SKB CPNS Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Pengetahuan umum terkait bidang kelautan dan perikanan
Pengembangan usaha dan diversifikasi usaha kelautan dan perikanan
Proses perumusan standar produk kelautan dan perikanan
Penerapan standar mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan
Uji terap teknik produk kelautan dan perikanan
Pengelolaan sarana dan prasarana hasil perikanan
Simulasi Tryout SKB CPNS Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama.
Soal 1
Menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009, apakah yang dimaksud dengan Perikanan?
A. Kegiatan eksploitasi laut dalam dengan tujuan ekspor komersial tanpa batas.
B. Upaya penangkapan ikan menggunakan kapal berukuran besar yang beroperasi di wilayah ZEEI.
C. Rangkaian perlindungan laut yang hanya memfokuskan pada konservasi terumbu karang secara teritorial.
D. Budidaya biota air tawar dan air payau yang dikelola sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
E. Semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.
Jawaban: E
Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004, Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.
Soal 2
Prinsip pertama dari 7 Prinsip dalam penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) pada industri pengolahan hasil perikanan adalah...
A. Melakukan tindakan koreksi jika terjadi penyimpangan
B. Menetapkan prosedur verifikasi produk
C. Melakukan analisis bahaya atau Hazard Analysis
D. Menyusun sistem pencatatan dan dokumentasi
E. Menetapkan batas kritis untuk setiap titik kendali
Jawaban: C
HACCP memiliki 7 prinsip utama. Prinsip pertama adalah melaksanakan analisis bahaya (Hazard Analysis) untuk mengidentifikasi potensi bahaya biologis, kimia, dan fisik pada setiap tahapan proses produksi.
Soal 3
Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang berwenang menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait dengan produk kelautan dan perikanan di Indonesia adalah...
A. Badan Standardisasi Nasional (BSN)
B. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
C. Kementerian Perdagangan
D. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
E. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Jawaban: A
Badan Standardisasi Nasional (BSN) adalah lembaga pemerintah non-kementerian di Indonesia yang memiliki tugas dan wewenang di bidang standardisasi, termasuk menetapkan dan menerbitkan SNI untuk berbagai produk, termasuk perikanan.
Soal 4
Upaya diversifikasi untuk meningkatkan nilai tambah ikan bernilai ekonomis rendah sering dilakukan dengan pembuatan produk lumatan daging ikan yang telah dicuci (mengekstrak protein sarkoplasma). Produk antara (intermediate product) ini dikenal luas dengan nama...
A. Fish meal
B. Surimi
C. Fish sauce
D. Chikuwa
E. Kamaboko
Jawaban: B
Surimi adalah produk antara (intermediate product) berupa lumatan daging ikan yang telah mengalami proses pencucian (washing) untuk menghilangkan darah, pigmen, dan protein larut air (sarkoplasma), sehingga memiliki kemampuan pembentukan gel yang baik.
Soal 5
Pengujian parameter mutu ikan segar yang dilakukan secara langsung oleh panelis dengan menggunakan panca indera manusia (penglihatan, penciuman, dan perabaan) disebut pengujian...
A. Fisikokimia
B. Mekanik
C. Organoleptik
D. Biologis
E. Mikrobiologi
Jawaban: C
Uji organoleptik atau uji sensori adalah metode pengujian mutu bahan pangan yang menggunakan indera manusia sebagai alat pengukur utama, seperti melihat kecerahan mata ikan, mencium bau, dan meraba tekstur daging ikan.
Soal 6
Penerapan sistem rantai dingin (cold chain) mulai dari kapal penangkap ikan hingga ke tangan konsumen sangat vital. Tujuan utama penerapan sistem ini pada hasil perikanan adalah...
A. Mempertahankan mutu ikan dengan menekan laju pertumbuhan mikroorganisme pembusuk dan memperlambat reaksi enzimatis
B. Menghilangkan aroma amis ikan secara permanen
C. Membunuh seluruh spora bakteri patogen secara instan melalui paparan suhu rendah
D. Menaikkan bobot ikan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar tradisional
E. Membekukan ikan agar teksturnya menjadi lebih keras dan mudah dipotong
Jawaban: A
Rantai dingin (cold chain) diterapkan untuk menjaga suhu ikan tetap rendah mendekati 0 derajat Celcius. Hal ini bertujuan memperlambat reaksi enzimatis biokimia dan menekan laju pertumbuhan bakteri pembusuk, sehingga mutu ikan tetap terjaga.
Soal 7
Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) ditetapkan berdasarkan ekologi, karakteristik wilayah, dan sumber daya ikan yang ada. Kewenangan untuk menetapkan WPPNRI berada pada...
A. Presiden Republik Indonesia
B. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
C. Menteri Kelautan dan Perikanan
D. Gubernur masing-masing provinsi
E. Badan Informasi Geospasial
Jawaban: C
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004, Menteri Kelautan dan Perikanan memiliki kewenangan untuk menetapkan Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPPNRI) sebagai basis pengelolaan sumber daya kelautan.
Soal 8
Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) mencakup 8 kunci pokok sanitasi. Berikut ini yang BUKAN merupakan salah satu dari 8 kunci pokok sanitasi tersebut adalah...
A. Mencegah kontaminasi silang
B. Pengendalian hama (pest control)
C. Kesehatan dan kebersihan karyawan
D. Keamanan air dan es
E. Pengembangan resep masakan hasil olahan
Jawaban: E
8 kunci pokok SSOP meliputi: (1) Keamanan air, (2) Kondisi alat yang kontak dengan pangan, (3) Pencegahan kontaminasi silang, (4) Menjaga fasilitas cuci tangan/toilet, (5) Perlindungan dari bahan cemaran, (6) Pelabelan/penyimpanan bahan toksin, (7) Kesehatan karyawan, dan (8) Pengendalian hama. Pengembangan resep bukan bagian dari SSOP.
Soal 9
Dalam hierarki proses perumusan Standar Nasional Indonesia (SNI), komite yang secara teknis bertugas membahas, menyusun, dan merumuskan rancangan SNI (RSNI) produk kelautan dan perikanan adalah...
A. Komite Teknis (Panitia Teknis) Perumusan SNI
B. Komite Akreditasi Nasional (KAN)
C. Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro)
D. Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia
E. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Jawaban: A
Komite Teknis (Panitia Teknis) Perumusan SNI adalah kelompok kerja yang beranggotakan pakar dari pemerintah, akademisi, produsen, dan konsumen yang dibentuk untuk menyusun dan merumuskan Rancangan SNI secara teknis sebelum diajukan ke BSN.
Soal 10
Penerapan konsep nir-limbah (zero waste) pada industri pengolahan fillet ikan sangat ditekankan. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan limbah tulang dan kulit ikan untuk diekstraksi lebih lanjut menjadi bahan aditif yang bernilai tinggi, yaitu...
A. Gelatin
B. MSG (Monosodium glutamat)
C. Pektin
D. Karaginan
E. Agar-agar
Jawaban: A
Kulit dan tulang ikan kaya akan kolagen yang apabila dihidrolisis dan diekstraksi melalui proses tertentu dapat diubah menjadi gelatin. Gelatin memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai bahan penstabil dan pengental pada industri pangan maupun farmasi.
Soal 11
Uji Total Plate Count (TPC) merupakan pengujian dasar mikrobiologi pada laboratorium hasil perikanan yang memiliki tujuan spesifik untuk...
A. Menghitung estimasi jumlah populasi bakteri aerob mesofilik dalam suatu sampel pangan
B. Menghitung sisa residu antibiotik pada ikan budidaya
C. Mengukur keasaman (pH) secara mikrobiologis
D. Mendeteksi secara khusus keberadaan bakteri Salmonella
E. Menentukan kadar protein yang telah rusak
Jawaban: A
Total Plate Count (TPC) atau Angka Lempeng Total (ALT) merupakan parameter untuk menentukan batas maksimal cemaran mikroba dengan menghitung estimasi jumlah total populasi bakteri aerob mesofilik yang tumbuh pada media agar.
Soal 12
Kriteria air bersih yang digunakan dalam Unit Pengolahan Ikan (UPI) diwajibkan memenuhi spesifikasi air minum yang aman. Parameter mikrobiologi utama yang mensyaratkan toleransi nol (0/100 ml) pada air tersebut adalah cemaran dari...
A. Saccharomyces cerevisiae
B. Escherichia coli dan bakteri koliform
C. Bifidobacterium bifidum
D. Staphylococcus epidermidis
E. Lactobacillus bulgaricus
Jawaban: B
Menurut standar persyaratan air minum (Permenkes), air yang kontak dengan produk pangan harus bebas (0/100 ml) dari indikator sanitasi yang buruk dan fekal, yaitu bakteri Escherichia coli dan kelompok koliform patogen.
Soal 13
Ikan yang memiliki habitat di permukaan air laut hingga kolom air bagian tengah, umumnya bergerombol dalam jumlah besar, dan bermigrasi jarak jauh secara morfologis dikenal dengan nama ikan...
A. Ikan Benthos
B. Ikan Pelagis
C. Ikan Terumbu
D. Ikan Demersal
E. Ikan Abisal
Jawaban: B
Ikan pelagis adalah kelompok ikan yang hidup dan berenang bebas di daerah permukaan laut sampai dengan pertengahan kolom air, tidak bergantung pada dasar laut. Contohnya tuna, cakalang, dan sarden.
Soal 14
Setiap Unit Pengolahan Ikan (UPI) diwajibkan memiliki Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) sebagai bukti memenuhi persyaratan dasar. Berdasarkan regulasi di Indonesia, instansi yang menerbitkan SKP ini adalah...
A. Pemerintah Desa setempat
B. Badan Pusat Statistik
C. Kementerian Kesehatan tingkat Provinsi
D. Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan
E. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Jawaban: D
Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) yang menyatakan UPI telah menerapkan GMP dan SSOP secara baik diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai otoritas kompeten pengawasan mutu hasil perikanan.
Soal 15
Standar pangan internasional yang diakui oleh WTO (World Trade Organization) dan menjadi acuan utama proses perumusan SNI pangan di Indonesia guna menembus pasar global adalah...
A. Codex Alimentarius
B. Japanese Agricultural Standard (JAS)
C. American Society for Testing and Materials (ASTM)
D. European Standard (EN)
E. British Retail Consortium (BRC)
Jawaban: A
Codex Alimentarius adalah himpunan standar keamanan pangan internasional yang ditetapkan oleh FAO dan WHO. Codex menjadi landasan harmonisasi dan acuan wajib dalam perumusan SNI di Indonesia agar dapat diterima dalam perdagangan global tanpa hambatan teknis.
Soal 16
Diversifikasi rumput laut Eucheuma cottonii melalui teknologi proses ekstraksi dengan bantuan larutan alkali akan menghasilkan produk turunan yang bernilai tinggi sebagai bahan pembentuk gel, yaitu...
A. Glukosamin
B. Karaginan
C. Skualen
D. Agarosa
E. Natrium Alginat
Jawaban: B
Rumput laut jenis Eucheuma cottonii adalah penghasil kappa-karaginan. Karaginan merupakan hidrokoloid yang diekstraksi dari rumput laut merah (Rhodophyceae) dengan fungsi sebagai gelling agent, pengental, dan penstabil pada industri makanan.
Soal 17
Dalam mengkarakterisasi nilai nutrisi produk perikanan, pengujian komposisi dasar kimia (proksimat) wajib dilakukan. Parameter yang termasuk di dalam uji proksimat meliputi...
A. Kadar oksigen terlarut, amonia, dan salinitas
B. Kadar air, protein, lemak, abu, dan karbohidrat
C. Kadar histamin, logam berat, pewarna, dan pengawet
D. Total asam tertitrasi, densitas, viskositas, dan kadar garam
E. Kadar vitamin, mineral, kolesterol, dan asam lemak tak jenuh
Jawaban: B
Analisis proksimat adalah metode analisis makronutrien standar dalam industri pangan yang berfungsi menentukan kandungan utama komponen gizi, yaitu persentase kadar air, abu (mineral total), lemak kasar, protein kasar, dan karbohidrat.
Soal 18
Konstruksi bangunan Unit Pengolahan Ikan (UPI) mensyaratkan desain area basah memiliki drainase yang lancar. Untuk mencegah terjadinya genangan air bekas cucian, lantai UPI harus dibuat dengan kemiringan yang tepat sebesar...
A. Lantai harus rata (0%) agar operator tidak mudah tergelincir
B. 0,5% menuju ke arah pintu keluar utama
C. Minimal 15% menuju tengah ruangan
D. 5% sampai 10% dari setiap sudut dinding
E. Sekitar 1-2% (atau 1:100 hingga 1:50) ke arah saluran pembuangan/drainase
Jawaban: E
Berdasarkan pedoman GMP dan SSOP, lantai pada ruang pengolahan yang basah harus memiliki elevasi atau kemiringan minimal 1-2% (atau 1:100 hingga 1:50) mengarah ke selokan drainase untuk mencegah penumpukan air yang bisa menjadi sarang bakteri.
Soal 19
Untuk menjamin asal-usul ikan dan mencegah praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing, diterapkan suatu sistem informasi komprehensif pada rantai suplai perikanan yang dinamakan...
A. Sistem Ketertelusuran (Traceability)
B. Good Manufacturing Practices
C. Logbook Perikanan Nasional
D. Sistem Jaminan Mutu Terpadu
E. Eco-labeling Certificate
Jawaban: A
Traceability atau ketertelusuran merupakan kemampuan menelusuri riwayat (siapa yang menangkap, di mana, dan kapan), proses aplikasi, atau lokasi pergerakan produk perikanan pada tahapan produksi, pengolahan, hingga distribusi untuk transparansi.
Soal 20
Penanganan suhu yang tidak tepat pada keluarga ikan scombroidae seperti tuna dan tongkol dapat menyebabkan asam amino histidin terdekarboksilasi oleh bakteri menjadi senyawa toksik yang menyebabkan reaksi alergi parah, yaitu...
A. Histamin
B. Sianida
C. Formaldehida
D. Metil merkuri
E. Tetrodotoksin
Jawaban: A
Keracunan scombroid terjadi akibat konsumsi ikan famili Scombroidae yang mengalami peningkatan histamin. Histamin ini terbentuk secara masif ketika enzim dekarboksilase dari bakteri pembusuk memecah asam amino histidin bebas karena ikan tidak segera didinginkan.
Soal 21 Premium
Salah satu tahapan penting dalam perumusan Standar Nasional Indonesia (SNI) produk perikanan adalah jajak pendapat (e-balloting). Esensi utama dari tahapan ini adalah...
A. Menilai tingkat kelayakan alat tangkap ikan di laut secara langsung
B. Menentukan besaran tarif ekspor produk perikanan tertentu
C. Mengajukan proposal pendanaan ke Kementerian Perindustrian
D. Melakukan pemilihan langsung pimpinan Komite Teknis melalui pemilu sektoral
E. Mengumpulkan tanggapan, masukan, komplain, dan persetujuan dari publik serta seluruh pemangku kepentingan secara transparan
Pendekatan 'Ekonomi Biru' (Blue Economy) menjadi grand strategy pembangunan kelautan dan perikanan yang diusung oleh Kementerian. Prinsip fundamental dari pendekatan ini adalah...
A. Membuat zona laut yang sama sekali tertutup bagi aktivitas nelayan dan hanya ditujukan untuk wisata asing
B. Menyerahkan seluruh pengelolaan laut sepenuhnya kepada pihak swasta/investor asing
C. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif namun tetap memprioritaskan dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut (ecological sustainability)
D. Mensubsidi secara penuh seluruh biaya operasional nelayan lokal agar harga ikan murah meriah
E. Mengeksploitasi ikan pelagis secara maksimal tanpa memperhitungkan potensi lestari (MSY)
Suhu penyimpanan dalam ruang beku (Cold Storage) memiliki peran vital agar komoditas hasil perikanan yang telah dibekukan tidak mengalami fluktuasi yang merusak jaringan daging ikan. Berdasarkan standar sanitasi UPI, suhu operasi Cold Storage setidaknya dijaga pada...
A. Suhu ruangan 0 hingga 4 derajat Celsius
B. Suhu di bawah titik didih air kotor
C. Suhu optimum 20 derajat Celsius
D. Suhu pusat produk maksimal -18 derajat Celsius atau lebih dingin
Hukum laut internasional yang diratifikasi menjadi dasar batas negara menempatkan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Berdasarkan UNCLOS 1982, ZEE Republik Indonesia berada pada batas...
A. 350 mil laut batas landas kontinen luar
B. 100 mil laut diukur dari pelabuhan utama terdekat
C. 12 mil laut dari garis pangkal teritorial
D. 24 mil laut zona tambahan
E. 200 mil laut yang diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia
Salah satu tantangan dalam keamanan hasil laut adalah penyalahgunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP). Zat kimia berbahaya ini sering digunakan secara ilegal oleh pedagang nakal untuk membuat ikan bertekstur kaku, awet, dan lalat tidak mau hinggap, yaitu...
Standar Nasional Indonesia (SNI) produk perikanan bersifat dinamis. Untuk menyesuaikan dengan perubahan IPTEK dan kebutuhan pasar, regulasi menetapkan bahwa setiap SNI harus dilakukan peninjauan ulang (kaji ulang) dalam jangka waktu...
A. Sekurang-kurangnya 1 kali dalam 5 (lima) tahun
B. Setiap ada pergantian Menteri teknis
C. Hanya jika terjadi musibah keracunan massal
D. Setiap 1 (satu) tahun sekali
E. Setiap 10 (sepuluh) tahun sekali setelah diterbitkan
Pengolahan limbah udang dan rajungan untuk mengekstraksi bahan polimer aminopolisakarida memiliki prospek bisnis besar. Zat yang diproduksi melalui tahap deasetilasi kitin dari kulit krustasea tersebut dinamakan...
Indikator kimia objektif untuk menentukan tingkat kemunduran mutu (kebusukan) ikan dapat diketahui dengan menguji akumulasi senyawa basa mudah menguap seperti amonia dan trimetilamin. Parameter pengujian ini dikenal dengan...
Material atau permukaan alat yang kontak langsung dengan pangan hasil perikanan (food contact surface) di dalam Unit Pengolahan Ikan harus memenuhi persyaratan khusus, yaitu...
A. Bersifat halus, tidak berpori, tahan korosi, tidak beracun, serta mudah dibersihkan dan disanitasi
B. Melarutkan partikel antioksidan logam perlahan-lahan ke dalam daging
C. Mampu menyerap kelembapan agar ikan tetap kering
D. Terbuat dari kayu mahoni bertekstur kasar untuk mencegah ikan terpeleset
E. Berpori besar agar cairan darah ikan dapat terbuang dengan cepat melalui celah
Pemanfaatan spesies laut terancam punah diatur secara ketat. Perdagangan internasional hiu martil atau pari manta mengharuskan eksportir memiliki dokumen spesifik karena spesies tersebut tercantum dalam Appendix internasional pada perjanjian...
A. CCRF (Code of Conduct for Responsible Fisheries)
B. ISPS Code (International Ship and Port Facility Security Code)
C. CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora)
D. MARPOL (International Convention for the Prevention of Pollution from Ships)
Siklus pengalengan ikan (canning) dan daging rajungan pasteurisasi memiliki risiko tinggi karena pengemasan bersifat anaerobik, tempat tumbuhnya bakteri patogen pembentuk spora. Tahapan pengolahan yang menjadi Critical Control Point (CCP) dominan untuk memusnahkan spora bakteri tersebut adalah...
A. Pendinginan produk dengan air mengalir secara manual
B. Proses sterilisasi komersial menggunakan autoklaf/retort dengan suhu dan waktu spesifik
C. Pemberian garam dan bumbu pelengkap
D. Proses pencucian awal bahan baku ikan
E. Pengeringan kaleng menggunakan lap kain sebelum dimasukkan dus
Di bidang standardisasi nasional, ada suatu keadaan di mana sebuah SNI harus dibatalkan penerapannya (abolisi). Alasan paling rasional yang memicu Komite Teknis mengusulkan abolisi terhadap suatu SNI produk perikanan adalah...
A. Penjualan produk hasil perikanan tersebut mulai diekspor ke banyak negara
B. Badan Standardisasi Nasional mengubah desain logonya
C. Kementerian Kelautan dan Perikanan memperoleh anggaran besar untuk riset
D. SNI tersebut sangat mudah dicapai oleh pelaku UMKM perikanan
E. Standar mutu tersebut dinilai sudah tidak mutakhir, teknologi proses berubah drastis, dan adanya parameter yang bertentangan dengan regulasi pangan terbaru
Penambahan bahan aditif yang disebut krioprotektan (contoh: campuran sukrosa, sorbitol, dan polifosfat) pada produk *surimi* sebelum proses pembekuan sangat krusial. Peran krioprotektan pada diversifikasi pangan jenis ini adalah untuk...
A. Mencegah denaturasi atau kerusakan molekul protein aktomiosin selama siklus penyimpanan beku jangka panjang
B. Meningkatkan bobot air hingga 50% dari berat awal agar margin untung bertambah
C. Membuat daging ikan bersinar dan berwarna merah alami layaknya tuna
D. Menghancurkan enzim-enzim pencernaan dan racun usus yang tersisa
E. Menghilangkan aroma khas lumpur (muddy flavor) pada ikan air tawar
Bioakumulasi pencemaran perairan berdampak pada keamanan hasil tangkap perikanan. Batas cemaran logam berat sangat diatur dalam parameter mutu. Senyawa logam berat yang termetilasi dan sering menumpuk pada ikan predator puncak (seperti hiu dan todak) sehingga berdampak merusak sistem saraf otak jika terkonsumsi adalah...
Sarana mesin pembekuan di pabrik perikanan memiliki berbagai tipe sesuai fungsi. Mesin pendingin yang beroperasi membekukan ikan di atas plat aluminium berisi refrigeran di dalam mesin pres, cocok untuk produk blok udang atau ikan fillet pipih adalah...
Dampak lingkungan yang destruktif akibat praktik *Destructive Fishing* menjadi isu serius. Aktivitas mana di bawah ini yang dikategorikan *destructive fishing* karena merusak substrat dasar terumbu karang secara masif?
A. Penggunaan pukat harimau (*Bottom Trawl*) berat yang ditarik menyapu dasar perairan dangkal
B. Penangkapan ikan menggunakan bubu lipat tradisional ramah lingkungan
C. Memancing menggunakan alat pancing ulur (handline) tunggal dari perahu kano
D. Budidaya rumput laut menggunakan sistem rawai (*longline*) di pesisir
E. Pemasangan lampu atraktor cahaya pada kapal purse seine
Sebagai persyaratan ekspor ke negara tujuan yang mempersyaratkan jaminan keamanan pangan, setiap kontainer produk perikanan yang dikapalkan harus disertai dengan dokumen yang diterbitkan oleh Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, yaitu...
A. Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI)
B. Health Certificate (Sertifikat Kesehatan Ikan dan Mutu Hasil Perikanan)
Dokumen Standar Nasional Indonesia (SNI) produk memiliki ruang lingkup tertentu. Secara umum, SNI produk hasil perikanan (misal SNI Ikan Kaleng) mencakup pasal-pasal standar yang mengatur tentang...
A. Ruang lingkup, syarat mutu dan keamanan, pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji, serta pengemasan dan pelabelan
B. Hanya tata cara perpajakan industri pengalengan ikan
C. Sistem perizinan trayek angkutan bahan baku di darat
D. Hanya desain label komersial dan harga eceran tertinggi di swalayan
E. Daftar perusahaan eksportir yang memonopoli produk
Dalam pendistribusian produk unggulan diversifikasi seperti olahan frozen seafood kepada segmen end-user melalui e-commerce, resiko produk meleleh (*thawing*) di tengah jalan saat pengantaran logistik (*last-mile delivery*) sangat tinggi. Mitigasi sarana termurah dan efektif yang digunakan adalah...
A. Menggunakan kotak styrofoam/box insulasi yang dilengkapi dengan ice gel atau blue ice
B. Memanaskan produk hingga 100°C sesaat sebelum diserahkan pada kurir logistik
C. Membungkus plastik produk dan merendamnya ke dalam minyak sayur
D. Menyemprotkan disinfektan kuat sebelum dibungkus
E. Mengemas di ruang hampa oksigen tanpa peduli suhu
Indikator sanitasi pekerja yang buruk pada area filleting ikan di pabrik dapat diuji menggunakan metode *swab test* meja maupun tangan. Bakteri patogen gram-positif berbentuk kokus (anggur) yang flora normalnya berada di rongga hidung, tenggorokan, dan luka bernanah pekerja adalah...
Penataan denah (layout) ruangan pada sebuah Unit Pengolahan Ikan yang memproduksi udang kupas beku harus didesain untuk mencegah *cross contamination* (kontaminasi silang). Aturan paling baku dalam desain lay-out pergerakan produk adalah...
A. Karyawan dapat berjalan bebas melintasi ruang penerimaan hingga ruang pengemasan tanpa perlu disinfeksi sepatu boots ulang
B. Bahan baku (kotor) dan produk jadi (bersih) harus melewati satu pintu utama secara bersamaan agar mudah diawasi manajer
C. Pergerakan produk mengalir ke belakang mundur mengikuti sirkulasi udara dari pintu masuk
D. Alur pergerakan produk harus mengalir secara linier searah (forward/one way flow) dari area kotor menuju area yang makin bersih (high risk) tanpa berpotongan
E. Toilet pekerja pengolahan diletakkan persis di tengah ruangan agar cepat diakses
Penjabaran kebijakan terintegrasi penataan wilayah pesisir, perizinan, dan pemanfaatan sumberdaya laut yang diterbitkan pemerintah pasca terbitnya UU Cipta Kerja tertuang secara operasional pada payung regulasi khusus sektor ini, yaitu...
A. Keputusan Direktur Jenderal Imigrasi
B. Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Provinsi
C. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan Perikanan
Pada monitoring rencana HACCP, manajer Quality Control mencatat suhu minyak goreng (fryer) pada proses pembuatan ikan breaded tepung berada di suhu 145°C. Padahal batas kritis (Critical Limit) ditetapkan minimum harus 160°C. Langkah SSOP/HACCP yang langsung dijalankan selanjutnya adalah...
A. Mengubah revisi standar HACCP seketika menjadi 140°C secara subjektif
B. Langsung mengemas ikan yang tergoreng kurang matang tersebut dengan label promo
C. Menutup pabrik selama tiga bulan berturut-turut
D. Memanggil polisi
E. Melakukan Tindakan Koreksi (Corrective Action) seperti penahanan produk/pengerjaan ulang (rework) dan menyetel termostat fryer agar suhu kembali ke >160°C
Proses persetujuan hingga pengesahan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) produk perikanan yang telah disepakati dilakukan di pusat standardisasi. Siapakah pejabat atau institusi yang menetapkan secara sah RSNI menjadi SNI yang berlaku nasional?
A. Gubernur masing-masing daerah produsen ikan
B. DPR RI Komisi IV
C. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan
Fish Protein Concentrate (FPC) adalah salah satu jenis pengawetan diversifikasi protein. FPC Tipe A memiliki karakteristik standar mutu yang dirancang untuk asupan suplemen protein tinggi yang aman, yang dicirikan dengan wujud...
A. Daging cacah berair dengan warna kemerahan
B. Minyak ikan kental omega-3
C. Kepingan tulang rawan keras
D. Tepung halus higroskopis, hampir tidak berasa (tasteless) dan tidak berbau ikan (odorless), dengan kadar lemak sangat rendah
E. Pasta kental kecoklatan dengan aroma kuat untuk terasi
Pengujian filth assay (uji filth) pada produk makanan perikanan, utamanya yang diolah dan dijemur secara tradisional seperti ebi atau ikan asin, memiliki fungsi untuk mendeteksi kontaminasi kotoran tak kasat mata akibat sanitasi jelek, seperti...
A. Campuran bahan pewarna tekstil (Rhodamin-B)
B. Kadar pengawet klorin dari pencucian air tanah
C. Jumlah parasit cacing darah (Anisakis sp.) hidup
D. Residu herbisida dan pestisida tanaman
E. Potongan tungau (mite), serangga, bulu hewan pengerat (tikus), debu kerikil, serta pasir
Penanganan ikan segar di atas kapal dan di pabrik membutuhkan es dalam jumlah banyak. Tipe mesin produksi es yang menghasilkan kepingan tipis berpendingin merata, sangat lunak sehingga tidak menyebabkan mata atau kulit ikan rusak tertusuk adalah tipe...
Setiap UPI diwajibkan memiliki mekanisme dan SOP Penarikan Produk (Product Recall). Apa pemicu utama diaktifkannya sistem product recall secara masif pada produk pangan perikanan?
A. Ditemukannya bahaya kritis keamanan pangan dari hasil investigasi laboratorium pada nomor *batch* produk yang terlanjur terdistribusi dan dikonsumsi massal
B. Permintaan distributor untuk menambah jumlah stok barang untuk diskon hari raya
C. Perpindahan manajemen pabrik ke pemilik saham yang lain
D. Pergantian kemasan produk dengan desain font logo baru
E. Penurunan harga jual produk di pasaran karena krisis ekonomi yang merugikan pabrik
Indonesia memiliki komoditas sumber daya ikan hias yang bernilai ekspor fantastis dan dilindungi, salah satunya ikan endemik air tawar famili Osteoglossidae yang persebaran alaminya di perairan Sumatra dan Kalimantan Barat, yaitu...
Tips Lulus SKB CPNS Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama
SKB CPNS Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.