SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
  • PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama
  • Memahami terkait syarat pendirian rumah ibadat
  • memahami regulasi tentang pengelolaan dana punia
  • Keputusan Dirjen Bimas Hindu No 85 Tahun 2023
  • Menjelaskan dasar-dasar komunikasi efektif
  • Deteksi dini konflik sosial
  • Menerapkan teknologi dalam bimbingan penyuluhan
  • Memahami kitab suci Weda
  • Memahami Sejarah Agama Hindu
  • Memahami Nyanyian
  • Memahami Tri Kerangka Dasar Agama Hindu (sradha dan bhakti, susila dan acara)
  • Konsep Tri Murti
  • Menganalisis Karmapala
  • Menganalisis pemikiran dalam Dharsana
  • Menganalisis status Pandita dan Pinandita
  • Menganalisis tugas dan kewajiban orang suci
  • Menganalisis Tri Parartha
  • Menganalisis Catur Guru
  • Menganalisis Tri Hita Karana
  • Menganalisis Tri Sandhya dan dinika upasana
  • Menilai persembahyangan

Simulasi Tryout SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu.

Soal 1
Berdasarkan PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional, salah satu prinsip dasar pengelolaan kinerja Pejabat Fungsional adalah...
A. Angka kredit ditentukan oleh tim penilai dari instansi pembina pusat
B. Pejabat Fungsional bekerja secara mandiri tanpa terikat dengan target unit kerja
C. Kinerja diukur berdasarkan pencapaian ekspektasi kinerja yang disepakati dengan pimpinan
D. Kenaikan pangkat hanya dapat diajukan setelah masa kerja 4 tahun
E. Penilaian berbasis semata-mata pada jumlah angka kredit tahunan
Jawaban: C
PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 mengubah paradigma JF dari berbasis butir kegiatan menjadi berbasis pencapaian ekspektasi kinerja organisasi yang disepakati bersama pimpinan (dialog kinerja).
Soal 2
Menurut PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2021, unsur kegiatan tugas jabatan fungsional Penyuluh Agama yang dapat dinilai angka kreditnya meliputi...
A. Pembuatan regulasi, penetapan anggaran, dan distribusi dana punia
B. Pengawasan, pemeriksaan, dan pelaporan keuangan umat
C. Pendirian, pengelolaan, dan pengawasan rumah ibadah
D. Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi bimbingan, dan pengembangan profesi
E. Pelaksanaan ritual, pemungutan dana umat, dan pendaftaran umat
Jawaban: D
PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2021 menyebutkan unsur kegiatan Penyuluh Agama meliputi persiapan/perencanaan, pelaksanaan, evaluasi/pelaporan bimbingan dan penyuluhan, serta pengembangan profesi.
Soal 3
Berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006, pendirian rumah ibadat harus memenuhi persyaratan khusus, di antaranya daftar nama dan KTP pengguna rumah ibadat paling sedikit berjumlah...
A. 80 orang
B. 60 orang
C. 120 orang
D. 100 orang
E. 90 orang
Jawaban: E
Sesuai PBM No 9 dan No 8 Tahun 2006 Pasal 14 ayat (2), salah satu syarat khusus pendirian rumah ibadat adalah daftar nama dan KTP pengguna rumah ibadat paling sedikit 90 (sembilan puluh) orang yang disahkan oleh pejabat setempat.
Soal 4
Dalam regulasi dan tata kelola keuangan keagamaan Hindu, dana punia yang dikumpulkan dari umat ditujukan untuk...
A. Pembiayaan operasional pemerintahan desa adat
B. Hanya diserahkan kepada para sulinggih dan pemangku
C. Diinvestasikan sepenuhnya pada bursa saham nasional
D. Kepentingan keagamaan, kemanusiaan, dan kesejahteraan umat
E. Keuntungan bisnis lembaga agama setempat
Jawaban: D
Dana Punia merupakan pemberian yang tulus ikhlas yang regulasi pengelolaannya diarahkan untuk kepentingan keagamaan (parahyangan), kemanusiaan, dan kesejahteraan umat secara transparan dan akuntabel.
Soal 5
Keputusan Dirjen Bimas Hindu No 85 Tahun 2023 mengatur tentang...
A. Tata Cara Pemilihan Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia
B. Pedoman Pengelolaan Dana Punia Nasional
C. Kurikulum Pendidikan Keagamaan Hindu Pasraman
D. Standar Nasional Pendirian Pura di Indonesia
E. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Hindu
Jawaban: E
Kepdirjen Bimas Hindu Nomor 85 Tahun 2023 diterbitkan sebagai Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Hindu untuk menyesuaikan dengan PermenPANRB terkait Jabatan Fungsional.
Soal 6
Dalam melaksanakan bimbingan, seorang Penyuluh Agama Hindu harus menguasai dasar komunikasi efektif yang sering disebut empati, yang berarti...
A. Hanya menyampaikan pesan searah tanpa peduli respons
B. Memposisikan diri untuk memahami perasaan dan pikiran umat yang disuluh
C. Menghindari segala bentuk dialog atau tanya jawab
D. Berbicara dengan suara lantang di depan orang banyak
E. Kemampuan mendiktekan ajaran agama dengan tegas
Jawaban: B
Empati dalam komunikasi efektif berarti kemampuan seseorang untuk memahami pikiran, perasaan, dan kondisi orang lain dari sudut pandang mereka, yang sangat penting bagi seorang penyuluh.
Soal 7
Langkah awal paling krusial yang harus dilakukan oleh Penyuluh Agama Hindu dalam deteksi dini konflik sosial di masyarakat binaannya adalah...
A. Meminta bantuan militer untuk berjaga di desa
B. Mengeluarkan pernyataan sikap di media sosial pribadinya
C. Melakukan penangkapan terhadap provokator
D. Menutup tempat ibadah sementara waktu
E. Pemetaan sosial dan identifikasi potensi ketegangan di masyarakat
Jawaban: E
Deteksi dini konflik sosial dimulai dengan pemetaan sosial (social mapping) dan mengidentifikasi potensi masalah, isu sensitif, serta dinamika di masyarakat sebelum konflik bermanifestasi.
Soal 8
Penerapan teknologi informasi dalam bimbingan penyuluhan Agama Hindu di era digital yang paling tepat guna adalah...
A. Menggunakan platform media sosial dan podcast untuk menyebarkan Dharma Wacana secara luas
B. Menyebarkan pesan hoaks dengan mengatasnamakan ajaran agama
C. Menghapus metode ceramah konvensional sama sekali
D. Mengganti seluruh pertemuan tatap muka dengan menonton televisi
E. Mewajibkan seluruh umat membeli perangkat komputer terbaru
Jawaban: A
Teknologi dalam penyuluhan digunakan sebagai alat bantu (katalisator) untuk memperluas jangkauan dakwah/Dharma Wacana melalui platform digital seperti medsos, YouTube, podcast, dan website.
Soal 9
Kitab suci Weda Sruti dikelompokkan menjadi empat bagian (Catur Weda Samhita). Kitab yang memuat ajaran tentang melodi dan nyanyian pujaan adalah...
A. Yajur Weda
B. Atharwa Weda
C. Reg Weda
D. Ayur Weda
E. Sama Weda
Jawaban: E
Sama Weda adalah bagian dari Catur Weda yang berisi mantra-mantra yang dilantunkan (dinyanyikan) pada waktu pelaksanaan upacara, bersumber utamanya dari Reg Weda namun dalam bentuk musikal.
Soal 10
Dalam sejarah perkembangan agama Hindu di Nusantara, kerajaan Hindu tertua yang dibuktikan dengan penemuan tujuh buah Yupa adalah...
A. Kerajaan Kutai
B. Kerajaan Kediri
C. Kerajaan Tarumanegara
D. Kerajaan Singasari
E. Kerajaan Majapahit
Jawaban: A
Kerajaan Kutai Martadipura di Kalimantan Timur merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia, yang keberadaannya dibuktikan melalui prasasti Yupa bertuliskan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.
Soal 11
Nyanyian suci keagamaan Hindu (Dharmagita) memiliki klasifikasi tertentu. Nyanyian yang umumnya ditembangkan dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno/Kawi yang terikat oleh Guru dan Laghu disebut...
A. Sekar Rare
B. Sekar Alit (Maca Pat)
C. Sekar Agung (Kekawin)
D. Sekar Madya (Kidung)
E. Sloka
Jawaban: C
Sekar Agung (Kekawin) adalah jenis Dharmagita yang berbahasa Kawi/Jawa Kuno, diikat oleh aturan Guru (suku kata panjang) dan Laghu (suku kata pendek) serta Wretta Matra.
Soal 12
Tri Kerangka Dasar Agama Hindu terdiri dari Tattwa, Susila, dan Acara (Upacara). Ajaran yang membahas tentang filsafat, keyakinan, dan sradha disebut...
A. Susila
B. Acara
C. Tattwa
D. Karma
E. Bhakti
Jawaban: C
Tri Kerangka Dasar Agama Hindu meliputi Tattwa (Filsafat/Sradha), Susila (Etika/Moralitas), dan Upacara/Acara (Ritual). Tattwa adalah dasar keyakinan atau filsafat.
Soal 13
Konsep Tri Murti dalam Hindu merujuk pada tiga manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam fungsinya sebagai Pelihara (Sthiti) alam semesta, Beliau bermanifestasi sebagai...
A. Dewa Siwa
B. Dewa Iswara
C. Dewa Brahma
D. Dewa Wisnu
E. Dewa Mahadewa
Jawaban: D
Tri Murti meliputi Brahma (Pencipta/Utpathi), Wisnu (Pemelihara/Sthiti), dan Siwa (Pelebur/Pralina). Wisnu adalah manifestasi Tuhan sebagai pemelihara.
Soal 14
Jenis Karmapala di mana hasil dari perbuatan pada kehidupan sebelumnya (masa lalu) belum habis dinikmati, dan sisa hasilnya harus dinikmati pada kehidupan sekarang (saat ini) disebut...
A. Subha Karma
B. Prarabda Karmapala
C. Niskama Karma
D. Kriyamana Karmapala
E. Sancita Karmapala
Jawaban: B
Prarabda Karmapala adalah hasil perbuatan yang kita lakukan pada masa lalu (kehidupan terdahulu) yang belum habis dinikmati dan membuahkan hasil pada kehidupan sekarang.
Soal 15
Dalam filsafat Hindu (Sad Darshana), sistem filsafat yang lebih menekankan pada ajaran logika, epistemologi, dan tata cara berdebat yang benar dipelopori oleh Rsi Gautama adalah...
A. Samkhya Darshana
B. Yoga Darshana
C. Nyaya Darshana
D. Vedanta Darshana
E. Mimamsa Darshana
Jawaban: C
Nyaya Darshana yang didirikan oleh Rsi Gautama adalah sistem filsafat Hindu yang berpusat pada logika (tarka) dan cara memperoleh pengetahuan yang sah (epistemologi).
Soal 16
Perbedaan status antara Pandita dan Pinandita dalam kelembagaan umat Hindu ditandai dengan proses penyucian (Diksa). Pinandita (seperti Pemangku, Balian) adalah rohaniwan yang melaksanakan proses penyucian pada tahapan...
A. Ngeraja Sewala
B. Pitra Yadnya
C. Ekajati (Mewinten)
D. Diksa (Madwijati)
E. Metatah
Jawaban: C
Pinandita (Pemangku/Wasi) merupakan golongan Ekajati (lahir sekali melalui proses Mawinten), sedangkan Pandita (Sulinggih/Pedanda) merupakan golongan Dwijati (lahir dua kali melalui upacara Diksa/Madwijati).
Soal 17
Tri Parartha adalah tiga landasan untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian hidup. Bagian dari Tri Parartha yang bermakna kasih sayang kepada semua makhluk hidup tanpa pamrih disebut...
A. Tattwa
B. Susila
C. Asih
D. Punya
E. Bhakti
Jawaban: C
Tri Parartha terdiri dari Asih (kasih sayang), Punya (pemberian/dana), dan Bhakti (sujud bakti). Asih berarti menumbuhkan cinta kasih kepada semua makhluk ciptaan Tuhan.
Soal 18
Menurut ajaran Catur Guru, seorang umat diwajibkan untuk berbakti kepada pemerintah atau aparatur negara yang mengatur hukum dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini merupakan bentuk bakti kepada...
A. Guru Pengajian
B. Guru Swadyaya
C. Guru Tattwa
D. Guru Wisesa
E. Guru Rupaka
Jawaban: D
Catur Guru meliputi Guru Rupaka (Orang Tua), Guru Pengajian (Guru/Pendidik di sekolah), Guru Wisesa (Pemerintah/Pemimpin negara), dan Guru Swadyaya (Tuhan).
Soal 19
Menjaga kelestarian lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, dan melakukan penghijauan adalah bentuk implementasi dari ajaran Tri Hita Karana pada aspek...
A. Bhuana Agung
B. Parahyangan
C. Pawongan
D. Palemahan
E. Panca Maha Bhuta
Jawaban: D
Tri Hita Karana (tiga penyebab kesejahteraan) terdiri dari Parahyangan (Tuhan), Pawongan (Manusia), dan Palemahan (Alam/Lingkungan). Menjaga lingkungan masuk dalam ranah Palemahan.
Soal 20
Dalam pelaksanaan Puja Tri Sandhya, bait pertama menggunakan Mantra Gayatri. Mantra Gayatri bersumber dari kitab...
A. Bhagavad Gita
B. Atharwa Weda
C. Reg Weda
D. Sama Weda
E. Yajur Weda
Jawaban: C
Mantra Gayatri (Om bhur bhuwah swah...) terdapat pada kitab Reg Weda Mandala III Sukta 62 Mantra 10, yang diwahyukan kepada Maharsi Visvamitra.
Soal 21 Premium
PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 mengatur bahwa Penilaian Kinerja Pejabat Fungsional dilakukan berdasarkan pemenuhan ekspektasi kinerja. Hal ini diukur dan dievaluasi secara berkala oleh...
A. Tim Penilai Angka Kredit Pusat
B. Presiden Republik Indonesia
C. Menteri Agama
D. Badan Kepegawaian Negara
E. Pejabat Penilai Kinerja (Atasan Langsung)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 22 Premium
Berdasarkan PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2021, jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama yang paling rendah untuk kategori Keahlian adalah...
A. Penyuluh Agama Ahli Pertama
B. Penyuluh Agama Pemula
C. Penyuluh Agama Pelaksana
D. Penyuluh Agama Terampil
E. Penyuluh Agama Ahli Muda
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 23 Premium
Selain 90 KTP pengguna, Peraturan Bersama Menteri Agama dan Mendagri (PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006) juga mensyaratkan dukungan masyarakat setempat untuk mendirikan rumah ibadat paling sedikit...
A. 50 orang
B. 30 orang
C. 70 orang
D. 40 orang
E. 60 orang
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 24 Premium
Pengumpulan dana punia menurut regulasi umat Hindu harus dilakukan oleh lembaga pengelola dana punia (Badan Dharma Dana Nasional/BDDN) yang sah. Prinsip dasar pengelolaannya adalah...
A. Bebas diaudit oleh siapa saja setiap hari
B. Transparan, akuntabel, dan berdaya guna
C. Berorientasi profit perusahaan
D. Dana hanya dikelola oleh satu orang pemangku
E. Eksklusif dan tertutup
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 25 Premium
Mengacu pada Kepdirjen Bimas Hindu No 85 Tahun 2023, Penyuluh Agama Hindu Ahli Pertama diharapkan mampu menyusun materi penyuluhan yang bersifat...
A. Monolog panjang untuk upacara tingkat negara
B. Dasar dan aplikatif sesuai kebutuhan kelompok sasaran
C. Makro dan kebijakan strategis nasional
D. Sangat rahasia dan intelijen umat
E. Hanya sekadar menerjemahkan bahasa asing tanpa konteks
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 26 Premium
Dalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kepada umat yang sedang mengalami konflik, komunikasi asertif menjadi kunci. Definisi komunikasi asertif adalah...
A. Memaksakan kehendak agar umat patuh 100% pada aturan
B. Menyampaikan pendapat atau hak dengan tegas namun tetap menghormati hak orang lain
C. Berbicara secara pasif-agresif agar orang lain merasa bersalah
D. Menggunakan kata-kata kasar untuk menunjukkan ketegasan
E. Mengalah sepenuhnya demi menghindari perdebatan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 27 Premium
Jika seorang penyuluh mendeteksi adanya gejolak sosial terkait perbedaan pandangan adat dan agama di suatu desa, tindakan preventif pertama menurut prinsip deteksi dini konflik sosial adalah...
A. Membuat berita viral agar pemerintah turun tangan
B. Melaporkan desa tersebut sebagai daerah berbahaya
C. Menghindari desa tersebut agar tidak ikut campur
D. Melakukan mediasi atau dialog damai dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan agama setempat
E. Langsung memanggil polisi
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 28 Premium
Salah satu tantangan dalam menerapkan teknologi informasi untuk penyuluhan (cyber extension) adalah penyebaran disinformasi/hoaks. Peran strategis Penyuluh Agama Hindu dalam hal ini adalah...
A. Hanya fokus pada penyuluhan luring dan mengabaikan daring
B. Melakukan peretasan terhadap akun penyebar hoaks
C. Ikut menyebarkan berita demi meningkatkan engagement
D. Melarang umatnya menggunakan media sosial
E. Menjadi agen literasi digital dan mengklarifikasi informasi yang salah dengan narasi agama yang menyejukkan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 29 Premium
Kitab suci Weda Smrti yang berfungsi sebagai pedoman hukum, moral, dan tata negara, yang paling terkenal dan sering menjadi rujukan hukum Hindu adalah...
A. Itihasa
B. Manawa Dharmasastra
C. Upanisad
D. Purana
E. Aranyaka
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 30 Premium
Agama Hindu diyakini masuk ke Indonesia melalui berbagai teori. Teori yang menyatakan bahwa agama Hindu disebarkan oleh para pedagang yang singgah di Nusantara disebut...
A. Teori Arus Balik
B. Teori Brahmana
C. Teori Waisya
D. Teori Ksatria
E. Teori Sudra
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 31 Premium
Dalam Panca Yadnya, Dharmagita memiliki peran sentral untuk menciptakan suasana sakral. Nyanyian suci yang umumnya dilantunkan saat Dewa Yadnya (misalnya piodalan di pura) untuk mengiringi jalannya upacara disebut...
A. Mantra Veda
B. Tembang Dolanan
C. Geguritan
D. Parwa
E. Kidung
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 32 Premium
Pelaksanaan Yajnya (korban suci) harus dilandasi oleh keyakinan akan Tuhan, hukum karma, punarbhawa, moksa, dan atman. Landasan keyakinan ini merupakan bagian dari...
A. Panca Yama Brata
B. Catur Purusartha
C. Panca Sradha
D. Panca Niyama Brata
E. Panca Maha Bhuta
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 33 Premium
Brahma sebagai pencipta disimbolkan dengan aksara suci "A" (Ang), Wisnu dengan "U" (Ung), dan Siwa disimbolkan dengan aksara...
A. O (Ong)
B. N (Nang)
C. T (Tang)
D. M (Mang)
E. H (Hang)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 34 Premium
Seseorang yang sering berbuat jahat namun pada kehidupan ini terlihat sangat kaya dan sukses. Hal ini dalam analisis hukum Karmapala disebabkan oleh...
A. Hukum Karma tidak berlaku bagi orang tersebut
B. Karma perbuatan jahat otomatis terhapus oleh kekayaannya
C. Orang tersebut sedang menikmati Sancita Karmapala yang baik, sementara kejahatannya akan menjadi Kriyamana Karmapala kelak
D. Tuhan bersifat tidak adil kepada hamba-Nya
E. Kekayaan hanya diberikan kepada orang yang melakukan kejahatan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 35 Premium
Darshana yang memusatkan ajarannya pada praktik pengendalian gelombang pikiran dan penyatuan kesadaran roh individu dengan Roh Universal (Tuhan) melalui delapan tahapan (Astanga) adalah...
A. Samkhya Darshana
B. Mimamsa Darshana
C. Yoga Darshana
D. Vedanta Darshana
E. Vaisesika Darshana
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 36 Premium
Seorang Sulinggih (Pandita) memiliki kewenangan muput upacara (Yajnya) berskala besar. Persyaratan spiritual yang mutlak harus dilalui oleh seseorang untuk menjadi Pandita adalah upacara...
A. Ngelungah
B. Mepandes / Metatah
C. Pawiwahan
D. Otonan
E. Diksa (Amari Diksa)
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 37 Premium
Dalam membimbing umat, seorang orang suci (sulinggih/pemangku) harus mengedepankan sikap Loka Sanggraha. Makna Loka Sanggraha adalah...
A. Menjaga keharmonisan, menolong masyarakat, dan menuntun umat ke jalan Dharma
B. Mengasingkan diri dari masyarakat secara total
C. Hanya mendoakan umat dari kejauhan tanpa tindakan
D. Menolak melayani umat yang miskin
E. Membebankan biaya tinggi untuk setiap doa yang diberikan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 38 Premium
Menyumbangkan darah kepada PMI, memberikan santunan pendidikan, dan mendonorkan ginjal adalah bentuk praktik dari salah satu bagian Tri Parartha, yaitu...
A. Susila
B. Asih
C. Tattwa
D. Punya
E. Bhakti
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 39 Premium
Melakukan upacara ngaben (pembakaran jenazah) atau memelihara warisan budaya orang tua dengan baik mencerminkan praktik nyata pengabdian kepada...
A. Guru Nabe
B. Guru Swadyaya
C. Guru Pengajian
D. Guru Wisesa
E. Guru Rupaka
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 40 Premium
Keharmonisan hubungan antara manusia dengan sesama manusia dalam ajaran Tri Hita Karana dicapai dengan menerapkan prinsip saling asah, asih, asuh. Konsep ini berada pada tataran...
A. Panca Sradha
B. Pawongan
C. Panca Yadnya
D. Parahyangan
E. Palemahan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 41 Premium
Puja Tri Sandhya dilaksanakan tiga kali sehari (pagi, siang, dan senja). Pada bait kedua (Om Narayana ewedam sarwam...), puja ini mengandung esensi filsafat pemujaan kepada manifestasi Tuhan sebagai...
A. Dewa pencabut nyawa
B. Dewa kekayaan materiil
C. Dewa penguasa lautan dan ombak
D. Penghancur alam semesta
E. Narayana atau peresap segala aspek ciptaan, pelindung alam semesta
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 42 Premium
Urutan kedua dari Panca Sembah (Kramaning Sembah) setelah sembah puyung (sembah tangan kosong) adalah...
A. Sembah dengan campur bunga ditujukan kepada leluhur
B. Sembah dengan bunga putih ditujukan kepada Dewa Iswara/Siwa Raditya
C. Sembah dengan daun tulasi
D. Sembah tangan kosong memohon kedamaian
E. Sembah dengan kawangen ditujukan kepada Istadewata
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 43 Premium
Berdasarkan PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023, evaluasi kinerja pejabat fungsional dikonversi menjadi perolehan angka kredit yang didapat melalui predikat kinerja. Jika seorang Pejabat Fungsional mendapatkan predikat 'Sangat Baik', maka koefisien angka kredit yang didapat adalah...
A. 100% dari koefisien tahunan
B. 250% dari koefisien tahunan
C. 200% dari koefisien tahunan
D. 50% dari koefisien tahunan
E. 150% dari koefisien tahunan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 44 Premium
Dalam menjalankan tugas sesuai PermenPANRB No 9 Tahun 2021, sasaran objek penyuluhan agama dapat berupa kelompok sasaran umum dan kelompok sasaran khusus. Contoh kelompok sasaran khusus adalah...
A. Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)
B. Ibu-ibu PKK di lingkungan kecamatan
C. Masyarakat desa secara umum di balai banjar
D. Masyarakat umum yang mengikuti upacara Melasti
E. Pemuda-pemudi di desa adat
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 45 Premium
Berdasarkan tata cara pendirian rumah ibadat menurut PBM Menag dan Mendagri Tahun 2006, rekomendasi teknis dan hukum harus didapatkan oleh panitia pembangunan dari dua lembaga daerah, yaitu...
A. Kementerian Agama Provinsi dan Gubernur
B. Polres dan Kodim
C. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dan FKUB Kabupaten/Kota
D. DPRD dan Majelis Ulama
E. Bupati dan Camat setempat
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 46 Premium
Pelaksanaan tugas kepenyuluhan Hindu di era modern harus mampu memadukan kearifan lokal Nusantara (misalnya Desa Kala Patra di Bali) dengan ajaran universal Veda. Pendekatan ini sesuai dengan konsep...
A. Adharma
B. Asimilasi total menghilangkan budaya asli
C. Akulturasi yang selaras dengan Agama Hindu Nusantara
D. Fundamentalisme agama yang kaku
E. Ahimsa
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 47 Premium
Dalam manajemen penyelesaian konflik agama/sosial, teknik komunikasi di mana seorang penyuluh mengulangi kembali ucapan pihak yang berkonflik untuk memastikan pemahaman (para-phrasing) termasuk dalam keterampilan...
A. Monolog diktator
B. Active listening (Mendengarkan aktif)
C. Debat kusir
D. Interogasi agresif
E. Brainwashing
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 48 Premium
Penyuluh Agama Ahli Pertama membuat konten penyuluhan berupa video pendek (reels/shorts) tentang cara mebanten saiban. Hal ini mencerminkan kompetensi teknis pada aspek...
A. Penegakan hukum adat di desa
B. Penggalangan dana punia
C. Pelaporan anggaran kepegawaian
D. Penerapan teknologi digital dalam bimbingan agama
E. Evaluasi kinerja Pimpinan
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 49 Premium
Bagian dari Itihasa yang menceritakan kepahlawanan Sri Rama dan memuat nilai-nilai Dharma yang luhur digubah oleh...
A. Maharsi Vyasa
B. Maharsi Kanada
C. Maharsi Patanjali
D. Maharsi Jaimini
E. Maharsi Valmiki
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses
Soal 50 Premium
Sikap etis berupa pengendalian diri, jujur (Satya), tidak menyakiti (Ahimsa), dan tidak mencuri (Asteya) merupakan bagian dari fondasi moral Hindu yang termuat dalam konsep...
A. Panca Niyama Brata
B. Sad Ripu
C. Panca Yama Brata
D. Sad Atatayi
E. Catur Asrama
🔒 Soal Premium
Upgrade untuk melihat pembahasan lengkap
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu

SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penyuluh Agama Ahli Pertama - Penyuluh Agama Hindu tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.