Latihan Soal Kompetensi Sosial Kultural PPPK 2026 (Paket 5)

Berikut ini contoh soal latihan Kompetensi Sosial Kultural PPPK - paket 5 yang sudah dilengkapi pembahasan. Semangat belajar! ✨

1
Rekan satu tim Anda yang biasanya berkinerja paling rajin dan selalu diandalkan tiba-tiba sering melamun dan ritme kerjanya melambat drastis akibat musibah keluarga yang tak terduga. Padahal, tim Anda sedang dikejar tenggat waktu (deadline) proyek besar yang mendesak. Tindakan Anda...
  1. Menawarkan bantuan memback-up sebagian tugas mendesaknya sembari memberikan ruang dan dukungan moral untuk pemulihannya.
  2. Berkoordinasi dengan anggota tim lain untuk meredistribusi beban kerjanya sementara waktu tanpa menyudutkan rekan tersebut.
  3. Mengingatkannya secara personal tentang pentingnya proyek ini agar ia berusaha kembali fokus dan memisahkan masalah pribadi.
  4. Melaporkan penurunan kinerjanya kepada pimpinan agar posisinya di proyek segera digantikan oleh orang yang lebih siap.
Jawaban:
  • Poin 4 : A
  • Poin 3 : B
  • Poin 2 : C
  • Poin 1 : D
Pembahasan:

Kompetensi Empati dan Kerjasama Tim. Sebagai rekan kerja, Anda dituntut peka terhadap kondisi psikologis kolega tanpa mengorbankan pencapaian tujuan organisasi.

  • Poin 4 (A): Pilihan paling humanis dan solutif. Menunjukkan tingkat empati yang tinggi serta inisiatif kolaborasi demi menyelamatkan target tim.
  • Poin 3 (B): Koordinasi tingkat sistem. Sangat rasional dan sistematis, namun kurang memiliki sentuhan emosional personal di masa krisis bagi rekan tersebut.
  • Poin 2 (C): Pendekatan kaku (task-oriented). Menuntut profesionalitas pada orang yang sedang mengalami trauma keluarga kurang efektif dan minim empati.
  • Poin 1 (D): Sangat berorientasi pada hasil dan abai pada kemanusiaan. Cenderung mementingkan diri sendiri atau kelancaran tim semata dengan "membuang" rekan yang sedang kesulitan.
2
Seorang rekan kerja mengajak Anda berpartisipasi langsung dalam acara ritual keagamaan mereka. Ia beralasan bahwa hal tersebut adalah bentuk "toleransi" antarumat beragama di kantor. Anda merasa keberatan karena hal tersebut melanggar batas prinsip keyakinan Anda pribadi. Anda akan...
  1. Menyetujui untuk hadir sekadar basa-basi untuk menghargai ajakannya, namun Anda akan menunggu di luar ruangan ritual.
  2. Beralasan memiliki agenda penting di waktu yang sama agar bisa menghindar dengan halus tanpa melukai perasaannya.
  3. Menolak dengan santun dan berterima kasih, seraya menjelaskan bahwa bagi Anda toleransi tidak harus dengan mengikuti ritualnya.
  4. Menegurnya secara sopan bahwa memaksa orang berbeda keyakinan mengikuti acara ritual justru merupakan tindakan intoleransi.
Jawaban:
  • Poin 4 : C
  • Poin 3 : B
  • Poin 2 : A
  • Poin 1 : D
Pembahasan:

Kompetensi Pemahaman Batasan Toleransi dan Pengendalian Diri. Toleransi beragama dalam kompetensi sosial kultural berarti saling menghormati keberadaan agama lain, bukan berarti melebur ke dalam ritual peribadatannya.

  1. Poin 4 (C): Sikap asertif yang sempurna. Menolak dengan santun seraya mengedukasi (memberi pemahaman) mengenai batasan toleransi tanpa mengurangi rasa hormat.
  2. Poin 3 (B): Sikap menghindar (avoiding). Cukup aman untuk mencegah gesekan, namun tidak mendidik rekan tersebut tentang prinsip Anda.
  3. Poin 2 (A): Berkompromi melampaui batasan prinsip sendiri demi sekadar rasa segan (basa-basi). Rentan membuat Anda merasa tidak nyaman.
  4. Poin 1 (D): Konfrontatif. Menuduh balik rekan tersebut telah bertindak intoleran dapat memicu konflik SARA yang tajam di lingkungan kerja.
3
Di lingkungan tempat tinggal, ada seorang tetangga dari keluarga yang sangat kesulitan secara ekonomi. Ia sering meminjam perkakas rumah tangga Anda, namun sayangnya ia kurang apik sehingga barang sering dikembalikan dalam kondisi kotor atau rusak ringan. Sikap Anda menghadapi situasi ini...
  1. Menegurnya saat barang dikembalikan dan meminta komitmennya untuk lebih bertanggung jawab meski ia kesulitan.
  2. Menolak secara halus peminjaman untuk barang-barang sensitif atau mahal agar Anda tidak mengalami kerugian berulang.
  3. Tetap meminjamkannya bila ia butuh, namun dengan ramah mengajarkan cara penggunaannya agar barang tidak rusak lagi.
  4. Berhenti meminjamkan barang apapun kepadanya karena merasa kebaikan dan toleransi Anda selama ini tidak dihargai.
Jawaban:
  • Poin 4 : C
  • Poin 3 : B
  • Poin 2 : A
  • Poin 1 : D
Pembahasan:

Kompetensi Kepekaan Sosial dan Kemampuan Berhubungan Sosial. Kehidupan bermasyarakat menuntut keseimbangan antara kepedulian terhadap kelompok rentan (prasejahtera) dengan ketegasan menjaga hak milik (aset personal).

  • Poin 4 (C): Kepedulian proaktif. Anda tetap menolong (empati ekonomi) namun tidak membiarkan kerugian terjadi lagi melalui edukasi (pemberdayaan/bimbingan).
  • Poin 3 (B): Tindakan preventif yang wajar untuk melindungi barang pribadi, namun nilai sosialnya sedikit lebih pasif dibanding edukasi langsung.
  • Poin 2 (A): Menuntut tanggung jawab material dari orang yang Anda sadari sedang kesulitan justru membebani, meskipun secara normatif benar.
  • Poin 1 (D): Reaktif dan egois. Memutus sama sekali tali bantuan sosial padahal tetangga tersebut sangat membutuhkan uluran tangan warga sekitarnya.
4
Pimpinan instansi menerbitkan peraturan baru mengenai jam kerja fleksibel yang ternyata dinilai sangat memberatkan pegawai yang berdomisili jauh dari kantor. Menanggapi hal ini, rekan-rekan di departemen Anda bersepakat merencanakan aksi protes massal dengan cara mogok kerja. Sebagai bagian dari departemen tersebut, apa yang akan Anda lakukan?
  1. Menolak berpartisipasi dalam aksi mogok, dan mengusulkan penyusunan nota aspirasi tertulis untuk didialogkan secara resmi dengan manajemen.
  2. Tetap fokus bekerja seperti biasa dan menyarankan rekan-rekan untuk menunda aksi sampai ada penjelasan resmi dari atasan langsung.
  3. Terpaksa ikut berpartisipasi dalam aksi mogok tersebut sebagai bentuk solidaritas kolektif agar tidak dikucilkan dari pergaulan departemen.
  4. Melaporkan rencana aksi mogok tersebut secara rahasia kepada atasan agar aktor utamanya segera diberikan teguran tertulis.
Jawaban:
  • Poin 4 : A
  • Poin 3 : B
  • Poin 2 : C
  • Poin 1 : D
Pembahasan:

Kompetensi Manajemen Konflik dan Komitmen Organisasi. Dalam lingkungan pemerintahan atau birokrasi, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara prosedural dan bermartabat tanpa mengorbankan pelayanan publik.

  1. Poin 4 (A): Pilihan paling solutif dan matang. Mengedepankan jalur dialog formal (naskah aspirasi) mencegah tindakan reaktif (mogok) yang merugikan masyarakat dan instansi.
  2. Poin 3 (B): Menunjukkan integritas pribadi dengan tetap bekerja, namun kurang proaktif dalam membantu mencari jalan keluar bagi kelompok.
  3. Poin 2 (C): Solidaritas yang salah tempat (blind solidarity). Mogok kerja melanggar kedisiplinan dan mengganggu fungsi pelayanan.
  4. Poin 1 (D): Bertindak subversif (diam-diam melaporkan) berpotensi menghancurkan kepercayaan dan keharmonisan di dalam tim Anda sendiri.
5
Meja Anda bersebelahan dengan seorang rekan kerja yang memiliki kebiasaan membiarkan barang-barangnya menumpuk berantakan. Mengingat ia berasal dari latar belakang kebiasaan yang lebih santai soal kebersihan, tumpukan tersebut kini mulai memakan ruang personal dan mengganggu kenyamanan kerja Anda. Sikap Anda adalah...
  1. Merapikan sebagian barangnya yang melewati batas meja Anda sambil bercanda ringan agar ia menyadari situasi tersebut.
  2. Mengajaknya menata ulang area kerja pada waktu luang seraya menjelaskan pentingnya menjaga ruang personal demi kenyamanan bersama.
  3. Mendiamkan saja kondisi tersebut dan berusaha beradaptasi menahan rasa tidak nyaman demi menjaga keharmonisan pertemanan.
  4. Mengadukan kebiasaannya kepada atasan dan meminta agar posisi duduknya dipindahkan menjauh dari area Anda.
Jawaban:
  • Poin 4 : B
  • Poin 3 : A
  • Poin 2 : C
  • Poin 1 : D
Pembahasan:

Kompetensi Kemampuan Berhubungan Sosial dan Toleransi. Perbedaan standar kebersihan (hygiene habit) di tempat kerja memerlukan komunikasi asertif agar batasan ruang personal tetap terjaga tanpa menyakiti perasaan.

  • Poin 4 (B): Menunjukkan kolaborasi dan empati tinggi. Mengajak merapikan bersama (leading by example) sambil mengomunikasikan batasan personal adalah cara halus yang tidak konfrontatif.
  • Poin 3 (A): Merapikan sambil bercanda adalah ice-breaking yang cukup baik, meskipun berisiko dianggap pasif-agresif bagi sebagian orang.
  • Poin 2 (C): Mendiamkan masalah demi 'harmoni palsu'. Rasa tidak nyaman yang dipendam akan memengaruhi produktivitas Anda.
  • Poin 1 (D): Solusi yang berlebihan dan kekanak-kanakan (eskalasi tidak perlu) tanpa mencoba menyelesaikannya secara interpersonal terlebih dahulu.
Di sebuah platform digital, Anda melihat perdebatan sengit. Sebagian warganet bersikeras menggunakan bahasa daerah secara eksklusif, sementara kubu lain menuding hal tersebut tidak sopan dan tidak nasionalis. Respons Anda jika ikut berpartisipasi adalah...
  1. Mengabaikan perdebatan tersebut karena beropini di internet sulit menemukan titik temu yang memuaskan.
  2. Mengingatkan bahwa bahasa Indonesia wajib diutamakan dalam segala situasi untuk menghindari kesalahpahaman.
  3. Memberikan pandangan netral mengenai pentingnya melestarikan bahasa daerah sekaligus mengutamakan bahasa nasional.
  4. Melaporkan (report) akun-akun yang berdebat karena dianggap telah menyebarkan provokasi perpecahan.
🔒 Premium

Soal ini hanya untuk pengguna Bromax

Unlock Sekarang Dipakai 100.000+ pemburu skor tinggi
Saat sedang bersantai di taman kota yang menjadi kebanggaan warga, Anda mendapati seorang pengunjung membuang sampah sembarangan padahal fasilitas tempat sampah sangat memadai. Sikap Anda...
  1. Mengambil sampah tersebut lalu membuangnya sendiri sebagai bentuk teladan dan kepedulian lingkungan.
  2. Membiarkannya saja karena sudah ada petugas kebersihan yang diberikan tanggung jawab di area tersebut.
  3. Menghampiri pengunjung tersebut dan mengingatkannya dengan sopan agar membuang sampah pada tempatnya.
  4. Memfoto tindakan tersebut untuk dilaporkan kepada akun media sosial pengelola taman agar diviralkan.
🔒 Premium

Soal ini hanya untuk pengguna Bromax

Unlock Sekarang Dipakai 100.000+ pemburu skor tinggi

Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan Kompetensi Sosial Kultural PPPK paket 5. Silahkan pelajari paket soal lainnya supaya kamu makin terbiasa dengan tipe soal PPPK yang sering muncul.

Jika ada soal yang belum dipahami, silakan pelajari kembali materinya ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.

Materi Kompetensi Sosial Kultural
Daftar Soal Kompetensi Sosial Kultural

Kategori
PPPK Kompetensi Sosial Kultural Soal HOTS

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?