SKB CPNS Pengawas Radiasi Ahli Pertama 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Radiasi Ahli Pertama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Radiasi Ahli Pertama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Radiasi Ahli Pertama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Radiasi Ahli Pertama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
UU No. 10 Tahun 1997
Organisasi BAPETEN (Peraturan BAPETEN No 9 Tahun 2020)
Peraturan, nilai, tusi, dan tata Kelola ASN dan jabatan fungsional pengawas radiasi
Fisika Nuklir
Proteksi Radiasi (Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2013)
Teknologi Nuklir
Pengelolaan Limbah Radioaktif (PP No 61 Tahun 2013)
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengawas Radiasi Ahli Pertama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Radiasi Ahli Pertama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengawas Radiasi Ahli Pertama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengawas Radiasi Ahli Pertama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Radiasi Ahli Pertama.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, segala sesuatu yang berkaitan dengan pemanfaatan tenaga nuklir dan pengawasan terhadap kegiatan tersebut disebut...
A. Pengawasan nuklir
B. Proteksi radiasi
C. Ketenaganukliran
D. Teknologi nuklir
E. Keselamatan radiasi
Jawaban: C
Menurut Pasal 1 UU No. 10 Tahun 1997, Ketenaganukliran adalah hal yang berkaitan dengan tenaga nuklir, termasuk di dalamnya pemanfaatan, pengembangan, dan pengawasan.
Soal 2
Menurut UU No. 10 Tahun 1997, lembaga yang bertugas melaksanakan pengawasan terhadap segala kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia adalah...
A. Badan Pelaksana (BATAN)
B. Badan Tenaga Nuklir Internasional
C. Kementerian Kesehatan
D. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
E. Badan Pengawas (BAPETEN)
Jawaban: E
Menurut UU No. 10 Tahun 1997 Pasal 4, pengawasan terhadap pemanfaatan tenaga nuklir dilaksanakan oleh Badan Pengawas (BAPETEN).
Soal 3
Dalam Peraturan BAPETEN No. 9 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja BAPETEN, unit kerja yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perizinan, inspeksi, dan keteknikan adalah...
A. Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Keselamatan
B. Sekretariat Utama
C. Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi
D. Direktorat Inspeksi Instalasi dan Bahan Nuklir
E. Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir
Jawaban: C
Dalam Peraturan BAPETEN No. 9 Tahun 2020, Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi memiliki tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pengawasan di bidang perizinan dan inspeksi fasilitas radiasi dan zat radioaktif.
Soal 4
Berdasarkan tata kelola Jabatan Fungsional, Pengawas Radiasi termasuk dalam rumpun jabatan...
A. Matematika, Statistik dan yang berkaitan
B. Fisika, Kimia dan yang berkaitan
C. Teknik dan yang berkaitan
D. Pengawas Kualitas dan Keamanan
E. Kesehatan
Jawaban: B
Jabatan Fungsional Pengawas Radiasi secara umum masuk ke dalam klasifikasi rumpun Fisika, Kimia dan yang berkaitan, karena pekerjaannya berbasis pada ilmu eksakta dan proteksi radiasi.
Soal 5
Dalam fisika nuklir, waktu yang dibutuhkan oleh separuh jumlah inti atom radioaktif dalam suatu sampel untuk meluruh disebut...
A. Dosis serap
B. Konstanta peluruhan
C. Waktu paruh (half-life)
D. Aktivitas spesifik
E. Umur rata-rata
Jawaban: C
Waktu paruh (half-life) adalah waktu yang diperlukan bagi setengah dari jumlah inti atom suatu zat radioaktif untuk meluruh.
Soal 6
Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2013 mengatur tentang Proteksi dan Keselamatan Radiasi. Salah satu asas utama proteksi radiasi yang mensyaratkan paparan radiasi harus diupayakan serendah mungkin yang dapat dicapai adalah...
A. Optimisasi (ALARA)
B. Limitasi
C. Eksklusi
D. Justifikasi
E. Intervensi
Jawaban: A
Asas Optimisasi atau ALARA (As Low As Reasonably Achievable) mengharuskan penerimaan dosis radiasi ditekan serendah mungkin, dengan mempertimbangkan faktor ekonomi dan sosial (Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2013).
Soal 7
Berdasarkan Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2013, Nilai Batas Dosis (NBD) efektif untuk pekerja radiasi dalam satu tahun tunggal tidak boleh melebihi...
A. 50 mSv
B. 100 mSv
C. 5 mSv
D. 1 mSv
E. 20 mSv
Jawaban: A
Berdasarkan Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2013 Pasal 15, Nilai Batas Dosis (NBD) untuk pekerja radiasi adalah 20 mSv per tahun dirata-ratakan selama 5 tahun berturut-turut, dan tidak boleh lebih dari 50 mSv dalam satu tahun tunggal.
Soal 8
Menurut PP No. 61 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif, pihak yang bertanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan limbah radioaktif tingkat tinggi adalah...
A. Badan Pelaksana (BATAN/BRIN)
B. Pemerintah Daerah setempat
C. Kementerian Lingkungan Hidup
D. Penghasil limbah radioaktif
E. Badan Pengawas (BAPETEN)
Jawaban: A
Berdasarkan PP No. 61 Tahun 2013, pengelolaan limbah radioaktif tingkat tinggi dan limbah radioaktif tingkat sedang atau rendah yang berasal dari luar fasilitas penghasil limbah dilaksanakan oleh Badan Pelaksana.
Soal 9
Interaksi radiasi gamma dengan materi yang melibatkan serapan foton sepenuhnya oleh elektron atom yang terikat kuat sehingga elektron tersebut terpental keluar dari orbitnya disebut efek...
A. Bremsstrahlung
B. Produksi Pasangan
C. Compton
D. Fotolistrik
E. Hamburan Rayleigh
Jawaban: D
Efek fotolistrik terjadi ketika foton gamma diserap sepenuhnya oleh elektron pada kelopak dalam atom, menyebabkan elektron tersebut terpental (fotoelektron).
Soal 10
Salah satu aplikasi teknologi nuklir di bidang medis untuk tujuan diagnostik yang menggunakan radioisotop pemancar positron adalah...
A. Radioterapi Cobalt-60
B. Mammografi
C. PET Scan (Positron Emission Tomography)
D. X-ray konvensional
E. Brakiterapi
Jawaban: C
PET Scan adalah teknik pencitraan medis yang menggunakan pelacak radioaktif pemancar positron untuk melihat proses metabolik dalam tubuh.
Soal 11
Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1997, izin pemanfaatan tenaga nuklir diberikan dengan memperhatikan syarat-syarat tertentu. Tujuan utama dari keharusan adanya izin tersebut adalah...
A. Mengontrol persaingan bisnis antar perusahaan
B. Mendata jumlah pekerja radiasi secara akurat
C. Menjamin keselamatan, keamanan, dan ketenteraman masyarakat
D. Meningkatkan kas negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
E. Mencegah alih teknologi nuklir ke negara lain
Jawaban: C
Tujuan perizinan dalam UU No. 10 Tahun 1997 adalah untuk menjamin bahwa setiap pemanfaatan tenaga nuklir dilaksanakan dengan aman dan mematuhi persyaratan keselamatan sehingga masyarakat dan lingkungan terlindungi.
Soal 12
Dalam struktur organisasi BAPETEN menurut Peraturan BAPETEN No. 9 Tahun 2020, unsur pengawas fungsional yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BAPETEN adalah...
A. Pusat Data dan Informasi
B. Sekretariat Utama
C. Inspektorat
D. Direktorat Inspeksi
E. Biro Hukum
Jawaban: C
Inspektorat merupakan unsur pengawasan intern BAPETEN yang berada di bawah dan bertanggung jawab secara langsung kepada Kepala BAPETEN.
Soal 13
Sebagai seorang ASN Pengawas Radiasi, menjunjung tinggi netralitas dan tidak terlibat dalam politik praktis merupakan wujud penerapan dari nilai dasar ASN yaitu...
A. Kompeten
B. Harmonis
C. Loyal
D. Akuntabel
E. Adaptif
Jawaban: C
Netralitas dan tidak berpolitik praktis adalah wujud dedikasi dan kesetiaan kepada bangsa dan negara yang merupakan implementasi dari nilai Loyal dalam Core Values ASN BerAKHLAK.
Soal 14
Zat radioaktif memancarkan berbagai jenis radiasi. Jenis radiasi yang memiliki daya tembus paling tinggi dan tidak memiliki massa adalah...
A. Positron
B. Radiasi Gamma
C. Radiasi Alfa
D. Radiasi Beta
E. Proton
Jawaban: B
Radiasi gamma adalah gelombang elektromagnetik (foton) yang tidak bermassa dan tidak bermuatan, sehingga memiliki daya tembus yang sangat tinggi dibandingkan alfa dan beta.
Soal 15
Menurut Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2013, dalam kondisi darurat radiasi, NBD untuk pekerja yang melakukan tindakan penyelamatan jiwa diperbolehkan melebihi batas normal. Namun, upaya tersebut harus dilakukan atas dasar...
A. Adanya insentif finansial tambahan
B. Perintah dari atasan tanpa syarat
C. Kesukarelaan dengan pemahaman penuh atas risiko yang dihadapi
D. Persetujuan dari polisi setempat
E. Ketersediaan obat anti-radiasi di lokasi
Jawaban: C
Berdasarkan Peraturan BAPETEN No. 4/2013, paparan darurat untuk penyelamatan jiwa yang mungkin melampaui NBD hanya boleh dilakukan oleh pekerja yang secara sukarela (volunteer) bertugas dan telah diinformasikan secara jelas mengenai risiko radiasi yang dihadapi.
Soal 16
Pemanfaatan teknologi nuklir di bidang industri yang digunakan untuk memeriksa cacat atau retakan pada logam tanpa merusak material tersebut disebut metode...
A. Non-Destructive Testing (NDT)
B. Tracer (perunut)
C. Sterilisasi radiasi
D. Iradiasi gamma
E. Gauging
Jawaban: A
Non-Destructive Testing (NDT) menggunakan radiasi seperti sinar-X atau sinar gamma (Radiografi Industri) untuk menguji integritas material tanpa merusak material tersebut.
Soal 17
Berdasarkan PP No. 61 Tahun 2013, limbah radioaktif tingkat rendah dan sedang yang dihasilkan dari pemanfaatan zat radioaktif di rumah sakit wajib dikelola oleh...
A. Kementerian Kesehatan
B. Rumah sakit sebagai penghasil limbah dengan mengolahnya secara internal atau dikembalikan ke negara asal
C. BAPETEN sebagai pengawas
D. Badan Pelaksana (BATAN)
E. Pihak ketiga atau kontraktor swasta
Jawaban: D
Menurut PP No. 61 Tahun 2013, penghasil limbah radioaktif tingkat rendah dan sedang wajib mengumpulkan, mengelompokkan, dan menyimpan sementara sebelum diserahkan kepada Badan Pelaksana (BATAN) untuk pengelolaan akhir.
Soal 18
Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1997, pertambangan bahan galian nuklir hanya boleh diselenggarakan oleh...
A. Badan Pelaksana bekerjasama dengan perusahaan swasta
B. Perusahaan swasta nasional
C. Perusahaan swasta asing
D. Pemerintah Daerah penghasil bahan galian
E. Negara yang pelaksanaannya dilakukan oleh Badan Pelaksana
Jawaban: E
Sesuai UU No. 10 Tahun 1997 Pasal 9, pertambangan bahan galian nuklir hanya diselenggarakan oleh Negara yang pelaksanaannya dilakukan oleh Badan Pelaksana (BATAN).
Soal 19
Alat ukur radiasi yang digunakan untuk mencatat dan mengukur dosis akumulasi radiasi yang diterima oleh pekerja radiasi selama periode tertentu adalah...
A. Spektrometer
B. Pencacah Geiger-Muller
C. Monitor kontaminasi
D. Dosimeter personal (seperti TLD atau OSL)
E. Surveymeter
Jawaban: D
Dosimeter personal (TLD badge atau film badge) wajib dikenakan oleh pekerja radiasi untuk mengukur dan mencatat dosis kumulatif radiasi yang diterima dalam kurun waktu tertentu.
Soal 20
Isotop adalah unsur-unsur yang memiliki...
A. Massa atom yang sama tetapi nomor atom berbeda
B. Jumlah elektron dan neutron yang sama
C. Jumlah proton yang sama tetapi jumlah neutron berbeda
D. Sifat fisik yang sama tetapi sifat kimia berbeda
E. Jumlah neutron yang sama tetapi jumlah proton berbeda
Jawaban: C
Isotop adalah atom-atom dari unsur yang sama (jumlah proton sama/nomor atom sama) namun memiliki jumlah neutron yang berbeda (massa atom berbeda).
Soal 21 Premium
Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1997, pembangunan dan pengoperasian reaktor nuklir nonkomersial wajib mendapatkan perizinan dari...
Menurut Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2013, setiap Pemegang Izin yang menggunakan sumber radiasi pengion harus memiliki penanggung jawab keselamatan radiasi yang disebut...
Berdasarkan PP No. 61 Tahun 2013, limbah radioaktif tingkat rendah berbentuk padat yang volumenya besar dapat diolah (direduksi volumenya) menggunakan metode...
Sesuai UU No. 10 Tahun 1997, untuk membedakan fungsi promosi dan fungsi pengawasan agar tidak terjadi benturan kepentingan (conflict of interest), maka dibentuk dua institusi terpisah yaitu...
A. Kementerian ESDM dan BAPETEN
B. BATAN (Badan Pelaksana) dan BAPETEN (Badan Pengawas)
Salah satu kewajiban Pemegang Izin menurut Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2013 adalah memantau kesehatan pekerja radiasinya. Pemeriksaan kesehatan pekerja radiasi wajib dilakukan sekurang-kurangnya...
Dalam fisika nuklir, interaksi elektron berenergi tinggi yang dibelokkan atau diperlambat oleh medan listrik inti atom berat akan menghasilkan pancaran gelombang elektromagnetik. Fenomena ini disebut...
Sanksi pidana dalam UU No. 10 Tahun 1997 diberikan kepada setiap orang yang melakukan pemanfaatan tenaga nuklir tanpa izin. Ketentuan pidana ini tertuang pada Bab...
Direktorat Perizinan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DPFRZR) di BAPETEN memiliki fungsi utama untuk memberikan izin bagi fasilitas kesehatan dan industri. DPFRZR berada di bawah...
Seorang Pengawas Radiasi yang sedang melakukan inspeksi dilarang keras menerima pemberian dalam bentuk apapun dari fasilitas yang diinspeksi. Hal ini merupakan kepatuhan terhadap prinsip ASN yaitu...
A. Menghindari gratifikasi dan benturan kepentingan
Berdasarkan PP No. 61 Tahun 2013, limbah radioaktif dari fasilitas pertambangan uranium biasanya mengandung radionuklida alam dan digolongkan sebagai...
A. Limbah transuranik murni
B. Limbah aktivitas tinggi
C. Bahan Bakar Nuklir Bekas (Spent Fuel)
D. Limbah medis
E. TENORM (Technologically Enhanced Naturally Occurring Radioactive Material)
Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2013 mengatur pemantauan daerah kerja. Daerah yang mensyaratkan adanya tindakan proteksi khusus dan pengawasan keselamatan yang ketat (akses terbatas) disebut...
Untuk memisahkan isotop Uranium-235 dari Uranium-238 dalam industri bahan bakar nuklir, teknologi yang paling umum dan komersial saat ini digunakan adalah...
Berdasarkan PP No. 61 Tahun 2013, prinsip pengelolaan limbah radioaktif tingkat tinggi dari reaktor nuklir yang mengandung Bahan Bakar Nuklir Bekas (Spent Fuel) yang tidak akan di-reprocessing adalah...
A. Dibuang langsung ke perairan laut dalam
B. Dibakar di insinerator konvensional
C. Ditanam di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) domestik
D. Diekspor ke luar angkasa
E. Disimpan sementara dalam kolam penyimpanan, lalu diolah, dan disimpan lestari secara geologis
Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1997, kecelakaan nuklir yang mengakibatkan kerugian pada pihak ketiga memunculkan tanggung jawab mutlak (strict liability). Prinsip ini berarti...
A. Pengusaha instalasi nuklir wajib bertanggung jawab tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan
B. Kerugian hanya ditanggung oleh asuransi internasional
C. Operator nuklir bebas dari tuntutan jika telah mematuhi SOP
D. Korban harus membuktikan bahwa operator reaktor telah lalai secara sengaja
E. Pemerintah menanggung seluruh kerugian tanpa batas
Menurut Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2013, Nilai Batas Dosis (NBD) untuk anggota masyarakat umum dalam setahun tunggal akibat kegiatan pemanfaatan adalah...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Radiasi Ahli Pertama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Radiasi Ahli Pertama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengawas Radiasi Ahli Pertama
SKB CPNS Pengawas Radiasi Ahli Pertama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Radiasi Ahli Pertama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Radiasi Ahli Pertama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Radiasi Ahli Pertama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Radiasi Ahli Pertama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.