SKB CPNS Analis Kebakaran Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Analis Kebakaran Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Analis Kebakaran Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Analis Kebakaran Ahli Pertama

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Analis Kebakaran Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Pembagian wewenang penyelenggaraan sub urusan kebakaran berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 dan Permendagri No 16 Tahun 2020, PP No 16 Tahun 2021, dan Permen PU No 25 Tahun 2008, dan Permen PU No 26 Tahun 2008
  • Teori Segitiga Api
  • Sarana Prasarana Pemeriksaan Gedung dan Kebutuhan Perlengkapan dalam pelaksanaan penyuluhan
  • Sistem Pipa Tegak
  • Sistem Sprinkler Otomatis
  • Pompa Pemadam Kebakaran
  • Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
  • Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran
  • Ventilasi Mekanik dan Sistem Pengendalian Asap
  • Pasangan Konstruksi Tahan Api
  • Partisi Penghalang Asap
  • Bahan Pelapis Interior
  • Sarana Jalan Keluar
  • Pencahayaan Darurat
  • Teknik Dasar Penyuluhan

Simulasi Tryout SKB CPNS Analis Kebakaran Ahli Pertama

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Kebakaran Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Analis Kebakaran Ahli Pertama. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Analis Kebakaran Ahli Pertama

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Analis Kebakaran Ahli Pertama.

Soal 1
Dalam teori segitiga api, tiga unsur yang diperlukan agar api dapat terjadi adalah ....
A. Bahan bakar, oksigen, dan panas
B. Bahan bakar, uap air, dan panas
C. Bahan bakar, karbon dioksida, dan panas
D. Bahan bakar, hidrogen, dan panas
E. Bahan bakar, nitrogen, dan panas
Jawaban: A
Teori segitiga api menjelaskan bahwa api membutuhkan tiga unsur utama yaitu bahan bakar (fuel), oksigen (oxygen), dan panas (heat). Jika salah satu unsur dihilangkan, api akan padam. Unsur oksigen umumnya berasal dari udara yang mengandung sekitar 21% oksigen.
Soal 2
Klasifikasi kebakaran kelas A adalah kebakaran yang disebabkan oleh ....
A. Minyak goreng dan lemak pada peralatan masak
B. Benda padat yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, dan kain
C. Peralatan listrik yang beraliran listrik
D. Cairan atau gas yang mudah terbakar seperti bensin dan minyak
E. Logam mudah terbakar seperti magnesium dan aluminium
Jawaban: B
Berdasarkan standar NFPA dan klasifikasi kebakaran di Indonesia, kelas A adalah kebakaran yang melibatkan bahan padat yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, tekstil, plastik, dan karet. Media pemadam yang paling efektif untuk kelas A adalah air.
Soal 3
Prinsip pemadaman kebakaran dengan cara mendinginkan (cooling) bekerja dengan cara ....
A. Memisahkan bahan bakar dari sumber api
B. Menutup permukaan bahan bakar sehingga oksigen tidak dapat mencapai api
C. Menghentikan reaksi kimia berantai
D. Mengurangi kadar oksigen di sekitar api
E. Menurunkan suhu bahan bakar di bawah titik nyala
Jawaban: E
Prinsip cooling bekerja dengan menyerap panas dari api sehingga suhu bahan bakar turun di bawah titik nyala (flash point). Air adalah media yang paling umum digunakan untuk cooling karena memiliki kapasitas panas yang tinggi.
Soal 4
Berdasarkan Permen PU No. 26 Tahun 2008, sistem proteksi kebakaran aktif pada bangunan gedung meliputi sistem ....
A. Pencahayaan darurat dan rambu-rambu evakuasi
B. Ventilasi alami dan sistem penangkal petir
C. Partisi penghalang asap dan bahan pelapis interior
D. Deteksi dan alarm kebakaran, sistem pemadam kebakaran, dan sistem pengendali asap
E. Konstruksi tahan api dan sarana jalan keluar
Jawaban: D
Permen PU No. 26 Tahun 2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung mengatur bahwa sistem proteksi kebakaran aktif meliputi sistem deteksi dan alarm kebakaran, sistem pemadam kebakaran (sprinkler, pipa tegak, APAR, dll), serta sistem pengendali asap.
Soal 5
Sistem pipa tegak (standpipe) pada bangunan gedung berfungsi untuk ....
A. Mengalirkan asap keluar bangunan saat kebakaran
B. Mengalirkan bahan pemadam berupa gas ke ruangan
C. Menyuplai air untuk pemadaman kebakaran melalui selang pada setiap lantai
D. Menyuplai air bersih untuk kebutuhan penghuni gedung
E. Menyuplai listrik darurat untuk sistem alarm
Jawaban: C
Sistem pipa tegak (standpipe system) adalah instalasi pipa vertikal yang terpasang permanen di dalam bangunan untuk menyuplai air ke setiap lantai melalui kotak hydrant (valve dan selang) guna keperluan pemadaman kebakaran. Sistem ini diatur dalam Permen PU No. 26 Tahun 2008.
Soal 6
Sistem sprinkler otomatis akan aktif ketika ....
A. Tombol manual di setiap lantai ditekan oleh penghuni
B. Suhu di sekitar kepala sprinkler mencapai temperatur tertentu sehingga kaca bulb pecah
C. Sistem deteksi asap mengirim sinyal ke panel kontrol
D. Pompa kebakaran diaktifkan secara otomatis oleh panel
E. Tekanan air dalam pipa turun secara signifikan
Jawaban: B
Sprinkler otomatis bekerja berdasarkan deteksi panas. Pada kepala sprinkler terdapat kaca bulb berisi cairan yang akan memuai dan pecah pada suhu tertentu (biasanya 68°C). Pecahnya bulb menyebabkan katup terbuka dan air menyemprot ke area kebakaran. Setiap kepala sprinkler bekerja secara independen.
Soal 7
Pompa pemadam kebakaran (fire pump) yang berfungsi sebagai penyedia debit dan tekanan air utama untuk kebutuhan pemadaman pada sistem hydrant atau sprinkler adalah ....
A. Main fire pump (electric atau diesel pump)
B. Jockey pump saja
C. Drain pump
D. Submersible pump
E. Booster pump saja
Jawaban: A
Penyedia debit dan tekanan air utama dalam sistem kebakaran adalah Main Fire Pump (baik bertenaga listrik maupun diesel)[cite: 255]. Jockey pump hanya berfungsi untuk menjaga tekanan statis dalam jaringan pipa agar tetap stabil dan mencegah main fire pump menyala akibat kebocoran kecil[cite: 255, 256].
Soal 8
APAR jenis dry chemical powder (tepung kimia kering) paling efektif digunakan untuk kebakaran kelas ....
A. Kelas B dan C saja
B. Kelas K (minyak goreng) saja
C. Kelas A saja
D. Kelas A, B, dan C
E. Kelas D saja
Jawaban: D
APAR jenis dry chemical powder (tepung kimia kering) dengan bahan dasar monoammonium phosphate memiliki kemampuan memadamkan kebakaran kelas A (padat), B (cair), dan C (listrik). APAR ini bekerja dengan cara memutus reaksi kimia berantai dan melapisi permukaan bahan bakar.
Soal 9
Sistem deteksi asap yang bekerja dengan prinsip mendeteksi partikel asap yang mengganggu atau membiaskan sinar (cahaya) di dalam ruang detektor disebut ....
A. Detektor asap tipe beam
B. Detektor asap tipe fotoelektrik
C. Detektor asap tipe ionisasi
D. Detektor asap tipe heat
E. Detektor asap tipe aspirasi
Jawaban: B
Prinsip kerja yang menggunakan gangguan atau pembiasan sinar (cahaya) adalah ciri khas detektor fotoelektrik. Detektor ionisasi justru bekerja dengan menggunakan bahan radioaktif untuk mengionisasi udara, di mana alarm aktif jika asap mengganggu aliran arus listrik (ion), bukan sinar. Detektor tipe beam adalah salah satu aplikasi fotoelektrik, namun untuk skala ruang detektor individu, istilah yang tepat adalah fotoelektrik.
Soal 10
Sistem pengendalian asap (smoke control system) pada bangunan bertingkat bertujuan untuk ....
A. Mengendalikan pergerakan asap agar tidak menyebar ke ruang evakuasi dan memudahkan penyelamatan
B. Memadamkan api dengan cara menekan oksigen di ruangan
C. Menyuplai udara bersih ke dalam ruangan yang terbakar
D. Mengaktifkan sistem sprinkler secara otomatis
E. Mendinginkan suhu ruangan yang terbakar agar api cepat padam
Jawaban: A
Sistem pengendalian asap (smoke control) dirancang untuk mengelola aliran asap selama kebakaran, menjaga jalur evakuasi tetap bebas asap, dan mempermudah operasi pemadaman. Sistem ini dapat berupa ventilasi mekanik (exhaust fan), pressurization, atau barrier seperti partisi penghalang asap.
Soal 11
Konstruksi tahan api pada bangunan gedung diukur berdasarkan ....
A. Ketinggian bangunan yang diperbolehkan berdasarkan tingkat risiko
B. Jenis material yang tidak dapat terbakar sama sekali
C. Jarak antar komponen struktur untuk mencegah perambatan api
D. Kemampuan komponen bangunan mempertahankan fungsi strukturalnya selama waktu tertentu saat terpapar api
E. Ketebalan material yang digunakan pada struktur bangunan
Jawaban: D
Konstruksi tahan api dinilai berdasarkan ketahanan terhadap api (fire resistance rating) yang dinyatakan dalam satuan waktu (menit atau jam). Standar ini mengukur berapa lama komponen bangunan (kolom, balok, dinding) dapat mempertahankan fungsi struktural, integritas, dan isolasi termal saat terjadi kebakaran. Diatur dalam SNI dan Permen PU.
Soal 12
Partisi penghalang asap (smoke barrier) berfungsi untuk ....
A. Mengisolasi ruangan yang terbakar agar api cepat padam
B. Menahan api agar tidak merambat ke struktur bangunan
C. Memisahkan ruang penyimpanan bahan berbahaya dari ruang lain
D. Membatasi pergerakan asap ke area lain dan menciptakan zona bebas asap sementara
E. Mengalirkan asap ke sistem ventilasi mekanik
Jawaban: D
Smoke barrier adalah dinding atau partisi yang dirancang khusus untuk membatasi pergerakan asap dalam bangunan, biasanya memanjang dari lantai hingga langit-langit. Tujuannya menciptakan zona bebas asap untuk evakuasi dan membatasi area penyebaran asap agar tidak meluas ke seluruh bangunan.
Soal 13
Bahan pelapis interior (interior finish) yang digunakan pada bangunan bertingkat harus memenuhi persyaratan ....
A. Tahan terhadap air dan kelembaban tinggi
B. Memiliki warna terang untuk memudahkan evakuasi
C. Memiliki tingkat penyebaran api yang rendah (low flame spread)
D. Terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan
E. Memiliki ketebalan minimal 5 cm untuk mencegah panas
Jawaban: C
Bahan pelapis interior seperti dinding, plafon, dan lantai harus memiliki tingkat penyebaran api yang rendah sesuai standar SNI atau NFPA. Bahan dengan flame spread index rendah akan memperlambat perambatan api, memberikan waktu lebih bagi evakuasi dan pemadaman. Bahan seperti kayu tanpa perlakuan memiliki flame spread tinggi dan tidak diperbolehkan di area tertentu.
Soal 14
Sarana jalan keluar (means of egress) pada bangunan gedung harus memenuhi prinsip ....
A. Jarak tempuh minimal, tanpa hambatan, dan pencahayaan alami
B. Kemudahan perawatan, biaya rendah, dan material ringan
C. Aksesibilitas, kapasitas yang memadai, dan perlindungan terhadap api dan asap
D. Kemewahan desain, estetika bangunan, dan nilai investasi
E. Lokasi strategis, pintu otomatis, dan sistem pendingin
Jawaban: C
Sarana jalan keluar (means of egress) terdiri dari tiga komponen: akses menuju jalan keluar (exit access), jalan keluar (exit), dan menuju tempat aman (exit discharge). Prinsipnya harus mudah diakses, memiliki kapasitas cukup untuk jumlah penghuni, dan terlindung dari api dan asap selama proses evakuasi. Diatur dalam Permen PU No. 26 Tahun 2008 dan NFPA 101.
Soal 15
Pencahayaan darurat (emergency lighting) pada bangunan gedung wajib dipasang pada ....
A. Hanya pada pintu keluar utama gedung
B. Ruang kantor dengan aktivitas 24 jam
C. Semua jalur evakuasi, tangga darurat, dan ruang kontrol utama
D. Setiap ruangan yang memiliki luas lebih dari 100 m²
E. Area parkir dan taman luar gedung
Jawaban: C
Pencahayaan darurat harus dipasang di sepanjang jalur evakuasi (koridor, lorong), tangga darurat, pintu keluar, dan ruang kontrol utama seperti ruang panel listrik dan ruang pompa. Tujuannya untuk memastikan evakuasi dapat dilakukan dengan aman saat listrik padam akibat kebakaran. Diatur dalam Permen PU No. 26 Tahun 2008.
Soal 16
Dalam teknik dasar penyuluhan kebakaran, metode komunikasi satu arah yang paling efektif untuk menyampaikan informasi dasar kepada khalayak luas adalah ....
A. Role play
B. Ceramah
C. Simulasi
D. Studi kasus
E. Diskusi kelompok
Jawaban: B
Metode ceramah merupakan metode komunikasi satu arah yang efektif untuk menyampaikan informasi dasar kepada khalayak luas. Penyuluh menyampaikan materi secara lisan, peserta mendengarkan. Metode ini efisien untuk peserta dalam jumlah besar namun perlu dikombinasikan dengan metode lain seperti demonstrasi untuk meningkatkan efektivitas.
Soal 17
Perlengkapan yang wajib disiapkan dalam pelaksanaan penyuluhan kebakaran di gedung perkantoran antara lain ....
A. Rambu evakuasi, peta lokasi, dan senter darurat
B. Mobil pemadam, tangga darurat, dan pompa air
C. Alat pelindung diri lengkap, SCBA, dan perlengkapan rescue
D. APAR, media presentasi, dan alat peraga seperti fire blanket atau smoke detector
E. Sistem sprinkler, alarm gedung, dan panel kontrol
Jawaban: D
Dalam penyuluhan kebakaran, kelengkapan sarana dan prasarana meliputi APAR sebagai alat peraga, media presentasi (LCD, laptop, sound system), dan alat peraga pendukung seperti fire blanket, smoke detector, atau masker evakuasi. Hal ini untuk memudahkan peserta memahami materi secara visual dan praktik.
Soal 18
Pembagian wewenang penyelenggaraan sub urusan kebakaran antara pemerintah pusat dan daerah berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 adalah ....
A. Pemerintah pusat melaksanakan seluruh operasional kebakaran
B. Pemerintah provinsi menetapkan kebijakan, kabupaten/kota melaksanakan
C. Kementerian PUPR bertanggung jawab penuh atas seluruh aspek kebakaran
D. Pemerintah daerah memiliki kewenangan penuh tanpa intervensi pusat
E. Pemerintah pusat menetapkan kebijakan nasional dan standar teknis, daerah melaksanakan operasional
Jawaban: E
UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengatur bahwa urusan kebakaran merupakan urusan konkuren. Pemerintah pusat bertugas menetapkan kebijakan nasional, norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK), serta melakukan pembinaan dan pengawasan. Pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) melaksanakan operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai kewenangannya.
Soal 19
Berdasarkan Permendagri No. 16 Tahun 2020, dokumen yang harus dimiliki setiap bangunan gedung terkait pencegahan kebakaran adalah ....
A. Surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan tanda daftar perusahaan (TDP)
B. Analisis dampak lingkungan (Amdal) dan upaya pengelolaan lingkungan (UKL-UPL)
C. Izin mendirikan bangunan (IMB) dan akta tanah
D. Sertifikat hak milik (SHM) dan izin gangguan (HO)
E. Sertifikat laik fungsi (SLF) dan laporan uji berkala sistem proteksi kebakaran
Jawaban: E
Permendagri No. 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran mengatur bahwa setiap bangunan gedung harus memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang mensyaratkan pemenuhan persyaratan keselamatan kebakaran. Selain itu, laporan uji berkala sistem proteksi kebakaran (sprinkler, hydrant, alarm) wajib dilakukan secara periodik.
Soal 20
Sarana prasarana pemeriksaan gedung yang wajib disiapkan oleh analis kebakaran sebelum melakukan inspeksi meliputi ....
A. Peta gedung, sertifikat laik fungsi, dan akta pendirian
B. APAR, selang hydrant, dan pompa portable
C. Checklist inspeksi, alat ukur (anemometer, luks meter, stopwatch), dan kamera dokumentasi
D. Laptop, proyektor, dan materi presentasi
E. SCBA, baju tahan api, dan helm
Jawaban: C
Sebelum inspeksi, analis kebakaran harus menyiapkan checklist, kamera, dan alat ukur teknis seperti anemometer (kecepatan udara), luks meter (intensitas cahaya darurat), dan stopwatch (waktu evakuasi)[cite: 300].
Soal 21 Premium
Berdasarkan Permen PU No. 26 Tahun 2008, sistem pipa tegak (standpipe) untuk bangunan dengan tinggi lebih dari 60 meter harus dilengkapi dengan ....
A. Sistem pipa tegak dengan diameter 2,5 inci tanpa pengatur tekanan
B. Sistem pipa tegak kombinasi dengan sprinkler tanpa katup khusus
C. Sistem pipa tegak basah (wet standpipe) saja tanpa aksesori tambahan
D. Sistem pipa tegak kering (dry standpipe) dengan sumber air dari mobil pemadam
E. Sistem pipa tegak kering dan basah (wet and dry standpipe) dengan tekanan berlebih (pressure reducing valve) pada setiap lantai
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Dalam sistem sprinkler otomatis, klasifikasi bahaya ringan (light hazard occupancy) mensyaratkan luas maksimum cakupan per kepala sprinkler sebesar ....
A. 21 m²
B. 15 m²
C. 30 m²
D. 36 m²
E. 12 m²
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Pompa kebakaran utama (main fire pump) untuk gedung bertingkat harus dipasang di lokasi yang memenuhi persyaratan berikut, kecuali ....
A. Di ruang khusus yang terlindung dari kebakaran
B. Memiliki sumber air yang cukup dan terjamin kontinuitasnya
C. Dilengkapi dengan sistem ventilasi dan drainase yang baik
D. Memiliki akses langsung ke luar gedung
E. Berada di lantai paling atas gedung untuk kemudahan perawatan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
APAR jenis clean agent (halocarbon atau inert gas) direkomendasikan untuk ruang yang berisi peralatan elektronik sensitif karena ....
A. Dapat digunakan untuk semua kelas kebakaran termasuk logam
B. Mudah diperoleh di pasaran dan tidak memerlukan perawatan
C. Memiliki daya jangkau pancaran hingga 20 meter
D. Tidak meninggalkan residu, non-konduktif, dan aman bagi peralatan elektronik
E. Harga yang relatif murah dibanding APAR jenis lain
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Sistem deteksi alarm kebakaran jenis addressable memiliki keunggulan dibanding conventional karena ....
A. Menggunakan teknologi wireless sehingga tanpa kabel
B. Biaya instalasi yang lebih murah dibanding sistem conventional
C. Tidak memerlukan perawatan berkala selama masa pakai
D. Dapat mengidentifikasi lokasi pasti perangkat yang aktif (detektor atau manual call point)
E. Dapat terintegrasi langsung dengan sistem sprinkler tanpa kontrol panel
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Ventilasi mekanik untuk sistem pengendalian asap (smoke exhaust) pada bangunan bertingkat harus mampu mengalirkan asap dengan kecepatan minimal ....
A. 2 m/detik
B. 5 m/detik
C. 3 m/detik
D. 0,5 m/detik
E. 1 m/detik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Berdasarkan SNI 03-1746-2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sarana Jalan Keluar, jarak tempuh maksimum menuju pintu keluar terdekat pada bangunan yang dilengkapi dengan sistem sprinkler otomatis adalah ....
A. 45 meter
B. 25 meter
C. 30 meter
D. 15 meter
E. 20 meter
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Bahan pelapis interior dengan flame spread index > 25 dan < 75 berdasarkan standar NFPA diklasifikasikan sebagai ....
A. Non-combustible
B. Kelas D (unclassified)
C. Kelas A (low burning)
D. Kelas C (high burning)
E. Kelas B (moderate burning)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Partisi penghalang asap (smoke barrier) dalam sistem kompartementasi harus memenuhi ketentuan ....
A. Memiliki ketahanan asap (smoke resistance) minimal 60 menit dan terbuat dari material non-kombustibel
B. Terbuat dari kaca temper dengan ketebalan minimal 5 mm
C. Dapat dibuka secara otomatis saat alarm aktif
D. Memiliki bukaan untuk sirkulasi udara minimal 30%
E. Memiliki ketahanan api minimal 4 jam dan transparan untuk visibilitas
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Sistem pencahayaan darurat (emergency lighting) harus mampu menyala minimal ....
A. 180 menit
B. 120 menit
C. 90 menit
D. 60 menit
E. 30 menit
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Dalam teknik penyuluhan kebakaran, metode andragogi yang paling tepat diterapkan untuk kelompok sasaran masyarakat umum dewasa adalah ....
A. Kuliah umum dengan dosen ahli
B. Partisipatif dengan pendekatan pengalaman dan studi kasus
C. Ceramah satu arah tanpa interaksi
D. Pemberian tugas mandiri tertulis
E. Metode hukuman dan reward
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Berdasarkan PP No. 16 Tahun 2021, kewajiban pemilik atau pengelola bangunan gedung dalam pencegahan kebakaran meliputi ....
A. Membeli asuransi kebakaran untuk seluruh bangunan
B. Mengganti semua material interior dengan kelas A setiap tahun
C. Memasang sistem proteksi kebakaran sesuai fungsi bangunan dan melakukan uji berkala setiap 6 bulan
D. Melakukan evakuasi massal setiap bulan
E. Menyediakan petugas pemadam kebakaran internal setiap lantai
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Sistem sprinkler otomatis tipe pre-action (pre-action sprinkler system) digunakan pada area yang membutuhkan perlindungan tambahan terhadap ....
A. Kebakaran kecil yang tidak memerlukan air
B. Kebocoran air akibat kerusakan pipa atau kepala sprinkler
C. Kebakaran kelas D yang melibatkan logam
D. Serangan hama pada komponen sprinkler
E. Suhu ekstrem yang menyebabkan pembekuan air
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Dalam pemilihan APAR untuk area dengan risiko kebakaran kelas B (cairan mudah terbakar), bahan pemadam yang paling efektif adalah ....
A. Air (H2O)
B. Pasir atau tanah
C. Wet chemical (untuk minyak goreng)
D. Clean agent (halocarbon)
E. Dry chemical powder (ABC) atau foam
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Sistem deteksi asap tipe aspirasi (aspirating smoke detector) memiliki keunggulan dalam hal ....
A. Dapat berfungsi tanpa catu daya listrik
B. Biaya instalasi yang sangat murah dibanding detektor konvensional
C. Tidak memerlukan perawatan berkala selama masa pakai
D. Sensitivitas sangat tinggi dan mampu mendeteksi asap pada tahap sangat awal (incipient fire)
E. Ukuran fisik yang sangat kecil dan mudah disembunyikan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Sistem ventilasi mekanik untuk pengendalian asap pada koridor dan tangga darurat menggunakan metode pressurization bertujuan untuk ....
A. Menyuplai oksigen tambahan untuk evakuasi
B. Mengaktifkan sistem sprinkler secara otomatis
C. Menghisap asap keluar bangunan melalui exhaust fan
D. Mendinginkan udara di dalam tangga darurat
E. Menciptakan tekanan positif sehingga asap tidak masuk ke area evakuasi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Konstruksi tahan api dengan ketahanan api 4 jam (fire resistance rating 4 hours) biasanya diterapkan pada ....
A. Dinding luar non-struktural
B. Kusen pintu dan jendela
C. Partisi antar ruang kantor
D. Dinding pemisah antar bangunan (fire wall) dan ruang penyimpanan bahan berbahaya
E. Plafon pada ruang hunian biasa
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Berdasarkan Permen PU No. 26 Tahun 2008, pintu darurat (exit door) pada bangunan gedung harus memenuhi persyaratan berikut, kecuali ....
A. Lebar minimal 0,9 meter (90 cm)
B. Dilengkapi dengan panic bar atau gagang yang mudah dioperasikan
C. Membuka ke arah luar (searah jalur keluar)
D. Dapat dikunci dari luar sehingga tidak bisa dibuka dari dalam saat jam operasional
E. Dipasang rambu evakuasi yang jelas dan pencahayaan darurat
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Pencahayaan darurat untuk rambu evakuasi (exit sign) harus memenuhi intensitas pencahayaan minimal ....
A. 1 lux
B. 5 lux
C. 3 lux
D. 15 lux
E. 10 lux
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Dalam teknik penyuluhan kebakaran, evaluasi tingkat keberhasilan penyuluhan dapat dilakukan dengan metode ....
A. Penilaian oleh atasan langsung tanpa instrumen
B. Jumlah peserta yang hadir dalam penyuluhan
C. Pre-test dan post-test, observasi praktik, serta umpan balik peserta
D. Durasi waktu pelaksanaan penyuluhan
E. Hanya dengan melihat antusiasme peserta saat penyuluhan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Berdasarkan Permendagri No. 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, satuan kerja yang bertanggung jawab melaksanakan pencegahan kebakaran di tingkat kabupaten/kota adalah ....
A. Satuan Polisi Pamong Praja
B. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
C. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
D. Dinas Perizinan dan Penanaman Modal
E. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Sistem pipa tegak (standpipe) kelas I menurut SNI 03-1745-2000 memiliki ukuran outlet selang sebesar ....
A. 4 inci (100 mm) untuk suplai utama
B. 6 inci (150 mm) untuk hydrant halaman
C. 1,5 inci (38 mm) untuk penggunaan penghuni
D. 3 inci (75 mm) untuk sistem kombinasi
E. 2,5 inci (65 mm) untuk pemakaian petugas pemadam kebakaran
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Sistem sprinkler otomatis tipe deluge digunakan pada area dengan risiko kebakaran tinggi seperti ....
A. Rumah sakit kelas C
B. Area parkir terbuka
C. Ruang perkantoran biasa
D. Ruang penyimpanan bahan berbahaya (bahan mudah terbakar cair atau gas)
E. Hotel dan apartemen
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Pompa kebakaran (fire pump) dengan penggerak diesel harus dilengkapi dengan tangki bahan bakar yang mampu mensuplai operasi selama ....
A. 4 jam
B. 1 jam
C. 6 jam
D. 12 jam
E. 2 jam
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Dalam pemeriksaan APAR secara berkala, komponen yang harus diperiksa setiap bulan meliputi ....
A. Tekanan tabung (pressure gauge), posisi segel dan pin pengaman, serta kondisi fisik tabung
B. Pengecatan ulang seluruh badan tabung
C. Pengisian ulang bahan pemadam setiap bulan
D. Uji tekanan hidrostatik (hydrostatic test)
E. Penggantian selang dan nozzle
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Sistem deteksi kebakaran manual call point (MCP) harus dipasang pada lokasi yang mudah dijangkau dengan ketinggian ....
A. 1,8 - 2,0 meter dari lantai
B. Sama tinggi dengan saklar listrik
C. 2,0 - 2,5 meter dari lantai
D. 1,2 - 1,5 meter dari lantai
E. 0,5 - 0,8 meter dari lantai
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Dalam sistem pengendalian asap, kecepatan aliran udara minimal yang harus dipertahankan pada bukaan pintu menuju area yang dipressurisasi (seperti tangga darurat) untuk mencegah masuknya asap adalah ....
A. 1,0 m/detik
B. 3,0 m/detik
C. 1,5 m/detik
D. 0,5 m/detik
E. 2,5 m/detik
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Bahan pelapis interior yang tergolong non-combustible (tidak mudah terbakar) antara lain ....
A. Plastik dan akrilik
B. Beton, bata, keramik, dan plesteran (gypsum board dengan finishing non-combustible)
C. Kayu solid dan triplek
D. Karpet dan tekstil dinding
E. Busa polyurethane dan styrofoam
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Sarana jalan keluar (means of egress) untuk bangunan dengan okupansi lebih dari 500 orang harus memiliki lebar total minimal ....
A. Sama dengan lebar koridor utama bangunan
B. Minimal 1,5 meter per pintu
C. Minimal 2 meter terlepas dari jumlah penghuni
D. Lebar total dihitung berdasarkan jumlah penghuni dengan standar 0,65 cm per orang (SNI 03-1746-2000)
E. Ditentukan berdasarkan luas lantai tanpa memperhitungkan jumlah penghuni
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Dalam penyuluhan kebakaran untuk masyarakat, materi yang harus diprioritaskan disampaikan adalah ....
A. Desain sistem deteksi asap addressable
B. Perhitungan hidrolika sistem sprinkler dan pompa kebakaran
C. Spesifikasi teknis standpipe dan klasifikasi bahan interior
D. Cara pencegahan kebakaran di rumah tangga, evakuasi mandiri, dan penggunaan APAR sederhana
E. Peraturan perundang-undangan tentang kewajiban pengelola gedung
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Analis Kebakaran Ahli Pertama

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Analis Kebakaran Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Kebakaran Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Analis Kebakaran Ahli Pertama

SKB CPNS Analis Kebakaran Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Analis Kebakaran Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Analis Kebakaran Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Analis Kebakaran Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Analis Kebakaran Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.