Pembahasan Tryout Saintek Kimia 1

  1. Senyawa organik dengan rumus molekul C5H12O jika dioksidasi akan menghasilkan senyawa dengan gugus keton. Senyawa tersebut adalah ....

    1. 3-metil-2-butanol
    2. 2-metil-2-butanol
    3. 3-metil-3-butanol
    4. 3-etil-1-propanol
    5. 3-pentanol
    Jawaban : a

    Senyawa yang memiliki rumus molekul C5H12O, yaitu alkohol dan eter. Antara keduanya yang dapat mengalami oksidasi adalah alkohol.

    Alkohol primer bila dioksidasi akan menghasilkan senyawa aldehid dan jika dioksidasi lagi akan menghasilkan asam karboksilat sedangkan alkohol sekunder bila dioksidasi akan menghasilkan senyawa keton. Pada opsi di atas, senyawa alkohol yang dapat dengan mungkin berubah menjadi senyawa keton adalah pilihan A. Pilihan B mempunyai cabang pada atom karbon yang terikat dengan gugus OH sehingga sulit untuk menjadi senyawa keton, sedangkan pilihan C terdapat kesalahan pada tata nama.

  2. Suatu cuplikan hanya mengandung unsur nitrogen dan oksigen. Bila dalam 152 gram cuplikan terdapat 56 gram nitrogen, maka rumus empiris senyawa tersebut adalah ....

    (ArN:14, O:16)

    1. N2O5
    2. N2O3
    3. N2O
    4. NO2
    5. NO
    Jawaban : b

    Cuplikan mengandung N dan O saja.

    Massa cuplikan 152 gram

    Massa nitrogen 56 gram.

    Massa oksigen = 152 gram – 56 gram = 96 gram

    Rumus empiris dari perbandingan terkecil mol atom N dan O yaitu

    mol N : mol O = 56/14 : 96/16

    = 4 : 6

    = 2 : 3

  3. Alkohol sekunder dapat diubah menjadi keton dengan menggunakan KMnO4 atau K2Cr2O7 menurut persamaan reaksi:

    R1 – CHOH – R2 R1 – CO – R2

    Jenis reaksi yang terjadi adalah ....

    1. eliminasi
    2. reduksi
    3. hidrolisis
    4. substitusi
    5. adisi
    Jawaban : a

    Perubahan terjadi pada gugus fungsi alkohol dan keton.

    R1 – CHOH – R2 R1 – CO – R2

    Dari reaksi tersebut, terjadi pembuangan 2 atom H (pada -CHOH-) di kiri panah menjadi CO saja di kanan panah. Reaksi pembuangan atom itu disebut sebagai reaksi eliminasi.

  4. Unsur Xe merupakan golongan gas mulia yang sukar berikatan dengan unsur lain. Namun, seiring berkembangnya teknologi, ternyata dapat dibuat senyawa dari unsur Xe dengan unsur paling elektronegatif F yaitu XeF4. Geometri dan tipe hibridisasi pada molekul XeF4 adalah .... (NA Xe:54, F:9)

    1. Segi empat planar, sp3d2

    2. Tetrahedron, sp3d

    3. Segi empat planar, sp2d

    4. Tetrahedron, sp3

    5. Bipiramida trigonal, sp3

    Jawaban : a

    Untuk membuat hibridisasi yang dilihat adalah atom pusat. Pada senyawa XeF4 yang menjadi atom pusat adalah Xe.

    Konfigurasi elektron 54Xe = [Kr] 5s2 4d10 5p6

    1-405577069084

  5. Sebanyak 4,16 gram gas A terbentuk dari reaksi antara 1 liter gas NO2 dan gas O2 berlebih menurut reaksi

    4NO2(g) + O2(g) → 2A(g)

    Jika reaksi tersebut berlangsung pada suhu 300C dengan tekanan 2 atm, maka massa molekul relatif gas A adalah .... (R=0,082 liter atm/mol K)

    1. 76

    2. 104

    3. 112

    4. 224

    5. 316

    Jawaban : b

    Massa gas A 2,24 gram

    Suhu 300C + 273 =303 K

    Tekanan 2 atm

    Persamaan reaksi

    4NO2(g)  + O2(g) → 2A(g)

    1 liter                    0,5 liter

    Persamaan gas ideal

    P V = n R T

     6-19 0,04 mol

    maka Mr = 7-18 = 104 g/mol

  6. Suatu sel elektrokimia dengan elektrode Zn dan Ag pada keadaan standar menghasilkan arus 0,75 A selama 321 menit. Diketahui nilai

    E0 Zn2+ I Zn = - 0,76 V

    E0  Ag+ I Ag = + 0,8 V

    Maka pengurangan massa di anoda adalah .... gram (F = 96.500 C)

    1. 3,250

    2. 4,875

    3. 6,321

    4. 10,850

    5. 13,106

    Jawaban : b

    Katoda : Ag+   +  e  →  Ag

    Anoda :  Zn  →  Zn2+  +  2e-

    Wanoda13-14 = 4,875 gram

  7. Proses pemurnian belerang yang dilakukan oleh Frasch dikenal juga dengan proses penambangan sumur panas. Konsep kerjanya adalah dengan mengalirkan air panas kedalam sumur galian yang terdapat deposit belerang, sehingga belerang akan meleleh dan mengapung pada permukaan air. Namun diawal proses ini, Frasch mengalami permasalahan. Suhu tertinggi dari air panas adalah 100oC, namun belerang memiliki titik lebur pada suhu 101,6C.

    Analisis, cara manakah di bawah ini yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapai Frasch? (diketahui KIM4 Ar S = 32 g/mol, Ar H = 1 g/mol, O = 16 g/mol).

    1. Menaikan tekanan air hingga 200 kPa

    2. Menambahkan 0,09 kg NaCl disetiap liter air yang dipanaskan

    3. Menambahkan HCl 2,15 M kedalam setiap liter air yang digunakan

    4. Menambahkan alkohol 10% kedalam setiap liter air yang digunakan

    5. Meningkatkan volume air yang masuk 2 kali lipat dari normal

    Jawaban : b

     

    (A) Jawaban A salah, karena menaikan tekanan air akan menggugurkan tanah meningkatkan sedimen, sehingga lebih sulit untuk mendapat belerang murni.

    (B) Jawaban B benar. Menambahkan 0,09 kg NaCl atau 90 gram NaCl disetiap liter air akan menaikan suhu air sekitar 1,6oC (sehingga titik didih menjadi air 101,6oC) dan sama dengan titik leleh belerang dalam deposit, sehingga belerang akan didapatkan.

    kim1-1

    (C) Jawaban C salah. Menambahkan HCl akan merusak alat – alat pertambangan yang umumnya dari logam.

    (D) Menambahkan alkohol 10% pada setiap liter air tidak berpengaruh, karena belerang tidak larut dalam alkohol.

    (E) Meningkatkan volume air yang masuk tidak akan mempengaruhi, karena konsep kerjanya adalah melelehkan belerang.

     

  8. Diketahui reaksi redoks (belum setara):

    PbSO4(s)+H2O(l)→Pb(s)+PbO2(s)+H2SO4(aq)

    Pernyataan berikut ini yang benar adalah ....

    1. PbSO4 berperan sebagai oksidator
    2. PbSO4 berperan sebagai reduktor
    3. Pada akhir reaksi pH laturan lebih kecil dari 7
    4. Perbandingan mol PbSO4 terhadap H2O adalah 1:2
    1. (1), (2) dan (3) benar

    2. (1) dan (3) benar

    3. (2) dan (4) benar

    4. (4) benar

    5. (1), (2), (3) dan (4) benar

    Jawaban : a

    saintek09

    Pernyataan yang benar adalah 1, 2, dan 3.

  9. Sebanyak 100 mL larutan NiSO4 dielektrolisis dengan elektroda Pt. Jika pH larutan setelah elektrolisis adalah 2, maka berapakah muatan listrik yang mengalir selama elektrolisis?

    1. 9,65 C

    2. 96,5 C

    3. 965 C

    4. 9650 C

    5. 96500 C

    Jawaban : b

  10. Sebanyak 12 gram zat nonelektrolit memiliki tekanan osmotik sebesar setengah dari tekanan osmotik 5,85 gram garam dapur. Jika volume larutan zat non elektrolit sama dengan volume garam dapur yaitu 500 mL. Berapakah massa molekul relatif zat non elektrolit tersebut? (Ar Na = 23; Cl = 35,5)

    1. 30

    2. 60

    3. 120

    4. 180

    5. 360

    Jawaban : b

    saintek06

    Sehingga dapat dimasukkan: 

    saintek06-2

  11. Pembakaran sempurna 220 mL gas LPG yang mengandung senyawa hidrokarbon menghasilkan 660 mL gas CO2dan 880 mL uap air. Di antara senyawa hidrokarbon berikut, kemungkinan senyawa primer dalam gas LPG adalah....

    1. Metana

    2. Etana

    3. Etena

    4. Propana

    5. Propena

    Jawaban : d

    Berdasarkan hukum Gay Lussac, untuk reaksi gas maka perbandingan volume = perbandingan koefisien gas – gas yang terlibat dalam reaksi

     11-115

     

    Sehingga,         

    12-3

  12. Diketahui limas segitiga P.ABC. Titik-titik K, L, M berturut-turut adalah titik tengah-titik tengan PA, PB, dan PC. Dibuat bidang pengiris KLM. Perbandingan volum limas P.KLM dengan limas terpancung ABC KLM adalah....

    1. 1 : 8

    2. 7 : 8

    3. 1 : 6

    4. 2 : 7

    5. 1 : 7

    Jawaban : e

    4-5

     

     

     

     

     

     

     

    Jika panjang rusuk tegak limas P.ABC adalah a, b, c dan tinggi t maka limas P.KLM memiliki panjang rusuk tegak ½ a, ½ b, ½ c, dan tinggi ½ t

     

    Perbandingan volume limas P.KLM dengan limas terpancung ABC KLM adalah:

    5-7

     

  13. Berikut merupakan persamaan reaksi pembentukan gas SO3:

    SO2(g)  + O2(g)  → SO3(g)

    Jika gas oksigen yang digunakan sebanyak 12 L, maka volume gas SO3 yang dihasilkan adalah....

    1. 6 liter

    2. 12 liter

    3. 18 liter

    4. 24 liter

    5. 36 liter

    Jawaban : d

    Persamaan reaksi setara untuk penguraian gas SO3 adalah sebagai berikut:

    2SO2 (g)  + O2 (g)  → 2SO3 (g)

    Menurut hukum Gay Lussac, perbandingan volume spesi dalam reaksi fase gas sebanding dengan koefisien spesi tersebut.

    Jika volume gas O2 = 12 L, maka:

    Latihan Soal SBMPTN Kimia

  14. Persamaan reaksi berikut yang menunjukkan reaksi redoks adalah ....

    1. PbO2 + 4HCl → PbCl2 + 2H2O + Cl2
    2. 2Al + 3Cu(NO3)2 2Al(NO3)3 + 3Cu
    3. CS2 + 3O2 CO2 + SO2
    4. ZnSO4 + KCl ZnCl2 + K2SO4
    Jawaban : a

    Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang ditandai dengan kenaikan biloks (oksidasi) sekaligus penurunan biloks (reduksi).

    Persamaan reaksi 1,2 dan 3 merupakan redoks.

    Sedangkan persamaan reaksi 4 bukan redoks, karena tidak terjadi kenaikan maupun penurunan biloks.

  15. Sebanyak 50 ml larutan Na2SO4 0,04 M ditambahkan ke dalam 50 ml larutan BaCl2 0,05 M. Jika Ksp BaSO4 1,0 x 10-10, maka pernyataan berikut yang benar adalah ....

    1. Larutan Na2SO4 sebagai pereaksi pembatas
    2. Konsetrasi Ba2+ sisa di dalam larutan sebanyak 0,01 M
    3. Kelarutan BaSO4 dalam air murni adalah 10-5 M
    4. Tidak terbentuk endapan BaSO4
    Jawaban : b

    Persamaan reaksi

    8-18

    1) Na2SO4 sebagai reaksi pembatas (benar)

    2) Sisa [Ba2+] = 0,5 mmol/100ml = 5 x 10-5 M (salah)

    3) Ksp BaSO4 = 1,0 x 10-10, maka kelarutannya dalam air

    BaSO4 → Ba2+  +  SO42-

    Ksp  =    s            s

    Ksp  = s2

    S   = 11-125 M (benar)

    4)12-15

    Maka Q = [Ba2+] [SO42-]

                  = 2 x 10-2  x 2,5 x 10-2  = 5 x 10-4

    Nilai Q > Ksp, maka terbentuk endapan BaSO4 ( salah)

    1.  

    13-2

    Pernyataan berikut ini yang benar mengenai diagram energi di atas adalah....

    1. Reaksi pembentukan B dari A merupakan reaksi eksoterm

    2. Suhu lingkungan menurun pada reaksi E → D

    3. Nilai entalpi produk lebih besar dari pada entalpi reaktan pada reaksi B→C

    4. Nilai ∆H1= ∆H2 + ∆H3 + ∆H4- ∆H5

    Jawaban : c

     

    14-1

    Pada reaksi ekstorem, terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan, sehingga suhu lingkungan akan meningkat. Sebaliknya, pada reaksi endoterm terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. Sehingga suhu lingkungan akan menurun (menjadi lebih dingin).

  16. Senyawa berikut yang dapat membentuk ikatan hidrogen adalah....

    1. H2O

    2. HCl

    3. C2H5OH

    4. CH3OC2H5

    Jawaban : b

    Ikatan hidrogen adalah ikatan antarmolekul yang terjadi antara atom atom H dalam satu molekul dengan atom yang lebih elektronegatif yaitu O, N, F pada molekul lain. Karena pada molekul H2O terdapat molekul O dan H, dan pada molekul C2H5OH juga mempunyai ikatan O dan H pada gugus fungsi alkohol sehingga nomor 1 dan 3 akan berinteraksi dengan ikatan hidrogen. Gambaran interaksi antarmolekul H2O dan C2H5OH adalah sebagai berikut:

    10-6

  17. Asam butanoat merupakan isomer gugus fungsi dari metil propanoat.
    SEBAB
    Asam butanoat dan metil propanoat memiliki rumus molekul C4H8O2.
    Jawaban : a

    Asam butanoat merupakan turunan alkana yaitu asam karboksilat atau asam alkanoat dengan struktur

    CH3 – CH2 – CH2 – COOH

    Sedangkan metil propanoat merupakan turunan alkana yaitu ester atau alkil alkanoat dengan struktur

    CH3 – CH2 – COO – CH3

    Keduanya merupakan isomer gugus fungsi karena memiliki rumus molekul sama yaitu C4H8O2 tapi gugus fungsinya berbeda. Pada asam karboksilat gugus fungsinya –COOH sedangkan pada ester gugus fungsinya –COO–.

  18. Nomor atom X adalah 26. Konfigurasi elektron ion X3+ adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d3.
    SEBAB
    Ion X3+, artinya atom X melepas 3 elektron terluarnya.
    Jawaban : d

    Konfigurasi elektron atom 26X adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d6.

    Ion X3+, artinya atom X melepas 3 elektron terluarnya, maka elektron yang terlepas dari orbital 4s kemudian 3d.

    Sehingga konfigurasi elektron ion 26X3+ adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s0 3d5.

  19. Bila larutan asam kuat H2SO4 dengan pH =1 diencerkan 100 kali, maka pH larutan menjadi 3.

    SEBAB

    Jumlah ion H+ dalam larutan berubah bila larutan diencerkan.

    Jawaban : a

    Asam kuat H2SO4 dengan pH =1

    [H+] = 10-1

    [H+] = a  Ma  ,  Ma =  3-46

    Dilakukan pengenceran 100 kali, misal V1 = 1 ml maka V2 = 100 ml

    Maka M2 menjadi

         M1  V1  = M2  V2

                 M2 =  4-21

    pH setelah pengenceran

    [H+] = a  Ma 

    [H+] = 2 x 5 x10-4  = 10-3

    pH = -log 10-3  = 3

    jadi pernyataan larutan asam kuat H2SO4 dengan pH =1 diencerkan 100 kali, maka pH larutan menjadi 3 itu benar. Alasannya, Jumlah ion H+ dalam larutan berubah menjadi sedikit bila larutan diencerkan.