Latihan Soal Kompetensi Sosial Kultural PPPK 2026 (Paket 7)

Berikut ini contoh soal latihan Kompetensi Sosial Kultural PPPK - paket 7 yang sudah dilengkapi pembahasan. Semangat belajar! ✨

1
Dalam sebuah rapat koordinasi lintas unit, Anda memiliki gagasan sistem kerja yang sangat inovatif. Namun, usulan tersebut berpotensi mengubah total metode lama (status quo) yang selama bertahun-tahun sangat dijaga dan menjadi kebanggaan para pegawai senior. Strategi Anda...
  1. Mempresentasikan usulan tersebut sebagai bentuk penyempurnaan atau transformasi adaptif dari metode lama agar para senior tetap merasa dihargai.
  2. Memaparkan data analitis secara lugas di rapat bahwa metode lama sudah usang dan harus segera dibongkar demi efisiensi instansi.
  3. Mengurungkan niat untuk menyampaikan usulan tersebut di forum besar demi menjaga perasaan para senior dan menghindari friksi.
  4. Menemui beberapa tokoh senior secara personal sebelum rapat untuk mendiskusikan ide tersebut agar mereka merasa dilibatkan.
Jawaban:
  • Poin 4 : A
  • Poin 3 : D
  • Poin 2 : C
  • Poin 1 : B
Pembahasan:

Kompetensi Komunikasi dan Penghargaan terhadap Lintas Generasi. Menghadapi resistensi terhadap perubahan dari kelompok senior memerlukan komunikasi persuasif yang tidak mengancam wibawa mereka.

  • Poin 4 (A): Strategi komunikasi terbaik (framing positif). Menghubungkan inovasi dengan sistem lama menunjukkan penghormatan atas sejarah (legacy) senior, sehingga mengurangi ego sektoral.
  • Poin 3 (D): Langkah politik kantor (lobbying) yang sangat baik. Mendapatkan dukungan moral sebelum rapat efektif meredam penolakan publik.
  • Poin 2 (C): Menahan gagasan inovatif demi harmoni keliru menunjukkan rendahnya motivasi berprestasi dan pasrah pada keadaan.
  • Poin 1 (B): Konfrontatif dan meremehkan. Menyerang kebanggaan senior di depan umum akan menimbulkan penolakan keras meskipun ide Anda brilian secara data.
2
Anda dijadwalkan hadir mewakili pimpinan dalam sebuah kegiatan kemasyarakatan yang krusial untuk memperbaiki citra instansi. Secara mendadak, atasan langsung meminta Anda untuk mendampinginya melakukan kunjungan kerja lapangan yang sifatnya segera di jam yang sama. Keputusan Anda...
  1. Mematuhi perintah atasan tanpa banyak tanya dan membatalkan kehadiran di acara kemasyarakatan tersebut melalui staf lain.
  2. Menjelaskan secara santun urgensi acara masyarakat tersebut, lalu memohon izin agar rekan lain yang kompeten menggantikan Anda di lapangan.
  3. Meminta atasan untuk menggeser jadwal tinjauan lapangannya karena Anda sudah lebih dulu terikat komitmen dengan tokoh masyarakat.
  4. Menghadiri kegiatan kemasyarakatan tersebut sebentar saja sebagai syarat, lalu bergegas menyusul atasan ke lokasi tinjauan.
Jawaban:
  • Poin 4 : B
  • Poin 3 : D
  • Poin 2 : A
  • Poin 1 : C
Pembahasan:

Kompetensi Membangun Hubungan Sosial dan Profesionalisme. Ini adalah dilema prioritas antara kepentingan masyarakat luas (pelayanan publik) dan kepatuhan struktural (atasan).

  1. Poin 4 (B): Solusi win-win. Menunjukkan keberanian berkomunikasi asertif (manage up) dengan atasan demi kepentingan institusi yang lebih besar, seraya tetap memberikan opsi delegasi.
  2. Poin 3 (D): Berusaha menyeimbangkan dua tanggung jawab sekaligus, meskipun berisiko tidak maksimal di kedua tempat.
  3. Poin 2 (A): Loyalitas buta pada atasan yang merugikan citra instansi di mata masyarakat karena gagal menjaga komitmen publik.
  4. Poin 1 (C): Kurang beretika dalam komunikasi birokrasi. Mengatur jadwal atasan secara otoritatif mencerminkan rendahnya tata krama kepegawaian.
3
Anda bertugas menyusun jadwal rapat koordinasi mingguan. Saat jam diusulkan, Anda menyadari bahwa waktu tersebut selalu berbenturan dengan tanggung jawab domestik seorang rekan (misalnya kewajiban rutin menjemput anak sekolah). Sikap Anda adalah...
  1. Meminta anggota tim tersebut untuk sesekali mencari kerabat pengganti yang bisa mengambil alih kewajiban keluarganya demi rapat tim.
  2. Tetap melaksanakan rapat pada jam tersebut, namun memastikan merekam rapat dan memberikan notulensi lengkap kepadanya.
  3. Mengajak tim berdiskusi singkat untuk menggeser jadwal rapat ke waktu yang nyaman agar semua pihak dapat hadir dan berpartisipasi penuh.
  4. Meneruskan rencana jadwal awal karena kepentingan dinas dan instansi harus selalu diutamakan secara mutlak di atas urusan personal.
Jawaban:
  • Poin 4 : C
  • Poin 3 : B
  • Poin 2 : A
  • Poin 1 : D
Pembahasan:

Kompetensi Inklusivitas dan Empati. Budaya kerja yang sehat menghargai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) pegawainya selama tidak mengorbankan produktivitas inti.

  • Poin 4 (C): Mengedepankan nilai musyawarah dan kesetaraan. Penyesuaian jadwal mencerminkan lingkungan kerja yang suportif dan sangat menghargai rekan kerja.
  • Poin 3 (B): Tetap jalan namun memberi solusi alternatif (notulensi). Hal ini memastikan proyek tetap berjalan namun sedikit membatasi keterlibatan aktif rekan tersebut.
  • Poin 2 (A): Cukup masuk akal secara teknis, namun memaksakan beban psikologis tambahan pada anggota tim tersebut.
  • Poin 1 (D): Pendekatan hierarkis yang kaku dan minim rasa kemanusiaan, dapat membunuh motivasi dan kebersamaan tim jangka panjang.
4
Rekan mutasi baru di kantor Anda sering memanggil staf yang lebih senior hanya dengan nama panggilannya. Beberapa staf senior tampak tidak nyaman dengan hal tersebut. Tindakan Anda?
  1. Menegurnya di depan umum agar langsung sadar kesalahannya.
  2. Membiarkan saja karena cara memanggil adalah hak pribadinya.
  3. Mengajaknya bicara berdua dan menjelaskan budaya kesopanan di kantor.
  4. Memberi contoh cara memanggil yang benar setiap kali berbicara dengannya.
Jawaban:
  • Poin 4 : C
  • Poin 3 : D
  • Poin 2 : B
  • Poin 1 : A
Pembahasan:

Dalam menghadapi perbedaan kebiasaan atau budaya kerja, sikap terbaik adalah melakukan pendekatan persuasif tanpa mempermalukan rekan kerja di depan umum. Opsi C paling tepat karena menunjukkan kepedulian secara elegan.

  • Poin 4 (C): Mengedepankan komunikasi asertif, menjaga perasaan rekan baru, dan menjembatani budaya kerja.
  • Poin 3 (D): Pendekatan pasif-agresif yang sopan, namun pesannya mungkin tidak langsung tersampaikan.
  • Poin 2 (B): Cenderung apatis dan membiarkan benih ketidaknyamanan berkembang di tim.
  • Poin 1 (A): Berpotensi mempermalukan rekan baru dan menciptakan konflik terbuka.
5
Seorang pegawai baru sering menjadi bahan tertawaan beberapa staf senior karena gaya berpakaian dan logat bicaranya yang kental dari daerah asalnya. Menyikapi hal ini, Anda akan?
  1. Menghibur pegawai baru tersebut agar tidak memasukkan ke hati candaan senior.
  2. Melaporkan tindakan staf senior tersebut secara diam-diam kepada atasan.
  3. Mengingatkan staf senior secara sopan bahwa candaan tersebut tidak etis.
  4. Menjaga jarak dari kelompok senior tersebut agar tidak ikut-ikutan bermasalah.
Jawaban:
  • Poin 4 : C
  • Poin 3 : A
  • Poin 2 : B
  • Poin 1 : D
Pembahasan:

Sebagai ASN, kita dituntut memiliki kepekaan sosial dan berani menegakkan nilai-nilai keberagaman di lingkungan kerja. Opsi C menunjukkan keberanian moral untuk meluruskan hal yang salah tanpa memicu pertengkaran.

  1. Poin 4 (C): Langsung mengatasi akar masalah dengan teguran yang bijak dan mempertahankan iklim kerja inklusif.
  2. Poin 3 (A): Memberikan dukungan emosional yang baik, namun tidak menghentikan tindakan perundungan dari senior.
  3. Poin 2 (B): Terlalu cepat eskalasi ke atasan padahal bisa diselesaikan secara personal terlebih dahulu.
  4. Poin 1 (D): Menunjukkan sikap apatis yang bertentangan dengan peran ASN sebagai perekat bangsa.
Seorang rekan sejawat menanyakan pandangan Anda tentang konflik SARA yang sedang viral. Anda tahu perbedaan opini dengannya sangat tajam dan bisa memicu perdebatan di area kerja. Respons Anda?
  1. Menjawabnya secara normatif lalu mengalihkan pembicaraan ke urusan pekerjaan.
  2. Menyatakan secara sopan bahwa lingkungan kantor bukan tempat yang tepat untuk membahas isu SARA.
  3. Mendengarkan pendapatnya tanpa memberikan komentar balik yang memicu perdebatan.
  4. Menyampaikan pandangan Anda secara hati-hati agar dia memahami perspektif yang berbeda.
🔒 Premium

Soal ini hanya untuk pengguna Bromax

Unlock Sekarang Dipakai 100.000+ pemburu skor tinggi
Mayoritas anggota tim sepakat makan siang bersama di restoran yang tidak menyediakan menu halal, sedangkan ada satu rekan Muslim taat di dalam tim tersebut. Sebagai bagian dari tim, apa tindakan Anda?
  1. Mengusulkan untuk memesan makanan lewat aplikasi daring agar bisa makan bersama di kantor.
  2. Menyarankan perubahan lokasi restoran yang memiliki pilihan menu halal demi kenyamanan semua anggota.
  3. Membiarkan restoran tetap sama, namun memastikan rekan Muslim tersebut memesan menu buah yang aman.
  4. Membebaskan rekan Muslim tersebut untuk memilih makan di tempat lain jika merasa tidak nyaman.
🔒 Premium

Soal ini hanya untuk pengguna Bromax

Unlock Sekarang Dipakai 100.000+ pemburu skor tinggi

Demikian kumpulan contoh soal dan pembahasan Kompetensi Sosial Kultural PPPK paket 7. Silahkan pelajari paket soal lainnya supaya kamu makin terbiasa dengan tipe soal PPPK yang sering muncul.

Jika ada soal yang belum dipahami, silakan pelajari kembali materinya ya. Atau bagikan artikel ini ke teman-teman kamu, biar kita bisa belajar bareng.

Materi Kompetensi Sosial Kultural
Daftar Soal Kompetensi Sosial Kultural

Kategori
PPPK Kompetensi Sosial Kultural Soal HOTS

Berbagi itu indah

Gimana kesanmu sama konten ini?