SKB CPNS Penata Kelola Obat dan Makanan 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Obat dan Makanan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Kelola Obat dan Makanan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penata Kelola Obat dan Makanan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Obat dan Makanan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Sistem informasi dan teknologi
Manajemen mutu
Peraturan obat dan makanan
Komunikasi risiko terkait obat dan makanan
Visi Misi BPOM/Budaya Kerja BPOM
Pengawasan dan penindakan kejahatan di bidang obat dan makanan
Pemeriksaan sarana produksi tingkat dasar
Pemeriksaan sarana distribusi tingkat dasar
Pengambilan contoh
Pengawasan penandaan obat dan makanan
Analisa/evaluasi permohonan surat keterangan impor/ekspor/API-PI/IPB2 obat dan makanan atau analisa hasil pengawasan narkotik, psikotropik dan prekursor
Pemeriksaan penerapan farmakovigilans di industri farmasi atau pihak lain yang ditunjuk oleh industri farmasi untuk melaksanakan farmakovigilans tingkat dasar
Pengawasan periklanan dan promosi setelah beredar
Penilaian obat tradisional, suplemen kesehatan dan obat kuasi tingkat dasar
Verifikasi produk kosmetik tingkat dasar
Penilaian terhadap berkas permohonan pendaftaran pangan olahan tingkat dasar
Pengujian kimia obat dan makanan
Pengujian biologi obat dan makanan
Riset dan kajian di bidang obat dan makanan tingkat dasar
Rancangan materi penyuluhan/produk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE)
Kegiatan penyuluhan/produk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tingkat dasar
Pengumpulan data dalam rangka penyusunan perencanaan pengawasan obat dan makanan
Penyusunan rancangan petunjuk pelaksanaan (juklak)/petunjuk teknis (juknis)
Simulasi Tryout SKB CPNS Penata Kelola Obat dan Makanan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Obat dan Makanan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penata Kelola Obat dan Makanan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Penata Kelola Obat dan Makanan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Obat dan Makanan.
Soal 1
Salah satu budaya kerja BPOM adalah 'PIKKIR'. Apa kepanjangan dari 'K' yang kedua dalam akronim tersebut?
A. Kolaboratif
B. Konsisten
C. Kompeten
D. Kredibel
E. Komunikatif
Jawaban: E
Budaya kerja BPOM adalah PIKKIR, yang merupakan singkatan dari Profesional, Integritas, Kredibel, Komunikatif, Inovatif, dan Responsif. Huruf 'K' pertama adalah Kredibel dan 'K' kedua adalah Komunikatif.
Soal 2
Dalam manajemen mutu laboratorium pengujian obat dan makanan, standar internasional yang digunakan sebagai acuan untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi adalah...
A. ISO 14001:2015
B. ISO/IEC 17025:2017
C. ISO 9001:2015
D. ISO 22000:2018
E. ISO 45001:2018
Jawaban: B
ISO/IEC 17025:2017 adalah standar persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi yang wajib diterapkan di laboratorium lingkungan BPOM.
Soal 3
Berdasarkan regulasi terbaru, pengintegrasian perizinan berusaha secara elektronik di Indonesia yang juga mencakup sektor obat dan makanan dilakukan melalui sistem...
A. OSS RBA
B. SIMONA
C. New Aero
D. SIPT BPOM
E. e-Registration
Jawaban: A
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2021, perizinan berusaha berbasis risiko dilakukan melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA).
Soal 4
Informasi minimal yang wajib dicantumkan pada label pangan olahan menurut Peraturan BPOM tentang Label Pangan Olahan adalah sebagai berikut, kecuali...
A. Daftar bahan yang digunakan
B. Keterangan kedaluwarsa
C. Nama dan alamat pihak yang memproduksi
D. Nama pemilik perusahaan
E. Nama produk
Jawaban: D
Berdasarkan Peraturan BPOM No. 20 Tahun 2021 (Perubahan atas No. 31 Tahun 2018), label pangan wajib memuat: nama produk, daftar bahan, berat bersih, nama/alamat produsen, halal (bagi yang dipersyaratkan), tanggal/kode produksi, keterangan kedaluwarsa, nomor izin edar, dan asal usul bahan tertentu. Nama pemilik perusahaan tidak wajib.
Soal 5
Pemeriksaan sarana distribusi obat tingkat dasar berfokus pada penerapan CDOB. Apa kepanjangan dari CDOB?
A. Cara Distribusi Obat yang Benar
B. Cara Dagang Obat Berizin
C. Cara Disiplin Obat Berkala
D. Cara Distribusi Obat yang Baik
E. Cara Distribusi Obat Berkualitas
Jawaban: D
CDOB adalah Cara Distribusi Obat yang Baik, yaitu cara distribusi/penyaluran obat dan/atau bahan obat yang bertujuan memastikan mutu sepanjang jalur distribusi sesuai persyaratan (PerBPOM No. 6 Tahun 2020).
Soal 6
Dalam pengambilan contoh (sampling) untuk pengujian laboratorium, metode pengambilan contoh yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih disebut...
A. Snowball Sampling
B. Purposive Sampling
C. Convenience Sampling
D. Probability Sampling
E. Quota Sampling
Jawaban: D
Probability sampling (pengambilan contoh secara acak) adalah metode di mana setiap unit dalam populasi memiliki peluang yang diketahui dan bukan nol untuk terpilih, sehingga hasil uji lebih mewakili populasi.
Soal 7
Penarikan obat dari peredaran yang dilakukan karena produk berisiko menimbulkan efek samping yang bersifat sementara atau dapat pulih kembali (reversible) termasuk dalam penarikan...
A. Kelas III
B. Kelas Darurat
C. Kelas I
D. Kelas Mandiri
E. Kelas II
Jawaban: E
Penarikan Kelas II dilakukan jika produk dapat menyebabkan efek samping yang bersifat sementara atau dapat pulih kembali, atau kemungkinan kecil dapat menimbulkan efek samping serius (PerBPOM No. 14 Tahun 2019).
Soal 8
Visi BPOM adalah 'Obat dan Makanan Aman, Bermutu, dan Berdaya Saing untuk Mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan...'?
A. Keadilan Sosial
B. Pancasila
C. UUD 1945
D. Bhinneka Tunggal Ika
E. Gotong Royong
Jawaban: E
Visi BPOM secara lengkap adalah: Obat dan Makanan Aman, Bermutu, dan Berdaya Saing untuk Mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.
Soal 9
Pada pengujian kimia obat dan makanan, instrumen yang paling umum digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan mengukur kadar zat aktif dalam campuran obat adalah...
A. Mikroskop Elektron
B. Inkubator
C. HPLC (High Performance Liquid Chromatography)
D. Sentrifugasi
E. Autoklaf
Jawaban: C
HPLC (KCKT - Kromatografi Cair Kinerja Tinggi) adalah instrumen utama di laboratorium kimia BPOM untuk analisis kuantitatif dan kualitatif senyawa dalam obat dan makanan.
Soal 10
Tahapan awal dalam pemeriksaan sarana produksi pangan tingkat dasar bagi industri rumah tangga pangan (IRTP) adalah verifikasi kepemilikan...
A. Sertifikat CPOB
B. NIB dan Izin Usaha
C. SPP-IRT
D. Izin Edar BPOM MD
E. Sertifikat ISO 22000
Jawaban: C
Untuk tingkat dasar pada sarana produksi rumah tangga, bukti legalitas yang diperiksa adalah Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
Soal 11
Komunikasi risiko bertujuan untuk memberikan informasi yang transparan. Dalam konteks obat, pemberitahuan resmi dari BPOM kepada tenaga kesehatan mengenai informasi keamanan obat yang sangat penting disebut...
A. Leaflet KIE
B. Iklan Layanan Masyarakat
C. Public Warning
D. Dear Health Care Professional Letter (DHCPL)
E. Press Release
Jawaban: D
DHCPL adalah instrumen komunikasi risiko yang ditujukan khusus bagi tenaga kesehatan untuk menginformasikan aspek keamanan atau risiko baru dari suatu produk obat.
Soal 12
Dalam pengujian biologi makanan, bakteri yang sering digunakan sebagai indikator sanitasi dan higiene dalam pengolahan pangan adalah...
A. _Clostridium botulinum_
B. _Salmonella_ sp.
C. _Bacillus cereus_
D. _Escherichia coli_
E. _Staphylococcus aureus_
Jawaban: D
_E. coli_ digunakan secara luas sebagai bakteri indikator kontaminasi feses dan mencerminkan tingkat higiene serta sanitasi selama proses produksi pangan.
Soal 13
Penyuluhan melalui produk Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang baik harus memperhatikan sasaran. Materi KIE bagi masyarakat awam sebaiknya...
A. Menggunakan istilah medis latin
B. Sangat teknis dan mendalam
C. Bahasa yang sederhana, komunikatif, dan visual
D. Berupa jurnal ilmiah
E. Tanpa gambar agar fokus pada teks
Jawaban: C
KIE tingkat dasar bagi masyarakat harus menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, menarik secara visual, dan langsung menjawab kebutuhan informasi masyarakat agar efektif.
Soal 14
Surat keterangan yang diterbitkan oleh BPOM untuk membuktikan bahwa suatu produk obat tradisional/kosmetik diproduksi di Indonesia dan bebas beredar di Indonesia untuk keperluan ekspor disebut...
A. Health Certificate
B. Certificate of Analysis
C. Import Permit
D. Sertifikat GMP
E. Certificate of Free Sale (CFS)
Jawaban: E
CFS (Sertifikat Bebas Jual) diterbitkan BPOM untuk produk ekspor guna menunjukkan bahwa produk tersebut telah memenuhi syarat keamanan dan bebas diedarkan di negara asal.
Soal 15
Pengumpulan data dalam rangka perencanaan pengawasan tahunan biasanya didasarkan pada prinsip...
A. Analisis Risiko
B. Pemerataan Geografis
C. Urutan Abjad Sarana
D. Jumlah Karyawan BPOM
E. Permintaan Sarana
Jawaban: A
Perencanaan pengawasan di BPOM menggunakan pendekatan berbasis risiko (risk-based approach), di mana sarana dengan profil risiko tinggi mendapat prioritas pengawasan.
Soal 16
Penilaian berkas pendaftaran pangan olahan tingkat dasar mencakup evaluasi terhadap kategori pangan. Berapa jumlah kategori pangan olahan di Indonesia menurut peraturan?
A. 18
B. 12
C. 10
D. 16
E. 20
Jawaban: D
Berdasarkan Peraturan BPOM No. 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, terdapat 16 kategori pangan di Indonesia.
Soal 17
Dalam verifikasi produk kosmetik, bahan yang dilarang digunakan dalam kosmetik karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit adalah...
A. Merkuri
B. Titanium Dioksida
C. Asam Sitrat
D. Gliserin
E. Pewangi (Fragrance)
Jawaban: A
Merkuri adalah bahan berbahaya yang dilarang keras ada dalam kosmetik karena sifatnya yang toksik dan merusak kulit serta organ tubuh (PerBPOM No. 23 Tahun 2019).
Soal 18
Rancangan petunjuk teknis (juknis) berfungsi sebagai pedoman operasional bagi...
A. Petugas pelaksana teknis di lapangan
B. Masyarakat umum
C. Pemerintah Luar Negeri
D. Presiden
E. Menteri Kesehatan
Jawaban: A
Petunjuk Teknis (Juknis) disusun untuk memberikan arahan langkah-demi-langkah bagi petugas pelaksana (internal) agar tugas dilaksanakan secara konsisten dan sesuai regulasi.
Soal 19
Manakah yang termasuk dalam cakupan penilaian obat tradisional tingkat dasar?
A. Pengembangan reaktor nuklir
B. Operasi bedah syaraf
C. Uji klinik fase III
D. Sintesis kimia murni
E. Klaim khasiat berdasarkan empiris (turun temurun)
Jawaban: E
Obat tradisional (Jamu) pada tingkat dasar dinilai berdasarkan bukti empiris atau penggunaan secara turun temurun sesuai definisi dalam UU Kesehatan dan PerBPOM.
Soal 20
Berdasarkan Perpres No. 80 Tahun 2017, salah satu fungsi BPOM adalah pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan melalui penegakan hukum terhadap...
A. Pelanggaran Etika Profesi
B. Pelanggaran Kontrak Kerja Swasta
C. Pelanggaran Lalu Lintas
D. Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan di Bidang Obat dan Makanan
E. Pelanggaran Keamanan Negara
Jawaban: D
Fungsi penegakan hukum BPOM difokuskan pada tindak pidana atau pelanggaran regulasi yang berkaitan dengan keamanan dan mutu obat serta makanan.
Soal 21 Premium
Dalam farmakovigilans, laporan efek samping obat yang bersifat serius (Serious Adverse Event) wajib dilaporkan oleh industri farmasi ke BPOM paling lambat dalam waktu...
Prekursor farmasi adalah zat yang dapat digunakan untuk pembuatan narkotika secara ilegal. Contoh prekursor farmasi yang sering ditemukan dalam obat flu adalah...
Pengawasan penandaan kosmetik post-market mencakup verifikasi terhadap keberadaan nomor notifikasi. Nomor notifikasi kosmetik biasanya diawali dengan kode...
Tips Lulus SKB CPNS Penata Kelola Obat dan Makanan
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Obat dan Makanan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Obat dan Makanan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penata Kelola Obat dan Makanan
SKB CPNS Penata Kelola Obat dan Makanan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Kelola Obat dan Makanan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Kelola Obat dan Makanan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Kelola Obat dan Makanan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Kelola Obat dan Makanan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.