Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Peraturan/ketentuan nasional dan internasional tentang pelayaran
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, kelaiklautan kapal adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran perairan dari kapal, pengawakan, garis muat, pemuatan, kesejahteraan Awak Kapal dan kesehatan penumpang, serta...
A. Kelengkapan dokumen asuransi kapal
B. Ketersediaan fasilitas rekreasi awak
C. Kapasitas muat maksimal
D. Status hukum kapal
E. Kesesuaian dengan rute pelayaran
Jawaban: D
Pasal 1 angka 33 UU No. 17 Tahun 2008 menjelaskan bahwa kelaiklautan kapal mencakup aspek keselamatan, pencegahan pencemaran, pengawakan, garis muat, pemuatan, kesejahteraan awak/penumpang, serta status hukum kapal.
Soal 2
Sesuai dengan ketentuan internasional SOLAS 1974, bab (chapter) berapakah yang mengatur secara spesifik mengenai manajemen keselamatan pengoperasian kapal (International Safety Management/ISM Code)?
A. Chapter IX
B. Chapter I
C. Chapter V
D. Chapter XI-1
E. Chapter II-2
Jawaban: A
ISM Code diwajibkan melalui SOLAS 1974 Chapter IX (Management for the Safe Operation of Ships).
Soal 3
Dalam aturan COLREG 1972, kapal yang sedang menangkap ikan dengan jaring atau alat tangkap lainnya yang membatasi kemampuan olah geraknya harus memperlihatkan dua lampu keliling dalam garis tegak lurus, yang atas berwarna...
A. Putih dan yang bawah Hijau
B. Merah dan yang bawah Merah
C. Hijau dan yang bawah Putih
D. Putih dan yang bawah Merah
E. Merah dan yang bawah Putih
Jawaban: E
Aturan 26 COLREG 1972 menyatakan kapal penangkap ikan (selain trawl) harus memperlihatkan lampu merah di atas putih dalam garis tegak lurus.
Soal 4
Surat Persetujuan Berlayar (SPB) diterbitkan oleh Syahbandar setelah kapal memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal dan kewajiban lainnya. Manakah yang termasuk 'kewajiban lainnya' tersebut menurut UU Pelayaran?
A. Laporan riwayat pekerjaan nakhoda
B. Persetujuan dari pemilik barang/kargo
C. Sertifikat keikutsertaan lomba kapal
D. Penyediaan logistik makanan mewah
E. Pembayaran biaya kepelabuhanan dan kewajiban hukum lainnya
Jawaban: E
Berdasarkan Pasal 219 UU No. 17 Tahun 2008, SPB diterbitkan setelah dipenuhinya persyaratan kelaiklautan kapal dan kewajiban lainnya seperti pembayaran PNBP/jasa kepelabuhanan.
Soal 5
Salah satu tujuan utama dari diterapkannya Vessel Traffic Service (VTS) dalam kenavigasian adalah...
A. Meningkatkan kecepatan kapal di pelabuhan
B. Menggantikan peran mualim di atas kapal
C. Mempercepat proses bongkar muat kargo
D. Meningkatkan keselamatan dan efisiensi lalu lintas pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim
E. Menurunkan biaya asuransi kapal
Jawaban: D
Sesuai Standar IALA, VTS diimplementasikan untuk memantau lalu lintas pelayaran demi keselamatan, efisiensi, dan pencegahan pencemaran lingkungan.
Soal 6
Dalam manajemen keselamatan sesuai ISM Code, dokumen yang diberikan kepada perusahaan yang telah memenuhi persyaratan sistem manajemen keselamatan disebut...
A. Safe Manning Certificate
B. Interim SMC
C. Document of Compliance (DOC)
D. International Oil Pollution Prevention (IOPP)
E. Safety Management Certificate (SMC)
Jawaban: C
DOC (Document of Compliance) diberikan kepada perusahaan (office), sedangkan SMC (Safety Management Certificate) diberikan kepada setiap kapal.
Soal 7
Kegiatan pemanduan wajib dilakukan pada perairan pelabuhan yang telah ditetapkan sebagai perairan wajib pandu. Berdasarkan PM No. 57 Tahun 2015, siapa yang bertanggung jawab atas olah gerak kapal selama pemanduan?
A. Nakhoda kapal
B. Otoritas Pelabuhan
C. Pandu Bandar
D. Petugas Pandu sepenuhnya
E. Syahbandar
Jawaban: A
Dalam aturan pemanduan (Pilotage), Pandu hanya memberikan saran dan bantuan navigasi, namun tanggung jawab komando dan olah gerak kapal tetap berada di tangan Nakhoda.
Soal 8
Sertifikat keselamatan kapal penumpang berlaku untuk jangka waktu paling lama...
A. 12 bulan (1 tahun)
B. 2 tahun
C. 5 tahun
D. 3 tahun
E. 6 bulan
Jawaban: A
Berdasarkan konvensi SOLAS, Passenger Ship Safety Certificate memiliki masa berlaku maksimal 12 bulan (1 tahun).
Soal 9
Menurut UU No. 17 Tahun 2008, fungsi penjagaan dan penyelamatan di laut serta koordinasi penegakan hukum di perairan Indonesia dilaksanakan oleh...
A. POLAIRUD
B. Penjaga Laut dan Pantai (Sea and Coast Guard)
C. TNI AL
D. Basarnas
E. Syahbandar
Jawaban: B
Pasal 276 UU No. 17 Tahun 2008 mengamanatkan pembentukan Penjaga Laut dan Pantai (Sea and Coast Guard) untuk menjalankan fungsi penjagaan, penyelamatan, dan penegakan hukum.
Soal 10
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2008, penentuan alur pelayaran dilakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran. Siapakah yang memiliki kewenangan menetapkan alur pelayaran?
A. Menteri Perhubungan
B. Syahbandar
C. Direktur Jenderal Perhubungan Laut
D. Gubernur setempat
E. Kepala Distrik Navigasi
Jawaban: A
Sesuai Pasal 194 UU Pelayaran, Menteri (Menteri Perhubungan) menetapkan alur-pelayaran di laut.
Soal 11
International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL) terdiri dari beberapa Annex. Annex manakah yang mengatur tentang pencegahan pencemaran oleh sampah dari kapal?
A. Annex IV
B. Annex I
C. Annex III
D. Annex II
E. Annex V
Jawaban: E
Annex V MARPOL 73/78 mengatur secara khusus mengenai Prevention of Pollution by Garbage from Ships.
Soal 12
Dalam kerangka pengawasan keselamatan pelayaran, inspeksi kapal oleh negara pelabuhan (Port State Control/PSC) dilakukan untuk memastikan...
A. Jumlah kargo yang dibawa sesuai dengan manifes pajak
B. Kapal nasional memiliki tarif angkutan yang bersaing
C. Kapal asing yang masuk mematuhi standar internasional keselamatan dan perlindungan lingkungan
D. Kesejahteraan nakhoda melebihi standar darat
E. Kapal selalu dicat dengan warna cerah
Jawaban: C
PSC dilakukan terhadap kapal berbendera asing untuk memastikan kapal tersebut memenuhi persyaratan konvensi IMO (SOLAS, MARPOL, STCW, dll).
Soal 13
Berdasarkan regulasi teknis, tanda pada lambung kapal yang menunjukkan batas maksimal pencelupan kapal untuk menjamin cadangan daya apung disebut...
A. Garis Air (Waterline)
B. Garis Muat (Load Line)
C. Garis Haluan
D. Garis Tegak Lurus
E. Markah Kedalaman
Jawaban: B
Garis Muat atau Plimsoll Mark (Load Line) menentukan batas aman kapal saat bermuatan penuh untuk menjaga stabilitas dan daya apung.
Soal 14
Syahbandar berwenang melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang diduga melakukan tindak pidana di laut. Hal ini merupakan bagian dari fungsi Syahbandar sebagai...
A. Petugas Bea Cukai
B. Hakim Maritim
C. Penuntut Umum
D. Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)
E. Pengelola Pelabuhan
Jawaban: D
Pasal 282 UU No. 17 Tahun 2008 menyebutkan Syahbandar atau Pejabat Pemerintah yang ditunjuk bertindak sebagai PPNS di bidang pelayaran.
Soal 15
Alat navigasi yang berfungsi untuk mengidentifikasi kapal lain, memberikan informasi posisi, arah, dan kecepatan kapal secara otomatis disebut...
A. Echosounder
B. Magnetic Compass
C. AIS (Automatic Identification System)
D. GPS
E. Radar
Jawaban: C
AIS adalah sistem pelacakan otomatis yang digunakan pada kapal dan oleh VTS untuk mengidentifikasi dan melacak kapal.
Soal 16
Setiap kapal yang berlayar di perairan Indonesia wajib memasang dan mengaktifkan AIS. Ketentuan ini diatur dalam...
A. PM No. 15 Tahun 2016
B. PM No. 80 Tahun 2018
C. PM No. 7 Tahun 2019
D. PM No. 51 Tahun 2015
E. PM No. 129 Tahun 2015
Jawaban: C
PM No. 7 Tahun 2019 mengatur tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) bagi Kapal yang Berlayar di Wilayah Perairan Indonesia.
Soal 17
Dalam manajemen keselamatan, audit internal sistem manajemen keselamatan kapal dilaksanakan oleh...
A. Perusahaan pemilik kapal sendiri
B. International Maritime Organization (IMO)
C. Klasifikasi kapal (BKI)
D. Syahbandar pelabuhan setempat
E. Otoritas Pelabuhan asing
Jawaban: A
Sesuai ISM Code, perusahaan wajib melaksanakan audit internal secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas sistem manajemen keselamatan di atas kapal.
Soal 18
Menurut UU No. 17 Tahun 2008, setiap orang yang melihat, mendengar, dan/atau mengalami kecelakaan kapal wajib...
A. Mengabaikan jika tidak terlibat
B. Menghubungi pemilik kapal saja
C. Mendokumentasikannya untuk media sosial
D. Melakukan pertolongan dan melaporkan kepada pejabat berwenang
E. Menunggu instruksi dari pusat
Jawaban: D
Pasal 247 UU No. 17 Tahun 2008 mewajibkan setiap orang yang mengetahui kecelakaan kapal untuk segera memberikan pertolongan dan melaporkannya kepada Syahbandar/pejabat terdekat.
SBNP (seperti lampu suar, pelampung suar) diadakan untuk memberi petunjuk bagi navigator demi keselamatan pelayaran.
Soal 20
Berdasarkan UU Pelayaran, Syahbandar diangkat oleh Menteri setelah memenuhi persyaratan. Salah satu tugas utamanya adalah...
A. Menetapkan tarif angkutan barang
B. Melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran
C. Mengelola pendapatan bisnis pelabuhan
D. Mengatur jadwal kerja buruh bongkar muat
E. Mempromosikan pelabuhan ke luar negeri
Jawaban: B
Syahbandar bertindak sebagai otoritas tertinggi di pelabuhan yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pelayaran sesuai UU No. 17 Tahun 2008.
Soal 21 Premium
Berdasarkan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code, berapakah jumlah Security Level (tingkat keamanan) yang ditetapkan?
Aturan 19 COLREG 1972 mengatur tentang olah gerak kapal dalam kondisi penglihatan terbatas. Manakah tindakan yang dilarang bagi kapal yang mendeteksi kapal lain di depan arah melintangnya hanya melalui radar?
A. Mengubah haluan ke kiri untuk kapal yang berada di depan arah melintang
Manakah komponen dari sistem manajemen keselamatan (SMS) kapal yang mewajibkan perusahaan untuk menunjuk orang yang bertanggung jawab menjembatani hubungan antara kapal dan manajemen darat?
Penjaga Laut dan Pantai dalam melaksanakan fungsi penegakan hukum di bidang pelayaran memiliki wewenang menghentikan dan memeriksa kapal di laut. Prosedur ini diatur dalam...
Berdasarkan PM No. 57 Tahun 2015, perairan di mana kapal karena kondisi kedalaman, lebar, dan tikungan alur serta lalu lintas padat sehingga memerlukan panduan teknis disebut...
Menurut UU No. 17 Tahun 2008, kapal yang tidak memiliki Surat Persetujuan Berlayar (SPB) namun nekat berlayar dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Keselamatan Pelayaran Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.