SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Aplikasi-aplikasi dan layanan call center yang ada di BPOM
  • Sistem kerja dan proses bisnis di BPOM
  • Tata kerja dan organisasi BPOM
  • Kejadian terkait bahaya dan/atau risiko di bidang obat dan makanan
  • Gambaran visi, misi, dan budaya kerja POM
  • Kasus/kejadian kejahatan obat dan makanan
  • Regulasi yang berhubungan dengan bidang penindakan obat dan makanan
  • Regulasi dalam pengawasan fasilitas produksi obat, produk biologi, narkotika, psikotropika, dan prekursor
  • Prinsip-prinsip cara pembuatan obat yang baik (CPOB)
  • Regulasi dalam pengawasan fasilitas distribusi dan pelayanan kefarmasian (obat, produk biologi, narkotika, psikotropika, dan prekursor)
  • Prinsip-prinsip cara distribusi obat yang baik (CDOB)
  • Pengawasan fasilitas pelayanan kefarmasian (obat, produk biologi, narkotika, psikotropika, dan prekursor)
  • Regulasi pengawasan mutu obat
  • Regulasi pengawasan penandaan/label dan/atau iklan obat
  • Regulasi pengawasan penandaan/label dan/atau iklan/promosi produk tembakau
  • Regulasi pengawasan ekspor impor obat, narkotika, psikotropika, dan prekursor
  • Regulasi penerapan farmakovigilans
  • Regulasi tentang persyaratan teknis bahan kosmetik (terutama bahan dilarang) dan cemaran dalam kosmetik
  • Regulasi pengawasan iklan dan/atau promosi kosmetika
  • Regulasi pengawasan penandaan kosmetika
  • Regulasi dan prinsip-prinsip CPOTB dalam pengawasan sarana produksi obat bahan alam dan suplemen kesehatan
  • Regulasi dan prinsip-prinsip cara distribusi yang baik untuk obat bahan alam dalam pengawasan sarana distribusi obat bahan alam dan suplemen kesehatan
  • Regulasi pengawasan mutu dan keamanan obat bahan alam dan suplemen kesehatan
  • Regulasi dan tata cara pengawasan iklan obat bahan alam dan suplemen kesehatan
  • Regulasi dan tata cara pengawasan penandaan obat bahan alam dan suplemen kesehatan
  • Regulasi pengawasan pemasukan dan pengeluaran obat bahan alam dan suplemen kesehatan
  • Sistem farmakovigilans dan efek tidak diinginkan pada penggunaan obat bahan alam dan suplemen kesehatan
  • Regulasi terkait prinsip cara peredaran pangan olahan yang baik/sistem jaminan keamanan dan mutu pangan olahan di sarana peredaran
  • Regulasi terkait pengambilan contoh pangan dan tindak lanjut hasil pengujian pangan
  • Regulasi terkait kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan
  • Regulasi pengawasan iklan dan/atau promosi pangan olahan
  • Regulasi pengawasan penandaan dan/atau label pangan olahan
  • Regulasi pengawasan pemasukan dan pengeluaran pangan
  • Registrasi produk obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan
  • Pengetahuan dasar uji praklinik dan uji klinik obat bahan alam
  • Notifikasi produk kosmetika
  • Penilaian dokumen informasi produk
  • Pengetahuan tentang registrasi pangan olahan
  • Pengetahuan tentang label pangan olahan
  • Dasar-dasar pengujian kimia, pengujian kromatografi, spektrofotometri, dan disolusi
  • Dasar-dasar pengujian mikrobiologi, biologi molekuler, serta pengujian kualitatif dan kuantitatif mikroba spesifik
  • Pedoman penyusunan metodologi riset, metodologi kualitatif, dan metodologi kuantitatif
  • Rancangan materi penyuluhan/produk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE)
  • Kegiatan penyuluhan/produk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tingkat dasar
  • Konsep pengawasan obat dan makanan
  • Dasar hukum penyusunan rancangan Peraturan Perundang-Undangan, penyusunan Peraturan Badan POM, serta jenis dan hierarki Peraturan Perundang-Undangan

Simulasi Tryout SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama.

Soal 1
Dalam upaya mempermudah partisipasi masyarakat dalam pengawasan produk obat dan makanan, BPOM menyediakan aplikasi untuk mengecek Nomor Izin Edar produk. Kampanye yang selalu digaungkan oleh BPOM sebelum mengonsumsi produk adalah Cek KLIK. Kepanjangan dari KLIK yang benar adalah...
A. Kualitas, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa
B. Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa
C. Kualitas, Legalitas, Izin Edar, Kedaluwarsa
D. Kemasan, Legalitas, Izin Edar, Konsumsi
E. Kemasan, Label, Iklan, Kedaluwarsa
Jawaban: B
Cek KLIK adalah kampanye BPOM yang merupakan singkatan dari Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa untuk memastikan produk obat dan makanan aman dikonsumsi masyarakat.
Soal 2
Masyarakat yang ingin melaporkan adanya efek samping obat, kecurigaan produk palsu, atau ingin mendapatkan informasi terkait regulasi obat dan makanan dapat menghubungi Contact Center resmi BPOM. Nomor layanan Contact Center (Halo BPOM) adalah...
A. 1500111
B. 1500222
C. 119
D. 1500555
E. 1500533
Jawaban: E
Layanan Contact Center resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk pengaduan dan informasi adalah Halo BPOM di nomor 1500533.
Soal 3
Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SISPOM) yang diterapkan di Indonesia mengandalkan peran dari berbagai pihak agar berjalan efektif dan efisien. Tiga pilar utama dalam SISPOM tersebut adalah...
A. Pemerintah, Pelaku Usaha, dan Masyarakat/Konsumen
B. Pemerintah, Kepolisian, dan Tenaga Kesehatan
C. Pemerintah, Pelaku Usaha, dan Tenaga Kesehatan
D. Pelaku Usaha, Media Massa, dan Konsumen
E. Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Pemerintah Daerah
Jawaban: A
Tiga pilar Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SISPOM) adalah: (1) Pemerintah (BPOM/Instansi terkait) yang bertindak sebagai regulator dan pengawas, (2) Pelaku Usaha yang bertanggung jawab atas jaminan mutu produknya, dan (3) Masyarakat/Konsumen yang berdaya untuk melindungi dirinya sendiri dari produk berisiko.
Soal 4
Berdasarkan prinsip Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), pengelolaan produk rantai dingin (Cold Chain Product) seperti vaksin memerlukan perhatian khusus pada suhu penyimpanannya. Suhu standar untuk penyimpanan sebagian besar vaksin (seperti vaksin Hepatitis B, DPT, dan Polio) adalah...
A. 2 sampai 8 derajat Celsius
B. 15 sampai 25 derajat Celsius
C. Di bawah 0 derajat Celsius
D. -15 sampai -25 derajat Celsius
E. 8 sampai 15 derajat Celsius
Jawaban: A
Sesuai pedoman CDOB untuk penanganan produk rantai dingin (Cold Chain Product), vaksin dan serum pada umumnya harus disimpan pada suhu 2 hingga 8 derajat Celsius (chiller) untuk menjaga stabilitas dan efektivitasnya.
Soal 5
Dalam pengawasan kosmetika, BPOM melarang penggunaan bahan-bahan tertentu yang dapat membahayakan kesehatan manusia jika dioleskan pada kulit. Salah satu bahan berbahaya yang sering ditambahkan secara ilegal ke dalam krim pemutih wajah karena sifatnya menghambat melanin namun dapat memicu kerusakan ginjal dan saraf adalah...
A. Glycerin
B. Merkuri (Raksa)
C. Asam Salisilat
D. Titanium Dioksida
E. Niacinamide
Jawaban: B
Merkuri atau Raksa (Hg) sangat dilarang dalam sediaan kosmetika, terutama krim pencerah kulit, karena toksisitasnya yang tinggi. Paparan merkuri dapat menyebabkan iritasi kulit, kerusakan saraf (neurotoksik), ginjal, serta mengganggu perkembangan janin.
Soal 6
Tujuan dari penerapan program Farmakovigilans yang dilakukan oleh industri farmasi dan pemerintah (BPOM) di Indonesia adalah...
A. Mencegah peredaran obat palsu di pasar bebas
B. Menyusun regulasi ekspor dan impor produk biologi
C. Mengatur penetapan harga eceran tertinggi (HET) obat
D. Mendeteksi, menilai, memahami, dan mencegah efek samping atau masalah lain terkait penggunaan obat
E. Meningkatkan daya saing industri farmasi lokal dalam uji klinis
Jawaban: D
Berdasarkan pedoman BPOM dan WHO, Farmakovigilans adalah keilmuan dan aktivitas yang berkaitan dengan deteksi, penilaian, pemahaman, dan pencegahan efek samping obat (adverse effects) atau masalah lainnya yang terkait dengan penggunaan obat.
Soal 7
Obat bahan alam di Indonesia diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan berdasarkan uji klaim khasiat dan keamanannya. Golongan obat bahan alam yang klaim khasiatnya telah dibuktikan melalui uji praklinik (pada hewan coba) dan uji klinik (pada manusia) serta bahan bakunya telah distandardisasi disebut...
A. Obat Kuasi
B. Obat Herbal Terstandar (OHT)
C. Fitofarmaka
D. Jamu
E. Obat Tradisional Impor
Jawaban: C
Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, serta bahan baku dan produk jadinya telah di-standardisasi.
Soal 8
Penyusunan regulasi oleh BPOM harus tunduk pada hierarki Peraturan Perundang-undangan di Indonesia. Menurut UU No. 12 Tahun 2011 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 15 Tahun 2019, peraturan yang kedudukannya tepat berada di bawah UUD 1945 adalah...
A. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (Tap MPR)
B. Peraturan Pemerintah
C. Peraturan Presiden
D. Peraturan Daerah Provinsi
E. Undang-Undang / Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
Jawaban: A
Sesuai Pasal 7 ayat (1) UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, hierarkinya adalah: UUD NRI 1945, Ketetapan MPR, UU/Perppu, PP, Peraturan Presiden, Perda Provinsi, dan Perda Kabupaten/Kota.
Soal 9
Berdasarkan Peraturan BPOM mengenai Label Pangan Olahan, setiap produk pangan olahan dalam kemasan wajib mencantumkan beberapa informasi dasar pada labelnya. Berikut ini informasi yang BUKAN merupakan kewajiban mutlak (bersifat opsional/tergantung jenis produk tertentu) pada kemasan pangan olahan reguler adalah...
A. Klaim fungsi zat gizi
B. Daftar bahan yang digunakan
C. Keterangan kedaluwarsa
D. Nomor izin edar
E. Nama produk
Jawaban: A
Klaim fungsi zat gizi bersifat opsional dan hanya boleh dicantumkan jika produk tersebut memenuhi syarat kandungan gizi tertentu yang ditetapkan BPOM. Sedangkan nama produk, daftar bahan, kedaluwarsa, dan nomor izin edar adalah informasi wajib menurut PP tentang Label Pangan.
Soal 10
Tujuan utama diterapkannya Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di industri farmasi adalah untuk memastikan produk obat dibuat dan dikendalikan secara konsisten sesuai dengan standar mutu. Salah satu prinsip krusial dalam ruang produksi CPOB adalah pengendalian aliran udara untuk mencegah...
A. Kontaminasi silang antar produk
B. Peningkatan kapasitas produksi secara berlebihan
C. Keterlambatan proses pengemasan sekunder
D. Pencurian produk jadi
E. Penyalahgunaan bahan baku narkotika
Jawaban: A
Salah satu fokus utama dari persyaratan CPOB dalam desain fasilitas (seperti tata udara/HVAC, tekanan udara negatif/positif) adalah meminimalisasi risiko kontaminasi produk oleh partikulat, mikroba, serta mencegah terjadinya kontaminasi silang (cross-contamination) antar bahan atau produk yang berbeda.
Soal 11
Apabila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan di suatu daerah, tindakan respons cepat (rapid response) yang paling tepat dilakukan oleh tim Pengawas Farmasi dan Makanan bersama tenaga kesehatan setempat adalah...
A. Merevisi Peraturan Pemerintah mengenai keamanan pangan
B. Menutup pabrik pembuat pangan di seluruh Indonesia secara permanen pada hari itu juga
C. Memberikan ganti rugi uang tunai langsung kepada korban keracunan
D. Menangkap semua panitia acara dan memenjarakannya
E. Melakukan investigasi epidemiologi serta mengamankan sisa sampel makanan dan/atau muntahan untuk diuji laboratorium
Jawaban: E
Dalam penanganan KLB Keracunan Pangan, tindakan prioritas selain penanganan medis korban adalah investigasi lapangan, termasuk pengamanan dan pengambilan sampel (makanan sisa, usap alat, muntahan, feses) untuk diuji laboratorium guna mencari sumber penyebab (etiologi) racun.
Soal 12
Dalam regulasi pengiklanan obat di Indonesia, obat yang boleh diiklankan kepada masyarakat umum secara langsung (misalnya melalui televisi atau media cetak) terbatas pada penggolongan...
A. Obat Wajib Apotek (OWA)
B. Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas
C. Obat Psikotropika Golongan IV
D. Obat Keras dan Narkotika
E. Hanya Obat Generik Berlogo
Jawaban: B
Berdasarkan peraturan tentang iklan obat, hanya obat golongan Obat Bebas (logo lingkaran hijau) dan Obat Bebas Terbatas (logo lingkaran biru) yang dizinkan diiklankan langsung ke masyarakat luas (Direct-to-Consumer Advertising), tentunya setelah rancangan iklannya disetujui BPOM.
Soal 13
Dalam pengawasan fasilitas farmasi, dikenal istilah Prekursor Farmasi, yaitu bahan kimia yang selain digunakan sebagai bahan baku obat, juga berpotensi disalahgunakan untuk pembuatan narkotika/psikotropika secara gelap. Salah satu contoh bahan aktif obat yang termasuk prekursor farmasi adalah...
A. Ibuprofen
B. Pseudoefedrin
C. Parasetamol
D. Vitamin C
E. Amoksisilin
Jawaban: B
Pseudoefedrin dan Efedrin lazim digunakan sebagai dekongestan dalam obat flu, namun masuk kategori Prekursor Farmasi karena dapat diekstraksi dan diubah menjadi metamfetamin (shabu) dalam laboratorium gelap. Pengawasannya diatur secara ketat.
Soal 14
Sebelum produk kosmetika diedarkan di wilayah Indonesia, pelaku usaha wajib mendaftarkan notifikasi kosmetika kepada BPOM. Berapa lama masa berlaku izin notifikasi kosmetika tersebut sejak tanggal diterbitkan?
A. 1 tahun
B. 3 tahun
C. 5 tahun
D. 2 tahun
E. 10 tahun
Jawaban: B
Berdasarkan Peraturan BPOM tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika, nomor notifikasi kosmetika berlaku selama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang sebelum habis masa berlakunya.
Soal 15
Pemasukan (impor) produk obat, kosmetika, obat tradisional, dan suplemen kesehatan ke wilayah pabean Indonesia harus mendapat persetujuan izin masuk dari Kepala BPOM yang dituangkan dalam dokumen yang disebut...
A. Nomor Induk Berusaha (NIB)
B. Sertifikat Cara Pembuatan yang Baik (GMP)
C. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
D. Certificate of Analysis (CoA)
E. Surat Keterangan Impor (SKI)
Jawaban: E
Surat Keterangan Impor (SKI) merupakan dokumen surat persetujuan pemasukan (impor) yang diterbitkan oleh Badan POM untuk komoditas obat dan makanan ke dalam wilayah Indonesia untuk tujuan peredaran.
Soal 16
Dalam perannya memberdayakan masyarakat, BPOM sering mengadakan kegiatan KIE. Kepanjangan dan tujuan esensial dari KIE dalam konteks pengawasan obat dan makanan adalah...
A. Kerjasama, Investigasi, Evaluasi; bertujuan menghukum pelaku usaha nakal
B. Komunikasi, Informasi, Edukasi; bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat agar cerdas memilih obat dan makanan aman
C. Kinerja, Integritas, Etika; bertujuan membina kedisiplinan pegawai BPOM
D. Koordinasi, Informasi, Empati; bertujuan melayani keluhan pelanggan di call center
E. Kualitas, Izin, Efisiensi; bertujuan mempercepat proses perizinan
Jawaban: B
KIE adalah singkatan dari Komunikasi, Informasi, dan Edukasi. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan edukasi ke masyarakat agar menjadi konsumen cerdas, mampu memilih dan menggunakan obat serta makanan yang aman, bermanfaat, dan bermutu.
Soal 17
Pada teknik analisis kromatografi (seperti Kromatografi Cair Kinerja Tinggi / KCKT), pemisahan komponen campuran dalam sebuah sampel terjadi berdasarkan perbedaan...
A. Berat molekul senyawa yang ditembakkan elektron
B. Daya hantar listrik tiap komponen di dalam pelarut asam
C. Warna dan bau senyawa saat dipanaskan
D. Titik didih masing-masing komponen di udara terbuka
E. Sifat distribusi/afinitas komponen antara fase diam (*stationary phase*) dan fase gerak (*mobile phase*)
Jawaban: E
Prinsip dasar kromatografi adalah pemisahan zat berdasarkan interaksi atau perbedaan distribusi (partisi, adsorpsi, pertukaran ion, dll) zat terlarut antara dua fase, yaitu fase diam (yang tidak bergerak) dan fase gerak (yang mengalir membawa sampel).
Soal 18
Pengujian mikrobiologi pada produk pangan maupun obat tradisional sering menetapkan parameter Angka Lempeng Total (ALT). Tujuan dari uji ALT ini adalah...
A. Menentukan jumlah total mikroba mesofil aerob (bakteri, ragi, jamur) yang dapat tumbuh pada media padat yang sesuai
B. Mengukur kadar logam berat dengan bantuan mikroskop elektron
C. Mendeteksi ada tidaknya virus berbahaya di dalam sampel air
D. Menghitung secara spesifik jumlah bakteri Escherichia coli dalam sampel
E. Mengetahui potensi antimikroba dari obat tradisional
Jawaban: A
Angka Lempeng Total (ALT) atau Total Plate Count (TPC) adalah metode untuk menghitung perkiraan jumlah total mikroorganisme aerobik mesofilik yang dapat tumbuh dan membentuk koloni pada media agar nutrisi yang diinkubasi pada kondisi standar.
Soal 19
Penelitian mengenai khasiat obat baru atau obat tradisional yang dikembangkan menjadi Fitofarmaka harus melewati serangkaian uji klinik. Uji klinik Fase I (pertama) utamanya ditujukan untuk...
A. Menentukan harga jual obat di apotek
B. Mengetahui keamanan awal (safety) dan profil farmakokinetik pada sekelompok kecil sukarelawan sehat
C. Membandingkan obat baru dengan obat standar di pasar (post-marketing surveillance)
D. Melihat efektivitas (khasiat) obat pada kelompok pasien sakit dalam skala besar
E. Menguji obat pada hewan laboratorium (tikus, kelinci)
Jawaban: B
Uji Klinik Fase 1 bertujuan utama menilai keamanan (safety), tolerabilitas, dan farmakokinetik obat baru pada manusia, yang umumnya dilakukan pada sejumlah kecil subjek sukarelawan yang sehat (kecuali untuk beberapa obat toksik seperti kanker).
Soal 20
Visi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia saat ini memiliki fokus yang jelas untuk mewujudkan Indonesia maju. Visi BPOM tersebut adalah...
A. Menjadi institusi pengawas kelas dunia yang mandiri dan menghasilkan PAD maksimal bagi negara
B. Melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk impor yang tidak memenuhi syarat
C. Mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan terbebas dari obat palsu secara mandiri
D. Menjamin semua industri farmasi mencapai standar dunia di bawah naungan Kementerian Kesehatan
E. Obat dan Makanan aman, bermutu, dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong
Jawaban: E
Visi BPOM adalah: "Obat dan Makanan aman, bermutu, dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong".
Soal 21 Premium
Nomor izin edar untuk produk pangan olahan yang terdaftar di BPOM dibedakan kodenya berdasarkan asal usul produksi produk tersebut. Kode awalan 'BPOM RI MD' menandakan bahwa...
A. Pangan olahan tersebut diproduksi oleh industri rumah tangga
B. Pangan olahan tersebut diimpor dari luar wilayah Indonesia
C. Pangan olahan tersebut memiliki klaim medis/obat
D. Pangan olahan tersebut diproduksi di dalam negeri (Makanan Dalam)
E. Pangan olahan tersebut bebas dari bahan pengawet
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Dalam regulasi tentang periklanan dan promosi kosmetika, klaim yang BUKAN merupakan batasan ruang lingkup kosmetik dan oleh karena itu DILARANG untuk diiklankan adalah...
A. Menjaga kelembaban bibir agar tidak pecah-pecah
B. Mencerahkan kulit yang kusam
C. Membersihkan kotoran dari pori-pori wajah
D. Menyembuhkan infeksi jerawat batu secara tuntas
E. Mengharumkan tubuh sepanjang hari
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Sesuai regulasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan pedoman registrasi, bentuk sediaan tertentu dilarang diproduksi dan diedarkan sebagai Obat Tradisional. Manakah dari sediaan berikut yang dilarang didaftarkan sebagai obat tradisional di Indonesia?
A. Sediaan tetes mata (tetes oftalmik)
B. Kapsul ekstrak daun dewa
C. Serbuk instan (effervescent)
D. Cairan obat luar (untuk gosok)
E. Koyo (Plester)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Penggolongan Obat Bahan Alam di Indonesia memiliki penandaan logo khusus pada kemasannya. Produk dengan logo berupa 'tiga pasang jari daun yang bercabang (hijau) terletak di dalam lingkaran' menunjukkan bahwa produk tersebut tergolong sebagai...
A. Obat Herbal Terstandar (OHT)
B. Obat Kuasi
C. Jamu
D. Fitofarmaka
E. Suplemen Kesehatan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Dalam pengujian mutu sediaan farmasi padat (seperti tablet atau kapsul), Uji Disolusi merupakan parameter kritis. Tujuan utama dari uji disolusi adalah...
A. Menilai waktu hancur fisik tablet di dalam lambung (tanpa pelarutan zat aktif)
B. Mendeteksi keberadaan logam berat pada pewarna tablet
C. Mengetahui kekerasan mekanis tablet agar tidak hancur saat distribusi
D. Mengukur laju dan jumlah pelepasan (pelarutan) zat aktif obat dari sediaan ke dalam media cair secara *in vitro* sebagai prediksi ketersediaan hayati (*in vivo*)
E. Menghitung bobot rata-rata tablet dalam satu batch produksi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Budaya organisasi BPOM menjadi landasan nilai yang harus dimiliki setiap pegawai dalam melaksanakan tugas pengawasan. Nilai-nilai tersebut sering disingkat menjadi PIKKI dan Cepat Tanggap. 'I' yang pertama dalam akronim tersebut melambangkan...
A. Inovatif
B. Integritas
C. Independen
D. Interaktif
E. Inteligensi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Peraturan tentang pengelolaan Narkotika dan Psikotropika di sarana pelayanan kefarmasian (Apotek) mewajibkan penyimpanan pada lemari khusus. Spesifikasi lemari penyimpanan Narkotika yang benar menurut regulasi Kemenkes/BPOM adalah...
A. Terbuat dari plastik akrilik, ditempelkan pada dinding setinggi minimal 2 meter
B. Digabung di etalase depan bersama obat keras lainnya agar cepat dilayani
C. Disimpan pada lemari es dengan suhu 2-8 derajat Celcius tanpa kunci
D. Terbuat dari bahan kayu atau bahan lain yang kuat, tidak mudah dipindahkan, memiliki 2 (dua) pintu/kunci yang berbeda
E. Terbuat dari kaca transparan agar mudah diawasi, dilengkapi 1 kunci
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Setiap pelaku usaha di bidang kosmetika wajib memiliki dan memelihara Dokumen Informasi Produk (DIP). Berdasarkan regulasi BPOM, pihak yang bertanggung jawab untuk menyimpan DIP dan harus mampu menunjukkannya kepada pengawas BPOM saat dilakukan audit/inspeksi adalah...
A. Hanya Apotek yang menjual kosmetik tersebut
B. Badan Pusat Statistik (BPS)
C. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
D. Industri Kosmetik atau Pemohon Notifikasi (Importir/Distributor/Pemilik Merek)
E. Puskesmas di tempat produksi dilakukan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Berdasarkan regulasi yang berlaku, batasan dan definisi Suplemen Kesehatan secara prinsip membedakannya dengan obat konvensional. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan karakteristik Suplemen Kesehatan?
A. Selalu membutuhkan resep dokter untuk pembeliannya di apotek
B. Bertujuan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan, dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan, namun tidak ditujukan untuk mengobati penyakit
C. Hanya mengandung bahan kimia sintesis dengan dosis lazim farmakologi
D. Diberikan secara injeksi/intravena untuk hasil yang cepat
E. Ditujukan secara spesifik untuk menyembuhkan penyakit infeksi dan diabetes
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Dalam pengawasan post-market, penarikan produk (recall) yang diduga membahayakan kesehatan masyarakat bisa diinisiasi oleh industri farmasi itu sendiri, atau diperintahkan oleh BPOM. Penarikan yang diperintahkan langsung secara sepihak oleh Kepala BPOM karena ditemukan unsur bahaya yang serius disebut...
A. Silent Recall
B. Mandatory Recall
C. Voluntary Recall
D. Marketing Recall
E. Routine Recall
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Metode *Polymerase Chain Reaction* (PCR) sering diaplikasikan oleh laboratorium biologi molekuler BPOM dalam pengujian kehalalan produk makanan (contoh: deteksi DNA babi/porcine). Prinsip dasar dari uji PCR adalah...
A. Menggandakan/mengamplifikasi segmen DNA spesifik secara *in vitro* menggunakan variasi suhu dan enzim polimerase
B. Menumbuhkan sel hewan pada cawan petri agar dapat dilihat dengan mata telanjang
C. Mengukur serapan cahaya ultraviolet oleh partikel bakteri dalam pelarut
D. Membakar sampel hingga menjadi abu untuk mendeteksi unsur karbon
E. Memisahkan DNA berdasarkan titik didih senyawa organiknya
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Bagi seorang evaluator atau peneliti di Badan POM, memahami pedoman metodologi riset sangat penting. Ciri utama yang membedakan penelitian kuantitatif dibandingkan dengan penelitian kualitatif adalah...
A. Bertujuan menemukan teori dari fenomena sosial (Grounded Theory)
B. Berbasis pada pengukuran variabel menggunakan angka, analisis statistik, dan pengujian hipotesis
C. Mengandalkan wawancara mendalam yang subjektif dan berfokus pada makna teks
D. Hanya menggunakan sampel kecil maksimal 5 orang untuk generalisasi
E. Banyak digunakan dalam ilmu humaniora dan sastra kuno
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Dalam hierarki pembuatan regulasi internal di instansi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dokumen hukum yang disebut 'Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Peraturan Badan POM)' ditandatangani dan ditetapkan oleh...
A. Presiden Republik Indonesia
B. Deputi Bidang Pengawasan
C. Kepala Badan POM
D. Direktur Jenderal Farmasi
E. Menteri Kesehatan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Tindak lanjut hasil pengujian pangan sangat bergantung pada metode pengambilan contoh (sampling) di sarana peredaran. Syarat mutlak dalam tata cara pengambilan sampel (contoh) produk untuk analisis laboratorium *pro-justitia* (penegakan hukum) adalah...
A. Sampel diambil secara representatif/acak, didokumentasikan dengan Berita Acara, dan disegel dengan baik agar tidak rusak/diubah
B. Sampel cukup dilaporkan secara verbal kepada kepala dinas tanpa perlu bukti fisik
C. Sampel hanya boleh diambil jika pemilik toko tidak ada di tempat
D. Sampel harus berupa sisa buangan (waste) yang tidak layak jual
E. Sampel diambil dari produk yang paling murah harganya
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Pengawasan mutu obat tradisional mencakup batasan ketat terhadap cemaran logam berat yang berbahaya bagi fungsi organ tubuh. Menurut peraturan BPOM, empat jenis logam berat yang wajib diuji dan dibatasi kadarnya dalam sediaan obat tradisional adalah...
A. Natrium (Na), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg)
B. Aluminium (Al), Platinum (Pt), Kobalt (Co), Nikel (Ni)
C. Arsen (As), Timbal (Pb), Kadmium (Cd), Merkuri (Hg)
D. Emas (Au), Perak (Ag), Tembaga (Cu), Seng (Zn)
E. Besi (Fe), Mangan (Mn), Belerang (S), Klor (Cl)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Regulasi pengawasan promosi dan iklan produk tembakau/rokok di media penyiaran sangat dibatasi oleh pemerintah. Salah satu larangan mutlak yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah terkait promosi produk tembakau di televisi adalah...
A. Boleh menampilkan anak-anak yang menggunakan pakaian seragam
B. Iklan harus berdurasi lebih dari 5 menit
C. Dilarang memperagakan, menggunakan, dan/atau menampilkan wujud rokok secara visual
D. Hanya boleh diiklankan pada hari Minggu
E. Diwajibkan menampilkan dokter yang menyarankan merokok
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Sistem farmakovigilans di Indonesia mengatur mekanisme pelaporan efek samping obat dari Tenaga Kesehatan maupun Industri Farmasi ke Pusat Farmakovigilans/BPOM. Dokumen pelaporan kejadian efek tidak diinginkan tersebut secara tradisional dikenal sebagai...
A. Formulir Biru (Narkotika)
B. Buku Hijau Impor
C. Buku Merah Laporan
D. Formulir Putih (CPOB)
E. Formulir Kuning (MESO)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Penelitian farmakologi praklinik sangat penting sebelum uji klinis obat. Uji yang bertujuan untuk mengetahui derajat efek toksik suatu zat pada hewan uji setelah pemberian dosis tunggal atau dosis berulang dalam waktu 24 jam, yang sering digunakan untuk menentukan nilai LD50, disebut...
A. Uji Teratogenik
B. Uji Toksisitas Subkronis
C. Uji Toksisitas Kronis
D. Uji Mutagenik
E. Uji Toksisitas Akut
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Dalam melakukan penindakan kejahatan di bidang obat dan makanan, BPOM memiliki pejabat khusus yang disebut PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil). Kewenangan PPNS BPOM dilaksanakan sesuai koridor hukum yang diatur secara umum dalam...
A. KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)
B. UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
C. UU Ketenagakerjaan
D. UU Perlindungan Konsumen saja
E. KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Untuk melindungi pemberian ASI eksklusif dan kesehatan bayi, pemerintah menetapkan regulasi yang sangat ketat terhadap promosi produk pangan bayi. Pangan olahan yang DILARANG MUTLAK untuk diiklankan di media massa atau dipromosikan ke masyarakat umum adalah...
A. Susu pasteurisasi kemasan siap minum
B. Sereal tinggi kalsium untuk anak sekolah
C. Susu UHT untuk orang dewasa
D. Susu Formula Bayi (untuk usia 0-6 bulan)
E. Biskuit gandum penambah energi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Menurut standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), Fasilitas Distribusi (PBF) harus memastikan bahwa mereka memperoleh pasokan obat dari pihak yang sah. Proses mengevaluasi keabsahan, izin, dan rekam jejak mutu dari calon pihak penjual (pemasok) sebelum melakukan transaksi disebut...
A. Validasi Pembersihan (Cleaning Validation)
B. Kualifikasi Pemasok (Supplier Qualification)
C. Manajemen Risiko Mutu (Quality Risk Management)
D. Kualifikasi Pelanggan (Customer Qualification)
E. Inspeksi Diri (Self Inspection)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Dalam Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), area bersih untuk pembuatan sediaan steril dibagi menjadi beberapa kelas (A, B, C, dan D). Area di mana proses kritis seperti pengisian produk ke dalam ampul atau vial yang mensyaratkan udara aliran laminar super bersih dengan partikel minimal, tergolong pada...
A. Kelas C
B. Kelas A
C. Kelas E
D. Kelas D
E. Kelas B
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Pencantuman informasi gizi yang menonjolkan sifat tertentu dari suatu pangan (misal: 'Tinggi Kalsium' atau 'Rendah Lemak') pada label pangan kemasan dikenal dengan istilah...
A. Klaim Penyakit
B. Klaim Fungsi Zat Gizi
C. Klaim Medis
D. Klaim Perbandingan
E. Klaim Kandungan Zat Gizi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Secara hierarki organisasi tata kerja pemerintahan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada...
A. Menteri Kesehatan
B. Menteri Dalam Negeri
C. Menteri Perindustrian
D. Presiden Republik Indonesia
E. Menteri Perdagangan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Sebuah tim KIE BPOM akan menyusun materi sosialisasi mengenai bahaya jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Jika target audiens adalah pedagang jamu tradisional di pasar tradisional yang rata-rata usianya di atas 50 tahun, strategi desain produk KIE yang paling efektif adalah...
A. Menggunakan poster/leaflet bergambar jelas dengan huruf besar, kalimat sederhana, dan pendekatan persuasif kultural
B. Menyelenggarakan webinar teknis melalui aplikasi Zoom Meeting
C. Menyusun buku tebal berisi daftar regulasi dan sanksi pidana tanpa gambar
D. Membuat video pendek berdurasi 3 detik di platform TikTok
E. Membuat jurnal ilmiah dalam bahasa Inggris untuk diunduh
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Dalam analisis kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis, pengukuran kadar suatu zat terlarut (konsentrasi) didasarkan pada proporsionalitas serapan cahaya oleh sampel. Prinsip tersebut mengikuti...
A. Hukum Lambert-Beer
B. Hukum Termodinamika
C. Hukum Boyle-Mariotte
D. Hukum Raoult
E. Hukum Archimedes
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Fasilitas pelayanan kefarmasian berupa Apotek wajib memiliki seorang Apoteker Penanggung Jawab (APJ). Dokumen legal yang wajib dimiliki oleh seorang apoteker sebagai tanda bukti kewenangan secara hukum untuk melaksanakan praktik di fasilitas tersebut adalah...
A. Sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB)
B. Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA)
C. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
D. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Klinik
E. Surat Tanda Registrasi Dokter (STRD)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Selain obat modern dan obat tradisional, BPOM juga meregistrasi kategori 'Obat Kuasi'. Ciri khas dari Obat Kuasi yang membedakannya dengan kategori obat keras adalah...
A. Hanya boleh diberikan melalui resep dokter
B. Berupa produk sediaan luar atau oral yang digunakan tanpa resep dokter untuk mengatasi keluhan atau gangguan ringan pada tubuh
C. Merupakan campuran antara racun serangga dan jamu
D. Sediaan yang hanya mengandung antibiotik murni
E. Diproduksi khusus menggunakan teknik rekayasa genetika tinggi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Untuk menjamin mutu dan keamanan pangan olahan pada sarana produksi maupun peredaran, BPOM mendorong penerapan sistem jaminan keamanan pangan yang mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya signifikan. Sistem pencegahan bahaya (hazard) yang diakui internasional ini dikenal dengan singkatan...
A. SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)
B. HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points)
C. SOP (Standard Operating Procedure)
D. MSDS (Material Safety Data Sheet)
E. ISO 9001 (International Organization for Standardization)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Kasus kejahatan di bidang obat yang merupakan ancaman besar bagi pasien adalah beredarnya 'Obat Palsu'. Berdasarkan definisi hukum dan regulasi, obat palsu diartikan sebagai...
A. Obat generik yang dijual dengan harga lebih murah dari harga apotek
B. Obat yang telah melewati batas tanggal kedaluwarsa satu tahun
C. Obat tradisional yang lupa mendaftarkan perpanjangan izin
D. Obat yang diproduksi oleh pihak yang tidak berhak berdasarkan peraturan atau diproduksi dengan penandaan yang meniru identitas obat lain yang sah
E. Obat impor yang tidak memiliki label berbahasa Indonesia
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama

SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.