Kumpulan Contoh Soal dan Pembahasan TWK SKD CPNS - Paket 27

Berikut ini kumpulan contoh soal dan pembahasan TWK SKD CPNS - paket 27. Semangat belajar!

1

Cermati kalimat berikut!

Dampak penggunaan gawai secara berlebihan pada anak bermacam-macam, seperti penurunan motivasi belajar, berkurangnya komunikasi di antara anggota keluarga, berkurangnya aktivitas fisik pada anak, dan masuknya informasi yang tidak layak dikonsumsi oleh anak.

Kata bentukan yang salah dalam kalimat tersebut adalah ...

  1. penggunaan
  2. berlebihan
  3. penurunan
  4. berkurangnya
  5. masuknya
Jawaban : c

Dari analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa kata yang salah dalam kalimat tersebut adalah c. penurunan, yang seharusnya ditulis sebagai "menurunnya." Penggunaan "menurunnya" akan lebih konsisten dengan kata "berkurangnya," sehingga menciptakan keselarasan dalam kalimat yang menjelaskan dampak penggunaan gawai secara berlebihan.

2

Cermati kalimat berikut!

Ciri-ciri peradaban Hindu terlihat jelas dari fisik candi Gebang yang cenderung tinggi, ramping, berbentuk bujur sangkar seluas 27,6 meter persegi dengan dinding polos tanpa relief atau hiasan ukir-ukiran yang dibangun pada masa Dinasi Sanjaya. Kesalahan ejaan dalam kalimat tersebut adalah ...

  1. peradaban Hindu
  2. candi Gebang
  3. 27,6 meter persegi
  4. dibangun pada
  5. ukir-ukiran
Jawaban : b

Penggunaan kata "candi" seharusnya ditulis dengan huruf kapital menjadi "Candi" karena "Candi Gebang" merupakan nama spesifik dari suatu bangunan atau situs bersejarah. Oleh karena itu, penulisan yang benar adalah "Candi Gebang."

3

Cermati kalimat berikut!

Alam mempunyai ciri tersendiri untuk melawan pemburuan liar sehingga gajah mulai beradaptasi dengan melahirkan anak-anak tanpa gading.

Kata bentukan yang salah dalam kalimat tesebut adalah ...

  1. Mempunyai
  2. Tersendiri
  3. Pemburuan
  4. Beradaptasi
  5. Melahirkan
Jawaban : c

Kata pemburuan berasal dari kata dasar buru, yang mendapat imbuhan pe-...-an. Namun, dalam pembentukan kata, imbuhan pe-...-an tidak sesuai digunakan untuk kata buru karena kata ini merupakan kata kerja yang memiliki konotasi melakukan tindakan secara aktif. Bentuk yang tepat adalah perburuan. Imbuhan per-...-an lebih tepat digunakan untuk menunjukkan suatu aktivitas yang dilakukan secara umum atau sebagai konsep, dalam hal ini perburuan liar.

4

Cermati kutipan cerpen berikut!

Ketua majelis hakim mengetokkan perlunya tiga kali. Persidangan dimulai.

"Apakah benar nama Anda Sances?"
"Benar," jawabku.
"Apakah benar Anda yang menggelapkan dana perusahaan?"
"Benar"
"Mengapa?"
"Saya Khilaf"
"Alasan klasik! Jawab sejujurnya!"
Aku kemudian bercerita panjang lebar. Sejak latar belakang hingga proses penggelapan dana, kesalahanku kuobral habis. Tak ada yang kututupi . Mereka akhirnya tenang setelah aku mengobral kesalahanku yang jauh lebih besar. Bahkan mereka bertepuk tangan ketika aku bercerita bahwa aku sebenarnya hanya wayang. Dalangnya adalah bosku. Majelis hakim dan para pengunjung pun terlihat puas. Beberapa polisi yang memandangku dengan serius tampak mengangguk-angguk.

Nilai moral dalam kutipan tersebut adalah ...

  1. Mengingkari kesalahan
  2. Pengakuan penuh risiko
  3. Pengutamaan kejujuran
  4. Menyesali kesalahan
  5. Kesadaran bertobat
Jawaban : c

Dalam kutipan cerpen ini, tokoh Sances dengan jujur mengakui kesalahannya di hadapan majelis hakim dan para pengunjung persidangan. Ia bahkan mengungkapkan seluruh latar belakang hingga proses penggelapan dana secara terbuka, tanpa ada yang ditutupi. Kejujuran ini menunjukkan bahwa Sances lebih mengutamakan kebenaran meskipun ia tahu risiko dari pengakuannya, terutama karena ia juga menyebutkan bahwa bosnya terlibat dalam kejahatan tersebut.

Mari kita lihat opsi lain:

  • a. Mengingkari kesalahan – Tidak sesuai, karena tokoh mengakui semua kesalahannya, bukan mengingkari.
  • b. Pengakuan penuh risiko – Walaupun ada elemen risiko, inti dari kutipan ini lebih menekankan pada kejujuran Sances.
  • d. Menyesali kesalahan – Tidak ada indikasi penyesalan secara eksplisit dalam kutipan ini.
  • e. Kesadaran bertobat – Kutipan ini tidak menunjukkan niat untuk bertobat; hanya menunjukkan pengakuan atas kesalahan.

Jadi, jawaban yang tepat adalah c. Pengutamaan kejujuran karena tokoh utama mengedepankan kejujuran dalam pengakuannya.

5

Cermati kutipan cerpen berikut!

Sri sedang berpindah tempat mengikuti suaminya yang diplomat itu. Sri mulai mengerti kelakuan suaminya yang lekas marah, keras, lagi egois. Pertengkaran pun sering terjadi. Sri yang semula seorang wanita yang lembut dan penurut akhirnya menjadi wanita yang keras dan pembantah. Sri dan suaminya hendak berlibur ke Prancis. Charles memutuskan bahwa mereka akan berangkat dari Jepang. Setelah sampai di Saigon, mereka berpisah. Dari sana Charles melepas istri dan anaknya dengan sebuah kapal ke Marseille. Charles hendak singgah dulu ke India.

Nilai moral dalam kutipan cerpen di atas adalah ...

  1. Perubahan tabiat dan ketidakharmonisan
  2. Masalah yang dihadapi keluarga pejabat
  3. Ketundukan perempuan terhadap laki-laki
  4. Istri yang tertinggal di tengah perjalanan
  5. Perlunya memperhitungkan setiap perjalanan jauh
Jawaban : a

Kutipan ini menceritakan tentang Sri, yang mulai menyadari sifat suaminya yang cepat marah, keras, dan egois. Akibat seringnya pertengkaran, Sri yang awalnya lembut dan penurut berubah menjadi keras dan pembantah. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan yang tidak harmonis dan penuh konflik bisa mengubah tabiat seseorang. Ketidakharmonisan dalam hubungan suami istri ini menjadi pusat cerita dan memberikan nilai moral bahwa konflik berkepanjangan dapat memengaruhi sikap dan kepribadian seseorang secara negatif.

Mari kita tinjau opsi lainnya:

  • b. Masalah yang dihadapi keluarga pejabat – Tidak tepat, karena cerpen ini tidak menekankan status pejabat sebagai masalah utama, melainkan lebih pada perubahan sikap akibat ketidakharmonisan.
  • c. Ketundukan perempuan terhadap laki-laki – Tidak sesuai, karena cerita ini lebih menyoroti perubahan dari ketundukan menjadi perlawanan, bukan ketundukan itu sendiri.
  • d. Istri yang tertinggal di tengah perjalanan – Tidak relevan, karena perpisahan yang disebutkan adalah keputusan bersama terkait perjalanan, bukan penelantaran.
  • e. Perlunya memperhitungkan setiap perjalanan jauh – Tidak sesuai dengan konteks cerita yang berfokus pada hubungan personal, bukan aspek perjalanan.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah a. Perubahan tabiat dan ketidakharmonisan, karena kutipan ini mengilustrasikan bagaimana hubungan yang tidak harmonis dapat mengubah perilaku seseorang.

Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan TWK SKD paket 27. Silahkan pelajari soal-soal paket lainnya ya.

Jika ada soal yang masih belum kamu mengerti, silahkan pelajari lagi materi terkait di aplikasi ini ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.

Materi TWK
Materi TIU
Materi TKP
Soal TWK
Soal TIU
Soal TKP

Kategori
CPNS SKD TWK

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?