Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengamat Tera Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengamat Tera Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengamat Tera Terampil
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengamat Tera Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Pengumpulan dan penyajian data terkait alat ukur, alat takar, alat timbang dan alat perlengkapan, barang dalam keadaan terbungkus dan satuan ukuran
Pemeriksaan dan pengecekan unjuk kerja alat ukur, alat takar, alat timbang dan alat perlengkapan tingkat kesulitan I, pemeriksaan pelabelan dan pengujian barang dalam keadaan terbungkus yang dinyatakan dalam berat secara umum, dan jumlah hitungan, serta pemeriksaan satuan ukuran pada pengumuman
Penyuluhan bidang metrologi legal
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengamat Tera Terampil
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengamat Tera Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengamat Tera Terampil.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengamat Tera Terampil
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengamat Tera Terampil.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang No. 2 Tahun 1981, apa yang dimaksud dengan Alat Takar?
A. Alat yang digunakan untuk menentukan nilai panjang suatu benda.
B. Alat yang digunakan untuk menghitung jumlah satuan barang.
C. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu suatu zat.
D. Alat yang digunakan untuk menentukan massa suatu benda.
E. Alat yang dimaksudkan untuk mengukur kuantitas (volume) cairan atau barang curah.
Jawaban: E
Dalam UU No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, Alat Takar adalah alat yang dimaksudkan untuk mengukur kuantitas (volume) cairan atau barang curah.
Soal 2
Manakah di bawah ini yang merupakan satuan dasar untuk besaran massa dalam Sistem Internasional (SI)?
A. Gram
B. Miligram
C. Kuintal
D. Ton
E. Kilogram
Jawaban: E
Berdasarkan standar Metrologi Internasional dan UU Metrologi Legal, satuan dasar untuk massa adalah kilogram (kg).
Soal 3
Apa kepanjangan dari BDKT dalam ruang lingkup pengawasan metrologi legal?
A. Barang Dalam Keadaan Terbungkus
B. Barang Distribusi Kecil Teratur
C. Barang Dagangan Khusus Tertentu
D. Barang Dalam Kemasan Terpadu
E. Barang Dengan Kualitas Terjamin
Jawaban: A
BDKT adalah singkatan dari Barang Dalam Keadaan Terbungkus, yaitu barang yang ditempatkan dalam kemasan yang kuantitasnya ditentukan sebelum dijual.
Soal 4
Tujuan utama dari penyelenggaraan Metrologi Legal di Indonesia adalah untuk...
A. Meningkatkan pendapatan asli daerah melalui retribusi.
B. Mempercepat proses produksi di pabrik-pabrik besar.
C. Menyeragamkan harga barang di seluruh pasar tradisional.
D. Mengurangi jumlah pedagang di pasar ilegal.
E. Melindungi kepentingan umum/konsumen dalam hal kebenaran pengukuran.
Jawaban: E
Metrologi Legal bertujuan untuk melindungi kepentingan umum melalui jaminan kebenaran pengukuran dan ketertiban dalam penggunaan satuan ukuran, sesuai UU No. 2 Tahun 1981.
Soal 5
Dalam pemeriksaan unjuk kerja alat timbang tingkat kesulitan I, pengujian 'kembali ke nol' (zero return) bertujuan untuk...
A. Menghitung nilai kesalahan di tiap titik beban.
B. Menentukan kelas ketelitian timbangan tersebut.
C. Memastikan jarum atau angka penunjuk kembali ke posisi nol setelah beban diangkat.
D. Mengetahui kapasitas maksimum timbangan.
E. Menyesuaikan posisi timbangan agar tetap datar (leveling).
Jawaban: C
Pengujian unjuk kerja dasar pada timbangan meliputi pengecekan apakah alat kembali ke posisi nol dengan benar untuk menjamin konsistensi pengukuran.
Soal 6
Manakah yang merupakan informasi wajib yang harus ada pada label BDKT menurut regulasi?
A. Nama produsen dan alamat kantor pusat.
B. Kuantitas nominal (isi bersih) dan nama barang.
C. Harga jual eceran tertinggi (HET).
D. Daftar bahan tambahan pangan secara detail.
E. Barcode distributor resmi.
Jawaban: B
Berdasarkan Permendag No. 31/M-DAG/PER/10/2011 tentang BDKT, label wajib mencantumkan nama barang dan kuantitas nominal (isi bersih).
Soal 7
Tahapan awal dalam penyuluhan metrologi legal kepada masyarakat pedagang adalah...
A. Identifikasi kebutuhan dan karakteristik khalayak sasaran.
B. Memberikan sanksi denda di tempat.
C. Penyitaan alat ukur yang tidak bertanda tera.
D. Pembuatan laporan hasil pengawasan.
E. Langsung melakukan tera ulang massal.
Jawaban: A
Penyuluhan yang efektif dimulai dengan identifikasi masalah dan audiens agar materi edukasi Metrologi Legal tepat sasaran.
Soal 8
Data hasil pemeriksaan unjuk kerja alat ukur harus disajikan dalam bentuk...
A. Buku jurnal ilmiah internasional.
B. Surat kabar harian setempat.
C. Hanya catatan lisan kepada atasan.
D. Opini pribadi pengamat.
E. Berita acara yang memuat fakta dan data teknis.
Jawaban: E
Penyajian data hasil pengamatan harus bersifat formal, objektif, dan tertuang dalam dokumen resmi seperti Berita Acara.
Soal 9
Satuan ukuran yang dilarang digunakan dalam transaksi perdagangan di Indonesia sesuai UU Metrologi Legal adalah...
A. Kilogram
B. Inci (inch) untuk satuan luas tanah.
C. Gram
D. Meter
E. Liter
Jawaban: B
UU No. 2 Tahun 1981 mewajibkan penggunaan satuan SI. Penggunaan satuan non-SI (seperti inci atau depa) dilarang dalam transaksi resmi kecuali ditentukan lain.
Soal 10
Seorang Pengamat Tera menemukan pengumuman harga di pasar menggunakan satuan 'kaleng' untuk volume beras. Tindakan yang tepat adalah...
A. Memberikan edukasi agar menggunakan satuan liter atau kilogram.
B. Menghancurkan kaleng tersebut.
C. Langsung menangkap pedagang tersebut.
D. Meminta pedagang menaikkan harga.
E. Mengabaikan karena sudah menjadi kebiasaan.
Jawaban: A
Tugas pengamat tera adalah memberikan edukasi dan pengawasan satuan ukuran pada pengumuman agar sesuai dengan ketentuan Metrologi Legal.
Soal 11
Pemeriksaan visual pada BDKT dilakukan untuk mengecek...
A. Harga jual produk dibandingkan kompetitor.
B. Keamanan zat kimia kemasan.
C. Stok barang di gudang.
D. Kejelasan tulisan kuantitas nominal pada kemasan.
E. Rasa dari produk di dalamnya.
Jawaban: D
Pemeriksaan pelabelan BDKT secara visual bertujuan memastikan informasi kuantitas terbaca jelas oleh konsumen.
Soal 12
Alat Perlengkapan dalam istilah UTTP adalah...
A. Alat yang digunakan sebagai wadah cadangan.
B. Alat yang berfungsi sebagai tambahan pada UTTP untuk menjamin kebenaran.
C. Kendaraan operasional dinas.
D. Alat yang menentukan harga barang.
E. Pakaian dinas petugas tera.
Jawaban: B
Alat perlengkapan adalah alat yang dihubungkan dengan UTTP untuk keperluan tertentu (seperti printer pada timbangan digital atau segel).
Soal 13
Apa yang harus dilakukan jika ditemukan timbangan meja yang miring (tidak datar) saat pengecekan?
A. Memberi tanda tera sah.
B. Menambah beban di satu sisi agar seimbang.
C. Melakukan leveling atau mendatarkan alat terlebih dahulu.
D. Mencabut izin dagang pemilik.
E. Langsung menjustir beban timbal.
Jawaban: C
Kondisi datar (level) merupakan prasyarat unjuk kerja timbangan agar hasil penimbangan akurat.
Soal 14
Dalam metode penyuluhan, ceramah dan diskusi kelompok termasuk dalam jenis penyuluhan...
A. Massa
B. Elektronik
C. Rahasia
D. Kelompok
E. Individu
Jawaban: D
Diskusi kelompok dan ceramah terbatas adalah metode penyuluhan kelompok untuk meningkatkan pemahaman Metrologi Legal secara interaktif.
Soal 15
Penyajian data inventarisasi UTTP di sebuah pasar sebaiknya menggunakan...
A. Foto-foto selfie bersama pedagang.
B. Daftar harga sembako.
C. Denah lokasi parkir pasar.
D. Karangan bebas.
E. Tabel klasifikasi jenis UTTP.
Jawaban: E
Data inventarisasi teknis disajikan secara sistematis menggunakan tabel agar mudah dianalisis jumlah dan kondisi UTTP-nya.
Soal 16
Simbol satuan untuk liter yang benar sesuai Sistem Internasional adalah...
A. li
B. ltr
C. lt
D. L atau l
E. Lr
Jawaban: D
Simbol internasional untuk liter adalah huruf L besar atau l kecil.
Soal 17
Pemeriksaan terhadap tanda tera pada UTTP bertujuan untuk...
A. Mengecek keaslian merk dagang.
B. Menjamin alat telah melalui pengujian dan dinyatakan sah untuk digunakan.
C. Menilai estetika bentuk alat.
D. Memastikan alat dicuci dengan bersih.
E. Menentukan harga sewa alat.
Jawaban: B
Tanda tera adalah bukti bahwa UTTP telah lulus uji tera/tera ulang oleh pejabat yang berwenang.
Soal 18
Dalam BDKT, 'Kuantitas Nominal' adalah...
A. Jumlah barang yang rusak dalam pengiriman.
B. Berat kotor termasuk kemasan.
C. Berat maksimum yang bisa ditampung truk.
D. Harga barang per satuan berat.
E. Berat bersih barang yang tertulis pada label kemasan.
Jawaban: E
Kuantitas nominal adalah isi bersih atau berat bersih yang dinyatakan pada label oleh produsen BDKT.
Soal 19
Penyuluhan metrologi legal diharapkan dapat menciptakan budaya 'Tertib Ukur'. Apa maksudnya?
A. Pembeli selalu membawa timbangan sendiri dari rumah.
B. Pedagang tidak boleh berjualan di pinggir jalan.
C. Semua timbangan di pasar dicat warna yang sama.
D. Kebenaran pengukuran menjadi kesadaran dan keharusan dalam setiap transaksi.
E. Pedagang membayar pajak tepat waktu.
Jawaban: D
Tertib Ukur berarti penggunaan UTTP yang sah dan hasil pengukuran yang benar menjadi standar dalam perdagangan.
Soal 20
Manakah di bawah ini yang termasuk dalam kelompok Alat Ukur Panjang?
A. Anak Timbangan
B. Tangki ukur mobil.
C. Meteran saku (pita ukur)
D. Gelas ukur
E. Neraca elektronik
Jawaban: C
Meteran saku atau pita ukur digunakan untuk menentukan dimensi panjang, sehingga masuk kelompok Alat Ukur Panjang.
Soal 21 Premium
Batas Kesalahan yang Diizinkan (BKD) untuk BDKT dengan berat nominal 100 g menurut regulasi umumnya adalah...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengamat Tera Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengamat Tera Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Pengamat Tera Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengamat Tera Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengamat Tera Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengamat Tera Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengamat Tera Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.