Latihan Soal Kompetensi Sosial Kultural PPPK 2026 (Paket 6)

Berikut ini contoh soal latihan Kompetensi Sosial Kultural PPPK - paket 6 yang sudah dilengkapi pembahasan. Semangat belajar! ✨

1
Di dalam sebuah grup WhatsApp alumni, salah seorang anggota membagikan potongan video pidato tokoh publik yang telah direkayasa untuk memancing sentimen kebencian terhadap pemerintah. Beberapa anggota yang tidak setuju mulai berdebat panas, saling melontarkan kata kasar, hingga keluar dari grup secara sepihak. Sebagai anggota di grup tersebut, tindakan Anda...
  1. Membagikan tautan cek fakta yang tepercaya mengenai video tersebut dengan kalimat yang menyejukkan agar tensi grup segera mereda.
  2. Menghubungi admin grup secara pribadi dan menyarankan agar fitur kirim pesan ditutup sementara sampai emosi para anggota stabil.
  3. Membaca perdebatan tersebut dalam diam karena merasa perdebatan politik di grup alumni hanya membuang-buang energi dan waktu.
  4. Ikut keluar dari grup tanpa pamit karena merasa lingkungan tersebut sudah terlampau toksik dan tidak mencerminkan pertemanan yang sehat.
Jawaban:
  • Poin 4 : A
  • Poin 3 : B
  • Poin 2 : C
  • Poin 1 : D
Pembahasan:

Kompetensi Perekat Bangsa dan Kepekaan Lingkungan. Di era digital, perpecahan akibat hoaks politik di grup pertemanan harus ditangani dengan kepala dingin dan objektivitas.

  1. Poin 4 (A): Respons ideal sebagai ASN/pelayan publik. Menyediakan klarifikasi berbasis fakta (debunking) dengan nada netral efektif menurunkan eskalasi konflik secara objektif.
  2. Poin 3 (B): Langkah taktis yang baik dari belakang layar (behind the scenes), namun tidak memberikan pencerahan atas berita bohong yang sudah terlanjur beredar.
  3. Poin 2 (C): Sikap membiarkan (silent reader) memang aman untuk diri sendiri, namun gagal memainkan peran sebagai perekat dan agen perdamaian sosial.
  4. Poin 1 (D): Sangat reaktif. Ikut-ikutan keluar grup justru mempertegas polarisasi dan menambah aura negatif dalam ekosistem digital tersebut.
2
Anda memperhatikan bahwa lingkungan kantor mulai terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil (klik) yang eksklusif berdasarkan kesamaan daerah asal atau almamater perguruan tinggi. Kondisi ini membuat birokrasi antar-divisi menjadi kaku dan kerap memunculkan prasangka negatif setiap kali ada kendala operasional. Langkah yang Anda ambil...
  1. Secara konsisten menunjukkan integritas dan sikap netral dalam setiap pekerjaan agar dapat menjadi contoh teladan bagi staf lainnya.
  2. Mengambil inisiatif untuk selalu melibatkan rekan dari luar circle saat mengerjakan tugas atau makan siang bersama guna mencairkan suasana.
  3. Membatasi interaksi yang sifatnya pribadi dengan kelompok-kelompok tersebut agar Anda tidak terseret dalam prasangka antar-kubu.
  4. Bergabung saja dengan kelompok yang memiliki latar belakang paling mirip dengan Anda agar mendapatkan dukungan psikologis dalam bekerja.
Jawaban:
  • Poin 4 : B
  • Poin 3 : A
  • Poin 2 : C
  • Poin 1 : D
Pembahasan:

Kompetensi Membangun Hubungan Sosial dan Inklusivitas. Klik atau kelompok eksklusif (silo mentality) di tempat kerja adalah racun bagi kolaborasi. Harus diatasi dengan inisiatif penggabungan antarkelompok.

  • Poin 4 (B): Paling proaktif. Mencairkan sekat eksklusivitas dengan tindakan nyata (proyek kolaboratif lintas batas) agar tercipta saling pengertian antar-klik.
  • Poin 3 (A): Sangat profesional dan patut dicontoh secara individu (role model), namun dampaknya kurang menggerakkan perubahan sistem dalam waktu dekat.
  • Poin 2 (C): Menarik diri. Anda terhindar dari konflik, tetapi Anda membiarkan kantor terus berada dalam kondisi terpecah belah tanpa memberikan kontribusi solusi.
  • Poin 1 (D): Terburuk. Memilih bergabung dalam salah satu faksi eksklusif justru menyuburkan iklim nepotisme kedaerahan di instansi.
3
Seorang teman yang sedang merintis sebagai kreator konten lokal tiba-tiba videonya menjadi sangat viral, namun dari arah yang negatif. Ia mendapatkan ribuan komentar yang secara masif mengejek bentuk fisiknya (body shaming) dan latar belakang sukunya. Teman Anda tampak sangat terguncang secara emosional. Tindakan Anda...
  1. Segera menghubunginya untuk memberikan pendampingan moral secara empatik, serta menyarankannya detoks media sosial sementara waktu.
  2. Membelanya secara agresif di kolom komentar dengan mengancam akan melaporkan akun-akun perundung tersebut ke pihak berwajib.
  3. Memberikan saran logis agar ia segera menurunkan (take down) video tersebut agar cacian netizen tidak semakin menyebar luas.
  4. Memaklumi keadaannya sebagai bagian dari risiko mental yang wajar jika seseorang ingin terkenal dan viral di ranah publik.
Jawaban:
  • Poin 4 : A
  • Poin 3 : C
  • Poin 2 : B
  • Poin 1 : D
Pembahasan:

Kompetensi Empati dan Kepekaan terhadap Perbedaan. Menghadapi teman yang menjadi korban perundungan siber (cyberbullying) berunsur SARA memerlukan pertolongan pertama psikologis (psychological first aid).

  1. Poin 4 (A): Pendekatan paling tepat. Fokus pada pemulihan kesehatan mental korban yang sedang jatuh, seraya memberikan saran rasional untuk menjauhi pemicu stres (detoks medsos).
  2. Poin 3 (C): Niatnya melindungi, namun meminta menghapus karya bisa membuat korban merasa semakin bersalah atau merasa kalah oleh para pelaku perundungan.
  3. Poin 2 (B): Reaktif (white knight syndrome). Berbalas komentar dengan massa di internet seringkali sia-sia dan justru menaikkan algoritma komentar negatif tersebut.
  4. Poin 1 (D): Sangat minim empati. Melontarkan pernyataan rasional (menyalahkan risiko) pada orang yang sedang terguncang mentalnya sangat tidak etis.
4
Saat sedang menikmati makan siang di pantri, beberapa rekan kerja mulai membicarakan hal sensitif terkait kehidupan pribadi dan kebiasaan ibadah seorang staf lain yang berbeda keyakinan. Anda berada tepat di meja yang sama. Tindakan Anda adalah...
  1. Segera menyelesaikan makan siang dan meninggalkan meja tersebut dengan alasan ada pekerjaan mendesak untuk menghindari konflik.
  2. Ikut mendengarkan pembicaraan tersebut sesekali agar tidak dianggap sombong atau memisahkan diri dari pergaulan tim.
  3. Mengalihkan topik pembicaraan secara santai ke hal lain yang lebih netral dan positif agar mereka menghentikan gosip tersebut.
  4. Menegur mereka secara langsung dan tegas bahwa menggunjingkan keyakinan orang lain sangat melanggar etika profesional.
Jawaban:
  • Poin 4 : C
  • Poin 3 : D
  • Poin 2 : A
  • Poin 1 : B
Pembahasan:

Kompetensi Kepekaan terhadap Perbedaan dan Pengendalian Diri. Bergosip tentang keyakinan atau isu SARA sangat bertentangan dengan nilai ASN dan dapat merusak toleransi. Namun, menegur secara konfrontatif saat makan siang bisa merusak suasana.

  • Poin 4 (C): Pendekatan soft diplomacy. Mengalihkan topik adalah cara paling elegan untuk menghentikan obrolan negatif tanpa membuat rekan kerja merasa diserang atau dihakimi.
  • Poin 3 (D): Sangat berintegritas dan asertif, namun berisiko memicu ketegangan dan membuat suasana istirahat menjadi tidak nyaman.
  • Poin 2 (A): Sikap pasif (avoiding). Menyelamatkan diri sendiri dari lingkungan toksik, namun tidak memberikan perbaikan pada perilaku kelompok.
  • Poin 1 (B): Terburuk. Memilih membaur ke dalam perbuatan negatif demi validasi sosial akan menghancurkan integritas Anda.
5
Seorang rekan kerja meminjam uang kepada Anda dengan alasan darurat untuk biaya pengobatan keluarganya. Di sisi lain, Anda mengetahui bahwa ia memiliki gaya hidup yang sangat boros dan memiliki riwayat telat membayar hutang. Anda khawatir menolaknya akan merusak keharmonisan hubungan kerja. Sikap Anda...
  1. Memberikan pinjaman sebagian kecil saja dari yang diminta agar hubungan kerja tetap baik meskipun ada kemungkinan tidak dikembalikan.
  2. Menolak permintaannya secara blak-blakan dengan mengingatkan kebiasaan finansialnya yang boros selama ini.
  3. Meminjamkan uang tersebut sesuai permintaannya demi menjaga keharmonisan tim dan menghindari situasi canggung di kantor.
  4. Menyampaikan simpati atas musibahnya, menolak secara halus karena dana sedang dialokasikan, lalu menawarkan info bantuan lain.
Jawaban:
  • Poin 4 : D
  • Poin 3 : A
  • Poin 2 : B
  • Poin 1 : C
Pembahasan:

Kompetensi Empati dan Kemampuan Berhubungan Sosial. Situasi ini menguji batas antara profesionalisme, simpati, dan ketegasan. Anda harus bisa menjaga hubungan baik tanpa harus mengorbankan batasan finansial pribadi.

  1. Poin 4 (D): Solusi paling asertif dan empatik. Anda mevalidasi kesulitannya namun tetap berpegang pada prinsip, seraya menawarkan bentuk dukungan lain yang tidak melibatkan uang pribadi.
  2. Poin 3 (A): Solusi kompromi. Membantu sekadarnya mengurangi rasa bersalah dan kecanggungan, namun tetap berisiko kehilangan uang tersebut.
  3. Poin 2 (B): Jujur dan tegas, tetapi alasan penolakan yang menyinggung kebiasaan buruknya berpotensi menciptakan musuh di tempat kerja.
  4. Poin 1 (C): Tidak memiliki pendirian (people pleaser). Mengorbankan diri sendiri pada risiko finansial hanya demi menghindari rasa canggung adalah sikap yang keliru.
Beredar desas-desus bahwa instansi Anda akan memutasi pegawai berdasarkan sentimen agama atau suku tertentu. Meski belum terbukti, hal ini mulai memicu rasa saling curiga antar pegawai. Tindakan Anda di kantor adalah...
  1. Mengajak rekan kerja untuk tidak mudah terpancing dan tetap rasional menunggu pernyataan resmi instansi.
  2. Melaporkan kondisi iklim kerja yang mulai memburuk ini kepada pimpinan agar segera diberikan klarifikasi.
  3. Mengabaikan rumor tersebut dan tetap bekerja seperti biasa karena merasa isu tersebut bukan urusan Anda.
  4. Mengingatkan rekan-rekan secara keras agar tidak membahas isu SARA selama berada di lingkungan kantor.
🔒 Premium

Soal ini hanya untuk pengguna Bromax

Unlock Sekarang Dipakai 100.000+ pemburu skor tinggi
Dinamika tim di kantor Anda terbelah menjelang pemilihan kepala daerah. Beberapa rekan bahkan menolak berkolaborasi dalam proyek jika orang dari "kubu" lawan politiknya terlibat. Sebagai bagian dari tim, Anda akan...
  1. Memposisikan diri secara netral dan aktif menjadi jembatan komunikasi bagi pihak yang enggan berinteraksi.
  2. Mengerjakan bagian tugas mereka yang mandek agar kinerja akhir tim tidak menurun di mata atasan.
  3. Mengusulkan kepada pimpinan agar merombak ulang susunan kelompok demi kelancaran target pekerjaan.
  4. Membagi ulang tugas menjadi berbasis individu secara ketat agar mereka tidak perlu saling berdiskusi.
🔒 Premium

Soal ini hanya untuk pengguna Bromax

Unlock Sekarang Dipakai 100.000+ pemburu skor tinggi

Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan Kompetensi Sosial Kultural PPPK paket 6. Silahkan pelajari paket soal lainnya supaya kamu makin terbiasa dengan tipe soal PPPK yang sering muncul.

Jika ada soal yang belum dipahami, silakan pelajari kembali materinya ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.

Materi Kompetensi Sosial Kultural
Daftar Soal Kompetensi Sosial Kultural

Kategori
PPPK Kompetensi Sosial Kultural Soal HOTS

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?