SKB CPNS Penata Kadastral Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Kadastral Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Kadastral Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penata Kadastral Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Kadastral Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Dasar Pertanahan
Dasar Penyelenggaraan Penataan Ruang
Pemetaan
Pengukuran Bidang Tanah
Survei Pertanahan
Simulasi Tryout SKB CPNS Penata Kadastral Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kadastral Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penata Kadastral Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Penata Kadastral Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Kadastral Ahli Pertama.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1960 (UUPA), hak atas tanah yang memberikan wewenang untuk menggunakan tanah bagi keperluan yang berkaitan langsung dengan gedung dan bukan untuk usaha pertanian adalah...
A. Hak Pakai
B. Hak Pengelolaan
C. Hak Guna Usaha
D. Hak Guna Bangunan
E. Hak Milik
Jawaban: D
Berdasarkan Pasal 35 UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), Hak Guna Bangunan (HGB) adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri.
Soal 2
Asas pendaftaran tanah di Indonesia yang bertujuan memberikan kepastian hukum dengan menggunakan sistem publikasi negatif berunsur positif diatur dalam...
A. UU No. 26 Tahun 2007
B. PP No. 10 Tahun 1961
C. PP No. 24 Tahun 1997
D. PMNA No. 3 Tahun 1997
E. PP No. 18 Tahun 2021
Jawaban: C
Penyelenggaraan pendaftaran tanah untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.
Soal 3
Dalam hierarki pendaftaran tanah, kegiatan pemeliharaan data pendaftaran tanah dilakukan apabila terjadi perubahan pada data fisik atau data yuridis, contohnya adalah...
A. Penetapan batas kawasan hutan
B. Peralihan hak karena jual beli
C. Pengukuran pertama kali
D. Pembuatan peta dasar pendaftaran
E. Pemberian hak pertama kali
Jawaban: B
Sesuai PP No. 24 Tahun 1997, pemeliharaan data dilakukan jika ada perubahan data pendaftaran tanah yang telah terdaftar, seperti peralihan hak (jual beli, hibah, waris) atau pemecahan/penggabungan bidang tanah.
Soal 4
Instrumen pengganti izin pemanfaatan ruang dalam regulasi pasca UU Cipta Kerja yang menyatakan kesesuaian antara rencana kegiatan pemanfaatan ruang dengan RTR adalah...
A. Rencana Detail Tata Ruang
B. Sertifikat Laik Fungsi
C. Izin Mendirikan Bangunan
D. Persetujuan Bangunan Gedung
E. Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR)
Jawaban: E
Berdasarkan PP No. 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, KKPR adalah dokumen yang menyatakan kesesuaian rencana kegiatan pemanfaatan ruang dengan Rencana Tata Ruang (RTR).
Soal 5
Rencana tata ruang yang bersifat operasional dan menjadi dasar dalam pemberian KKPR untuk tingkat Kabupaten/Kota adalah...
A. RTR Kawasan Strategis
B. RTRW Kabupaten/Kota
C. RDTR (Rencana Detail Tata Ruang)
D. RTRW Nasional
E. RTRW Provinsi
Jawaban: C
Dalam PP No. 21 Tahun 2021, RDTR merupakan rencana rinci yang menjadi dasar utama dalam penerbitan KKPR karena memiliki skala ketelitian 1:5.000.
Soal 6
Sistem koordinat proyeksi yang secara resmi digunakan untuk pemetaan kadastral di Indonesia dengan lebar zona 3 derajat adalah...
A. Geografis (Lintang/Bujur)
B. Mercator
C. TM-3 (Transverse Mercator 3 Degree)
D. UTM (Universal Transverse Mercator)
E. Polyeder
Jawaban: C
Sesuai Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN Nomor 3 Tahun 1997, sistem koordinat nasional untuk keperluan pendaftaran tanah menggunakan proyeksi TM-3.
Soal 7
Datum geodetik yang saat ini menjadi acuan tunggal dalam survei dan pemetaan di Indonesia adalah...
A. DGN95
B. SRGI 2013
C. ID74
D. WGS 84
E. Besel 1841
Jawaban: B
Sistem Referensi Geospasial Indonesia (SRGI) 2013 adalah datum geodetik tunggal yang bersifat dinamis untuk semua kegiatan pemetaan di Indonesia, menggantikan DGN95.
Soal 8
Dalam pengukuran terestris, alat yang digunakan untuk mengukur sudut horizontal, sudut vertikal, dan jarak secara elektronik sekaligus adalah...
A. Theodolite Manual
B. Meteran Baja
C. Total Station
D. GPS Handheld
E. Waterpass
Jawaban: C
Total station adalah alat survei elektronik yang mengintegrasikan theodolite elektronik untuk sudut dan EDM (Electronic Distance Measurement) untuk jarak.
Soal 9
Pemasangan tanda batas bidang tanah harus dilakukan oleh pemegang hak dengan persetujuan pemilik tanah yang berbatasan. Asas ini disebut...
A. Asas Publisitas
B. Asas Spesialitas
C. Asas Kontradiktur Delimitasi
D. Asas Keamanan
E. Asas Legalitas
Jawaban: C
Asas Kontradiktur Delimitasi (Pasal 18 PP No. 24 Tahun 1997) mewajibkan penetapan batas bidang tanah dilakukan atas kesepakatan pemegang hak dengan pemilik tanah yang berbatasan.
Soal 10
Metode pengukuran GNSS yang menggunakan satu base station tetap dan rover yang bergerak untuk mendapatkan koordinat real-time dengan ketelitian centimeter adalah...
A. Rapid Statik
B. RTK (Real Time Kinematic)
C. Statik
D. Absolut
E. DGPS
Jawaban: B
RTK adalah metode pengukuran GNSS yang memberikan koreksi secara instan (real-time) sehingga posisi rover dapat diketahui langsung dengan akurasi tinggi.
Soal 11
Salah satu objek pendaftaran tanah menurut PP No. 24 Tahun 1997 yang merupakan hak atas tanah di atas permukaan bumi adalah...
A. Tanah Wakaf
B. Semua jawaban benar
C. Hak Guna Usaha
D. Hak Pakai
E. Hak Milik atas Satuan Rumah Susun
Jawaban: B
Objek pendaftaran tanah meliputi Hak Milik, HGU, HGB, Hak Pakai, Hak Pengelolaan, Tanah Wakaf, dan HMSRS sesuai Pasal 9 PP No. 24 Tahun 1997.
Soal 12
Badan hukum yang dapat memiliki Hak Milik atas tanah berdasarkan peraturan perundang-undangan (PP No. 38 Tahun 1963) antara lain...
A. Koperasi Pertanian
B. Lembaga Keagamaan
C. Bank Negara, Badan Keagamaan, dan Badan Sosial tertentu
D. Perseroan Terbatas umum
E. Bank-bank Negara
Jawaban: C
Berdasarkan PP No. 38 Tahun 1963, badan hukum yang dapat memiliki Hak Milik terbatas pada Bank-bank Negara, badan keagamaan, dan badan sosial yang ditunjuk pemerintah.
Soal 13
Penyelenggaraan Penataan Ruang meliputi kegiatan di bawah ini, kecuali...
A. Penjualan aset tanah negara
B. Pengaturan penataan ruang
C. Pembinaan penataan ruang
D. Pengawasan penataan ruang
E. Pelaksanaan penataan ruang
Jawaban: A
Pasal 1 UU No. 26 Tahun 2007 menyatakan penyelenggaraan penataan ruang meliputi pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan penataan ruang.
Soal 14
Berapakah skala ketelitian peta yang digunakan untuk dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten?
A. 1:250.000
B. 1:25.000
C. 1:5.000
D. 1:1.000.000
E. 1:50.000
Jawaban: E
Berdasarkan PP No. 21 Tahun 2021, peta RTRW Kabupaten menggunakan skala minimal 1:50.000.
Soal 15
Peta yang menggambarkan relief permukaan bumi dengan garis-garis yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian yang sama disebut...
A. Peta Hidrografi
B. Peta Tematik
C. Peta Topografi
D. Peta Chorografi
E. Peta Kadastral
Jawaban: C
Peta topografi menggambarkan fitur permukaan bumi termasuk relief yang direpresentasikan melalui garis kontur.
Soal 16
Penggunaan foto udara untuk mendapatkan data fisik bidang tanah secara digital disebut metode pengukuran...
A. Terestris
B. Barometris
C. Kartografis
D. Fotogrametris
E. Astronomis
Jawaban: D
Metode fotogrametris adalah metode pengukuran menggunakan sensor kamera pada wahana udara (pesawat/drone) untuk menghasilkan ortofoto sebagai dasar pemetaan bidang tanah.
Soal 17
Batas terluar zona TM-3 dihitung berdasarkan meridian sentral. Berapa lebar total satu zona proyeksi TM-3?
A. 9 derajat
B. 6 derajat
C. 3 derajat
D. 12 derajat
E. 1 derajat
Jawaban: C
Proyeksi TM-3 membagi zona UTM (6 derajat) menjadi dua, sehingga lebar zona TM-3 adalah 3 derajat.
Soal 18
Kegiatan pengukuran yang dilakukan untuk menentukan titik-titik kerangka dasar pemetaan (orde 2, 3, 4) disebut...
A. Pengukuran Topografi
B. Pengukuran Luas
C. Pengukuran Kerangka Dasar Kadastral (KDK)
D. Pengukuran Detail
E. Pengukuran Batas
Jawaban: C
KDK diukur sebagai titik acuan (bench mark) bagi pengukuran bidang-bidang tanah di suatu wilayah agar terintegrasi dalam sistem koordinat nasional.
Soal 19
Dalam pengukuran poligon, kesalahan penutup sudut terjadi karena ketidakakuratan pengukuran sudut horizontal. Rumus toleransi penutup sudut biasanya dinyatakan dalam fungsi...
A. Keliling poligon
B. Beda tinggi
C. Akar jumlah titik sudut (n)
D. Panjang total jalur
E. Luas bidang
Jawaban: C
Toleransi kesalahan penutup sudut poligon umumnya menggunakan rumus k√n, di mana k adalah konstanta ketelitian alat dan n adalah jumlah titik/sudut.
Soal 20
Apa nama dokumen yang memuat data fisik bidang tanah (hasil pengukuran) dan data yuridis (pemilik/hak) yang digunakan dalam proses pendaftaran tanah?
A. Peta Bidang Tanah
B. Daftar Isian 208
C. Sertipikat Elektronik
D. Buku Tanah dan Surat Ukur
E. Risalah Penelitian Data Yuridis
Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 24 Tahun 1997, Surat Ukur memuat data fisik, sedangkan Buku Tanah memuat data yuridis. Keduanya adalah dokumen dasar pendaftaran.
Soal 21 Premium
Menurut PP No. 18 Tahun 2021, jangka waktu pemberian Hak Guna Bangunan (HGB) di atas tanah negara untuk pertama kali adalah paling lama...
Data geospasial yang diperoleh dari LiDAR (Light Detection and Ranging) menghasilkan representasi permukaan bumi berupa kumpulan titik-titik koordinat 3D yang disebut...
Jika seorang petugas ukur melakukan pengukuran bidang tanah tanpa kehadiran pemilik tanah yang berbatasan (tanpa kesepakatan batas), dokumen hasil ukur tersebut dapat digugat karena melanggar...
Jika hasil pengukuran lapangan menunjukkan luas 250,45 m2, sedangkan pada data yuridis tercatat 250 m2, bagaimanakah rumus ambang batas (toleransi) perbedaan luas yang diperbolehkan menurut PMNA No. 3/1997?
Tanda batas bidang tanah (patok) yang dipasang pada sudut-sudut bidang tanah harus memenuhi spesifikasi teknis. Manakah bahan yang tidak lazim digunakan sebagai patok permanen?
Metode pengukuran terestris untuk menentukan koordinat titik baru dengan mengukur sudut dan jarak dari satu titik tetap yang sudah diketahui koordinatnya disebut...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Kadastral Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kadastral Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penata Kadastral Ahli Pertama
SKB CPNS Penata Kadastral Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Kadastral Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Kadastral Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Kadastral Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Kadastral Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.