalam bahasa Indonesia, bukan kata asing.

  • d. setelah daring tidak ada koma (,)
    Ini adalah jawaban yang tepat, karena frasa “karena keterbatasan akses pada teknologi” langsung mengikuti kata "daring" sebagai keterangan sebab, sehingga tidak perlu tanda koma di antara kedua bagian kalimat tersebut.

  • e. teknologi seharusnya tekhnologi
    Penulisan “teknologi” sudah benar dan baku tanpa huruf “h”. Kata “tekhnologi” adalah ejaan yang salah.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah d, karena dalam kalimat tersebut, tanda koma setelah kata “daring” seharusnya dihilangkan untuk memenuhi kaidah penulisan yang benar.

2

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) menyatakan bahwa sebaiknya karet tidak hanya digunakan untuk pembuatan aspal, tetapi pemerintah perlu mendorong kegunaan karet untuk kebutuhan lain seperti pembuatan bantalan rel, konblok, atau bantalan di dermaga.

Perbaikan kata bentukan yang salah pada kalimat tersebut adalah ...

  1. digunakan seharusnya berguna
  2. bantalan seharusnya bantal
  3. pembuatan seharusnya membuat
  4. mendorong seharusnya didorong
  5. kegunaan seharusnya penggunaan
Jawaban : e

Dalam kalimat tersebut, kata “kegunaan” sebaiknya diganti dengan “penggunaan” agar kalimat menjadi lebih tepat secara makna. Kata “kegunaan” lebih merujuk pada manfaat atau fungsi dari sesuatu, sedangkan “penggunaan” lebih tepat untuk menggambarkan pemakaian atau penerapan sesuatu, seperti yang dimaksud dalam kalimat tersebut. Kalimat yang dimaksudkan di sini adalah bahwa pemerintah perlu mendorong penggunaan karet untuk berbagai kebutuhan lain, bukan semata-mata manfaatnya.

Mari kita analisis setiap opsi lainnya:

  • a. digunakan seharusnya berguna
    Kata “digunakan” sudah benar dalam konteks kalimat ini. Kata tersebut merujuk pada pemakaian karet dalam pembuatan aspal, yang sesuai dengan makna yang diinginkan.

  • b. bantalan seharusnya bantal
    Kata “bantalan” sudah tepat, karena merujuk pada objek yang digunakan sebagai penahan atau pelindung, seperti pada rel atau dermaga. “Bantal” akan memiliki konotasi berbeda yang merujuk pada benda yang biasanya digunakan untuk tidur.

  • c. pembuatan seharusnya membuat
    Kata “pembuatan” sudah benar, karena konteks kalimat ini memerlukan kata benda yang menunjukkan proses atau kegiatan membuat sesuatu, seperti aspal, bantalan rel, atau konblok.

  • d. mendorong seharusnya didorong
    Kata “mendorong” sudah tepat, karena subjeknya (pemerintah) bersifat aktif dalam upaya mendorong atau mempromosikan penggunaan karet.

  • e. kegunaan seharusnya penggunaan
    Ini adalah perbaikan yang tepat. Mengganti “kegunaan” dengan “penggunaan” lebih sesuai dengan konteks, karena menunjukkan bahwa karet perlu dipakai atau dimanfaatkan untuk keperluan tertentu, bukan sekadar manfaat atau fungsinya.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah e, karena kata “penggunaan” lebih sesuai daripada “kegunaan” dalam konteks dorongan terhadap penerapan karet untuk berbagai kebutuhan.

3

Pemberian vaksin atau imunisasi secara luas, diakui sebagai salah satu intervensi kesehatan yang paling berhasil dan efektif di dunia untuk mencegah kecacatan dan kematian.

Perbaikan ejaan yang salah dalam kalimat tersebut adalah ...

  1. vaksin seharusnya vaksinasi
  2. tanda koma (, ) setelah kata luas dihilangkan
  3. intervensi seharusnya interfensi
  4. di dunia seharusnya didunia
  5. setelah dunia diberi tanda koma (,)
Jawaban : b

Dalam kalimat tersebut, penggunaan tanda koma setelah kata “luas” tidak diperlukan. Kalimat tersebut merupakan kalimat sederhana yang menghubungkan frasa “Pemberian vaksin atau imunisasi secara luas” langsung dengan frasa berikutnya tanpa jeda. Penggunaan tanda koma di sini tidak tepat karena membuat kalimat terputus tanpa alasan yang jelas. Penghilangan tanda koma akan membuat kalimat lebih mengalir secara alami dan sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia.

Mari kita analisis setiap opsi lainnya:

  • a. vaksin seharusnya vaksinasi
    Kata “vaksin” sudah tepat digunakan karena merujuk pada produk atau zat yang diberikan untuk imunisasi, bukan pada prosesnya (vaksinasi).

  • b. tanda koma (,) setelah kata luas dihilangkan
    Ini adalah perbaikan yang benar. Tanda koma setelah “luas” sebaiknya dihilangkan karena tidak ada jeda yang diperlukan antara subjek dan predikat dalam kalimat ini. Menghilangkan koma membuat kalimat lebih efektif dan sesuai kaidah penulisan.

  • c. intervensi seharusnya interfensi
    Kata “intervensi” sudah benar dan sesuai ejaan bahasa Indonesia. Penulisan “interfensi” adalah salah.

  • d. di dunia seharusnya didunia
    Kata “di dunia” sudah benar. “Di” berfungsi sebagai kata depan yang menunjukkan tempat, sehingga penulisan terpisah sesuai kaidah yang benar.

  • e. setelah dunia diberi tanda koma (,)
    Tidak diperlukan tanda koma setelah “dunia” karena kalimat sudah berakhir tanpa tambahan keterangan atau penjelasan yang memerlukan jeda.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah b, karena tanda koma setelah kata “luas” sebaiknya dihilangkan agar kalimat lebih tepat sesuai kaidah bahasa Indonesia.

4

Cermati kalimat berikut!

Iparnya, selain pekerjaannya pada sebuah perusahaan penerbit yang sudah tersohor, juga penulis terkemuka buku anak-anak yang mengusung tema cerita sekitar dunia binatang dan alam.

Perbaikan kata bentukan yang salah pada kalimat tersebut adalah ...

  1. pekerjaannya seharusnya bekerja
  2. penerbit seharusnya penerbitan
  3. tersohor seharusnya tersohorkan
  4. terkemuka seharusnya terkemuka
  5. mengusung seharusnya berusung
Jawaban : a

Dalam kalimat ini, penggunaan kata “pekerjaannya” kurang tepat karena konteks kalimat membutuhkan kata kerja aktif untuk menggambarkan aktivitas yang dilakukan oleh subjek. Kata “pekerjaannya” adalah kata benda yang menunjukkan kepemilikan, sedangkan yang dibutuhkan dalam kalimat ini adalah bentuk kata kerja untuk menunjukkan aksi atau kegiatan, yaitu “bekerja”.

Dengan mengganti “pekerjaannya” menjadi “bekerja”, kalimat akan lebih logis dan mengikuti struktur bahasa yang benar, sehingga menjadi: “Iparnya, selain bekerja pada sebuah perusahaan penerbit yang sudah tersohor, juga penulis terkemuka buku anak-anak yang mengusung tema cerita sekitar dunia binatang dan alam.”

Mari kita analisis setiap opsi lainnya:

  • a. pekerjaannya seharusnya bekerja
    Ini adalah perbaikan yang benar. Kalimat ini membutuhkan kata kerja, sehingga “pekerjaannya” harus diubah menjadi “bekerja” agar sesuai dengan struktur kalimat yang benar.

  • b. penerbit seharusnya penerbitan
    Kata “penerbit” sudah tepat karena merujuk pada perusahaan yang menerbitkan buku. Mengubahnya menjadi “penerbitan” akan mengubah makna, yaitu menjadi kata benda yang menunjukkan kegiatan atau proses menerbitkan.

  • c. tersohor seharusnya tersohorkan
    Kata “tersohor” sudah benar. “Tersohor” adalah bentuk kata sifat yang berarti terkenal atau populer. Bentuk “tersohorkan” tidak sesuai dan tidak umum digunakan dalam bahasa Indonesia.

  • d. terkemuka seharusnya terkemuka
    Ini tidak menawarkan perubahan dan “terkemuka” sudah benar dalam konteks ini. Kata ini adalah kata sifat yang menggambarkan seseorang yang terkenal atau diakui dalam bidang tertentu.

  • e. mengusung seharusnya berusung
    Kata “mengusung” sudah benar, karena berarti membawa atau mengangkat tema. Kata “berusung” tidak lazim dalam bahasa Indonesia dan tidak memiliki arti yang sesuai dalam konteks ini.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah a, karena mengganti “pekerjaannya” dengan “bekerja” sesuai dengan struktur kalimat yang benar dan memberikan makna yang lebih jelas dalam konteks kalimat tersebut.

5

Cermati kalimat berikut!

Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman menyiapkan tempat pengungsian untuk mengevakuasi kelompok rentan, seperti: ibu hamil dan menyusui, warga lanjut usia, anak-anak difabel, dan warga yang sakit. Perbaikan ejaan yang salah dalam kalimat tersebut adalah ...

  1. huruf d dan k pada Pemerintah Daerah Kabupaten seharusnya kecil
  2. mengevakuasi seharusnya mengefakuasi
  3. tanda koma (,) setalah kata rentan dihilangkan
  4. tanda titik dua (:) setelah kata seperti dihilangkan
  5. anak-anak seharusnya anak anak
Jawaban : d

Dalam kalimat tersebut, penggunaan tanda titik dua (:) setelah kata “seperti” tidak diperlukan. Tanda titik dua biasanya digunakan untuk memperkenalkan rincian setelah kata seperti “antara lain” atau “yaitu.” Dalam kalimat ini, kata “seperti” sudah cukup untuk menunjukkan contoh-contoh kelompok rentan tanpa memerlukan tanda titik dua. Oleh karena itu, tanda titik dua sebaiknya dihilangkan agar sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia.

Mari kita analisis setiap opsi lainnya:

  • a. huruf d dan k pada Pemerintah Daerah Kabupaten seharusnya kecil
    Dalam konteks ini, “Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman” merupakan nama resmi dari lembaga, sehingga penggunaan huruf kapital pada kata “Daerah” dan “Kabupaten” sudah benar.

  • b. mengevakuasi seharusnya mengefakuasi
    Kata “mengevakuasi” sudah benar. Ejaan “mengefakuasi” tidak sesuai dengan aturan ejaan bahasa Indonesia. Kata ini dibentuk dengan prefiks "me-" + kata dasar "evakuasi," sehingga menjadi "mengevakuasi."

  • c. tanda koma (,) setelah kata rentan dihilangkan
    Penggunaan tanda koma setelah kata “rentan” sudah benar, karena tanda koma tersebut berfungsi untuk memisahkan keterangan tambahan yang menjelaskan frasa “kelompok rentan” sebelum masuk ke rincian contoh kelompok rentan.

  • d. tanda titik dua (:) setelah kata seperti dihilangkan
    Ini adalah perbaikan yang tepat. Penggunaan kata “seperti” sudah cukup untuk memperkenalkan daftar tanpa tanda titik dua. Menghilangkan tanda ini akan membuat kalimat lebih tepat sesuai kaidah ejaan bahasa Indonesia.

  • e. anak-anak seharusnya anak anak
    Penulisan “anak-anak” sudah benar, karena kata ulang dalam bahasa Indonesia menggunakan tanda hubung. Bentuk “anak anak” tanpa tanda hubung adalah salah.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah d, karena tanda titik dua setelah kata “seperti” tidak diperlukan dan sebaiknya dihilangkan untuk membuat kalimat sesuai dengan aturan ejaan yang benar.

Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan TWK SKD paket 25. Silahkan pelajari soal-soal paket lainnya ya.

Jika ada soal yang masih belum kamu mengerti, silahkan pelajari lagi materi terkait di aplikasi ini ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.

Materi TWK
Materi TIU
Materi TKP
Soal TWK
Soal TIU
Soal TKP

Kategori
CPNS SKD TWK

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?